
Caramel terbangun sudah berada di sebuah ruangan. Ruangan kamar luas yang sangat asing di matanya. Dengan kepala yang agak pusing Caramel berusaha bangun dari tidurnya menelaah sekeliling kemudian berusaha bangun dari tidurnya.
Dimana ini? Kak Kean dimana? Bukannya tadi kita lagi makan siang bersama?
Ia melangkah keluar dari kamar, kemudian dari arah pintu seorang pelayan hampir saja menabraknya dengan kuah panas ditangannya.
“Nyonya maaf nya, saya tidak tau nyonya akan keluar,” ucap pelayan itu yang tak lain adalah pelayan di rumah sang ibu mertua.
“Ini sop buat nyonya,” ucap pelayan itu lagi.
“Aku akan makan di meja makan,” ujar caramel melanjutkan langkahnya menuju meja makan.
Setiba di meja makan, Caramel langsung menarik sebuah kursi kemudian duduk di atasnya. Dari dalam ruangan dapur terdengar suara pisau sedang beradu di atas talenan.
“Bu,” panggil Caramel.
“Mel, kamu sudah bangun?” Lilian langsung menghampiri Caramel.
“Kenapa aku disini?” tanya Caramel.
“Haha, suami mu membawa mu ke sini.” Lilian duduk di sebuah kursi di dekat Caramel.
“kak Kean mana bu?” tanya Caramel.
“Selesai dia mengganti pakaian mu dia langsung kembali ke kantor, katanya ada urusan penting. Oh ya dimakan sop nya sayang,” ujar Lilian seraya menyerahkan sop dari tangan pelayan kepada Caramel.
“Iya bu,”
Caramel melirik jam pada dinding yang sudah menunjukkan pukul 7 malam. Selama itukah ia tertidur akibat wine yang di minumnya siang tadi?
Caramel mulai menyesap perlahan sop di sendok.
“Hmm enak,” gumam nya.
“Iya, Natalia yang buat,” ucap Lilian.
“Oh kak Natalia disini?” tanya Caramel.
“Iya, tuh masih di dapur. Lagi goreng kerupuk,” ujar Lilian.
“Ibu sengaja menyuruhnya membuat kan sop buat kamu. Sop nya lumayan enak kan?” Ujar Lilian senang.
Beberapa saat kemudian Natalia keluar dari dapur dengan satu toples kerupuk di tangannya.
“Nih sayang, Natalia yang beli dan dia juga yang goreng,” ucap Lilian.
“Tan, lia jalan dulu ya. Sudah malam,” pamit Natalia.
“Loh kamu belum makan?” ucap Lilian.
“Lia ada janji sama temen, biar makan bareng mereka aja,” jawabnya.
“Mari tan.”
“Hati hati di jalan Lia.”
Sepeninggal Natalia.
“Bu, setiap ada aku kak Natalia langsung mau buru buru pergi,” ucap Caramel.
“Iya juga, selalu langsung pergi begitu kamu tiba. Tapi mungkin juga kebetulan, Lia sekarang sibuk, apalagi setelah di angkat menjadi General Manager perusahan,” jelas Lilian.
__ADS_1
“Iya juga,” jawab Caramel.
Namun dalam benaknya masih terasa mengganjal. Cara Natalia menatap Caramel sangat tidak bersahabat. Senyuman nya seperti di paksakan, dan tidak suka menatap Caramel terlalu lama.
“Sudah habis bu, ibu sudah makan?” tanya Caramel.
“Sudah. Ibu makan smoothie buah. Akhir akhir ini berat badan ibu naik. Jadi ibu hanya memakan buah dan oat saat malam,” ucap Lilian yang selalu menjaga berat badannya tetap ideal.
Menjelang pukul sembilan malam, Keanu tiba di kediaman ibunya. Ia datang untuk menjemput sang istri pulang.
Seperti biasa, tanpa masuk dan hanya berada di dalam mobil.
Caramel memeluk dan mencium Lilian. “Aku jalan dulu bu,” pamit Caramel.
“Hati hati di jalan ya sayang.” ujar lilian.
Caramel langsung masuk ke dalam mobil.
“Bu, tiga hari lagi kami akan ke America.” ucap Keanu.
“Apa kalian akan mengajak ibu?” tanya Lilian antusias.
“Tentu saja tidak bu, dari sana kami akan langsung ke Italy,” ujar Keanu.
“Ya sudah, jangan lupa buat anak yang lucu lucu buat ibu. Dan salam buat besan ibu, semoga lekas pulih,” tukas Lilian.
“Baik bu, terima kasih hadiah nya,” ujar Keanu.
“Kalian hati hati di jalan, Caramel jaga kesehatan mu nak,” ucap Lilian.
“Bay bu.”
Keanu membawa mobil putih nya itu keluar dari halaman rumah megah itu menuju apartemen miliknya.
“Ehm,” dehem Keanu.
“Kok diam aja sih, ga sapa suami,” lanjutnya.
“Gimana enak ga wine nya?” tanya Keanu kemudian memarkir mobilnya di tepi jalanan.
Ia menarik wajah yang terus menatap ke arah kiri jendela. “Kamu tau kesalahan mu hari ini?” tanya Keanu.
Sambil menatap wajah keanu, Caramel menggeleng.
“Bener?” tanya nya lagi.
Lagi lagi Caramel menggeleng.
“Coba di ingat lagi.”
Keanu mulai memagut bibir Caramel dengan lembut.
“Sudah ingat belum?” ucap nya di sela sela aksi ciuman yang semakin bergai rah.
“Kalau ini?” tanya nya sambil menarik lengan Caramel ke atas celananya.
Caramel menggeleng semakin tidak mengerti.
“Jadi mau aku ingatkan terus?” ujar Keanu sudah mengeluarkan miliknya dari sempit nya celana yang dipakainya.
“Katamu, ingin bermain di mobil seperti dalam cerita novel yang kamu baca. Seperti apa ceritanya?” tanya Keanu sambil memasukkan tangan Caramel ke dalam celana nya.
__ADS_1
Caramel menunduk sambil menutup matanya, wajahnya memerah, ia teringat akan tingkah konyol nya siang tadi di dalam mobil. Saat tangannya terus merogoh milik Keanu, ia terus memaksa suaminya itu agar melakukan hal itu di dalam mobil. Sehingga Keanu harus melakukan rem mendadak, mobil mereka hampir saja menabrak pembatas jalan.
“Ma maafin aku kak, aku nggak sengaja. Terjadi seperti itu karena wine itu. Maafin kak,” ujar Caramel canggung.
“Ya sudah, kita lakukan sekarang saja,” bisik Keanu di telinga Caramel sambil terus menahan tangan Caramel di dalam celananya. “Lihat, si junior sudah nggak tahan.”
“Tapi di luar sangat ramai?” protes Caramel sambil melirik ke arah kanan jalan dimana mobil sedang lalu lalang.
Keanu kembali melu mat bibirnya. “Hmm, tanggung jawab dong. Sedari tadi di kantor aku nggak fokus karena kamu.”
Meraba sesuatu yang telah mengeras di dalam sana, Caramel semakin malu. Padahal dengan beraninya ia membuka bagian celana suami nya itu siang tadi. Entah mendapat keberanian dari mana hingga ia melakukan hal itu.
Malu banget.
“Kita pulang yuk, dirumah lebih aman,” ucap Caramel pelan.
“Bukan nya kamu ingin mencoba hal itu dalam mobil?” goda Keanu dengan senyuman nakal menatap wajah malu Caramel.
“Kak, disini lagi banyak pengendara lalu lalang. Ada pejalan kaki,” ucap Caramel.
“Aku hanya sedang berusaha mengabulkan keinginan istri sendiri, tapi..”
Tok tok tok.
Mata Keanu langsung menatap ke arah spion.
Suara ketukan dari arah belakang mobil. Seorang wanita bersama anak kecil sedang berfoto di belakang mobilnya. Ibu itu kemudian berpindah berpose di jendela samping Caramel.
“Lihat?” ucap Caramel.
“Eh, mobil nya nyala bang. Ada orang di dalam,” ucap wanita itu.
“Masa si?” Suami dari wanita itu berusaha mengintip ke dalam mobil.
“Nggak kelihatan,” jawab si pria. “Lagian mobil mewah parkir sembarangan. Ayo foto lagi, supaya bisa kamu pajang di media sosial. Tulis aja mobil baru kita.”
“Bang, ini mobil mahal. Kira kira orang orang di kampung percaya nggak kita punya mobil sebagus ini?” tanya wanita itu.
Percakapan pasangan suami istri dari luar mobil. Membuat caramel tersenyum. Apakah mereka sadar jika mobil Mercedes Benz Limited edition itu hanya ada 10 di dunia dan satu satunya di Indonesia?
“Ya sudah kita pergi sekarang, ulah mereka bikin aku nggak fokus.” ucap Keanu sambil merapih kan junior nya ke dalam celana.
“Kak, bisa kita jalan setelah mereka selelsai foto?” tanya Caramel.
“Buat apa?”
“Tunggulah sebentar lagi,” ucapnya.
Keanu pun menuruti seperti yang di minta sang istri.
Usai pasangan suami istri itu bergantian foto bersama anak mereka, Keanu baru meninggalkan tempat itu.
…^•_•^…
“Bang Jhon, namanya caramel, fotonya akan saya send via email. Pantau terus kemudian berikan laporan mengenai dirinya, kebiasaannya, hobi nya dan semua hal yang di sukainya dan tempat tempat yang di datanginya,” ucap Natalia pada seorang pria melalui ponselnya.
“Baik nona,” jawab pria itu.
.
.
__ADS_1
.
To be continue ⬇️