Really My Husband

Really My Husband
#RMH 49


__ADS_3

selamat membaca ...


.


.


.


.


.


enjoyy ...


••••••••••••••••• •••••••••••••••• •••••••••••••


semua sudah kembali seperti semula ...


yang berbeda hanya abimanyu yang sangat menyayangi dan mencintai chacha


chacha sudah kembali ke toko


walau dengan perdebatan sengit antara chacha,abi,dan radit


abi dan radit tidak memboleh kan chacha bekerja lagi ... karna takut kejadian seperti ke marin terulang


namun chacha tetap kekeh ingin kembali ke toko


ya tak perlu kalian tanya kan lagi yang menang sudah pasti chacha


hari ini abi memilih untuk tidak bekerja karna iya memilih mengikuti chacha dan pegawai Toko piknik


chacha sedang menyiap kan barang barang yang akan mereka bawa ...


chacha" rara mau bawa mainan apa ... ?


rara" (mengerutkan dahi) atu awa ini aja nda (menunjuk mainan balok)


chacha" oke sayang ...


chacha mengemas dengan rapi


setelah usai iya menghampiri abi


chacha" mas ... ayo kita pergi semuanya sudah siapa ?


abi" ayo kita berangkat ... tapi sayang apa kamu tidak melupakan sesuatu ...


chacha"(berfikir) seperti nya tidak


abi" coba ingat ingat lagi


chacha" (mencoba mengingat) gak kok mas


abi"(menarik nafas) kamu ini selalu lupa ...


cup


abi mencium kening chacha


abi" selamat pagi sayang ...


chacha merasa malu hal itu membuat pipi nya merona


chacha" ya sudah ayo mas ... yang lain pasti udah nunggu kita ..


abi memasukan semua barang barang ke dalan mobil setelah selesai mereka pergi menuju toko ... sebelum ke toko mereka menjemput ibu mia lebih dulu


chacha" bu , om radit udah pergi


bumia" iya cha katanya mau ngecek barang yang mau di kirim kejepang ...


chacha" ooo begitu


rara" nenek... ayo tita pelgi (menarik tangan)


bumia" ya ampun cucu nenek sudah tidak sabar rupanya ... yasudah ayo ...

__ADS_1


setelah usai mereka berjalan menuju toko


dari ke jauhan chacha sudah melihat para pegawai suudah berkumpul


setelah samapai mereka langsung turun


dan seperti biasa rara akan mengabsen satu persatu


rara" yangtung,yangti (mencium tangan),om imas acem,


dimas" apa rara bilang ..


rara" om imas acem (tertawa)


dimas mengejar ngejar rara ...


hingga membuat rara tertawa girang lalu rara akan mencari perlindungan pada papa nya


dimas" dasar rara kecut (tertawa)


rara menyapa om yang paling iya favorit kan


rara" om yaya apan... (mencium pipi)


ataya" iya princes rara cantik


rara" ate lana


karna cedal ranta menjadi lana jika rara yang memanggil


ratna" ratna ra bukan lana (tertawa)


setelah berbincang bincang mereka memutuskan untuk pergi


sepanjang perjalanan rara terus berceloteh tentang ini dan itu ...


menanyakan setiap yang iya lihat


dan terkadang membuat chacha kewalahan


semua pegawai toko sudah mulai bersikap biasa lagi dengan abi ... tak seperti pertama tama setelah mereka berbaikan


paklukman" bi mau kopi ... ini buatan ibu di jamin maknyos


abi" iya pak ... kalau buatan ibu mah apa aja enak


dimas" bener banget tuh ... apa lagi kalau masak semur huh rasanaya bisa lupa sama dunia


ataya" seneng itu ibu di puji puji (ataya menggoda ibunya)


bulia" kan emang kenyataan tay (tertawa)


mereka menikmati piknik dengan suka cita ...


seusai piknik mereka kembali dengan lelah dan bahagia


chacha tidak memasak untuk makan malam karna mereka sudah makan di rumah chacha bersma radit dan ibu


setelah pulang rara langsung tertidur karna lelah


setelah selasai menemani rara tidur


chacha kembali ke kamar nya dan memelih mebersih kan diri


setelah usai chacha mulai merebakan diri nya


abi" sayang...


chacha" iya mas


abi" kamu sudah mau tidur ...


chacha" iya mas ... aku capek banget


abi memeluk chacha


abi" nda ... papa belum mengantuk loh

__ADS_1


chacha" ya sudah kalau papa belum mengantuk berarti bunda tidur duluan ya


abi"(merasa kecewa) ya sudah bunda tidur saja ...


tanpa aba aba chacha sudah memjam kan matanya ...


sebenarnya chacha tahj maksud abi ... tapi chacha merasa takut


chacha sudah tertidur pulas namun abi masih terjaga ...


abi teringat ulang tahun chacha sudah terlewat saat mereka bertengkar dulu


abi memiliki recana ingin memberikan sesuatu pada istrinya


abi melihat lihat perhiasan


abi terus memandangi satu persatu benda benda berkilauan itu


samapai iya menjatuh kan pilihan pada kalung dengan liontin bluesafir


saat sedang asik meliha lihat abi mendapat panggilan dari seseorang


dan iya berbicara dengan orang tersebut


waktu sudah menunjukan jam satu dini hari


chacha terbangun dari tidur nya dan melihat abi tidak ada


chacha mencari di sekitar namun iya tak mendapati abi


chacha melihat ke arah balkon dan benar saja abi berada di sana


"sedang apa dia disana selarut ini" batin chacha


chacha berjalan mendekati abi


chacha mendengar abi berbicara mesra pada orang yang sedang menelpon


abi" iya nanti kita ketemu ... yang prnting kamu siapin aja ... tenang aku akan menemui mu


chacha merasa penasaran sekali hingga iya memberanikan diri menegur abi


chacha" mas ....


abi terkejut mendapati chacha berada di belakangnya ... lalu buru buru mematikan telpon nya


abi" sa... sa... sayang ... kamu kenapa bangun?


chacha" (menatap curiga) mas lagi telponan sama siapa


abi" oo ... em .. ini hendrik dia mengingat kan ku ada rapat besok


chacha" tengah malam begini ?


abi" em ... iya dia takut aku lupa ... ya sudah sayang kita tidur yuk mas udah ngantuk


abi mengandeng tangan chacha menuju kasur


abi memeluk chacha dan tak lama kemudian tertidur


bedahal nya dengan chacha yang masih bertanya tanya siapa yang di telpon oleh suami nya tengah malam begini


dan mengapa iya berbicara dengan sangat lembut


"apa jangan jangan mas abi selingkuh ... ah tidak tidak mungkin" chacha bergelut dengan fikiran nya


yang membuay nya tidak bisa tidur


tbc


next ya semua


aku mau ingetin setelah baca jangan lupa like,komen,favorit dan sarannya


serta dukungan dukungan lain nya


terimaksih semua

__ADS_1


__ADS_2