Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
078-Dendam Masa Lalu


__ADS_3

“Tante,” Natalia berhambur menuju sofa dimana Lilian sedang berbaring. Ia sendirian di ruangan itu.


“Tante sendirian?” tanya Natalia.


“Kenapa tante nggak ke rumah sakit?” Lanjut Natalia.


“Tante sudah baikan, tadi tante hanya terkejut, tante panik melihat api besar itu,” sahut Lilian.


“Tapi kenapa tante nggak ke rumah sakit?” tanya Natalia panik.


“Tante nggak perlu ke rumah sakit lia, Tante sudah baikan,” ucap Lilian lemah.


“Kenapa tante ke sini, kalau tante kenapa kenapa di sini sendirian gimana,” ucap nya masih khawatir.


“Sudah kamu lihat, tante baik saja,” ucap Lilian sekali lagi untuk meyakinkan Natalia.


Saat Natalia sedang menemani Lilian. Di dapur bakery sedang hiruk pikuk, suasana masih panik di sana. Ambulance dan tim pemadam kebakaran sudah berada di ruangan itu.


“Rian petugas kesehatan akan membawa kamu ke rumah sakit,” ucap Keanu.


“Nggak usah pak, lukanya tidak seberapa parah. Lagian ini sudah di perban, bisa saya oles sendiri salepnya tiap hari,” tolak Rian.


“Kak Rian yakin luka nya nggak di bersihkan di rumah sakit dulu?” tanya Caramel khawatir.


Luka bakar di kedua lengan Rian terbilang lumayan parah, namun karena langsung diberikan pertolongan pertama, luka nya tidak akan menjadi lebih parah. Jadi atas persetujuan dokter di situ, Di bisa merawat lukanya sendiri, dengan catatan harus check up rutin setiap hari selama 4 sampai empat hari.


Sementara itu, Caramel menghampiri Raniya yang sedang mengipas ngipas luka bakar di bagian siku Aluna.


“Gimana Lun, masih sakit?” tanya Caramel.


“Sedikit kak, sudah di olesi obat dingin sama dokter.” Sahut Aluna.


“Kita akan ke klinik di lantai empat. Disana beberapa petugas polisi akan meminta keterangan,” ujar Caramel.


“Jadi kita langsung ke sana?” tanya Raniya.


“Iya kak, mereka hanya akan meminta keterangan sebelum terjadi kebakaran,” ucap Caramel.


“Ya sudah, kita akan kesana sekarang,” jawab Raniya. Mereka langsung pergi dari situ menuju klinik perusahan di lantai 3.


…^•_•^…


Keanu dan Caramel masuk bersamaan ke dalam ruangan nya.


Natalia langsung mengatup jari telunjuk ke bibirnya “sshhhhttttt,” isyarat nya agar Keanu dan Caramel nggak berisik.


“Gimana ibu?” tanya Keanu.


“Tante baru saja tidur,” jawab Natalia.


“Gimana keadaan di dapur?” tanya Natalia.


“Sudah aman,” jawab Keanu.


“Kean, kalian sudah disini? Gimana di dapur?” tanya Lilian tiba tiba.


“Loh ibu kenapa bangun? Ibu nggak ke rumah sakit, gimana kalau aku temani ibu ke sana?” tanya Caramel.


“Ibu sudah mendingan sayang, tadi karena ibu kaget saja,” ujar Lilian lembut. “Gimana teman teman kamu?” tanyanya.

__ADS_1


“Mereka menderita sedikit luka bakar di tangan mereka, tapi sudah di obati dokter,” jawab Caramel.


“Sudah jam makan siang, kak gimana jika kita ajak ibu dan kak Natalia makan siang bersama?” tanya Caramel.


“Hmm, jika ibu bersedia boleh saja,” tukas Keanu.


“Tentu tentu ibu mau,” sahut Lilian. “Lia kamu juga ikut ya?” ajak Lilian.


“Baik tante,” ucap Natalia.


…^•_•^…


Disebuah rumah makan oriental yang letaknya tak jauh dari perusahan, Lilian sudah memesan berbagai menu makanan kesukaan Keanu.


Seperti biasa seorang ibu paling tau apa yang di butuhkan anak anaknya. Setelah memesan beberapa menu utama, Lilian menyerahkan pulpen dan note kepada Caramel.


“Sayang kamu mau makan apa?” tanya Lilian yang duduk persis di samping Caramel.


“Ibu bisa pilihkan sesuai kesukaan ibu, aku nggak tau makanan enak disini apa,” jawab Caramel sembari menyerahkan kembali pulpen ke tangan Lilian.


“Lia, kamu mau makan apa?” tanya Lilian.


“Yang tante pesan pasti Lia makan kok tan,” sahut Natalia.


“Ya sudah menu yang sudah saya tulis itu porsi nya large semua ya,” ucap lilian pada seorang pelayan.


“Baik,” sahut pelayan itu.


Sementara makan, Keanu mulai memberi aba aba kepada Natalia mengenai beberapa rencana perusahan hingga dua minggu ke depan. Saat itu perusahan sudah ia serahkan kepada natalia selaku general Manager. Jadi natalia bisa mengambil keputusan apa saja tanpa ada Keanu. Namun tetap harus di bawah kontrol Randi.


Bip bip bip.


“Halo Ran,” ucap Keanu pada Randi si penelpon.


“Pak, 3 kamera cctv hari ini di ruangan dapur dan sekitar nggak berfungsi,” ucap Randi.


“Jadi?” tanya Keanu. Ia terdiam kemudian berpikir sejenak.


Dalam sebulan terakhir beberapa camera cctv tidak berfungsi, kemudian terjadi sesuatu di disaat yang sama. Sewaktu berkas di ruanganku hilang, cctv di lantai 27 hingga lift tidak berfungsi. Apa ada unsur kesengajaan di balik kejadian ini?


“Randi, kita akan bahas ini setelah tiba di kantor,” ucap Keanu. Saat itu makanan sudah tersaji di atas meja.


“Kenapa pak? Apa terjadi sesuatu di kantor?” tanya Natalia.


“Kamera cctv di semua ruangan dekat dapur nggak berfungsi,” jawab Keanu.


“Mungkin rusak pak,” Natalia menanggapi dengan datar.


“Iya mungkin saja. Aku ingin merekrut pegawai baru di ruang monitoring. Kamu bisa bantu aku untuk hal itu, dua minggu mendatang aku ingin karyawan yang ada sekarang sudah di ganti dengan karyawan baru,” perintah Keanu.


“Baik pak, akan saya atur,” jawab Natalia.


“Terimakasih, ayo dimakan dulu,” ujar Keanu.


Keanu sadar saat itu istri dan ibunya sedang asik mengupas udang ke atas piringnya. Mereka terlihat asik membahas si udang dengan suara kecil.


Keanu tersenyum kecil. “Sayang, kamu makan lah. Ibu juga makan,aku bisa sendiri kok,” ucap Keanu.


Keanu menaruh beberapa potong udang ke atas piring ibunya. “Ibu makanlah, ibu kan suka udang,” ucap Keanu.

__ADS_1


“Ya sudah, cumi buat menantu ibu,” ucap lilian sembari menaruh beberapa potong cumi ke atas piring Caramel.


“Ini sop buat anakku,” lilian menarik mangkok kecil kemudian mulai mengisi dengan sop yang sudah terhidang di atas meja.


“Ibu makan lah, biar aku yang ambilkan punya suamiku,” ujar Caramel tanpa sadar.


“Hmmm, bener bu. Aku suaminya, aku ingin makanan yang diberikan istriku,” jawab Keanu sambil menatap caramel yang tengah tersipu.


Caramel memeberikan mangkok sop kepada Keanu.


“Terimakasih istriku,” ujar Keanu.


Melihat aksi ketiga orang di hadapan nya, natalia menjadi risih sekaligus jengkel.


Kalian masih bisa tertawa bahagia? Saat ayahku jatuh bangkrut apa yang di lakukan keluarga travor? Kalian tak melakukan apa pun. Bahkan seluruh saham milik ayah di perusahan ikut lenyap. Ayahku turut andil dalam membesarkan perusahan, tapi apa yang di dapatnya? Kalian keluarga Travor lebih mementingkan kelangsungan perusahan demi nyawa ayahku!


———


The story back to many many years ago…


Jhony Travor dan Martin Dwisaka bersahabat sejak mereka masih duduk di bangku sekolah. Di awal tahun 80an perusahan Travor masih berupa perusahan kecil yang bekerja di bidang konstruksi. Bernard Travor ayah dari Jhony Travor merintis perusahan tersebut dari nol dengan karyawan pertama berjumlah 2 orang.


Lulus dari sekolah menengah pertama, Bernard merekrut sahabat anak nya Martin untuk bekerja di perusahan tersebut, sementara jhony anaknya melanjutkan studi sebagai insinyur di sebuah universitas terkemuka di kota itu. Sambil bekerja Jhony ikut membantu mengembangkan perusahan sang ayah bersama Maratin sahabatnya.


Jelang beberapa tahun kedua sahabat itu bekerja, perusahan semakin berkembang pesat ke bidang real estate.


Di akhir jabatan sang ayah sebagai direktur, perusahan kecil itu semakin berkembang. Mereka melebarkan sayapnya hingga masuk ke dalam bursa saham. Sang ayah Bernard menyerahkan posisi nya sebagai direktur kepada Jhony sebelum akhirnya meninggal dunia.


Martin sang sahabat diberikan saham sebesar 5% oleh Bernard Travor karena ia telah di anggap seperti anak baginya.


Sebagai rasa terima kasih, Martin mendedikasikan hidup nya untuk kemajuan perusahan. Tahun terus bergulir, saham kepemilikan Martin telah mencapai 25 %.


Hingga memasuki akhir tahun 90 an, resesi ekonomi mulai mengguncang negeri ini. Banyak perusahan dalam negri yang jatuh bangkrut. Saham saham perusahan menjadi anjlok, tak terkecuali saham PT Travor Primary. Sebelum benar benar bangkrut, Martin mencoba menjual saham yang tersisa di dalam perusahan.


Martin membeli beberapa saham perbankan yang menurutnya bisa kembali mengangkat kembali PT Travor beberapa tahun ke depan saat keadaan ekonomi mulai membaik. Namun sangat di sayangkan, beberapa bank swasta yang di anggap solid itu akhirnya di likuidasi oleh pemerintah.


Martin di nyatakan bangkrut, ia hidup urak urakan tak tentu arah dengan penyakit yang di deritanya.


PT Travor Primary yang Terdampak resesi ekonomi melakukan pemecatan karyawan secara besar besaran. Saat itu Jhony ayah Keanu mengajak kembali Martin untuk bekerja di perusahan sebagai asisten pribadinya.


Jhony juga mempercayakan perusahan kepada Martin, dengan keliahaian Martin mengelola perusahan, PT Travor perlahan kembali bangkit. Perusahan mulai kembali stabil, walau masih dalam skala kecil. Martin yang di nilai sebagai pemegang kekuasaan dan memliki andil terbesar dalam perusahan akhirnya meninggal dengan penyakit akut yang di deritanya beberapa tahun terakhir. Di akhir hayat Martin masih menjabat sebagai wakil direktur PT Travor Primary.


Beberapa bulan setelah kepergian Martin, istrinya ikut berpulang menyusulnya kepada sang pencipta. Dengan meninggalkan seorang putri bernama Natalia Putri Dwisaka.


The story back to present…


Hingga saat ini Martin masih di anggap salah satu pendiri penting Travor Primary Corp. Beberapa berita miring yang beredar, Martin adalah pemilik saham yang kemudian nama nya tiba tiba menghilang dari daftar pemilik saham. Tak ada yang tau kenapa nama Martin tidak tertera di sana. Tidak ada seorang pun yang tau masalah likuidasi perbankan di akhir tahun 90 an yang ikut menelan dana miliaran rupiah milik nasabah, dan salah satu nasabah di antaranya adalah Martin.


Natalia yang sejak kecil sudah di asuh oleh Lilian, menganggap ayah nya telah di curangi. Perlahan namun pasti Natalia ingin merebut kembali perusahan dari tangan Keanu. Perlahan namun pasti ia mulai mengokohkan posisinya di dalam perusaha untuk menegakkan kembal keadilan atas nama ayahnya. Misi pertamanya adalah mencari kelemahan Keanu, selama bertahun tahun terus mencari cela Keanu. Kelemahan itu kini sedang duduk makan bersama nya, Caramel.


Rencana rencana Natalia mulai matang dalam otaknya untuk melempar Keluarga travor ke jalanan. Natalia dengan segala kesalah pahaman nya semakin dekat dengan rencana nya setelah menduduki posisi GM di perusahan tersebut.


.


.


.


To be continue ⬇️

__ADS_1


__ADS_2