
enjoy
.
.
.
.
.
read now
.
************....************....
mereka sampai di rumah sakit rika langsung di tangani dokter ...
benar saja rika harua mendapatkan tiga jahitan karna dengkulnya robek
mereka bertiga menunggu di depan samapai rika selesai
chacha" kamu tahu, (menatap abi) kenapa fani bisa semarah itu ...
abi" sudah lah aku malas membahas itu
chacha" kita harus bahas ini aku gak mau kamu berfikir jelek tentang sahabat ku itu
abi menatap istrinya ...
abi" kenapa ?
chacha" dulu sekali fani pernah punya pacar,tapi pacar nya di rebut dengan teman dekat nya sendiri,hal itu membuat nya trauma
abi" lalu salah adikku dimana ? kenapa dia melakukan itu ? (abi menatap chacha dengan tajam)
flasback
sebelum pergi ke toko fani menemui chacha lebih dulu
untuk menumpahkan unek unek nya
fani" cha gue rasa radit bohongin gue, dia kayak nya punya prempuan lain (menangis)
chacha" gak mungkin lah fan, kamu tahu kan om radit gimana
fani" tapi cha dia gak jujur sama gue dan gue curiga sama rika
chacha" maksud kamu
fani menjelaskan tentang sambal dan memberi tahu tentang chat rika dan radit yang begitu akrab hal itu membuat kecurigaan fani semakin menguat ... bahkan radit pernah mengajak rika untuk makan siang di salah satu chat nya
chacha" yang benar, tapi gak mungkin fan, om radit gak mungkin begitu
fani masih mengebu gebu dengan amarah nya ...
chacha pun sempat terpengaruh karna ucapan fani, mengenai masalalu rika
namun chacha segera menepis itu semua karna iya tak mau terjadi salah paham lagi
fani pergi meninggalkan kediaman abi
chacha bersiap siap untuk menemui om nya di kantor di tengah perjalanan chacha mendapat telpon dari salah satu pegawai baru nya
memberi tahu jika rika sedang dalan masalah ...
chacha menelpon taya
chacha" taya apa yang terjadi
taya" gak tau nih kak,tiba tiba kak fani datang dan memarahi kak rika samapai kak rika luka luka
chacha" yang bener kamu,
taya" iya kak
chacha langsung meminta supir nya untuk memutar arah menuju toko
flasback off
abi" radit juga sih di suruh jujur gak mau kalau udah begini gimana coba ais, kenapa juga dia ngajakin rika makan siang
chacha" sudah lah ini semua belum jelas mas, kita gak boleh menyalahkan orang lain kita belum tahu cerita nya
__ADS_1
dimas masih setia berdiri di depan puntu IGD dan seperti enggan mendengar penjelasan dari chacha
karna iya masih marah pada fani
di sepanjang perjalanan fani dan radit tak ada yang membuka suara mereka berdua sibuk dengan fikiran masing masing
sesampainya di rumah fani langsung masuk dan radit mengikuti di belakang
saat masuk ternyata mama nini dan bu mia sudah menunggu mereka berdua
mama nini" kalian berdua ... (menatap kedua nya) mau menjelaskan atau mau dipaksa
fani kini mulai menangis , sementara radit hanya bisa diam mematung
bu mia" dit apa yang terjadi sebenarnya
radit" ibu dan mama tahu dari mana
bu mia" dari lia, tadi dia nelpon ibu dan kami bertiga sedang kumpul untuk membahas pernikahan rika dan dimas
radit" maaf semuanya ini salah radit seharus nya radit jujur dari awal jika radit mengalami ngidam
"apa ngidam" berbarengan
radit menganggukan kepalanya
radit menceritakan semua alasan megapa iya tak jujur dan bagaimana denagan sambal itu
fani" terus kenapa kamu chat dengan rika sangat akrab sekali sampai samapai mengajak maka siang
radit" itu karna aku seperti melihat chacha di anak itu, aku sudah menganggapnya seperti keponakan ku sendiri, soal makan siang itu karna dimas yang meminta ku mengajaknya saat rika kehilangan ibunya dan ingin menghiburnya bukan kah kamu tahu itu, apa kamu lupa
mama nini" fani mama gak pernah ya ngajarin kamu begitu, mama gak pernah ya ngajarin kamu buat berkata kata gak sopan seprti itu, kamu tahu, bunda ria sampai menangis karna dia mendapat kabar jika rika kau perlakukan begitu
fani menundukan kepala palanya
iya sadar karna iya benar benar keterlaluan ...
mama nini" mama gak habis fikir sama kamu fan kenapa bisa begini...
mama nini pergi begitu saja setelah mengucapkan kata kata itu
bu mia pun sama
radit menuntun istrinya naik ke ke kamar mereka
radit" sayang aku benar benar minta maaf, seandainya aku mendengarkan abi dan dimas untuk jujur mungkin gak akan ada kejadian ini
fani" seharusnya aku gak kayak gitu tadi, aku benar benar kelewatan, bahkan aku melukai rika
radit" sudah lah sayang, aku yakin rika bukan anak yang akan marah atau benci pada orang, dia persisi seperti chacha (radit memeluk istrinya)
fani" sayang mulai sekarang aku mau kita saling jujur apa pun itu agar tak terjadi hal seperti ini ke depan nya ... (menatap radit)
radit" iya sayang ... maafin aku
fani" nanti malam kita ke rumah abi ya, aku mau minta maaf abi pasti marah sekali, dan rika pasti ke sakitan karna perbuatan ku
di kediaman abi bunda ria menunggu putrinya pulang dengan cemas
karna setelah mendapat kabar itu bunda ria langsung bergegas menuju rumah abi
setelah menunggu lama orang yang di nanti tiba
rika" kak dimas rika bisa jalan gak perlu di gendong begini lagian kaki tika gak patah
dimas" gak ada aku gak mau liat kamu jalan kesakitan
abi dan chacha hanya mengelengkan kepalanya saja melihat kelakuan dimas
setelah masuk bunda ria langsung berlari menuju putrinya yang berada di gendongan dimas
bunda ria" kamu gak apa apa nak, mana yang sakit,
dimas menurunkan rika
bunda ria langsung memeluk rika
rika" rika gak apa apa bun, rika baik baik saja
abi" baik baik saja harus di jahit bagaimana coba
bunda ria " ya allah, yang mana sayang, sakit gak, kenapa bisa jadi begini sih nak (menangis)
rika" ini cuma salah paham saja bun, lagian wajar lah bun aunti fani sedang mengadung bukan kah orang yang sedang mengandung emosi nya tidak setabil, dan aunti merasa jika om radit tidak jujut pada nya makanya dia melakukan ini (tersenyum)
__ADS_1
bunda ria " kamu benar sayang, kamu baik sekali nak mau megerti itu, bunda bangga sama kamu
abi dan dimas yang awalnya masih marah malah berbalik kasiahan sama fani karna seharusnya mereka megerti ke adaan fani
bunda ria menuntun rika untuk duduk di sofa
matahati sudah terbenam dan kini sudah berganti menjadi bulan ...
rumah abi kedatangan tamu yaitu pak lukman,bu lia, dan ataya
bu lia" gimana ke adaan rika cha
chacha"dia sudah baik baik saja, dan sekarang sedang tidur dengan bunda ...
bu lia" eh alah dia nya tidur, mau di jengukin
chacha" pengaruh obat bu (tertawa)
bu lia" pak rika nya tidur ...
pak lukman" ya sudah kita ngobrol aja (tertawa)
tak lama bel rumah abi berbunyi kembali
chacha membuka pintunya ...
chacha" om, aunti ayo masuk, di dalam sedang ramai
fani" ramai (sedikit berbisik)
chacha" iya ,kenapa?
fani" aku takut
chacha" sudah lah jangan takut, mereka tak akan memakan mu
chacha menarik tangan fani untuk masuk
sesampai nya di ruang keluarga semua orang menatap fani
radit" malam semuanya
abi" malam bro (bersikap biasa )
dimas" udah datang belakangan gak abawa apa apa lagi (menatap fani)
fani sangat kaget melihat reaksi orang orang terhadap dirinya
fani" ka... kalian gak marah ... sama fani
semua mentap satu sama lain
"enggak" bersamaan
fani mulai berkaca kaca dan makin merasa bersalah
abi melihat fani yang akan menangis langsung berusaha menenagkan
abi" suadah lah tak perlu membahas hal itu lagi, bukan kah kita saudara,bukan kah saudara juga pasti ada salah paham, jadi tidak usah membahas hal itu
fani" baik, maaf semuanya dan terimakasih
bunda ria keluar dari kamar rika dan melihat fani ...
fani melihat bunda ria berjalan mendekatinya
fani merasa takut karna iya ingat ibunya saja marah apalagi bundaria
bunda ria semakin dekat dan mengangkat tangan nya fani kini memejam kan matanya
bunda ria" kamu
______________________________
tbc
next guys
jangan lupa vote,like,komen dan kasih saran buat aku ya semua
terimakasih
maaf lama hari ini up nya karna aku sibuk sekali hari ini, dan baru pulang
dan aku langsung up
__ADS_1
mohon pengertiannya ya semua
sekali lagi terimakasih