Really My Husband

Really My Husband
#RMH 36


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


enjoy ...😊


.


.


.


.


.


____________________________________________________________________________


siang itu toko roti lumayan ramai ...


chacha dan yang lain sedang sibuk melayani pembeli dan melayani pesanan ...


mereka tidak menyangka bahwa roti yang mereka buat siang hari sudah habis ... hanya tinggal beberapa saja


mereka berencana menutup toko agar mereka bisa pulang lebih awal ...


saat mulai beres beres ada seseorang yang datang


" apakah masih buka" pria tersebut bertanya


dimas" maaf mas kami sudah mau tutup


"saya ingin membeli roti"


dimas" roti apa mas ? (sopan)


"roti tawar manis ada"


dimas" ada ... tunggu sebentar


dimas mengambil roti nya dan iya memperhatikan pembeli tersebut seperti mencurigakan


bagai mana tidak ... iya masuk ke toko dengan menengok kanan kiri seperti mencari sesuatu


dimas" ini rotinya ...


laki laki itu masih asik celingak celinguk ...


dimas" hemm ... maaf mas ini rotinya (meninggi kan suara)


"eh maaf mas ... iya berapa"


dimas" lima puluh ribu (asal bicara)


laki laki itu memberi kan selembar duit lima puluh ribu


"maaf mas apakah chacha bekerja disini"


dimas" siapa kamu menyakan chacha


"oo iya .. kenal kan nama saya baim saya teman chacha sewaktu kuliah dulu " baim memperkenalkan diri nya


dimas" chacha sudah pulang ... (tidak tahu mengapa dimas merasa tidak suka melihat baim )


baim" jadi dia sudah pulang ... baik lah biar besok saya kemari lagi ...


dimas" maaf mas saya hanya memberi tahu bila chacha itu sudah memikah dan jangan ganggu dia...


baim hanya tersenyum mendengar perkataan dimas ...


lalu pergi dari toko roti itu


dimas" gue mesti waspada ... sepertinya ada aroma aroma penikungan (sambil mengelus dagu)


paklukman" kenapa to dim kok ngomong sendiri ...


dimas" enggak ada apa apa pak ... (tersenyum)


paklukman" ya sudah ... tutup pintu nya


dimas" baik pak ...


chacha dalam perjalanan pulang tiba tiba ponsel nya berbunyi


menandakan ada panggilan


"my om"


chacha mengangkat telpon nya


chacha* hallo om ...


radit*cha kamu dimana?


chacha* chacha lagi di jalan om mau pulang ... ada apa om ?


radit* cha kita nonton yuk

__ADS_1


chacha* apa nonton ? kapan om ?


radit* iya nonton ... malam ini


chacha* sama siapa saja ...


radit* om rencanya mau ajak fani ... dan kamu sama abi ya


chacha* cie sama fani ...


radit * ya mau sama siapa lagi cha ... masa sama sekertaris om kan gak mungkin,apa lagi sama dimas


chacha* (tertawa) ya sudah nanti chacha coba ajak mas abi ya om


radit* ya sudah om tunggu kabar nya


chacha* iya om ku yang bawel ...


panggilan berakhir


chacha sudah sampai di rumah nya


setelah selesai mengurus urusan nya chacha sambil menunggu waktu abi pulang iya melihat ponsel nya yang sedari pagi tak iya lihat


iya melihat pesan pesan nya


baim* cha


 


gimana suka gak ...


 


chacha berfikir... apa maksud teman nya ini


chacha membalasnya


chacha* apa nya im ?


baim* bingkisan hari ini


chacha* ooo ... aku belum melihat


nya


 


terimakasih


 


baim* ooo ... sama sama


iya berjalan menuju dapur untuk bertanya pada para maid


chacha" bu sari apakah ada yang menerima paket untuk ku ...


busari berfikir


busari" maaf nyonya saya tidak menerima paket


chacha" oooo ... yang lain ? (menatap satu persatu)


apri ingin menyampaikan namun iya takut jika iya meberitahu majikan nya akan marah dan mereka akan bertengkar


apri memberanikan diri untuk memberi tahu


apri" maaf nyonya ... saya yang menerima nyonya


chacha" lalu dimana paket itu


apri" maaf nyonya tuan ... tuan menyuruh saya membuang nya


saya mohon jangan marah nyonya ...


chacha meresa takut sekali gus lega


takut abi marah pada nya karna menerima paket tersebut ...


padahal selama ini jika baim memberinya sesuatu iya tak pernah memakan atau menyimpan nya iya selalu berikan kepada para maid


merasa lega karna iya tak perlu repot membagikan bingkisan itu


"aduh gimana ini mas abi tahu aku dapat bingkisan ... pasti dia marah lagi" dalam hati


chacha menunggu abi pulang iya menunggu abi di ruang keluarga ...


matahari sudah memperlihatkan watna jingga yang indah namau


abi belum juga kembali ...


adzan magrib mulai berkumandang


chacha segera menunaikan ibadah solat magrib ...


seusai solat chacha mendengar suara mobil abi ...


iya bergegas turun untuk menemui abi


chacha sudah menyiap kan teh dan makanan ringan di meja


chacha melihat abi sudah meminum teh nya dan duduk santai di kursi

__ADS_1


chacha" maaf eem ... apa boleh saya berbicara


abi melihat ke arah chacha ...


abi" ada apa ?


chacha" em ... om radit tadi menelpon dan om radit mengajak kita menonton bioskop


abi" apa kau sudah menjawab nya...


chacha" be.. belum karna saya harus bertanya pada anda dulu ... jadi bagaimana?


abi melihat chacha ... iya melihat chacha seperti nya berharap agar abi mau


abi" jam berapa flim nya di putar ...


chacha" jam delapan ...


abi" baik lah ... kita akan pergi


chacha" benarkah (senang) ...


abi mengangguk


chacha" terimakasih ... kalau begitu saya akan menelpon om radit ... dan anda bersiap lah akan saya siap kan bajunya


berlalu dengan senyum yang mengembang


"sial ... mengapa aku menyetujuinya" dalam hati abi


pukul tujuh chacha dan abi pergi


dan rara di tinggal dengan para maid


sepanjang perjalanan menuju bioskop tak ada satu kata pun terucap dari mulut ke dua nya ... yang terdengar hanya suara radio saja


chacha dan abi sudah samapai


mereka mencari keberadaan fani dan radit


chacha" fani!!


melangkah mendekati mereka


chacha langsung memeluk om nya dan memeluk sahabat nya yang super sibuk itu


fani" cha kita kayak lagi doubeldate ya (berbisik)


chacha" maunya kamu itu mah ...


radit" jadi gimana penganti baru kita ini sudah ada kabar bahagia ?


chacha" kabar bahagia?


radit" iya kabar bahagia (tangan nya bergerak mebentuk perut buncit)


abi" (tertawa) kami masih menunda nya ... karna rara masih terlalu kecil benar kan sayang (memeluk pinggang chacha posesif)


chacha" (tersenyum) iya om


fani" tapi honeymoon sudah dong


blas muka chacha memerah mendengar perkataan fani ...


abi" tentu ... iya kan sayang (mengecup kening chacha)


"honeymoon apa yang ada aku nangus terus gara gara dia " batin chacha


chacha" om kita mau nonton flim apa sih ? (mengalihkan pembicaraan)


radit" em ... kita mau nonton flim danur tiga cha (tertawa kecil)


chacha" apa !! kenapa om gak bilang tahu gini chacha gak ikut nonton


fani" dasar penakut ...


radit" kamu tahu gak bi ,istri mu ini orang yang paling penakut... (semangat)takut gelap,takut nonton flim horor,takut berenang ... dan ada yang lucu dari chacha dia takut gelapa tapi kalau tidur lampu harus dimatikan itukan aneh (tertawa)


abi" benarkah


fani"(tertawa) benar pak ...


chacha" terus aja ketawain ... (kesal)


fani" uluh uluh ada yang ngambek ... (mengelus dagu chacha)


abi baru kali ini melihat ekspresi chacha yang seperti ini dan itu membuat diri nya gemas ...


apalagi melihat bibir chacha saat iya memajukan nya seperti itu


ingin rasa nya iya mengecup bibir itu sangking iya gemas


"ya ampun abi ... kau harus sadar


ingat dia hanya pengasuh anak mu saja dan jangab berfikir macam macam" batin abi


tbc


next guys


tetimakasih


jangan lupa kasih aku,like,komen,favorit,dan saran nya ya

__ADS_1


sekali lagi terimakasih


__ADS_2