Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
038-Travorplay


__ADS_3

Honey berusaha fokus dengan makanan di hadapannya. Ia sunggu tak habis pikir, apa yang di lakukan Rian dan pria itu di situ?


Di tambah dokter Rasya yang saat itu mulai banyak bertanya hal hal pribadi dengan Honey. Membuat Honey semakin tak nyaman berada si situ.


“Honey, kamu tinggal di kos kosan kan?” tanya dokter Rasya.


“Iya dok.”


“Sudah punya pacar belum?” tanya dokter Rasya setelah menyerangnya dengan beberapa pertanyaan beruntun sebelumnya.


“Maaf dok, pacar? Honey belum punya dok.” jawab nya risih.


“Masa sih wanita secantik kamu nggak punya pacar? Kamu serius kan?” tanya dokter Rasya lagi.


“Honey serius dok,” jawab Honey.


“Kamu mau nggak…” ucapan dokter Rasya terhenti. Saat itu seseorang muncul dan menginterupsi pertanyaannya ,pertanyaan yang lebih seperti sebuah lamaran bagi dokter Rasya.


Atas perintah Keanu Rian sudah berdiri di samping Honey.


“Kak Rian?”


“Kamu masih kenali kakak, kakak kan sudah pakai masker Hon,” ucap Rian dengan wajah yang di buat seheboh mungkin. Ia sengaja mengalihkan pertanyaan dokter Rasya.


“Kenal lah, gerak gerik kakak emang bisa bohong?” ucap Honey.


“Dokter tampan, maaf ya. Saya bawa Honey sekarang. Kami ada pekerjaan sangat penting di kantor,” ujar Rian.


“Ayo Honey. Mari kami permisi dok,” Rian langsung membawa Honey dari situ.


“Honey, jangan lupa hubungi saya jika sudah sampai ya,” teriak dokter Rasya sebelum Honey beranjak terlalu jauh.


“Hubungi? Enak saja?” gumam Keanu.


Mereka bertiga berbarengan masuk ke dalam lift. Honey memutuskan mendekati Rian, kemudian memegang lengan pria gemulai itu. Honey masih merasa takut berada di ruangan sempit itu.


“Ehm,” gumam Keanu. Ia risih dengan sikap Honey yang lebih memilih memegang lengan Rian dari pada lengannya.


“Kak, kita punya pekerjaan apa? Dan siapa dia?” tanya Honey pelan.


“Itu bos kita pak Keanu,” jawab Rian singkat padat dan jelas.


“Ha, Kenapa pakai masker?” tanya Honey lagi.


“Mungkin karena nggak mau di kenal orang.”


“Ohh pantesan.”


“Trus Honey dapat pekerjaan apa kak?” tanya Honey lagi.


“Entah lah, aku sendiri bingung kenapa ada di sini dengan masker dan kaca mata ini,” ucap Rian.

__ADS_1


Begitu keluar dari lift suara ponsel Keanu kembali berbunyi. Sebenarnya sudah beberapa kali berbunyi namun ia selalu menolak panggilan yang masuk ke ponsel nya.


Namun kali berbeda, panggilan masuk kali ini berasal dari Manager umum Travorplay. Jika bukan karena hal penting, tidak mungkin David akan menghubunginya.


“Halo,” ucap Keanu.


“Pak, ada masalah dengan system pada perangkat kami,” ucap David yang juga merupakan teman nya semasa di bangku kuliah.


“Kenapa bisa?” tanya Keanu.


“Entah lah pak, kami tidak bisa masuk ke dalam sistem sekarang. Seperti nya sedang di jebol,” ucap David.


“Benarkah? Kumpul kan semua tim sekarang. Saya akan langsung ke situ.” Ujar Keanu.


“Cepat, kita akan ke Travorplay sekarang,” ucap Keanu seraya memacu langkahnya cepat menuju parkiran mobil.


Mobil melesat cepat meninggalkan rumah sakit menuju anak perusahan game yang baru beberapa bulan di bangun nya.


Mereka tiba di sebuah gedung tak seberapa besar bertuliskan Center of game Travorplay. Letak perusahan itu di dalam sebuah jalanan kecil tepatnya di jalan R A Kartini. Jalanan ramai yang banyak di lalui para pejalan kaki, sangat jarang mobil lewat di jalan itu, karena sebagian besar yang tinggal di kompleks itu adalah masyarakat menengah kebawah.


Satu satunya gedung mewah dan menjulang lima lantai di kompleks itu hanya lah perusahan travorplay tersebut.


Di parkiran tak seberapa besar itu, Honey keluar dari mobil tanpa aba aba, ia berdiri menatap jalanan yang tak asing itu. Saat menjelang sore hari, anak anak berlarian kesana kemari. Beberapa penjual gorengan mulai menjajakan dagangan nya di pinggir jalan.


Jalan ini?


Honey berdiri menatap bangunan tua di deretan gedung Travorplay, sebuah gedung bertuliskan Toko Kartini.


Pandangan mata Honey melanglang hingga ke ujung jalan, bekas rumah lamanya mungkin masih berada di sana. Rumah yang menyimpan banyak kenangan masa kecil bersama keluarga nya. Kenangan akan masa indah dan bahagia bersama keluarga kecilnya terngiang dalam benak Honey, hingga tanpa sadar cairan bening mulai menumpuk di pelupuk matanya.


“Honey,” panggil Keanu sontak membuat Honey menarik pandangannya dari ujung jalan itu. Ia menatap Keanu, penuh kesedihan dan duka.


Keanu berjalan mendekati honey kemudian menggengam jemarinya.


“Ayo masuk,” ajaknya.


Sambil mengikuti langkah kaki keanu, honey terus berpikir. Sejak kapan perusahan keanu ada di sini? Apa tetangga tetangganya dulu masih tinggal di situ? Apa mereka masih mengenalinya jika ia pergi menemui mereka? Ia merindukan tetangga tetangganya yang ramah, meraka berbaur hidup dengan rukun dan saling tolong menolong. Namun semuanya berubah sejak kematian sang ayah. Semua kebahagiaan di renggut darinya bersama kepergian sang ayah.


Tanpa sadar Honey sudah berdiri di hadapan banyak pasang mata. Para karyawan sedang menatap ke arah nya. Honey kemudian sadar, Keanu masih menggenggam tangannya erat.


“Pak,” Honey perlahan menarik jemarinya lepas dari genggaman tangan Keanu.


“Kamu tunggu di sini,” bisik Keanu. Ia mempersilahkan Honey dan Rian duduk di kursi didepan komputer yang tak terpakai.


“Pak?” Rian menggaruk kepalanya yang tak gatal. Apakah tepat untuknya berada si situ saat itu.


Belum sempat Rian berkata kata, Keanu sudah menghampiri karyawan karyawan pria yang sedari tadi sudah menunggunya.


“Ayo,” ajak Keanu, mereka bersamaan menuju meja komputer masing masing. Dengan panduan dari David yang adalah seorang ahli malware dan dalam pantauan Keanu si pembuat keputusan mereka mulai melakukan pekerjaan mereka masing masing.


Semua orang terlihat sibuk. Selama beberapa saat mereka bersih tegang di depan komputer. David dan sebagian rekannya itu berusaha mengembalikan data data mereka yang di curi hacker. Dan sebagian tim sedang mempersiapkan serangan balik pada si pencuri data tersebut.

__ADS_1


Hingga tiga jam kemudian. Suasana di ruangan penuh komputer itu mulai stabil. Keanu sudah bisa duduk bersandar lega pada sandaran kursi sambil melipat kedua tangannya di punggung lehernya.


“Ah Honey,” ia berbalik badan menatap ke arah belakang. Honey masih duduk di sana seorang diri.


“Vid, kalian lanjutkan. Di jaga ketat, selama beberapa hari, jangan sampai ada penyerangan balik,” ucap Keanu.


David berdiri dari kursinya dan mulai memberikan briefing.


“Tim, jangan kendor. Sebelum launching game ini, kita masih harus tetap waspada. Sementara ini tim software harus bekerja keras memulihkan mentahan game yang sempat di curi, periksa dengan lebih akurat jangan ada kurang sedikit pun,” aba aba keluar dari mulut David untuk setiap anggota di ruangan itu.


Usai briefing Keanu kemudian datang menghampiri Honey.


“Honey,” ia menarik kursi dan duduk persis di samping Honey. “Mana Rian,” tanya nya.


“Kak Rian sudah pulang tadi, katanya lemes. Kak Rian kurang enak badan,” lapornya.


Keanu menggenggam jemari Honey. “Maaf membuat kamu menunggu berjam jam disini,” ucap Keanu.


“Bagaimana keadaan nya pak, sudah baikan?” tanya Honey perihatin


“Apa nya?” tanya Keanu.


“Honey lihat semua orang tegang, bukankah bapak baru saja menyelamatkan game bapak yang sebentar lagi di launching?” tanya Honey.


“Oh,” Keanu tersenyum sambil mengelus kepala Honey. “Sudah aman, tapi sementara masih harus di jaga ketat hingga tanggal launching nya. Jangan samapai sistem kita di bobol musuh lagi,” sahut Keanu.


Honey menunduk, di elus lembut oleh bos nya itu membuat Honey sedikit menarik diri mundur ke belakang. Rasanya aneh saat dia di sentuh oleh orang asing, namun kali ini sentuhan sang CEO nya itu terasa lembut, memberikan perasaan tersendiri. Nyaman dan hangat.


“Syukurlah jika sudah baikan,” ucap Honey dengan senyuman.


“Kamu pasti lapar, kita pesan makan dan makan di sini?” tanya Keanu.


“Pak, kalau Honey nggak di butuh kan disini bukan kah sebaiknya Honey pulang?” tanya Honey.


“Ada pekerjaan kamu disini. Mulai besok malam kamu akan mulai bekerja,” ucap Keanu.


“Benarkah?” tanya Honey senang.


“Pak Kean, kita sudah menemukan si penyusup. Apa yang harus kita lakukan!” teriak seorang karyawan laki laki.


Keanu menoleh ke arah belakang. “Kerjain Dean, balas berkali kali lipat,” seru Keanu.


Di kantor ini Keanu terlihat berbeda dari kantor pusat. Disana dia terlihat tegang, sedang kan di sini dia seperti bersahabat dengan semua orang. Tak ada pengecualian antara karyawan dan bos. Namun para karyawan disini tetap sopan dan hormat terhadap nya.


Keanu kembali duduk menatap Honey, bukan kah kali ini Honey sudah lebih santai saat di dekatnya. Honey tidak kaku, ia bahkan tersenyum antusias menatap Keanu yang telah berhasil mengalahkan si penyusup.


.


.


.

__ADS_1


To be continued ⬇️


__ADS_2