
Pagi hari saat hendak menuju tempat kerja, Honey baru menyalakan ponsel milik nya. Beberapa bunyi pesan secara beruntun masuk ke ponselnya.
Belum sempat ia membaca pesan Rian, ponsel honey sudah berdering.
Kak Rian…
Honey langsung menjawab panggilan telponnya.
“Tuh aku bilang juga apa? Kamu lihat berita update terbaru hari ini Hon, sedang trending berita pertunangan pak Keanu dengan wanita bernama Sarah. Pak Keanu sudah tunangan semalam, dengan wanita bernama Sarah. Wanita yang sangat cantik, lulusan S2 seni pahat London,” ujar Rian panjang lebar.
Honey terdiam, ia merasa sedikit kecewa dan juga sedih.
Katanya cinta, suka, tapi begitu di jodoh kan kok langsung terima. Hmm ya wajar lah jika wanita itu cantik, cerdas dan kaya.
“Honey,” panggil Rian.
“Ya kak.”
“Apaan sih di ajak ngobrol malah diam aja,” ujar Rian.
“Ya Honey harus gimana lagi? Kalau udah tunangan ya berarti wanita itu jodohnya,” ucap nya lemah.
“Kamu sih, pakai acara tolak menolak segala,” ucap Rian menyalahkan Honey.
“Ya berarti nggak jodoh kak.”
“Nggak jodoh? Ckck jodoh langka seperti itu harus di kejar say. Hmmm,” terdengar Rian seperti sedang memikirkan sesuatu. “Gini aja, kamu hubungi pak Keanu kemudian minta maaf. Katakan kamu berubah pikiran dan mau jadi istrinya sekarang,” ucap Rian.
“Nggak mau, Honey malu kak. Dia udah tunangan,” tolak Honey.
“Ya sudah biar aku yang telpon dan jelaskan ke pak Keanu. Semalam aku telpon ponselnya mati, mungkin sekarang sudah bisa di hubungi,” ujar Rian.
“Kak, Please, jangan. Orang dia udah tunangan, ngapain di ganggu,” larang Honey.
“Nggak, Rian yakin pak Keanu masih mencintai kamu. Jika kamu mau membuka hati mu dia pasti akan melepaskan gadis itu. Lagian dia tunangan karena terpaksa, ia kan?” ucap Rian.
“Hon?”
“Honey.”
Dia memang ingin memperkenalkan ku kepada ibunya, agar tidak di jodohkan dengan putri dari teman ibunya. Dia tidak menginginkan perjodohan itu. Pak Keanu sudah banyak membantuku, kenapa aku tidak membantunya kali ini?
“Honey, aku ngobrol di cuekin lagi. Ya udah aku akan hubungi pak Keanu sekarang,” Rian langsung mengakhiri panggilan telponnya.
Honey langsung menarik tas selempang yang menggantung di sebuah paku di dinding kamar, memasukkan ponsel nya dalam tas kemudian pergi dari situ menuju tempatnya bekerja mencari nafkah.
…^_^…
Sudah pukul sepuluh pagi tapi pak Keanu belum juga tiba. Apa kakinya masih sakit, atau sedang besama tunangannya? Aku telpon saja? Hufft…
Honey kembali menuju meja di mana Marisa sedang duduk dengan rapih.
“Mbak, pak Keanu sudah datang?” tanya Honey yang ke lima kalinya.
“Belum Hon, kan sudah aku bilang jika pak Keanu sudah datang aku akan telpon kamu,” ucap Marisa bersahaja. Bolak balik bertemu wanita itu, membuat hubungan mereka menjadi lumayan akrab.
“Tapi ini kan sudah jam sepuluh,” ucap Honey.
“Ya mungkin ada ada urusan lain di luar, atau mungkin ada meeting di luar kantor,” ucap Marisa.
“Ya sudah honey balik ke dapur dulu, kabarin ya jika pak Keanu sudah ada,” ujar Honey.
__ADS_1
“Siipp,” jawab Marisa singkat.
Baru saja berjalan beberapa langkah menuju dapur, suara Marisa terdengar memanggil nya.
“Hon.”
“Ya,” honey berbalik menatap ke arah Marisa.
Jari Marisa menunjuk nunjuk ke arah pintu masuk loby. Badan honey pun berputar sesuai arah yang di tunjuk Marisa.
Pak Keanu, ia sudah berdiri menatap honey.
Honey berdiam menatap pria yang kini tengah melangkahkan kaki ke arahnya. Masih sedikit pincang, langkah kaki itu terus mendekatinya.
“Kamu mencari ku?” tanya Keanu.
Honey membuang tatapan nya kepada Marisa.
“Hm iya, aku aku meminta Marisa menghubungiku jika bapak tiba,” ucap Honey gugup.
“Ah Marisa juga, aku pikir Rian sedang mengada ngada, ternyata benar,” ucap Keanu.
“Kaki bapak masih sakit?” tanya Honey.
Ia butuh sebuah pembahasan untuk menghilangkan rasa canggung nya.
“Ah ya, sudah tidak seberapa sakit,” jawab Keanu.
“Hmm, bapak bisa berjalan?” tanya Honey gugup.
Ish tentu saja dia bisa jalan, pertanyaan apa yang aku tanyakan. Bodoh.
“Ya aku bisa jalan. Kamu ingin mengajak ku kemana?” tanya Keanu.
Mata nya berpendar ke sekeliling ruangan, semua mata sedang tertuju ke arahnya dan Keanu. Mereka seperti sedang menjadi tontonan saat itu. Wajah nya langsung memerah, ia sangat malu. Kenapa harus ngobrol sambil berdiri di loby seperti itu.
Keanu langsung menyikapi saat Honey menatap sekeliling ruangan, Honey pasti tidak leluasa bicara di situ.
“Ikut lah denganku,” ajak Keanu.
Mereka berjalan keluar dari loby menuju mobil hitam Lexus yang terparkir persis di depan pintu masuk.
“Pak Tora berikan kunci mobil,” Pinta Keanu pada sopir pribadinya yang selalu standby tak jauh dari mobil.
“Tapi pak, kaki bapak masih sakit, gimana kalau saya yang mengemudi?” ucap pak Tora.
“Saya bisa kok pak,” ucap Keanu.
Dengan berat hati pak Tora menyerahkan kunci mobil ke tangan Keanu.
Ia membukakan pintu dan mempersilahkan Honey masuk.
Mobil hitam itu langsung meluncur keluar dari parkiran kantor.
Berduaan dalam mobil membuat Honey makin merasa canggung. Ia tak tau harus mengatakan apa atau melakukan apa. Mengingat beberapa ucapan kasar nya beberapa kali pada Keanu. Harus kah minta maaf dulu? Atau langsung menerima ajakan menikahnya. Honey benar benar gelisah.
Keanu membuka tutup botol kemasan kemudian menyerahkan botol itu ke tangan Honey.
“Hon.”
“Terima kasih pak,” setelah meminum beberapa teguk Honey bersandar pada sandaran kursi.
__ADS_1
“Honey mau minta maaf,” ucap nya tiba tiba.
“Loh maaf soal apa?” tanya Keanu heran.
“Soal yang Honey katakan kemaren, soal bapak penipu,” ucapnya.
Keanu melirik sekilas ke arah Honey.
“Berarti kamu sudah membaca berita itu.” Keanu tersenyum tipis. “Itu ulah ibuku, jika aku tidak membawa calon istri kepada nya, maka dia akan langsung menjodohkan ku. Aku sendiri nggak menyangka akan seheboh itu, tapi karena aku sudah ingkar, tak membawa apa yang di minta nya di hari ulangtahunnya, makanya dia nekat mempublikasikan soal pertunangan itu. Padahal aku tidak hadir di sana semalam. Ibu terus menghubungiku, jadi aku menon aktifkan ponsel. Ujung ujung berita itu sudah terpajang di semua media berita. Percayalah pertunangan terjadi tanpa persetujuan ku,” jelas keanu berusaha meyakinkan Honey.
“Honey percaya,” ucap nya singkat.
“Baguslah,” ucap Keanu. Tersungingging senyuman pada wajahnya, sebuah harapan yang sepertinya sudah mulai mendapat titik terang. “Aku tidak pernah berniat menipumu, apalagi menyakitimu,” lanjut Keanu.
Honey menatap pria yang sedang duduk di sampingnya. Pria yang berusaha fokus pada jalanan di hadapannya. “Bapak masih butuh bantuan Honey? Honey bersedia membantu bapak,” ucap Honey.
“Maksudnya?”
“Honey bisa jadi pasangan bapak…. Jika bapak masih butuh,” ucap Honey pelan.
Seketika Keanu terkejut, kaki kanannya tanpa sengaja sedikit menekan pedal gas di bawah kakinya. Sontak mobil sedikit melaju di ikuti rem yang tiba tiba.
Badan Honey terhempas hampir mengenai dashboard mobil.
“Ma maaf Hon, aduh. Kok jadi keder gini sih.” Keanu segera menggiring mobilnya ke tepi dekat trotoar.
“Maaf Hon, kamu nggak apa apa?” ucap Keanu perihatin.
“Nggak apa pak, Honey baik baik saja,” jawab Honey.
“Bapak?”
“Ya, maaf aku sedikit kaget barusan.”
“Aku mau bantuan kamu tapi tidak pernah ingin memaksa kamu. Aku nggak berniat membeli mu dengan uang biaya operasi ibu mu. Jika kamu berpikir seperti itu, aku lebih memilih menunggu mu hingga di hatimu tumbuh rasa cinta untuk ku. Jadi percayalah, aku tidak sedang menjebak kamu dengan uang biaya yang aku berikan,” ucap Keanu.
“Aku tidak terpaksa. Aku hanya ingin membantu bapak, bukankah bapak tidak suka dengan perjodohan itu. Aku bisa menjadi istri bapak sementara,” ujar Honey mantap.
“Sementara? Kamu hanya ingin menjadi istriku sementara?”
Kesempatan harus langsung di genggam mumpung dia bersedia. Jika dia berubah pikiran, ngambek atau tiba tiba menyesal, bisa rugi aku.
“Baiklah, kita akan melangsungkan pernikahan kita hari ini?”
Mata Honey membulat, apa kah ia sudah terjebak dengan kata katanya sendiri. Menikah? Hari ini? Jika kata katanya di tarik kembali, apakah masih bisa? Semoga masih bisa di batalkan.
“Honey, Terimakasih. Aku berjanji akan memperlakukan kamu dengan sangat baik,” ujar keanu senang. Ia mengambil ponsel dari laci dashboard kemudian langsung menghubungi Randi.
“Randi, siap kan foto kopi KTP, KK, akta lahir Honey dari berkas dokumentasi karyawan. Serta bawakan juga milik ku. Langsung antar sekarang ke kantor pencatatan sipil Tebet. Aku tunggu disana. Ingat, sekarang, nggak peke lama!”
“Honey? Maksud bapak mbak Honey?” tanya Randi.
“Mbak mbak, iya buruan sekarang jangan banyak tanya.”
Melihat antusias Keanu, Honey langsung mengurungkan niat nya. Keanu begitu gembira, ia memutuskan tetap menikah dengan Keanu, anggap saja balas budi. Pria baik seperti Keanu memang wajib mendapat bantuan dari Honey.
Mobil Keanu melanjutkan perjalanan menuju wilayah Tebet.
.
.
__ADS_1
.
To be continue ⬇️