Really My Husband

Really My Husband
#RMH 106


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


.


read now


.


************....************....


mereka sampai di rumah sakit rika langsung di tangani dokter ...


benar saja rika harua mendapatkan tiga jahitan karna dengkulnya robek


mereka bertiga menunggu di depan samapai rika selesai


chacha" kamu tahu, (menatap abi) kenapa fani bisa semarah itu ...


abi" sudah lah aku malas membahas itu


chacha" kita harus bahas ini aku gak mau kamu berfikir jelek tentang sahabat ku itu


abi menatap istrinya ...


abi" kenapa ?


chacha" dulu sekali fani pernah punya pacar,tapi pacar nya di rebut dengan teman dekat nya sendiri,hal itu membuat nya trauma


abi" lalu salah adikku dimana ? kenapa dia melakukan itu ? (abi menatap chacha dengan tajam)


flasback


sebelum pergi ke toko fani menemui chacha lebih dulu


untuk menumpahkan unek unek nya


fani" cha gue rasa radit bohongin gue, dia kayak nya punya prempuan lain (menangis)


chacha" gak mungkin lah fan, kamu tahu kan om radit gimana


fani" tapi cha dia gak jujur sama gue dan gue curiga sama rika


chacha" maksud kamu


fani menjelaskan tentang sambal dan memberi tahu tentang chat rika dan radit yang begitu akrab hal itu membuat kecurigaan fani semakin menguat ... bahkan radit pernah mengajak rika untuk makan siang di salah satu chat nya


chacha" yang benar, tapi gak mungkin fan, om radit gak mungkin begitu


fani masih mengebu gebu dengan amarah nya ...


chacha pun sempat terpengaruh karna ucapan fani, mengenai masalalu rika


namun chacha segera menepis itu semua karna iya tak mau terjadi salah paham lagi


fani pergi meninggalkan kediaman abi


chacha bersiap siap untuk menemui om nya di kantor di tengah perjalanan chacha mendapat telpon dari salah satu pegawai baru nya


memberi tahu jika rika sedang dalan masalah ...


chacha menelpon taya


chacha" taya apa yang terjadi


taya" gak tau nih kak,tiba tiba kak fani datang dan memarahi kak rika samapai kak rika luka luka


chacha" yang bener kamu,


taya" iya kak


chacha langsung meminta supir nya untuk memutar arah menuju toko


flasback off


abi" radit juga sih di suruh jujur gak mau kalau udah begini gimana coba ais, kenapa juga dia ngajakin rika makan siang


chacha" sudah lah ini semua belum jelas mas, kita gak boleh menyalahkan orang lain kita belum tahu cerita nya

__ADS_1


dimas masih setia berdiri di depan puntu IGD dan seperti enggan mendengar penjelasan dari chacha


karna iya masih marah pada fani


di sepanjang perjalanan fani dan radit tak ada yang membuka suara mereka berdua sibuk dengan fikiran masing masing


sesampainya di rumah fani langsung masuk dan radit mengikuti di belakang


saat masuk ternyata mama nini dan bu mia sudah menunggu mereka berdua


mama nini" kalian berdua ... (menatap kedua nya) mau menjelaskan atau mau dipaksa


fani kini mulai menangis , sementara radit hanya bisa diam mematung


bu mia" dit apa yang terjadi sebenarnya


radit" ibu dan mama tahu dari mana


bu mia" dari lia, tadi dia nelpon ibu dan kami bertiga sedang kumpul untuk membahas pernikahan rika dan dimas


radit" maaf semuanya ini salah radit seharus nya radit jujur dari awal jika radit mengalami ngidam


"apa ngidam" berbarengan


radit menganggukan kepalanya


radit menceritakan semua alasan megapa iya tak jujur dan bagaimana denagan sambal itu


fani" terus kenapa kamu chat dengan rika sangat akrab sekali sampai samapai mengajak maka siang


radit" itu karna aku seperti melihat chacha di anak itu, aku sudah menganggapnya seperti keponakan ku sendiri, soal makan siang itu karna dimas yang meminta ku mengajaknya saat rika kehilangan ibunya dan ingin menghiburnya bukan kah kamu tahu itu, apa kamu lupa


mama nini" fani mama gak pernah ya ngajarin kamu begitu, mama gak pernah ya ngajarin kamu buat berkata kata gak sopan seprti itu, kamu tahu, bunda ria sampai menangis karna dia mendapat kabar jika rika kau perlakukan begitu


fani menundukan kepala palanya


iya sadar karna iya benar benar keterlaluan ...


mama nini" mama gak habis fikir sama kamu fan kenapa bisa begini...


mama nini pergi begitu saja setelah mengucapkan kata kata itu


bu mia pun sama


radit menuntun istrinya naik ke ke kamar mereka


radit" sayang aku benar benar minta maaf, seandainya aku mendengarkan abi dan dimas untuk jujur mungkin gak akan ada kejadian ini


fani" seharusnya aku gak kayak gitu tadi, aku benar benar kelewatan, bahkan aku melukai rika


radit" sudah lah sayang, aku yakin rika bukan anak yang akan marah atau benci pada orang, dia persisi seperti chacha (radit memeluk istrinya)


fani" sayang mulai sekarang aku mau kita saling jujur apa pun itu agar tak terjadi hal seperti ini ke depan nya ... (menatap radit)


radit" iya sayang ... maafin aku


fani" nanti malam kita ke rumah abi ya, aku mau minta maaf abi pasti marah sekali, dan rika pasti ke sakitan karna perbuatan ku


di kediaman abi bunda ria menunggu putrinya pulang dengan cemas


karna setelah mendapat kabar itu bunda ria langsung bergegas menuju rumah abi


setelah menunggu lama orang yang di nanti tiba


rika" kak dimas rika bisa jalan gak perlu di gendong begini lagian kaki tika gak patah


dimas" gak ada aku gak mau liat kamu jalan kesakitan


abi dan chacha hanya mengelengkan kepalanya saja melihat kelakuan dimas


setelah masuk bunda ria langsung berlari menuju putrinya yang berada di gendongan dimas


bunda ria" kamu gak apa apa nak, mana yang sakit,


dimas menurunkan rika


bunda ria langsung memeluk rika


rika" rika gak apa apa bun, rika baik baik saja


abi" baik baik saja harus di jahit bagaimana coba


bunda ria " ya allah, yang mana sayang, sakit gak, kenapa bisa jadi begini sih nak (menangis)


rika" ini cuma salah paham saja bun, lagian wajar lah bun aunti fani sedang mengadung bukan kah orang yang sedang mengandung emosi nya tidak setabil, dan aunti merasa jika om radit tidak jujut pada nya makanya dia melakukan ini (tersenyum)

__ADS_1


bunda ria " kamu benar sayang, kamu baik sekali nak mau megerti itu, bunda bangga sama kamu


abi dan dimas yang awalnya masih marah malah berbalik kasiahan sama fani karna seharusnya mereka megerti ke adaan fani


bunda ria menuntun rika untuk duduk di sofa


matahati sudah terbenam dan kini sudah berganti menjadi bulan ...


rumah abi kedatangan tamu yaitu pak lukman,bu lia, dan ataya


bu lia" gimana ke adaan rika cha


chacha"dia sudah baik baik saja, dan sekarang sedang tidur dengan bunda ...


bu lia" eh alah dia nya tidur, mau di jengukin


chacha" pengaruh obat bu (tertawa)


bu lia" pak rika nya tidur ...


pak lukman" ya sudah kita ngobrol aja (tertawa)


tak lama bel rumah abi berbunyi kembali


chacha membuka pintunya ...


chacha" om, aunti ayo masuk, di dalam sedang ramai


fani" ramai (sedikit berbisik)


chacha" iya ,kenapa?


fani" aku takut


chacha" sudah lah jangan takut, mereka tak akan memakan mu


chacha menarik tangan fani untuk masuk


sesampai nya di ruang keluarga semua orang menatap fani


radit" malam semuanya


abi" malam bro (bersikap biasa )


dimas" udah datang belakangan gak abawa apa apa lagi (menatap fani)


fani sangat kaget melihat reaksi orang orang terhadap dirinya


fani" ka... kalian gak marah ... sama fani


semua mentap satu sama lain


"enggak" bersamaan


fani mulai berkaca kaca dan makin merasa bersalah


abi melihat fani yang akan menangis langsung berusaha menenagkan


abi" suadah lah tak perlu membahas hal itu lagi, bukan kah kita saudara,bukan kah saudara juga pasti ada salah paham, jadi tidak usah membahas hal itu


fani" baik, maaf semuanya dan terimakasih


bunda ria keluar dari kamar rika dan melihat fani ...


fani melihat bunda ria berjalan mendekatinya


fani merasa takut karna iya ingat ibunya saja marah apalagi bundaria


bunda ria semakin dekat dan mengangkat tangan nya fani kini memejam kan matanya


bunda ria" kamu


______________________________


tbc


next guys


jangan lupa vote,like,komen dan kasih saran buat aku ya semua


terimakasih


maaf lama hari ini up nya karna aku sibuk sekali hari ini, dan baru pulang


dan aku langsung up

__ADS_1


mohon pengertiannya ya semua


sekali lagi terimakasih


__ADS_2