Really My Husband

Really My Husband
#RMH 119


__ADS_3

enjoy your reading...


.


.


.


.


.


happy guys


.


.


_____________________________________


Yuni sedang duduk di kantor polisi dengan deraiyan air mata nya ...


namun tak seorang pun yang menghiraukan nya ...


polisi masih menanyakan Yuni tentang kasusnya namun Yuni masih enggan untuk angkat bicara ...


iya masih berfikir bagaimana bisa iya lepas dari kantor polisi itu


polisi" maaf nona jawablah pertanyaan kami... jangan diam seperti itu, diam tidak akan menyelesaikan masalah anda


Yuni masih diam saja ...


polisi" baik lah nona ... jika anda tidak menjawab kami menggap anda bersalah dalam kasus percobaan membunuh ...


Yuni langsung panik mendengar perkataan polisi itu


Yuni" jangan pak, jangan saya akan menjawabnya


polisi" baik lah nona, jadi apa motif anda melakukan ini ?


Yuni" saya tidak melakukan nya pak, saya yakin saya di jebak pak ...


polisi" nona, jika anda di jebak, anda tidak mungkin menyiapkan nya dengan apik... seperiti rekaman ini


Yuni" itu,itu, saya hanya niat bercanda pak


(memelas)


polisi" bercanda bawa bawa pisau, bercanda anda kejam nona ...


yuni kini benar benar tidak bisa menjawab pertanyaan polisi itu... kini iya hanya bisa pasrah dengan keputusan polisi


setelah selesai Yuni di bawa ke sel wanita ...


yude" terimalah balasan anda nona, lain kali jangan pernah macam macam dengan nyawa seseorang ...


Yuni"( menatap tajam yude) awas kalian gue akan balas


yude" nona hanya sekedar saran, dari pada anda sibuk membalas dendam lebih baik anda perbaiki diri anda, agar saat keluar anda akan menjadi orang yang lebih baik dan bersyukur


setelah memberi nasehat itu yude pergi meninggalkan Yuni ...


Yuni berteriak teriak dengan kesal ...


"woy diem Lo, jangan berisik anak baru" berjalan mendekati Yuni


Yuni" emang kenapa, kalau gue berisik,


tahanan" eh anak baru, Lo berani sama gue, Lo belum tahu siapa gue (berjalan mendekati Yuni)


Yuni" jangan macem macem Lo sama gue gendut


tahanan itu langsung menjambak rambut Yuni dengan keras ...


tahanan" mulut sampah Lo itu bagusnya, di kasih cabe biar Lo tahu, kalau cabe itu pedes dan menyiksa ... (tertawa)


Yuni tak bisa berkata kata karena menahan sakit di rambutnya


tahanan" jangan sekali kali Lo ngelawan gue, ini baru permulaan jika Lo, berani lagi, gue jamin Lo bakal gagu seumur hidup Lo (melepas tangan nya dari rambut Yuni)


Yuni tak bisa berkata kata kini iya benar benar menangis dengan takut ...

__ADS_1


iya tak menyangka karena obsesinya kini iya harus merasakan jeruji besi, yang sangat kejam


sementara Dimas dan Rika masih dalam perjalanan ...


namun Rika sedikit curiga karena jalan yang mereka lalui bukanlah jalan menuju kantor Abi


Rika" bee kita mau ke mana ? ini bukan jalan ke kantor mas Abi ?


dimas" tenang lah sayang, duduk lah dengan tenang dan jangan banyak bertanya, atau aku bungkam bibir manis mu itu ... (menatap Rika sambil mengedipkan matnya)


Rika langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan nya dan diam tak bertanya lagi


dimas langsung tertawa melihat tingkah calon istrinya itu ...


dimas" aku makin gemas lihat kamu begitu sayang ...


Rika" sudah menyetir saja yang benar... (menutup mulutnya)


mereka sampai di tempat itu setelah menempuh perjalanan selama enam puluh menit


Rika melihat sebuah gerbang yang tertutup rapi... dan ada satpam membukan pintu mereka


satpam" eh den Dimas, sudah lama tak kemari...


dimas" iya pak Jo, saya sedikit sibuk..


satpam" OOO... itu siapa den ?


dimas" ini, (menatap Rika) calon istri saya pak ...


satpam"ooo jadi ke mari mau minta restu ya den


dimas" iya pak ... ya sudah saya masuk pak


dimas dan Rika meninggalkan pos satpam itu


mereka menuju ke sebuah taman ... luas ... namun tak ada isi apa apa hanya hamparan rumput hijau saja ...


Rika" kak ini tempat apa... dan kita mau kemana ?


dimas memberhentikan mobilnya


dimas" kita akan bertemu mama dan papa aku sayang ... aku mau mengenalkan mu pada mereka


Rika" sayang bukanya papa dan mama. mu sudah tiada


dimas" betul ...


Rika" lalu kita meminta restu pada siapa ...


Rika masih berfikir jika mereka berada di perkarang rumah ...


karena memang kuburan keluarga Dimas di buat seperti sebuah rumah, padahal seluas luas tempat ini kosong tak ada bangunan ke cuali pos satpam itu ...


dimas" sayang ini makam, keluarga ku, bukan rumah


Rika"(terkejut) apa ! makam ... wah. aku sungguh tak percaya kak


dimas" ya sudah ayo kita temui mama,papa ku , mereka pasti senang melihat mu,


dimas berjalan mengendeng tangan Rika


sesampainya di depan makam Dimas langsung menyapa orang tuanya


dimas" Hay mom,dad ... aku merindukan kalian (menatap kedua gundukan itu)


Rika hanya diam memperhatikan Dimas


dimas" mom apakah cantik ... calon menantu mu .... (tersenyum)


Rika" assalamualaikum mom,dad perkenalkan nama aku Rika,mom,dad Rika mohon izin dan restunya.


dimas menatap Rika yang sedang memperkenalkan dirinya ...


Rika" mom,dad izinkan kami untuk bisa melangsungkan pernikahan dan membangun rumah tangga kami, kami mohon restu dari kalian,Rika janji,Rika akan menjaga dan merawat kak Dimas dengan baik...


dan menjadi istri yang baik untuk nya ...


dimas" (tersenyum) mom,dad dengarkan apa kata menantu kalian ... dan jika dia melanggar datangi saja dia oke ... (tertawa)


Rika menatap Dimas ...

__ADS_1


Rika" kak Dimas ini horer bener ...


dimas tertawa melihat Rika


setelah dari makam kedua orang tua Dimas mereka pergi ke bandara menjemput kakek Nugroho yang baru pulang dari Jogja


sesampainya di sana mereka langsung menunggu kakek yang baru saja tiba


dimas"kakek (melambaikan tangan nya)


mereka berdua mendekati kakek Nugroho


kakek" apa kabar kamu dim (memeluk)


Rika bagaimana keadaan kamu,(menatap Rika )


Rika" Rika baik baik saja kek, kakek apa kabar bagaimana perjalanan nya


kakek" syukurlah kalau kamu baik baik saja, em begitulah, namanya juga jalan jalan pasti capek (tertawa)


dimas" ya sudah ayo kita pulang, karena aku mau mengantar Rika kek, tadi udah janji sama bunda


kakek" ya sudah ayo ...


mereka bertiga pergi menuju rumah kakek Nugroho...


*****


di sebuah cafe Abi dan Radit sedang mengobrol dengan asik ... menunggu para ibu dan istri istri mereka selesai berbelanja


Abi" dit Lo sekarang kalau kemana mana bawa bekal ya (tertawa)


Radit" begini lah nasib bapak ngidam bi, Lo sih enak tinggal telpon cha-cha bisa makan dah Lo


Abi" yah enak Lo dit, bisa makan walau pakek sambal, gue mah kadang kadang kagak makan dit, apa lagi kalau chacha lagi males buat makan dit, udah gue harus ikhlas gak makan


Radit" nasib bi, anak anak kita ini seneng bener liat bapak nya ke siksa


sedang asik berbincang orang orang yang di tunggu datang


bunda ria " ayo bi,dit pulang ... udah capek ini


Abi" iya Bun iya ...


chacha" pa, kita mampir ke rumah bunda dulu ya ... aku mau disana dulu


Abi" iya sayang ...


Fani" kita juga ... ya pa ke rumah bunda dulu


Radit" iya ... udah kan,belanjanya


bu Mia " ya sudah ayo... ibu gak sabar mau coba bajunya ...


Abi dan Radit saling pandang melihat tingkah para ibu yang sangat heboh itu


sesampainya di rumah bunda ria melihat rumah nya sepi dan Rika tidak ada di rumah


bunda ria" Abi (berteriak)


Abi berlari menghampiri ibu nya itu


Abi" ada apa Bun ... kenapa teriak teriak


bunda ria" telpon. dimas, ponsel bunda mati


mau telponnya


Abi" ada apa emang Bun


bunda ria" ini dia bawa adek kamu gak pulang pulang mereka itu kan calon pengantin gak boleh kemana mana takut ada apa apa


bunda ria terus berceloteh membuat Abi pusing ... mendengar celotehan sang ibu


"hadeh Dimas nyari masalah aja dah " batin Abi yang masih menatap sang ibu sedang mengomel itu ...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


TBC


jangan lupa ya guys setelah baca kasih dukungan kalian dan tinggalkan jejak kalian yah guys ...

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2