Really My Husband

Really My Husband
#RMH 44


__ADS_3

selamat membaca semua ...


happy reading ...


______________________________


tengah malam seisi rumah abi geger karna rara mejang


denga segera mereka mambawa rara ke rumah sakit ...


sesampai nya disana bocah kecil itu tidak sadar kan diri ...


dan semua dokter menangani nya beruntung rara masih bertahan dengan kondisi nya sekarang


namun iya harus masuk kedalan icu agar mendapat perawatan intensif


abi abi benar benar sedih di buat nya ... sebegitu merindukan chacha kah putrinya


sudah seminggu rara di rumah sakit


dan sudah seminggu juga abi mencari keberadaan chacha


abi mendatangi rumah nya namun yang ada malah abi di usir dan di siram air oleh bumia


mendatangi fani ... malah bogeman yang iya dapatkan dari fano ... abang nya fani


bertanya orang orang di toko malah iya seperti mahluk astral yang tak terlihat ... semua orang seakan akan tak melihat nya


harapan terakhir nya adalah radit ...


radit datang ke kantor radit pagi pagi sekali


radit terkejut saat melihat abi berada di kantor nya ...


radit" mau apa kau kemari


abi" radit aku mohon beritahu dimana chacha


radit" baut apa kau mencarinya ... aku tak akan meberi tahu mu


abi" radit aku mohon bantu aku (berlutut) putri ku sedang sekarat di rumah sakit ... (menangis) dia sangat merindukan chacha


radit terkejut mendengar penuturan abimanyu


radit" baik lah aku akan mambawa chacha ke rumah sakit namun ada syarat nya


abi" apa pun itu akan aku lakukan


radit" aku mau kau jauh jauh dari rumah sakit dan jangan temui chacha jika kau melanggarnya ... aku tidak akan pernah membiar kan chacha menemui anak mu lagi


abi" baik lah aku setuju ...


abimanyu meninggal kan kantor radit


radit mengirim pesan pada fani dan dimas


radit* fani tolong kau persiap kan chacha aku akan membawa ny pergi dan dimas akan menjemput mu ke apartemen fano ...


fani* kenapa kesana?


radit* aku takut ada yang mengikuti ku ... jika kau sudah sampai beri tahu aku


fani* baik lah


pesan berakhir

__ADS_1


fani" cha kata om radit dia mau ajak kamu pergi siap siap sana


chacha" pergi kemana?


fani" gak tahu ... sudah siap siap sebetar lagi dimas jemput


chacha langsung bersiap siap


setelah selesai chaha,fani dan dimas pergi menuju apartemen fano


setiba nya disana fano dan istrinya sudah menunggu


chacha" loh kita kok kesini ... ngapain


fani" nanti aku ada urusan sebentar ... nanti bang bang radit jemput nya kesini


chacha" loh pergi nya gak sama kalian


dimas" enggak chacha bawel ... udah pada turun gue mau balik ke toko


fani"(memukul kepala dimas) berisik lo dim ... di toko cuma pacaran ini


dimas" sirik lo


chacha dan fani turun lalu naik ke atas


fani mengirim pesan ke radit


fani* kita sudah di apartemen


radit* oke


radit mulai meluncur dengan mobil nya ...


"sudah ku duga kau akan mengikuti ku" gumam radit


sepanjang pejalanan chacha bertanya namun ... radit tak menjawab


saat tiba di rumah sakit chacha semakin bingung


chacha" om kita ngapain kesini ... siapa yang sakit ? (bingung )


radit"(menarik nafasnya) cha rara sakit dan dia sedang di icu sekarang


chacha benar benar terkejut


chacha" ayo om cepat kita harus menemui rara ...


chacha belari menuju ruang icu ... di depan icu iya melihat bunda ria dan bu retno disana ...


chacha" bunda (menangis) dimana rara


bundaria" rara cha rara (menangis)


bundaria meminta izin dokter agar bisa melihat rara


dokter pun memberikan izin


chacha memasuki ruangan tersebut


dia melihat selang selang yang terpasang pada tubuh mungil rara


chacha" sayang bangun nak ini bunda nak ... maafin bunda nak ... maafin bunda ninggalin kamu ... maafkan bunda nak,bunda mohon bangun lah nak, bunda janji gak akan tinggalin rara lagi


chacha ingin sekali memeluk rara namun iya tak bisa karna terhalang selang selang itu

__ADS_1


chacha" sayang maaf kan bunda nak ... bunda mohon bangun, jangan tinggalin bunda nak


chacha terus memanggil rara


seperti ke ajaiban rara menggerakan jarinya


chacha" sayang sayang ... bangun nak ini bunda ...


rara mulai membuka mata dan menangis


melihat hal itu chacha langsung menekan bel untuk memanggil perawat dan dokter


rara di tangani oleh dokter setelah itu dokter melepas semua selang selang itu kecuali infus


chacha lansung memeluk rara


chacha" sayang maaf kan bunda nak ... maaf kan bunda


rara" nda cakit ... (menunjuk ke arah infus)


chacha" sabar ya sayang nanti kalo rara udah sembuh baru boleh di lepas


sedang melepas kerinduan tiba tiba seorang perawat datang


perawat" maaf bu ... adik rara akan kami pindah ke ruang rawat ... bisa kah ibu keluar sebentar


chacha" baik lah ... sayang rara sama tante ini dulu ... nanti kalo udah selesai rara sama bunda lagi ya


rara hanya mengagguk


setelah semua proses rara sudah berada di ruang rawat ...


hari semakin malam ... chacha sebenar nya ingin menginap namun radit melarang nya ..


mau tidak mau chacha mengikutinya meninggalkan rara yang sudah terlelap


sementara di tempat lain abi uring uringan sendiri


ponsel abi berdering


abi*hallo apa ada kabar ?


brand* bulum ada tuan ... seperti nya orang ini tahu kita sedang melacak nya


abi*cepat temukan dia ... kau tidak tahu bagai mana tasa nya menahan rindu bukan (membentak)


brand* baik lah tuan


panghilan berekhir


"ooo astaga mengapa aku bodoh sekali menjadi manusia ... aku benar benar menyesal(menangis) aku merindukan mu natasya " gumam abi


sementara chacha di rumah susah untuk tidur karna memikirkan rara


tapi ada satu yang menganjal nya


" kenapa mas abi tidak ada disana" batin chacha


tbc guys


next ya ...


gak bosen bosen aku ngingetin untuk kasih ... like,komen,favorit,dan saran nya


setelah membaca ya guys

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2