
selamat membaca ...
.
.
.
.
.
.
enjoy
***************************
hari ini adalah hari bahagia untuk
fani dan radit
dimana dalam hitungan jam saja mereka akan menjadi sepasang suami istri yang sah di mata hukum dan agama
fani sedang di rias agar terlihat cantik di hari bahagianya itu
fani terlihat sangat cantik di hari bahagianya ini di tambah lagi senyum yang tak pernah memudar di wajah nya ... yang membuat nya terlihat sangat sangat cantik
tantenini" masha allah anak mama cantik banget ...
fani" terimakasih ma ...
tantenini" kayak nya baru kemarin mama gantiin popok kamu nak, gak kerasa sekarang kamu udah mau jadi punya orang (meneteskan air mata)
fani" (ikut menangis) fani tetap anak mama,fani gak akan berubah ma, mama jangan sedih ...
tantenini" mama bukan sedih sayang mama bahagia, mama merasa lega melepas kamu untuk radit, mama tahu dia bisa jaga kamu dengan baik, nak inget pesan mama kamu harus nurut sama suami,gak boleh egois,kamu harus jadi istri yang baik selalu ada untuk nya jangan pernah mengeluh walau lelah saat mendanpingi nya, kamu ngerti nak
fani" iya ma,fani ngerti ...
sementara di kediaman radit semua orang dan para tetangga sudah berkumpul
radit merasa sangat gugup,iya takut jika iya tidak bisa mengucap kan kalimat akad ... ke gugupan itu terlihat jelas di wajah nya
walau iya berusaha tenang namun tetap saja iya merasa tak tenang
bumia" dit (mengenggam tangan) semuanya akan berjalan lancar (tersenyum) dit denger ya, kamu setelah menikah harus menjadi suami yang baik,tidak boleh egois,harus utamakan istri mu,jangan buat dia bersedih,kamu harus menjadi orang yang lebih peka lagi, jika ada masalah harus selesai kan baik baik, jangan mendahulukan emosi ingat itu nak
radit" iya bu, radit bakalan jalanan itu, ibu selalu doain radit semoga menjadi imam yang baik buat fani dan anak anak radit nanti bu
bumia" ibu selalu doainkalian, dan kamu juga harus berusaha nak ...
chacha" boleh bergabung (tersenyum)
radit" tentu
chacha" masha allah om aku ganteng banget pake baju pengantin ini
radit" makasih sayang
chacha" yah chacha, gak bisa peluk peluk om sesuka hati lagi deh,gak bisa manja manjaan lagi deh, (bersedih)
radit" jangan bilang begitu cha, kamu tetep ponakan om,dan kamu masih bisa melakukan itu semua sama om,walau kamu sudah menikah kamu tetep tanggung jawab om, (memeluk)
chacha" chacha sayang om,
bumia" (ikut memeluk) kalian udah besar sekarang, ibu ngerasa tugas ibu udah selesai ... rasanya jika allah memanggil ibu pun,ibu sudah ikhlas
"ibu" berbarengan
chacha" kok ngomongnya gitu,ibu belum boleh pergi ke mana mana kita masih butuh ibu (menangis)
radit" ibu jangan ngomong gitu,radit sama chacha belum bisa bahagia in ibu
bumia" kita mana tahu takdir,(tersenyum),ibu sudah cukup bahagia bersama kalian sayang
chacha" pokok nya ibu gak boleh pergi dulu,ibu belum liat cucu ibu,belum main bersama mereka pokok nya ibu gak boleh pergi
bumia"kamu ini (mencubit hidung chacha) kalau cucu ibu lahir dan besar ibu ya wis gak bisa jalan lagi (tertawa)
abi memanggil mereka karna mereka harus segera berangkat
__ADS_1
abi" dit ayo ini sudah waktunya
radit" iya bi, ayo (menggenggam tangan kedua wanita yang berharga dalam hidup nya),
rombongan radit pun pergi menuju rumah fani, tak butuh waktu lama untuk samapai,
nereka di sambut dengan hangat dan di terima dengan senang hati oleh keluarga besar fani
radit sudah duduk di hadapan penghulu dan para saksi
tinggal menunggu waktu saja untuk iya melaksana kan ijab kobul nya
penghulu sudah menjabat kan tanga radit dan papa fani untuk melangsungkan akad
toriq" raditiya
radit" saya
toriq" aku nikah kan engkau dengan putriku fani salsabila dengan maskawin satu set berlian di bayar tunai
radit" saya terimanikahnya fani salsabila bintu muhammad toriq dengan maskawin tersebut tunai
"sah"
mereka berdoa dengan khusyuk
selesai berdoa fani dibawa keluar untuk menemui suaminya
fani terlihat sangat cantik
fani sudah berada di hadapan radit
fani mencium tangan radit
fanu mulai berkaca kaca, mengingat sekarang iya adalah istri radit
orang yang selama inu iya cintai, pria yang membuatnya tak bisa memandang pria lain, pria yang selalu membuat nya menangis atas penolakan nya,pria yang dengan hanya melihat nya saja fani meresa senang
dan kini pria tersebut sudah sah dan resmi manyandang setatus sebagai imam nya
resepsi di gelar besar besaran di rumah fani ...
bayak tamu undangan yang hadir, hari ini adalah hari bahagia untuk semua orang
mereka berkumpul satu meja bersama pengantin
abi" waduh dit, malam ini tidur nyenyak ya (tersenyum)
radit" apa sih bi
dimas" nanti live ya, kalau mau buat keringet
fani" plak... enak aja itu pribadi dimsam ...
dimas" gila lo ... main kepalak pala gue aja
chacha" dimas dimas, cepet cepet nikah deh,biar gak ganguin kita aja
abi" nikah sama siapa sayang, sama kucing, pacar nya aja gak ada gimana mau nikah
dimas" wah wah ngeremehin gue nih orang orang bucin
dimas berdiri dan mencari seseorang
dimas mencari keberadaan rika
"itu dia"
dimas menarik tangan rika
rika" aduh kak dimas, mau ngapain
dimas" udah ikut aja
dimas mendudukan rika di sebelah nya di meha itu
yang membuat semua orang bertanya tanya
abi" ngapain bawa bawa rika kesini
(menatap curiga)
__ADS_1
dimas" mau nikah lah ... (santai)
"apa" berbarengan
radit" dim otak lo ke gesrek ya
abi" gak usah main main lo dim ,
udah sana ri balik lagi sama bunda
rika menuriti perintah abi
chacha" kamu suka sama rika dim
pertanyaan chacha sontak membuat semua orang menoleh
dimas" enggak, gue ngajak dia biar gue gak di bully sendirian (berbohong, dimas masih malu kalau sahabat nya tahu iya mulai menyukai rika dan iya takut membuat abi marah padanya )
plak
chacha" awas kamu macem macem dim
dimas" pada hobi amat sih mukulin gue,
mereka semua tertawa
malam hari nya semua orang sudah kembali ke rumah masing masing
fani sedang membersih kan badannya dan radit dia sudah berbaring di kasur karna iya sudah lebih dulu membersih kan diri
fani sudah keluar dengan wangi yang fres
fani melangkah mendekati sang suami
fani" kamu belum tidur sayang
radit" belum, (memeluk fani)
fani" akhirnya setelah perjuangan panjang, aku bisa sama kamu
radit" termaksih sayang sudah mau berjuang, dan maaf dulu aku terlalu egois
radit membalikan wajah istrinya agar menghadap ke arah nya
radit mencium bibir fani dengan lembut dan fanu pun membalas ciuman sang suami
radit memperdalam ciuman mereka
radit menyusuru leher fani dan meninggalkan tanda ke pemilikan disana
radit semakin genjar menjamah istrinya
hingga setiap inci tubuh fani selalu ada tanda dari radit
kini tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka
radit mulai menyatukan tubuh mereka
yang di iringi tetes air mata sang istri karna merasakan sakit yang luar biasa
setelah merasakan sakit nya
dari tangisan kini berubah menjadi desahan penuh cinta di antata keduanya
mereka menuntuskan penyatuan mereka dengan keringat yang luar biasa
radit" terimakasih sayang(terengah engah)
fani" aku adalah milik mu sayang tidak perlu berterimaksih (sambil mengatur nafasnya)
radit memeluk istrinya dengan erat..
dan mereka terlelap kerna leleh yang melanda
_______________________________
tbc ...
jangan lupa setelah membaca tinggakka jejak kalian, ya
ok ok ok
__ADS_1
terimakasih