
enjoy
.
.
.
.
.
let's read
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
hari resepsi hari yang di tunggu tunggu oleh Dimas dan Rika hari dimana semua orang akan tahu jika mereka berdua adalah sepasang suami istri
acara berjalan meriah dan sangat banyak tamu yang datang ...
Radit" akhirnya resmi Lo dim, (tertawa)
dimas" iya dong aman, jadi gak ada lagi yang macem macem kan ... si curut mana?
Radit" Fani lagi nemenin Rika ... tau tuh bini gue lagi demen sama bini Lo
dimas" curiga gue , jangan jangan curut dah pindah genre (tertawa)
Radit" gila Lo, hati hati dim,
dimas"(tertawa) woles woles,
Abi" pada serius amat, ada apaan nih
Radit" adik ipar Lo nih, mulutnya bahaya
Abi" kenapa lagi?
Radit" masa gue bilang, Fani lagi demen nempel si Rika dia bilang bini gue pindah genre
Abi" (tertawa) parah Lo dim, dim di depan ada om Vero sama dua sepupu Lo
dimas" gue pergi tempat Rika dulu ya,
dimas menghindar dari perkataan Abi
Abi" dim temui dulu jangan seperti ini kasihan mereka
dimas" Lo aja yang temuin gue masih banyak yang lain
dimas berlalu pergi
Abi dan Radit hanya bisa diam dan saling pandang
Deva melihat Rika yang sedang berbincang dengan Fani dan cha-cha
Deva" kak Rika
Rika" Deva ... sama siapa kesini, yang lain mana
Deva" sama ayah, dan kak bia,mereka masih ngobrol sama kakek
Rika" duduk va, biar kakak kenalin, ini aunty Fani, dan ini mba cahcha
Deva memperkenalkan dirinya
Rika" Deva, bagaimana kabar Oma
Deva" Oma makin lemah kak,di pasang infus pun Oma gak mau
Rika" opa, apa opa baik,
Deva" opa seperti tidak ada gairah hidup kak, entah lah Vava sedih kak
cahcha dan Fani hanya bisa mendengar saja karena jujur mereka juga kesal jika mengingat perlakuan mereka ke Dimas dulu
dimas melihat Deva Sadang berbincang dengan istrinya
langsung menghampiri dan menarik Rika agar tidak berbicara pada Deva
Deva mencoba menegur Dimas namun Dimas malah mengacuhkan nya
Deva hanya diam melihat perlakuan Dimas pada nya
Rika dan Dimas berada di sebuah ruangan kosong
Rika" sayang...
dimas" maaf,maaf aku tidak tahu mengapa aku bersikap seperti itu
Rika" Daddy (memeluk) apakah kamu masih marah,
dimas" entah lah...
Rika" Daddy ayo kita keluar dan kita temui mereka, aku mohon demi aku, simpan amarah mu
dimas menatap istrinya itu ...
dimas" kenapa kamu seperti kakek senang memaksa, (mencubit hidung Rika)
Rika" karena suami ku susah jika tidak dipaksa (tertawa)
dimas" apa yakin kita temui mereka
Rika" sayang, ingat kau sudah janji
dimas" iya iya , ayo
dimas dan Rika berjalan menemui Vero dan juga ke dua putrinya
__ADS_1
dimas" om (mencium tangan)
Vero" selamat Dimas,Rika
(merasa canggung)
Rika" terimakasih om, Tante Rossi mana om, gak ikut
Vero"(menarik nafas) Rossi dia ...
belum selesai Deva sudah memotong perkataan ayah nya
Deva" mama sedang sakit,
Rika" semoga Tante cepat sembuh ya om
dimas hanya memperhatikan saja,percakapan istri dan om nya itu
Rika" makan dulu om,bia,Deva
Bianca" sudah kak ...
Rika" om Oma apa kabar ?
Vero" oooo Oma, Oma, kurang baik,
dimas" sudah di bawa berobat
Vero" sudah tapi Oma tidak mau makan atau minum, iya selalu berkata ingin menyusul mama mu dim
dimas hanya diam tak menanggapi perkataan Vero
dimas memilih pergi menemui tamu yang lain dan Rika ikut menyusulnya
setelah selesai acara Dimas dan Rika menuju hotel yang di pesan kan untuk mereka
dalam perjalanan Dimas mau pun Rika hanya diam tak ada yang berbicara
sesampai nya di hotel Rika memilih membersihkan tubuhnya ...
" aku sangat sedih mendengar ke adaan Oma, oooo ya Allah buat lah hati ku berdamai,sungguh aku sedih sekali " batin Dimas
Rika keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya melamun
Rika" Daddy kamu tidak mandi
dimas" Hem, iya, aku mandi ...
Rika memperhatikan suaminya itu
tak menunggu lama Dimas sudah selesai dengan rutinitasnya
Rika" em, Daddy aku ingin melihat Oma,
dimas" untuk apa ?
dimas" sudah lah lebih baik kita tidur ini sudah malam
dimas langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur itu
Rika hanya bisa pasrah melihat sikap suami nya itu karena iya tak ingin memaksa suaminya lagi
Rika mulai masuk kedalam alam mimpinya berbeda dengan suaminya yang masih terjaga
dimas mem bolak balikan tubuhnya, karena iya merasa gelisah
"apa yang terjadi pada ku, kenapa aku sangat gelisah " batin Dimas
dimas menatap istrinya yang sudah terbuai dengan mimpinya itu
"maaf sayang, kamu jadi ikut terlibat dengan masalah hidup ku yang kacau ini" dalam hati Dimas
pukul tiga dini hari ponsel Dimas berdering dan hal itu membuat Rika dan Dimas harus membuka mata mereka
dimas menatap ponsel nya
"kakek" gumam Dimas
dimas mengeset icon hijau itu, untuk menerima panggilan tersebut
dimas" halo kek, ada apa?apa terjadi sesuatu?
kakek" dim cepat ke rumah sakit
dimas" siapa yang sakit, kakek?
kakek" bukan Oma mu, kesehatannya semakin menurun dan kini iya tidak sadar kan diri
dimas terkejut mendapat kabar itu ...
kakek" dim, Dimas, kamu masih disana, dim,
dimas" ii... iya kek Dimas masih disini
kakek" pergi lah nak, mereka membutuhkan mu, jangan pikirkan ego mu nak, kakek mohon pada mu
dimas langsung mematikan panggilan itu kemudian iya melihat ke arah istrinya yang masih menatap dengan penuh pertanyaan
dimas" kita ke rumah sakit sekarang
Rika" rumah sakit, apa kakek di rawat (panik)
dimas" bukan kakek tapi Oma,
Rika langsung bersiap siap Menganti pakaiannya ...
setelah beres mereka menuju resepsionis untuk cek out dari hotel itu ...
setelah semua proses selesai Dimas dan Rika langsung menuju ke rumah sakit yang di beritahu kakek nya
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit Dimas melihat opa,kakek,omnya dan kedua sepupunya yang sedang menunggu di pintu ruangan dimana Omanya sedang di tangani
opa" Dimas (memeluk)
dimas" bagaimana ke adanya ?
Vero" belum tahu dim, dokter belum memberitahu
setelah satu jam menunggu baru lah seorang dokter keluar dari ruangan
dokter" keluarga ibu Kartini
Vero" kami dok, bagaimana dok ?
dokter" ibu anda mengalami dehedrasi, dan Maslah pada lambungnya
Vero" apakah parah dok ?
dokter" tidak begitu parah karena cepat di tangani, sebaiknya kalian bisa membujuk ibu kalian untuk makan dan banyak minum penambah cairan
Vero" iya dok , terimakasih
dokter pergi meninggalkan mereka dan mengizinkan mereka untuk bertemu Omanya
Vero" Vero benar benar gagal sebagai anak laki laki, dan tidak becus sebagai anak
kakek" sudah lah Vero, jangan bersedih seperti ini, itu bukan lah kesalahan atau ke gagalkan jadikan semua itu pelajaran hidup mu, dan jangan pernah kamu ulangi
Vero" terimakasih om ... maaf kan Vero (memeluk)
dimas masuk untuk melihat Omanya itu
dimas melihat Omanya yang terpasang beberapa alat di tubuhnya membuat Dimas merasa sedih dan bersalah
dimas" kenapa, kenapa memilih untuk mati, kenapa, aku tidak mengizinkan hal itu, aku masih ingin membalas rasa sakit hati ku, bangunlah,bangun (menangis)
kau harus tanggung jawab atas semua ini, kau tidak boleh pergi meninggalkan ku,
dimas masih menatap Omanya yang belum sadar kan diri
dimas" bangun lah bangun, jangan pernah berharap untuk pergi, kau harus bertanggung jawab, jangan pernah buat kesalahan seperti dulu pergi meninggalkan aku, bangun lah aku mohon jangan pergi meninggalkan aku (menangis)
dimas memegang tangan Omanya
dimas" aku mohon bangun lah, dan tebus semua kesalahan mu pada ku,bangun lah aku mohon, jangan pergi dengan cara begini, kau malah membuat ku merasa bersalah ...
dimas menundukkan kepalanya ... dengan menahan suara tangisnya
Oma Kartini mulai membuka matanya dan melihat Dimas berada di sampingnya
Oma" Dimas(dengan sangat lemah)
dimas" Oma kau sudah bangun ... (memeluk)
Omanya merasa tak percaya Dimas memeluknya sambil menangis iya merasa jika iya sedang bermimpi
" jika ini mimpi sungguh aku tidak ingin bangun dari mimpi ini" batin Oma Kartini
dimas" kenapa, kenapa memilih untuk pergi meninggalkan ku, hah, kenapa tidak memilih menebus semua salah mu pada ku ... kenapa ? (menangis)
Oma" maaf,maaf,maaf, maaf kan Oma Dimas, Oma sungguh menyesal Dimas
dimas" aku tidak mau mendengar semua alasan itu, aku hanya ingin kau tetap hidup dan tebus semua kesalahan mu pada ku (kali memeluk)
Oma" tentu, Oma akan menebus semua kesalahan Oma Dimas, Oma berjanji Oma tidak mengulangi kesalahan Oma lagi pada mu (menangis)
kini Oma Kartini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap ...
kakek Nugroho sudah pulang karena memang sudah mau menjelang subuh ...
sementara Dimas dan Rika memilih tinggal disana
dimas" apa Oma tidur
Rika" iya ... kamu juga tidur agar tidak lelah nanti saat adzan aku bangunkan
dimas menuruti istrinya, Dimas tidur di dengan paha Rika menjadi bantal nya
Vero melihat Dimas dan Rika sangat bahagia karena keponakannya bisa bertemu dengan wanita yang baik
Vero" Rika jaga lah Dimas ya,
Rika" iya om, pasti Rika akan melakukan kan apa pun asal kak Dimas bahagia
Vero" terimakasih ri,
Deva dan Bianca sudah tertidur dengan lelap
Vero dan Rika terjaga
sebenarnya Dimas juga belum tertidur iya hanya berpura pura saja ... iya mendengar semua percakapan istrinya dan om nya itu
dimas sangat senang mendengar penuturan istrinya yang akan melakukan apa pun untuk membuat nya bahagia
"aku juga berjanji akan selalu membuat mu bahagia sayang, terimakasih atas semua yang kau berikan pada ku" dalam hati Dimas
_________________________________________
TBC
next ya
maaf baru up date ... aku baru selesai kerja dan aku sempet sempetin buat nulis ...
semoga dapet feel nya ya semua
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ...
terimakasih
__ADS_1