Really My Husband

Really My Husband
#RMH 7


__ADS_3

selamat membaca semua ...


chacha sudah samapi di toko roti dengan perasaan takut ...


chacha memasuki toko roti sambil melihat kanan dan kiri takut ada om nya disana


chacha" huhh lega ... ternyata om gak di sini


dimas" (melihat heran kr arah chacha) cha lo ngapain


chacha"(terkejut) ya ampun dim kamu hampir buat jantung aku lompat (memegang dada)


dimas" lo kenapa cha ... di kejer orang jahat ya ,apa ada yang gangguin lo apa


belum selesai chacah sudah menyla perkataan dimasb


chacha" dim nanti kalau om radit ke sini atau dia telpon kamu nanyain aku bilang aja gak ada oke (memasang wajah memohon)


dimas" (menatap curiga) gak gue gak mau bohong (memalingkan wajah);


chacha" pleas dim ... tolongin ya (memasang wajah memelas)


dimas" gue bakal nolongin lo tapi lo cerita dulu ada apa ...


chacha" (menarik nafas kasar) oke oke


chacha menceritakan semua pada dimas kesalah paham nya yang melihat fani menagis yang ternyata terjepit pintu ... dan ulah bodoh nya dalam ruang rapat


mendengar penuturan chacha dimas sontak tertawa


dimas" haha cha sumpah lo ... konyol bener dah ... (dimas tertawa keras )


chacha" udah puas belum ketawa nya (kesal)


dimas" aduh cha perut gue sakit denger cerita lo


chacha" dimas janji kan ... mau bantu aku


dimas" iya iya dah sana lo ngumpet ... (sambil tertawa)


chacha" ih dimas ini ... tapi makasih ya (sambil berjalan meninggal kan dimas)


chacha berjalan berkeliling untuk menghindari paman nya dan meredakan amara paman nya ...


chacha berjalan di sebuah mall berkeliling saat berjalan mata chacha melihat baju anak yang menurut nya sangat indah dan lucu jika rara yang memakai nya


chacha berjalan menuju toko tersebut


pelayan toko" selamat datang di toko kami kakak (tersenyum)


chacha"(tersenyum) hem mba ini baju nya ada yang warna merah muda tidak


pelayan toko" ada kak ,,, sebentar ya saya carikan dulu


chacha" iya mba

__ADS_1


tak menunggu lama petugas toko tersebut kembali dan membri barang yang di ingin kan chacha


pagawai toko" ini kak baju nya


chacha" ooo terimakasih mba


chacha bergegas ke arah kasir untuk membayar


setelah membayar belanja nya chacha melanjutkan berkeliling mall tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore


"ooo astaga toko sudah mau tutup aku harus ke toko" gumam chacha


chacah melangkah menuju parkiran


saat membuka pintu mobil nya tiba tiba ponsel nya berbunyi


chacha menatap layar ponsel nya ...


dan menekan tombol hijau nya


chacha" ya dim ada apa ? ini aku dah mau ke toko


dimas" eeeh jangan ke toko brother uncel ada di sini (sedikit berbisik)


chacah" benar kah terus ...


dimas" terlihat wajah nya sangat marah cha (berbohong)


chacha" ya ampun benar kah dim... (panik) bagai mana aku pulang jika om radit marah


chacha" baik lah dim ... titip toko ya


setelah menutup telpon dimas tertawa terbahak bahak ... karna iya yakin bahwa muka panik chacha sangat lucu ...


radit" kau kenapa dim ? (mengangkat alis nya)


dimas" brother uncel kau tau ... (tertawa) chacha sangat takut sekali jika kau marah


radit" maksud mu (tak mengerti )


dimas menceritakan semua yang di ceritakan chacha dan ulah nya barusan


radit" dasar kau ... kalau terjadi sesuatu pada chacha di jalan bagai mana (sedikit marah)


dimas" tenang brother uncel ... chacha bukan orang yang ceroboh


radit langsung pergi meninggal kan dimas


dimas" lagi PMS kali ya tuh si radit emosi bener (mengeleng geleng kepala)


ratna" kamu kak yang keterlaluan ... kalau kak chacha kenapa napa di jalan giman


dimas" aku hanya bercanda na


bulia" becanda kamu gak lucu dim

__ADS_1


dimas" baik lah aku salah ... maaf


paklukman" bukan sama kita minta maaf nya sama chacha ... sana pergi ke rumah nya sekalian sama radit juga


dimas" iya pak tapi kita tutup dulu


sementara di tempat lain chacah terus berdoa agar saat dia samapi rumah om nya tak akan marah


chacha memasuki halaman rumah nya


iya melihat mobil om nya sudah terparkir rapi di garasi


"ya allah selamat kan chacha" (menengadah kan tangan)


chacha memberi salam lalu masuk kedalam rumah nya ... sambil melihat kanan kiri


chacha"(menarik nafas) huh ... aman ...


radit" aman dari apa cha? (jalan mendekati chacha)


chacha" (terkejut) em .. itu .. emm


radit" apa ? (menyilangkan tangan)


chacha" (mulai berkaca kaca) om maafin chacha om... chacha gak maksud buat gangu rapat chacah


radit memotong perkataan chacha


radit" (mendekati chacha) hey jangan nangis ... om gak marah sama kamu ...


chacha" be... bbenar kah


radit" iya ... om justru khawatir liat kamu lari pas om panggil


chacha" benar kah ... apa investor om tidak marah karna aku


radit" (tersenyum) tidak cha ... mereka setuju kerja sama dengan om


lain kali jangan lakuin hal kayak tadi ya ... kamu tau kan cha , kamu adalah kuluarga,harta,yang sangat berharga yang om punya ... (memeluk)


chacha" maaf om chacha hanya takut ... om marah sama chacha ... om juga


adalah hal yang berharga buat chacha om udah chacha anggap ,ayah,teman,dan keluarga yang chacha punya


bumia" maaf ibu ganggu acara tangis tangisan nya ... ibu mau ngasih tau kalau sebentar lagu adzan magrib


radit" makasih bu ... ya udah cha kamu bebersih terus solat ya (mengelus kepala chacah)


chacha" iya om


mamang jika kita mempunya masalah ...


kita lebih baik menghadapi nya bukan nya berlari ... belum tentu yang kita fikirkan itu yang akan terjadi terkadang malah hal sebalik nya yang bisa terjadi


next ya semua ....

__ADS_1


jangan lupa tekan tombol favorit,like,komen dan saran nya buat aku ya semua


__ADS_2