Really My Husband

Really My Husband
#RMH 107


__ADS_3

enjoy guys


.


.


.


.


cus baca


.


.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


semua orang di rungan itu menatap bunda ria yang berjalan mendekati fani dengan buru buru


fani sudah pasrah apa pun yang terjadi dia akan terima karna memang ini adalah kesalahnya


fani memejam kan matanya saat melihat bunda ria mengangkat tangan nya


bunda ria" kamu (memeluk fani) dasar anak nakal membuat orang khawatir saja (memukul pundak fani dengan pelan)


fani tak bisa membendung air matanya iya menagis di pelukan bunda ria


fani" maaf kan fani bun, fani tahu fani salah ... (terisak)


bunda ria" sudah lah nak, hal ini cukup jadikan pelajaran saja, dan kamu radit (menatap radit) apa pun alasan kamu, kamu tetap salah,seharusnya kamu tuh jujur jangan main kucing kucingan begitu lihat istrimu jadi sedih begini kasiahan bayi mu ini (mengelus perut fani)


radit" maaf bunda maksud radit kan baik, ya gak tahu kalau sampai begini


bu lia" benar baik, tapi kalau hal seperti ini bukan untuk di rahasiakan


radit" raditkan malu bu


bunda ria" abi saja tidak malu, iya kan bi (menatap abi tajam)


abi" ii... iya bun (merasa takut melihat tatapan bunda nya )


bunda ria" kamu sudah makan fan, ?


fani" belum bunda


bunda ria " ya sudah semuanya ayo kita makan, kalian juga pasti belum makan


meraka semua menuju meja makan dan melanjutkan pembicaraan mereka sambil menyantap makan malam mereka


rika terbangun dari tidur nya karna iya merasa haus ...


rika berjalan keluar kamar dengan mata yang masih sangat enggan untuk di buka


samapai samapai iya tak menyadari juka semua orang di meja makan menatap nya dengan bingung


abi" sayang itu rika bangun apa lagi mengigau, kok dia gak nyapa


chacha bangun dan menxoba menegur adiknya


chacha" ri, rika


rika merasa namanya di panggila tersadar jika dia sedang mengambil minum


rika" ya allah kepenuha


chacha" ri kamu baik baik saja


rika" eh mba chacha ngapin disini (sambil meminum air)


chacha" kamu yang ngapain, kamu jalan kayak zombi begitu dan gak nyapa yang lain


rika melirik kebelakang chacha yang ternyata ramai


bruss


rika menyemprotkan air minumnya kelanta karna terkejut


semua orang sontak tertawa melihat kelakuan rika


bunda ria berjalan mendekati rika dan chacha


bunda ria" ri ayo kamu makan dulu, mumpung kamu udah bangun


rika sangat malu akan kelakuannya


rika" hay semua, maaf ya, rika tadi gak liat (tertawa seperti kuda)


abi" efek obat nya belum hilang ya ri (tertawa)


rika" mas abi ini (mebulatkan matanya )

__ADS_1


fani" ri ...


rika "(menoleh ) eh aunti, (tersenyum)


fani" maaf atas kejadian tadi siang ya ri


rika pura pura melupakan kejadian itu


rika" kejadian yang mana aunti, perasaan tadi siang gak ada apa apa


melihat reaksi rika dimas malah takut


dimas" bi gue rasa kita harua bawa rika ke rumah sakit lagi


yang lain menatap dimas


abi" kenapa?


dimas" itu dia amnesia,


chacha menginjak kaki dimas dan memberi kode jika rika sedang pura pura


dimas langsung paham yang di maksud chacha dan cepat cepat meralat perkataannya


dimas" maksud gue dia amnesia gak inget kalau disini ada gue (tertawa)


rika" kak dimas mulai bucin bun


rika memeluk bunda ria


bunda ria" ya kamu harus trima sebentar lagi jadi suami kamu loh


abi" kemakan omongan sendiri itu bun , ya gak dit


radit" (tertawa) iya, kebanyakan ngatain orang kena sendiri


siap siap lo kebanyakan ngatain kita besok lo ngidam lebih parah dari ini


dimas" doa lo jahat bener


mereka semua tertawa melihat dimas


fani sangat bersyukur karna mereka memiliki keluarga yang sangat luar biasa, bahkan bisa menerima dan mengerti ke adannya


bu mia masih membujuk mama nini agar tidak marah lagi dengan fani karna takut terjadi hal buruk pada menantunya


bu mia" udalah dek nini wong rika nya aja baik baik aja dan ga marah, kok kamu malah yang marah


tante nini" saya nya tuh malu mba yu ... anak saya kenapa jadi begini


bumia terus membujuk namun usahanya gagal karna mama nini masih snagat kesal


setelah beerapa hari dari kejadian itu di toko rika tak sengaja mendengar bu mia dan bu lia berbicara tentang mama nini yang masih marah pada fani, dan mebuat fani merasa sedih


rika menelpon dimas untuk meminta nya mengatar kerumah fani


rika* halo kak, kakak sibuk gak hari ini


dimas* enggak sayang kenapa ?


rika*bisa antar aku ke rumah om radit


dimas* ada apa sayang?


rika* nanti saja aku kasih tahu antar aku dulu


dimas* baik lah, kamu tunggu sebentar


setelah setengah jam dumas samapai, melihat dimas samapai tika langsung masuk kedalam mobil dimas dan mengajaknya segera pergi


dimas menuruti kemauan calon istrinya itu


dimas" kamu mau ngapain sih yang kesana?


rika" mau ngajak aunti main ke rumah mama nya


dimas" lah kenapa kamu ngajakin kesana, fani kalau mau pulang kan tinggal pulang yang, rumah nya dekat ini


rika" ih sayang aku ini, bawel deh, udah antar saja ya sayang


dimas" siap bu bos


tak menunggu lama mereka sudah samapai dan mendapati fani sudah siap karna ruka memang sudah menghubungi fani sebelumnya namun rika tidak bilang jika mereka akan kerumah orang tua fani


dimas mengantarkan mereka ke rumah orang tua fani, fani terkejut karna mereka malah ke rumah orang tuanya


fani" kita ngapain ke sini ri ... aunti mau pulang saja


rika" nah ini kita sudah pulang, ayo aunti kita turun


karna rika memaksa akhirnya fani mau juga turun

__ADS_1


sementara dimas masih bingung dengan apa yang terjadi


rika mengetuk pintu


tok tok tok


" asslamualakum"


tante nini" walaikum salam (sambil membuka pintu),fani,rika,dimas ada apa


rika" aunti fani sedang mengidam dan ingin memasak maskan mama


mama nini menatap fani yang hanya menundukan kepalanya saja


dimas" ooo jadi fani lagi pingin masakan mama (berbisik pada rika)


tante nini" ya sudah ayo masuk kebetulan mama lagi masak


mereka masuk


fani hanya duduk di ruang keluarga bersama dimas semntara rika pergi ke dapur untuk membantu


rika" mama, kata aunti mama jago sekali masak ya,


tante nini" (tersenyum) gak kok biasa aja ..


rika" aku mau belajar ah, sebelun menikah, biar bisa masakin kak dimas nanti, boleh ya ma ?


tante nini" tentu sayang,


rika" mama, mama ini nganggep rika kayak anak mama gak sih ?


tante nini" tentu sayang,


rika" kalau rika anak mama, kalau rika minta sesuatu apa mama mau mengabulkannya


tante nini" tentu, asalkan bukan hal yang buruk


rika tersenyum mendengar jawaban mama nini


rika" rika mau mama maafin aunti fani


mama nini diam mendengar permintaan rika


rika" mama kok gak jawab, katanya mau mengabulkan permintaan rika


tante nini" sayang fani itu sudah keterlaluan dia samapai melukai kamu, seharusnya kamu marah padanya, kenapa sekarang kamu malah membelanya


rika" mama itu semua hanya salah paham,rika juga gak kenapa napa, lagi pula rika tahu,aunti fani seprti itu karna iya merasa takut, mungki jika rika yang berada di posisi aunti rika juga akan melakukan hal itu, mama kasihan aunti fani dia pastu sangat sedih karna mama raha padanya, cucu mama juga pasti sedih melihat omanya marah apda mama nya


mama nini menatap rika dengan mata yang berkaca kaca


tante nini" kamu benar ri, maafkan mama terlalu egois (memeluk)


rika" mama peluk aunti juga dia pasti kangen mama


mama nini pergi keruang keluarga menghampiri anak perempuanya itu lalu memeluk fani dangan erat karna iya juga merinduka purtinya itu


setelah selasai merak makan siang bersama dan setelah itu rika dan dimas berpamitan pulang, karna fani masih ingin tinggal


dimas" kamu memang baik sayang


rika" aku gak baik kok, tapi kalian yang mengajarkan aku untuk jadi orang yang baik


dimas" aku sayang kamu,


rika" aku juga,


dimas" sayang jangan pernah berubah ya tetap menjadi rika yang seperti ini


rika" asal kamu gak nakal aku gak akan berubah (tertawa)


dimas" tenang sayang aku bukan orang nakal kok, aku pria baik,daru keluarga baik baik, dan mempunyai calon istri yang baik


rika" gombal kamu itu,


dimas mencium kening rika


dimas" gimbalnya cuma sama kamu kok,


rika sangat bahagia sekarang karna iya mempunyai keluarga yang begitu menyanyanginya dan sangat perduli pada nya


" ayah,ibu terimakasih, karna kalian sudah membawaku bertemu orang orang yang sangat tulus mencintaiku" batin rika


sambil menatap dimas yang sedang menghujami tangan nya dengan kecupan


_____________________________


tbc


maaf semua aku baru bisa up date karna aku benar benar sibuk, dan mohon prngertian kalian ya semua

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca beri vote, komen,dan like nya ya


terimakasih


__ADS_2