Really My Husband

Really My Husband
#RMH 79


__ADS_3

selamat membaca ...


.


.


.


.


.


.


enjoy


***************************


hari ini adalah hari bahagia untuk


fani dan radit


dimana dalam hitungan jam saja mereka akan menjadi sepasang suami istri yang sah di mata hukum dan agama


fani sedang di rias agar terlihat cantik di hari bahagianya itu


fani terlihat sangat cantik di hari bahagianya ini di tambah lagi senyum yang tak pernah memudar di wajah nya ... yang membuat nya terlihat sangat sangat cantik


tantenini" masha allah anak mama cantik banget ...


fani" terimakasih ma ...


tantenini" kayak nya baru kemarin mama gantiin popok kamu nak, gak kerasa sekarang kamu udah mau jadi punya orang (meneteskan air mata)


fani" (ikut menangis) fani tetap anak mama,fani gak akan berubah ma, mama jangan sedih ...


tantenini" mama bukan sedih sayang mama bahagia, mama merasa lega melepas kamu untuk radit, mama tahu dia bisa jaga kamu dengan baik, nak inget pesan mama kamu harus nurut sama suami,gak boleh egois,kamu harus jadi istri yang baik selalu ada untuk nya jangan pernah mengeluh walau lelah saat mendanpingi nya, kamu ngerti nak


fani" iya ma,fani ngerti ...


sementara di kediaman radit semua orang dan para tetangga sudah berkumpul


radit merasa sangat gugup,iya takut jika iya tidak bisa mengucap kan kalimat akad ... ke gugupan itu terlihat jelas di wajah nya


walau iya berusaha tenang namun tetap saja iya merasa tak tenang


bumia" dit (mengenggam tangan) semuanya akan berjalan lancar (tersenyum) dit denger ya, kamu setelah menikah harus menjadi suami yang baik,tidak boleh egois,harus utamakan istri mu,jangan buat dia bersedih,kamu harus menjadi orang yang lebih peka lagi, jika ada masalah harus selesai kan baik baik, jangan mendahulukan emosi ingat itu nak


radit" iya bu, radit bakalan jalanan itu, ibu selalu doain radit semoga menjadi imam yang baik buat fani dan anak anak radit nanti bu


bumia" ibu selalu doainkalian, dan kamu juga harus berusaha nak ...


chacha" boleh bergabung (tersenyum)


radit" tentu


chacha" masha allah om aku ganteng banget pake baju pengantin ini


radit" makasih sayang


chacha" yah chacha, gak bisa peluk peluk om sesuka hati lagi deh,gak bisa manja manjaan lagi deh, (bersedih)


radit" jangan bilang begitu cha, kamu tetep ponakan om,dan kamu masih bisa melakukan itu semua sama om,walau kamu sudah menikah kamu tetep tanggung jawab om, (memeluk)


chacha" chacha sayang om,


bumia" (ikut memeluk) kalian udah besar sekarang, ibu ngerasa tugas ibu udah selesai ... rasanya jika allah memanggil ibu pun,ibu sudah ikhlas


"ibu" berbarengan


chacha" kok ngomongnya gitu,ibu belum boleh pergi ke mana mana kita masih butuh ibu (menangis)


radit" ibu jangan ngomong gitu,radit sama chacha belum bisa bahagia in ibu


bumia" kita mana tahu takdir,(tersenyum),ibu sudah cukup bahagia bersama kalian sayang


chacha" pokok nya ibu gak boleh pergi dulu,ibu belum liat cucu ibu,belum main bersama mereka pokok nya ibu gak boleh pergi


bumia"kamu ini (mencubit hidung chacha) kalau cucu ibu lahir dan besar ibu ya wis gak bisa jalan lagi (tertawa)


abi memanggil mereka karna mereka harus segera berangkat

__ADS_1


abi" dit ayo ini sudah waktunya


radit" iya bi, ayo (menggenggam tangan kedua wanita yang berharga dalam hidup nya),


rombongan radit pun pergi menuju rumah fani, tak butuh waktu lama untuk samapai,


nereka di sambut dengan hangat dan di terima dengan senang hati oleh keluarga besar fani


radit sudah duduk di hadapan penghulu dan para saksi


tinggal menunggu waktu saja untuk iya melaksana kan ijab kobul nya


penghulu sudah menjabat kan tanga radit dan papa fani untuk melangsungkan akad


toriq" raditiya


radit" saya


toriq" aku nikah kan engkau dengan putriku fani salsabila dengan maskawin satu set berlian di bayar tunai


radit" saya terimanikahnya fani salsabila bintu muhammad toriq dengan maskawin tersebut tunai


"sah"


mereka berdoa dengan khusyuk


selesai berdoa fani dibawa keluar untuk menemui suaminya


fani terlihat sangat cantik


fani sudah berada di hadapan radit


fani mencium tangan radit


fanu mulai berkaca kaca, mengingat sekarang iya adalah istri radit


orang yang selama inu iya cintai, pria yang membuatnya tak bisa memandang pria lain, pria yang selalu membuat nya menangis atas penolakan nya,pria yang dengan hanya melihat nya saja fani meresa senang


dan kini pria tersebut sudah sah dan resmi manyandang setatus sebagai imam nya


resepsi di gelar besar besaran di rumah fani ...


bayak tamu undangan yang hadir, hari ini adalah hari bahagia untuk semua orang


mereka berkumpul satu meja bersama pengantin


abi" waduh dit, malam ini tidur nyenyak ya (tersenyum)


radit" apa sih bi


dimas" nanti live ya, kalau mau buat keringet


fani" plak... enak aja itu pribadi dimsam ...


dimas" gila lo ... main kepalak pala gue aja


chacha" dimas dimas, cepet cepet nikah deh,biar gak ganguin kita aja


abi" nikah sama siapa sayang, sama kucing, pacar nya aja gak ada gimana mau nikah


dimas" wah wah ngeremehin gue nih orang orang bucin


dimas berdiri dan mencari seseorang


dimas mencari keberadaan rika


"itu dia"


dimas menarik tangan rika


rika" aduh kak dimas, mau ngapain


dimas" udah ikut aja


dimas mendudukan rika di sebelah nya di meha itu


yang membuat semua orang bertanya tanya


abi" ngapain bawa bawa rika kesini


(menatap curiga)

__ADS_1


dimas" mau nikah lah ... (santai)


"apa" berbarengan


radit" dim otak lo ke gesrek ya


abi" gak usah main main lo dim ,


udah sana ri balik lagi sama bunda


rika menuriti perintah abi


chacha" kamu suka sama rika dim


pertanyaan chacha sontak membuat semua orang menoleh


dimas" enggak, gue ngajak dia biar gue gak di bully sendirian (berbohong, dimas masih malu kalau sahabat nya tahu iya mulai menyukai rika dan iya takut membuat abi marah padanya )


plak


chacha" awas kamu macem macem dim


dimas" pada hobi amat sih mukulin gue,


mereka semua tertawa


malam hari nya semua orang sudah kembali ke rumah masing masing


fani sedang membersih kan badannya dan radit dia sudah berbaring di kasur karna iya sudah lebih dulu membersih kan diri


fani sudah keluar dengan wangi yang fres


fani melangkah mendekati sang suami


fani" kamu belum tidur sayang


radit" belum, (memeluk fani)


fani" akhirnya setelah perjuangan panjang, aku bisa sama kamu


radit" termaksih sayang sudah mau berjuang, dan maaf dulu aku terlalu egois


radit membalikan wajah istrinya agar menghadap ke arah nya


radit mencium bibir fani dengan lembut dan fanu pun membalas ciuman sang suami


radit memperdalam ciuman mereka


radit menyusuru leher fani dan meninggalkan tanda ke pemilikan disana


radit semakin genjar menjamah istrinya


hingga setiap inci tubuh fani selalu ada tanda dari radit


kini tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka


radit mulai menyatukan tubuh mereka


yang di iringi tetes air mata sang istri karna merasakan sakit yang luar biasa


setelah merasakan sakit nya


dari tangisan kini berubah menjadi desahan penuh cinta di antata keduanya


mereka menuntuskan penyatuan mereka dengan keringat yang luar biasa


radit" terimakasih sayang(terengah engah)


fani" aku adalah milik mu sayang tidak perlu berterimaksih (sambil mengatur nafasnya)


radit memeluk istrinya dengan erat..


dan mereka terlelap kerna leleh yang melanda


_______________________________


tbc ...


jangan lupa setelah membaca tinggakka jejak kalian, ya


ok ok ok

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2