
“Haha, sekarang kalian semua ada di sini. Kalian berkumpul untuk menertawakan ku,” ucap Natalia sinis.
“Lia, kita bisa bicarakan masalah ini baik baik, kamu pasti salah paham,” ucap Lilian berusaha membujuk Natalia.
“Cih, salah paham. Aku tidak ingin penjelasan mu. Bukan kah kalian sekeluarga swkarang sangat berbahagia?”
“Kamu! Kamu pikir dengan ibu memaafkan mu, berarti aku juga sama. Kamu harus membayar perbuatan mu. Kamu berani menculik istriku, maka kamu harus menerima konsekwensi nya,” ucap Keanu.
“Lia, benarkah kamu yang menculik Caramel?” tanya Lilain tidak percaya dengan apa yang di ucapkan anaknya.
“Caramel? Hah siapa Caramel?”
Natalia mentap Caramel dengan tatapan nanar.
“Dia bukan Caramel, dia adalah Honey Hermond. Dia bukan Caramel,” ucap Natalia.
“Apa yang kamu bicarakan?” tanya Lilian.
“Ya, tante ingat nama Honey Hermond? Wanita yang terlibat kecelakaan bersama paman?”
“Tapi kejadian itu sudah berlalu. Buat apa tante mengingatnya?”
Caramel langsung menatap wajah Lilian.
“Apa maksud ucapan nya?” tanya Caramel.
“Honey Hermond sudah meninggal. Kamu salah orang.” ujar Lilian.
Mengingat kecelakaan yang merenggut nyawa suami nya. Lilan merasa sedikit pusing. Hingga saat ini dia masih belum menerima kematian sang suami. Honey Hermond, wanita yang meninggal mengenaskan karena di tabrak oleh sang suami.
“Aku adalah Caramel Hermond, Honey Hermond adalah kakak ku,” ucap Caramel.
“Jadi kamu menggunakan identitas kakak mu untuk masuk ke perusahan? Kamu punya niat apa mendekati Keanu?”
“Apa maksud ucapan mu? Caramel tidak pernah mendekati ku. Aku yang mendekatinya,” bela Keanu.
Lilian memejamkan matanya. Hal yang selalu ia hindari, hal yang selalu ingin di lupakannya kembali menguak ke permukaan. Honey Hermond adalah kakak dari Caramel?
Lilian berdiri memegang meja. Nafas nya semakin berat, rasa panik membuatnya berlari keluar dari ruangan itu.
“Ibu,” Caramel mengejar Lilian keluar dari ruangan itu.
“Bu,” panggil Caramel. Namun Lilian terus berlari keluar ruangan.
__ADS_1
Setiba di luar, ia menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nafasnya melalui mulut.
“Bu, ibu kenapa? Ibu baik saja?” tanya Caramel.
“Kamu pergilah, ibu ingin sendiri!”
“Tapi ibu tidak terlihat baik saja,” kita ke dokter ya bu,” ucap Caramel.
Lilian merogoh isi tas nya mencari obat penenang, namun ia tidak menemukan obat tersebut di dalam tas nya.
Beberapa saat kemudian Keanu sudah berada di situ.
“Aku akan ambil mobil, kita akan le rumah sakit,” ucap Keanu sambil berjalan menuju parkiran mobil.
Selang beberapa saat kemudian mobil sudah berhenti di depan pintu kantor polisi itu. Saat itu juga Keanu langung membawa ibunya pergi dari tempat itu.
“Bu kita ke rumah sakit sekarang,” ujar Keanu.
Namun saat itu juga Lilian menggeleng enggan. “Antar ibu pulang,” pinta Lilian kemudian.
“Tapi bu kondisi ibu seperti ini. Ibu terlihat kesulitan bernafas,” ujar Caramel.
Lilian menatap Caramel, ia membuka kedua lengannya kemudian memeluk Caramel.
Lilian meneteskan airmata nya dalam pelukan Caramel.
“Bu, tenang lah dulu. Tarik nafas yang dalam kemudian keluarkan lewat mulut. Ayah selalu mengajarkan itu saat Caramel panik. Hal itu sangat bermanfaat untuk menenangkan pikiran,” ucap Caramel.
Lilan memeluk Caramel semakin erat, dan saat itu juga air mata dan isak tangis Lilian mereda. Ada kelegaan dalam dadanya setelah memeluk Caramel.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di kediaman Lilian. Ia langsung berjalan menuju kamarnya. Di dalam laci berjejer beberapa botol obat yang sering di konsumsinya.
Lilian mengambil dua pil kemudian langsung mengkonsumsinya.
“Apa apaan ini bu?” tanya Keanu setelah membaca nama obat yang tertera pada botol botol itu.
“Ibu akan jelaskan. Lagian ada Caramel di sini. Ibu harap ibu bisa terbebas dari rasa bersalah ini.” ujar Lilian.
Lilian mengambil sebuah lembar koran dari dalam laci nakas di samping tempat tidurnya. Ia menyerahkan lembar koran itu kepada Caramel.
“Ini, ini kejadian kecelakaan kakak ku?” tanya Caramel sambil matanya terus menyimak tulisan dalam koran tersebut.
“Robert Travor?” gumam Caramel kemudian.
__ADS_1
“Robert adalah suamiku, ayah Keanu,” ucap Lilian.
“Jadi, kakak ku Honey penyebab kecelakaan mobil itu?” Caramel membaca hingga ia sendiri tak sadar air matanya sudah menetes di kedua pipinya. Saat itu juga Keanu langusng menarik lembar koran yang sedang di pegang Caramel.
“Jangan di baca lagi. Ini bukan salah mu. Itu hanya lah sebuah kecelakaan. Tidak ada seorang pun yang menginginkan kecelakaan itu terjadi,” ujar Keanu.
“Ta tapi, kakak ku adalah penyebab kecelakaan itu. Itulah kenapa Natalia berusaha mengungkap nya. Tante Lilian pasti akan sangat terpukul. Luka lama yang terus membuatnya hidup dalam tekanan karena meninggalnya sang suami. Dan Honey adalah penyebabnya.”
“Semua salah ibu. Sebenarnya, Ibu adalah penyebab kecelakaan itu. Bukan kakak mu Honey. Justru kakak mu yang menyelamatkan kami semua. Kematian suami ku Karena terkena serangan jantung saat kecelakaan itu terjadi,” jelas Lilian.
“Saat itu….” Lilian mulai bercerita detail kecelakaan waktu itu. Dengan sedikit tergagap Lilian menjelaskan kronologi kecelakaan itu dengan sangat rinci. Bagaimana Honey adalah orang yang menjadikan dirinya tumbal agar kereta api tidak menabrak Lilian dan beberapa pengemudi di belakang mereka saat itu. Mobil Honey lah yang di jadikan penahan. Saat itu Honey menyelamatkan ratusan nyawa anak anak dalam bus.
Usai menceritakan kejadian memilukan itu, Lilian mulai menangis. Ia menangis sesenggukan mengingat kebodohan yang di lakukannya.
Caramel mendekati Lilian kemudian memeluk mertuanya yang tak kuasa menahan linangan air mata.
“Maafkan ibu, semua karena ibu. Ibu yang mengemudi kendaraan saat itu. Mobil ibu stop tepat di rel kereta, saat kereta api semakin dekat. Kakak mu yang menghadang menahan laju kereta api itu.”
“Ibu, tapi disini?!” Keanu mengangkat koran itu.
“Itu juga salah ibu, media menutupi kesalahan ibu dan menyalahkan Honey Hermond. Ibu tidak bisa berbuat apa pun, saat itu ayahmu sedang kritis. Ibu tidak sempat mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya. seminggu setelah kejadian itu, ibu mencari keluarga Honey tapi tidak di temukan,” ucap Lilian.
Caramel hanya duduk termenung di samping Lilian. Karena kecelakaan itu, hidup Caramel berubah total. Ayahnya meninggal seminggu kemudian, dan ibunya menjadi deperesi hingga harus di rawat di rumah sakit jiwa. Padahal seharusnya nya hari itu adalah hari kelulusan Caramel. Honey berjanji akan datang pada acara kelulusan Caramel. Hari itu Caramel terus menunggu kehadiran Honey dan ayahnya, namun hingga acara wisuda berakhir, sang kakak dan ayah tak kunjung tiba.
“Aku selalu menyalahkan diriku atas kecelakaan yang menimpa kakak, karena kecelakaan itu terjadi saat kakak ku sedang dalam perjalanan menuju sekolahku. Ibu juga terus menyalahkan diriku atas hal itu. Aku anak pembawa sial penyebab kematian kakak ku, jika aku tidak lahir, semua pasti akan baik baik saja. Itu kata ibu,” gumam Caramel.
“Tidak itu bukan salah kamu,” ucap Keanu yang kini ikut duduk di samping caramel sambil memeluk tubuhnya.
“Ini salah ibu, ibu yang salah. Kecelakaan yang menimpa kakak mu karena kecerobohan ibu!” ucap Lilian.
“Kenapa waktu itu ibu tidak langsung mengklarifikasi kejadian sebenarnya? Kenapa tidak menghubungi keluarga Honey saat itu juga?” tanya Keanu.
“Saat itu ibu mengalami shock, kepergian ayahmu membuat ibu tidak berpikir jernih. Maafkan ibu,” ucap Lilian masih sambil sesenggukan menahan tangis.
“Seminggu setelah kejadian itu, ayah meninggal. Aku menemani ibu di rumah sakit. Aku dan ibuku tidak memiliki tempat tinggal.”
.
.
.
To be Continue…
__ADS_1