
selamat membaca semua
.
.
.
.
.
enjoy 😊😊
.
.
.
.
********************************
abi melihat tangan nya yang penuh dengan cakran dan warna merah ...
mereka ke luar dari teater tempat mereka menonton
radit dan fani saling pandang yang melihat abi seperti ke sakitan
radit" gimana bi nonton flim hantu sama chacha seru kan (melirik sambil tertawa)
chacha melihat tangan abi dia benar benar tidak tega melihat tangan abi yang seperti itu karna ulah nya
abi hanya memberi senyum
fani" (tertawa) makanya pak abi kita mana mau kalau nonton flim horor sebelah chacha
chacha makin merasa bersalah ...
bagai mana tidak merasa sakit abi jika tangan nya banyak bekas cakar dan memerah
selama menonton chacha hanya bersembunyi di balik bahu abi jika iya melihat layar dan ada yang menyeram kan iya langsung mencengkram kuat tangan abi
dan itu tidak terjadi sekali tapi sepanjang menonton
chacha dan abi sudah berada di mobil dalam perjalanan pulang
chacha" em... sa..saya minta maaf karna saya tangan nya jadi begini ...
(sedih)
abi tak menjawab iya fokus menyetir hingga ke rumah
abi turun dari mobil nya dan di ikuti chacha
abi masih diam tak merespon chacha
chacha" mas abi maaf kan saya ... (menangis) saya benar benar meminta maaf ... saya salah (menangis kencang)
abi masih diam ...
chacha pergi menuju kotak obat dan mengambil air
lalu iya menuju kamar abi
tok tok tok
cklek
chacha" mas abi biar saya obatin dulu ya (sambil membawa obat obatan dan air yang sudah di beri antiseftik)
abi hanya diam dan duduk di pinggir ranjang nya
__ADS_1
chacha mebersih kan tangan abi ...
chacha" mas abi masih marah ya ... saya benar benar minta maaf (kembali menangis)
abi memperhatkan chacha yang sedang mengobati luka nya
"megapa menjadi sedih juga melihat nya menangis seperti ini" fikir abi
chacha terus meminta maaf
abi" sudalah berhenti menangis ...
chacha menatap abi ...
abi" sudah lah aku sudah memaaf kan mu ... lain kali kalau ada yang mengajak mu nonton flim seperti tadi jangan ikut ...
chacha" iya mas (sambil tersenyum)
chacha hendak keluar dari kamar abi ... tapi abi mencegah nya
abi" kau fikir segampang itu aku memberi kan mu maaf ...
chacha" ma... maksud nya
abi" (berjalan mendekati chacha) aku ingin kamu memberi sesuatu pada ku
chacha" (sambil berjalan mundur) aa... apa itu ?
abi terus berjalan maju dan chacha semakin menjauh
sampai akhir nya chacha tak bisa bergerak lagi karna sudah menumbur tembok ... sementara abi sudah berada tepat di depan chacha
chacha"ma..mas abi mau apa (gugup)
abi semakin mendekat
chacha sudah tidak bisa mengelak dan abi sudah semakin mendekat kan wajah nya
chacha memejamkan mata nya
abi" (tertawa keras sekali) haha kamu kenapa menutup mata mu hah... jangan terlalu percaya diri ... aku tak kan mencium mu
chacha" yakk... siapa juga yang mau kamu cium (merona karna malu) dan aku menutup mata karna ... karna aku kelilipan
berjalan menjauhi abi dan keluar dari kamar nya
sesampai nya di luar chacha langsung berlari menuju kamar nya
"ooo astaga chacha apa yang kau lakukan ... laki laki itu tak akan memandang mu sama sekali apa lagi mau mencium mu "merutuki kebodohan nya
ke esokan pagi nya chacha menjalan kan rutinitasnya seperti biasa
para maid sedang pergi jadi hanya ada chacha di dapur memasak
sedang memasak bel rumah berbunyi ...
chacha segera menuju pintu
dan membuka nya
chacha" ya ampun bunda ...
bundaria" hallo sayang ...
chacha" ayo masuk bun ... pagi sekali sudah kemari bun ... dan tumben gak kasih kabar
bundaria" iya nih bunda bosan di rumah dan bunda kangen sekali sama kalian
chacha" chacha juga kangen sama bunda (memeluk)
bundaria" oo iya rara sama abi mana
chacha" mas abi sedang bersiap siap kalau rara masih tertidur bun ... sepertinya dia kelelahan
__ADS_1
bundaria" kelelahan kenapa?
chacha" semnjak bisa berjalan rara semakin aktif dan tidak bisa diam ingin berjalan terus (tertawa)
bundaria" rara pasti sangat senang ya apa lagi mempunyai bunda seperti mu ... terimakasih sudah mau manjadi ibu buat rara
chacha" tidak perlu seperti itu bun ... aku sangat sayang pada rara, aku gak mau rara tumbuh dengan kurangnya kasih sayang, aku ingin iya tumbuh jadi gadis yang ceria,dan juga cerdas ...
bundaria" bunda benar benar tidak salah memilih kamu jadi ibu buat rara ... dan hubungan kamu sama abi gimana ?
chacha" em aku sama mas abi em ...
tiba tiba ada yang memelum chacha dari belakang
abi" aku sama chacha baik baik saja bun ... pagi sayang(mengecup kening chacha)
chacha" (terkejut) pa.. pagi mas
bunda ria melihat ke gugupan chacha salah mengerti iya kira menantunya itu merasa malu
bundaria" ya ampun cha masih malu aja ... (tertawa)
mereka sarapan bersama dan setelah itu bunda ria ingi berbicara pada abi jadi chacha masuk ke kamar nya
abi" ada apa bun ?
bundaria" bunda lihat kamu dan chacha semakin mesra saja ... bunda jadi senang lihat nya
abi hanya menanggapi nya dengan senyum saja
bundaria" bi kamu ingat kan bulan depan adalah ulang tahun pertama buat rara
abi" ingat bun ... lalu ...
bundaria" bunda ingin mereyakan nya ... dan sekalian sama ngerayain ulang tahun nya chacha mereka hanya beda sehari saja loh
kamu inget kan
abi" iya bun (jadi chacha bulan depab berulang tahun) batin abi
bundaria" kamu tahu kan apa yang harus kamu lakuin (menatap abi)
abi" iya bun abi paham ...
bundaria" abi ... bunda senang melihat mu bisa kembali seperti dulu
bunda ria melihat ekspresi anak nya saat dia kesal itu membuktikan jika abi telah pulih ... karna selama ini jika di ajak bicara abi hanya akan menjawab singkat atau marah ...
abi dan bhnda sudah selesai berbicara dan abi segera pergi ke kantor nya
abi" papa pergi dulu ya ... rara main sama bunda dan jangan nakal
rara hanya mengangguk
kemudian abi beralih mencium kening chaha dan chacha mencium tangan abi
"seperti gambaran keluarga yang harmonis " fikir chacha
abi melajukan mobil nya ...
abi teringat perkataan bunda nya bahwa iya telah kembali
abi pun merasa hidup nya lebih tenang dan merasa tak ada beban setelah menikahi chacha dan hal yang penting adalah iya tak pernah lagi memkir kan tentang mantan istri nya itu
tbc ...
next guys
jangan lula kasih aku
like,komen,favorit,dan saran nya
terimakasih
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘