Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
046-Terus mencari


__ADS_3

Sudah dua hari sejak Keanu menyatakan perasaan nya kepada Honey, namun Keanu belum sekalipun datang menemui Honey. Keanu seperti menghilang di telan bumi.


Siang itu Honey datang ke kantor Travorplay untuk mencari Keanu. Keanu tidak berada di situ, malahan sudah dua hari sejak launching Keanu tidak datang ke situ.


Dari kantor Travorplay, Honey menuju kantor utama. Ia langsung datang ke lantai 27 menghampiri Keanu. Namun Isabel dengan tatapan sinis mengusir Honey, bahkan seorang satpam sudah di hubungi isabel, jika Honey tidak pergi dari situ ia akan di seret keluar.


Dengan berat langkah, honey kembali ke ruangannya.


Randi, kenapa aku tidak mencari nya dulu?!


Teringat akan Randi, Honey berjalan menuju meja informasi, menemui front office girl yang sedang duduk rapih di sana.


“Mbak, sapa Honey. Bisa hubungkan saya ke ruangan pak Randi?” tanya Honey. Seingat Honey, wanita itu lumayan akrab dengan Randi.


“Pak Randi? sejak pagi pak Randi belum datang ke kantor mbak, katanya dia ada rapat di perusahan Indomaju untuk menggantikan pak Keanu,” jelas wanita itu.


“Emang pak Keanu ke mana?” tanya Honey.


“Saya kurang tau mbak, sudah beberapa minggu terakhir pak Keanu sibuk di kantor anak cabang. Mungkin dia di sana,” ucap wanita itu.


“Kantor apa?” tanya Honey.


“Travorplay, mereka baru saja melakukan launching game terbaru mereka dua hari yang lalu,” jelas wanita itu.


Itu sih aku tau. Tapi pak Keanu nggak ada di sana. Kemana perginya?


Honey terus mencari Keanu, ia ingin bertanya perihal ibunya. Sebentar lagi dokter dokter Amerika itu akan membawa ibunya, sedang kan hingga saat ini honey masih belum tau mengenai kejelasan biaya pengobatan ibunya.


Malam hari selesai bekerja, Honey kembali menemui wanita di meja informasi bernama Marisa.


“Mbak, sudah ada kabar dari pak Keanu atau pak Randi?” tanya Honey.


“Belum ada mbak,” ucap wanita itu. Ia menatap perihatin kepada Honey.


“Mbak, tinggalkan nomor ponsel mbak, jika pak keanu atau pak Randi datang, aku akan mengabari mbak,” lanjut Marisa.


“Baiklah. Terima kasih,” ucap Honey seraya mengeluarkan selembar kertas beserta pulpen dari dalam tasnya.


Ia menulis nomor ponselnya pada secarik kertas kemudian menyerahkan pada Marisa. “Jangan lupa hubungi saya mbak. Terima kasih.”


“Baiklah,” sahut Marsia si gadis cantik dan ramah itu.


Honey pun memutuskan berlalu dari perusahan itu. Ia kembali ke rumah sakit. Hatinya kalut, pak Keanu menghilang, demikian juga Randi. Apa mereka sedang menghukumnya sekarang?


Setiba di rumah sakit, akibat kelelahan, Honey tertidur lebih awal malam itu.


Pagi itu usai menemui dokter Arman, Honey langsung pulang ke tempat kos nya untuk mandi dan ganti baju. Ia harus berangkat bekerja lebih awal untuk mencari pak Randi di kantor pusat, mungkin saja pak Randi berada di sana pagi ini.

__ADS_1


Dengan langkah cepat Honey memasuki loby perusahan megah tersebut. Hanya seorang diri karena sebagian besar karyawan belum berdatangan.


Seorang sekurity yang baru saja berganti tugas jaga pukul 06 tadi langsung di hampiri nya.


“Pak Burhan, apa pak Randi sudah datang?” tanya Honey tiba tiba.


“Pak Randi asisten nya CEO?” Pak Burhan balik bertanya.


“Iya pak Randi yang itu,” jawab Honey.


“Belum lah mbak, pak Randi kan biasa ngantor sesuai jam kantor nya CEO jam 9,” jawab pak Burhan si security.


“Nanti kalau pak Randi datang, bilang Honey dari dapur bakery mencari nya,” ucap Honey.


“Baik mbak,” jawab pak Burhan.


Honey langsung menuju dapur kemudian mulai melakukan beberapa pekerjaan yang bisa langsung di kerjakannya.


Menjelang sore hari Honey kembali menemui Marisa untuk bertanya soal keberadaan Randi.


“Mbak, sudah ada kabar dari pak Randi?” tanya Honey.


“Belum mbak, pak Randi belum memberi kabar. Mungkin mereka sedang dinas luar kota. Nomor teleponnya di jawab oleh mesin penjawab,” jelas Marisa.


“Ya sudah saya akan kembali ke dapur, kabari saya jika ada kabar dari pak Randi,” ucap Honey kemudian kembali ke dapur.


“Honey,” panggil Marwah.


“Honey,” panggil Marwah lagi.


Honey terus sibuk menguleni adonan yang sebenarnya sudah harus di perap.


“Sini biar kakak yang kerjakan, sebaiknya kamu duduk dulu, bikin minum. Kayak nya kamu lagi nggak fokus deh Hon,” ucap Marwah.


“Maaf kak Mar, maaf. Honey lagi…” Honey tak melanjutkan ucapannya.


“Iya sudah, sana istirahat gih.”


Marwah langsung mengambil alih kerjaan Honey. Dengan langkah tak bersemangat, Honey berjalan keluar dari ruangan itu. Ia hendak pergi menemui Marisa bertanya kembali soal kabar pak Randi. Kemudian dari arah pintu Randi tiba di situ.


“Honey, kamu mencariku?” tanya Randi.


Mata Honey melebar, ia seperti baru saja melihat barang berharga di depan matanya.


“Pak Randi, bapak kemana saja?” tanya nya dengan mimik gembira tak terkira.


“Sejak kemaren saya mengurus urusan bos di luar kantor, jadi jarang ke sini,” ucap Randi.

__ADS_1


“Memang nya pak Keanu kemana?” tanya Honey hati hati.


“Sakit,” jawab Randi singkat.


Ternyata beberapa hari ia sakit, aku sampai berpikiran macam macam.


“Oh ya ada perlu apa? Cepatlah ngomong, saya masih ada urusan di luar kantor,” ucap Randi.


“Saya cuman ingin tanya pak Keanu. Beberapa hari dia tak memberi kabar, aku kesulitan mencarinya,” ucap Honey.


“Pak Keanu tidak tidur beberapa malam karena acara launching itu, ia terkena flu dan demam. Seharusnya istirahat beberapa hari sudah cukup, tapi kemaren pagi saya sendiri kaget, kakinya tiba tiba bengkak. Bos juga nggak cerita kenapa kaki nya bisa bengkak begitu,” ucap Randi.


“Dia kecelakaan?” tanya Honey.


“Ya, mungkin saja. Aku nggak berani bertanya lebih. Oh ya, nanti aku sampai kan ke bos kamu mencarinya,” ucap Randi.


“Baik lah Terima kasih,” ucap Honey.


“Ya sudah saya pergi dulu,” pamit Randi kemudian pergi dari situ.


“Ehm,” dehem Rian.


“Pak Keanu kenapa?” tanya Rian.


“Kata pak Randi lagi sakit,” ucap Honey.


“Ohh pantesan kemaren pasang Caption soal rasa sakit sakit gitu, campur bahasa Inggris sih, jadi aku ga ngerti,” ucap Rian.


“Status di mana?” tanya Honey.


“Whatsupp.”


“Jadi kak Rian punya nomor telponnya?” tanya Honey kesal.


Rian mengangguk pede.


“Kakak nggak bilang, dari kemaren Honey kesana kemari mencari pak Keanu. Honey terus kepikiran, sampai harus ke sini pagi pagi. Ternyata kak Rian punya nomor telponnya,” ucap Honey gereget serasa ingin ketok kepala Rian.


“Emang ngapain kamu cari bos?” tanya Rian penasaran.


“Iihhh, kepo aja. Ya pengen aja lah telpon,” sahut Honey kemudian kembali masuk ke dalam Ruangan.


.


.


.

__ADS_1


To be continued ⬇️


__ADS_2