
Di sebuah rumah bunga yang terletak di pinggiran kota. Sebuah palang bertuliskan Runaway tergantung di atas pintu gerbang rumah tersebut.
Keanu memasuki sebuah pintu kaca. Dari luar terlihat hanya seperti pintu kaca biasa. Namun begitu masuk ke dalam, berbagai jenis bunga hidup tersedia di situ. Keanu tak menyangka jika dirinya sedang memasuki rumah kaca yang sengaja di buat untuk melestarikan berbagai macam bunga.
Aroma harum mencuat ke hidung nya. Ia masih terkagum kagum dengan tata letak cantik dari bunga bunga tersebut. Hingga akhirnya ia sadar, mengapa ia berada di tempat itu.
“Selamat datang di rumah Runaway, ada yang bisa saya bantu?” sapa seorang wanita berambut ikal. Sang wanita cantik dengan sarung tangan dan sebuah gunting di tangannya menyambut Keanu.
Wanita itu tersenyum manis menampakkan kedua lesung pipi nya yang cantik.
Keanu tak membalas ucapan wanita itu. Ia hanya terus menyimak tanaman di sekitarnya.
Randi kemudian menarik lengan baju Keanu sambil berbisik. “Bos,”
“Mas, mas butuh sesuatu?” tanya Wanita cantik itu sekali lagi.
Keanu menatap sinis, “aku ke sini di suruh ibuku.”
“Maaf ibu mas adalah?” tanya wanita itu dengan lembut.
“Lilian. Ibu saya adalah Lilian Travor,” jawab Keanu.
“Jadi mas adalah Keanu Travor?” wanita itu senyum kemudian berjalan ke arah meja meletakkan gunting dan sarung tangannya.
“Saya bertemu ibu mas di Athena tiga hari yang lalu. Saya baru saja berkenalan dengan nya. Namun kami bisa menjadi sangat akrab. Ibu mas adalah wanita yang sangat cantik dan baik hati. Saya pikir dia mengada ngada saat mengatakan putra nya adalah Keanu Travor. Saya hanya kurang percaya jika wanita yang masih terlihat muda dan cantik itu adalah ibu nya Keanu Travor, kalian bahkan terlihat seperti kakak beradik.” Ia menuang teh panas dari teko listrik ke sebuah cangkir.
Sedangkan Keanu, ia sedang memperhatikan bunga langka di atas pot unik di tengah ruangan itu.
__ADS_1
“Akhirnya seorang konglomerat muda yang sedang naik daun di dunia bisnis, seorang Keanu Travor sedang berdiri dihadapanku sekarang. Lilian berjanji akan mempertemukan kita. Aku hanya tidak menyangka akan secepat ini.” ucap wanita itu sambil menyerahkan secangkir teh kepada Keanu.
“Oh ya. Perkenalkan, nama saya Runa.” Runa menyodorkan tangan kanan nya ke arah Keanu.
Keanu menggeser tangan Runa. Ia tak berniat menerima jabat tangan wanita asing itu sekaligus menyerahkan kembali cangkir teh kepada Runa.
“Karena sudah tau maksud dan tujuan ibu saya menyuruh saya ke sini, jadi sekarang saya akan pergi.”
Keanu langsung berbalik badan meninggalkan Runa si gadis florist yang cantik dan anggun itu.
“Mas Keanu, kita pasti akan bertemu lagi mas,” ucap Runa mendayu dayu. Ia melambai kan tangan di iringi senyuman menawan yang bisa memikat hati pria mana saja.
Setiba di luar pintu kaca, Keanu langsung menghibungi ibunya.
“Berikan ponselku,” pinta Keanu.
“Buuu,” suara keanu memelas seakan sedang protes.
“Apa sayang, pasti kamu sudah bertemu Runa. Gimana cantik kan? Dia wanita yang anggun. Ibu suka cara dia berbicara. Intonasinya lembut dan menenangkan hati,” ucap ibu nya.
“Jika suaranya menenangkan hati ibu, kenapa ibu tidak mengajaknya tinggal bersama ibu?” potong Keanu.
“Haha anak ibu. Sudah lah, soal urusan cinta kamu nggak usah malu dengan ibu. Sudah tugas ibu membantu kamu menemukan satu yang sesuai. Ayo katakan kamu ingin yang seperti apa? Yang hot? Atau yang pendiam?” tanya Lilian.
“Bu, bisa nggak ibu stop soal jodoh menjodohi? Aku bisa cari sendiri wanita yang aku suka!”
“Jika bisa, kenapa ibu nggak pernah lihat kamu menggandeng satu pun wanita?” Gerutu Lilian.
__ADS_1
“Pokoknya, jika sekali lagi ada wanita yang ibu sodorkan pada ku, aku akan membuang wanita itu ke kutub utara.”
Lilian terdiam, ia mendesah. Putra nya benar benar tak bisa di atasi, Lilian hanya berharap anak nya itu bisa merasakan masa masa muda yang indah dengan seorang wanita, menikmati indah nya hidup bersama orang yang di cintai.
“Ya sudah aku tutup dulu. Aku masih ada urusan kerjaan. Ibu hati hati disana,” ucap Keanu.
Pintu mobil sudah terbuka, ia segera masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah bunga itu.
Jauh jauh ke sini hanya untuk alasan yang nggak masuk akal. Ibu ibu…
Keanu bersandar lurus pada sandaran kursi. Berkendara keluar kota membuatnya cukup lelah.
“Randi, Manager Johan dimana sekarang?” tanya Keanu.
“Manager pasti sedang di hotel,” ucap Randi dari kursi samping pak Tora.
“Pertemuan kita adakan di loby hotel, saya hanya ingin pantau langsung keadaan hotel. Biar saya bisa menemukan solusi agar hotel kembali seperti biasa. Kamu minta pak Johan agar menunggu di loby, waktu saya mepet sekali,” ucap Keanu sembari bersandar santai pada kursi mobil.
Ia mengistirahatkan pikirannya dari pekerjaan sejenak. Pikiran nya langsung tertuju pada wanita yang di lihat nya pada layar cctv siang tadi. Caramel Hermond. Bak sebuah mood booster, Caramel memenuhi pikiran Keanu.
.
.
.
To be Continued ⬇️
__ADS_1