Really My Husband

Really My Husband
o#RMH 2


__ADS_3

setelah dua hari chacha di perboleh kan pulang oleh dokter ...


chacha selalu berharap bahwa yang terjadi pada nya itu hanya mimpi ... namun kenyataan nya semua itu memang terjadi


radit dan chacha sudah samapai di kediaman mereka sudah banyak yang menunggu ke pulangan chacha


" cha kamu baik baik saja kan?" om Radit masih sangat menghawatirkan ke adaan ku


" iya om aku sangat baik"


" baik lah cha ayo kita turun ... mereka sudah menunggu mu "


chacha dan Radit turun dari mobil dan memasuki rumah ...


chacha terkejut melihat begitu banyak orang yang menyambut nya ... pegawai nya,sahabat nya,dan mama dan papa nya fani


"selamat datang kerumah kembali cha" Fani menyambut ku dengan senyum


" terimakasih fan"


" cha kamu kok kurusan sayang ... kamu gak makan ya ... makanan rumah sakit tidak enak ya nak"


aku tersenyum melihat mama Nini yang selalu saja memberi perhatian lebih pada ku


" haha... tidak ma aku hanya tidak bernafsu saja untuk makan,karena makanan di sana tidak enak " aku berusaha tertawa agar mereka tidak terlalu khawatir pada ku


" ya sudah ayo kita ke ruang keluarga yang lain ada di sana ..."


chacha melihat aemua orang orang begitu perduli pada nya ...


"aku tidak boleh bersedih dan menyerah demi mereka ..." dalam hati cha-cha memandang satu persatu wajah orang orang tersayangnya

__ADS_1


mama nini tidak bisa menahan sedih nya melihat chacha mama nini tiba tiba memeluk chacha


" nak mama turut sedih nak.. (tersedu) kamu yang kuat ... tidak usah kamu bersedih karna laki laki itu" mama Nini memeluk ku sangat erat


semua yang ada di sana menatap sedih chacha dan mama nini


" mah chacha tidak apa apa... mama tahu kan chacha anak yang kuat ... (tersenyum) ma selama ada kalian di sisi chacha, itu sudah lebih dari cukup untuk aku mah ..."


" benar cha tidak usah kau ingat ingat ******** itu ... " Fani sangat kesal


"fan kau mengebu gebu sekali ...


dim gimana toko ?"


aku mencoba mengalihkan pembicaraan kami agar tidak membahas tentang kak Raka


" ya elah cha baru juga keluar rumah sakit udah nanyain kerjaan aja


"enak aja kakak chacha ini .. aku sama kak dimas itu enggak ada apa apa cuma TEMEN" Ratna menekankan kata kata teman agar memperjelas hubungan nya dengan Dimas


"wah dim seperti nya kamu bakalan jadi king jomblo (tertawa)"


" diam kau brother uncel... (kesal)"


" dim lama lama lo jadi fosil dim ... kalo jomblo mulu" Fani pun ikut mengatai Dimas


" diem lo fan ... kayak lo enggak jomblo aja .."


" enak aja gue mah ada brother uncel kan ya kan (menaikan alis nya)"


perbincangan itu membuat chacha terhibur walau hanya sedikit mengurangi kesesihan nya

__ADS_1


waktu makan malam tiba ... mereka melanjut kan percakapan di meja makan ... membahas ini dan itu


selesai makan malam mereka semua berbincang di taman belakang dan tak rasa hari samakin larut ...


satu persatu berpamitan pulang hanya tersisa fani dan dimas saja


" kalian akan menginap" Radit menatap Fani dan Dimas bergantian


" jika om mau aku menginap aku akan menginap" Fani menjawab dengan berpura pura malu


" tidak om kami akan pulang sebentar lagi " Dimas menjulurkan lidah nya ke arah Fani


" dimas " Fani membulatkan matanya ke arah Dimas


" ya sudah aku naik dulu masih ada pekerjaan dan cha jika mereka sudah pulang kau langsung ber istirahat saja" Radit meninggalkan ketiga sahabat itu


"baiklah om" tersenyum


fani dan dimas berpamitan


chacha sudah berada di kamar nya namun chacha enggan untuk tidur


iya takut kalau iya akan mengingat kembali mimpi buruk itu


"ya tuhan apa yang harus aku lakukan"


terkadang kita menjadi lemah hanya karna hal yang menurut orang lain biasa saja ... karna terkadang orang berkomentar itu belum pernah merasa kan hal tersebut ...


semoga kalian menyukai ceritaku


jangan lupa like,komen,favorit, dan saran nya ya semua

__ADS_1


__ADS_2