
Honey berjalan menyusul Keanu masuk kedalam lift, ia berdiri mendekati Keanu kemudian memegang erat lengannya.
Keanu lebih banyak diam,m dan sangat jarang menatap Honey. Ia lebih sering fokus pada tablet di tangannya.
Demikian juga saat Honey meminta turun sebelum masuk ke halaman kantor untuk mencegah kecurigaan orang orang, Keanu menurutinya tanpa banyak protes.
Dari dekat portal masuk, ia berjalan kaki hingga tiba di gedung perusahan.
Sudah hampir pukul 11. Tentu saja kelima rekannya sudah terlebih dahulu berada di sana sejak sejam yang lalu.
Sambil sedikit berlari Honey akhirnya tiba di dapur.
“Maaf man teman aku telat,” ujar Honey langsung berjalan menuju ruangan loker kemudian keluar dengan apron dan topi di kepalanya.
“Honey?” sapa Raniya takjub dengan pakaian baru Honey.
“Kak Honey cantik sekali?!” sorak Aluna.
Rian mendatangi Honey seraya membolak balikkan badanya.
“Ini beneran produk nya ISL?” tanya Rian sambil memikirkan sesuatu. Ia mengambil ponselnya kemudian browsing sebuah model baju yang sedang di pakai salah seorang artis terkenal.
“Mirip banget dengan miliknya Kylie jener. Tapi…” Rian menatap perbedaan mutiara di baju Honey nggak ada. “Coba ada mutiara nya, aku pasti berpikir baju kamu itu asli,” ucap rian kemudian memasukkan kembali ponselnya ke dalam kantong apron.
“Kak Rian sudah Ok?” tanya Honey.
“Hmm, belum. Masih dalam proses pembicaraan,” Rian mendekatkan kepalanya ke dekat telinga Honey kemudian berbisik. “Kemungkinan kami akan menikah, tapi akan langsung cerai setelah anak itu lahir.”
“Benarkah? Syukurlah aku senang mendengarnya,” seru Honey gembira.
“Ehm, kerja. Malah bergosip. Ingat jam kerja kita semakin sedikit, jadi pekerjaan semakin padat,” ujar Marwah yang sedang memasak gula di atas kompor.
Rian dan Honey langsung bubar, mereka langsung mencari sesuatu yang bisa mereka kerjakan.
Memasuki jam makan siang, kue yang sudah selesai di buat langsung di antar ke kantin, Honey dan beberapa pelayan dapur mengangkat nampan dari dapur bakery menuju rak display kue yang ada di kantin perusahan.
“Caramel?” panggil seorang wanita dari arah belakang Honey.
“My sweety Caramel?” panggil wanita itu lagi.
Dengan nampan di tangannya, Honey berbalik badan.
“Ibu,” ucapnya kaget. Kemudian mengatup bibirnya yang sudah keceplosan memanggil wanita itu ibu.
Wanita itu berjalan cepat menghampiri Honey.
“Ibu datang ke sini karena ingin makan bersama kamu sayang,” bisik Lilian begitu tiba di hadapan Honey.
“Apa yang kamu angkat ini?”
Lilian mencari seseorang yang bisa di perintahnya.
“Eh kamu, angkat ini, enak saja menyuruh menantuku yang mengangkat beginian,” ujar Lilian pada seorang pelayan kantin.
__ADS_1
Lilian menaruh kue dari tangan Honey di atas sebuah meja sebelum pelayan itu mengambilnya.
“Bu,”
“Ayo sini kita cari meja yang nyaman untuk kamu makan siang, kamu pasti belum makan kan?” ucap Lilian tak hentinya bicara.
“Tapi bu, kita nggak harus makan di sini kan?” ucap Honey pelan setelah duduk di sebuah meja di tengah tengah kantin itu. Matanya menelaah keadaan sekitar.
“Tenang saja, ibu sudah ijin dengan suami kamu. Lagian ibu sudah tau. Kamu meminta merahasiakan status kamu kan? Lihat, topi dan kacamata ini, sekarang ngga ada yang bisa mengenali ibu di sini,” ucap Lilian bersemangat.
Ibu menyamar tapi seenaknya memerintah karyawan di sini. Dari pakaian dan dandanan ibu, sudah ketahuan ibu bukan orang biasa.
Honey hanya diam, ia tak berani menolak niat baik mertuanya itu.
Lilian mengambil ponsel dari dalam tas nya. “Pak Mun, bawa makanan tadi ke kantin,” perintah Lilian.
“Ibu memasak sop ikan buat kamu, ibu yang memasaknya sendiri loh,” ucap Lilian dengan sangat gembira.
“Ibu nggak harus repot seperti itu, aku sudah biasa makan di kantin kok bu,” ucap Honey.
“Beda menu dong sayang, ibu membawakan sop yang ibu masak sendiri dari rumah, jadi lebih bergizi. Sangat cocok untuk pasangan pengantin baru,” ujar Lilian.
Melihat kebaikan hati Lilian, Honey tersenyum. “Baiklah bu, akan Honey makan,” ucapnya ramah.
“Anak pinter,” mata Lilian jelalatan ke arah pintu masuk berharap pak Mun sopirnya segera tiba.
Benar saja, hanya dalam beberapa saat pak Mun tiba di situ dengan termos sop dan kotak nasi di tangannya.
“Ini Nya,” ucap pak Mun setelah tiba di meja itu.
Lilian langsung membuka kotak nasi berisi nasi serta set piring dan sendok dari dalam kotak. Uap termos panas langsung mengepul saat ia membukanya.
Sesendok nasi di tuang Lilian di atas piring bersama sop panas dari dalam termos.
“Piring nya hanya satu? Ibu makan dimana?” tanya Honey.
“Iya hanya satu, tadi ibu sudah makan dari rumah. Sekarang ibu ingin makan kue buatan kamu,” Lilian berbalik badan mencari seorang pelayan.
“Sstt,” wanita anggun itu memanggil seorang OB yang sedang membersihkan meja.
“Ya bu,” ucap OB itu.
“Bawa kan saya Pie Caramel dari dalam etalase sekarang. Oh ya saya mau dua,” ucap Lilian layaknya Nyonya besar.
“Baik bu,” OB itu langsung berlalu dan membawakan apa yang di minta Lilian.
“Ayo di makan sop nya,” ujar Lilian.
Honey mulai menyuap sendok nasi dan sop ikan ke dalam mulutnya. Terasa gurih dan sangat lezat. Ia kembali menyuap masakan Lilian itu dengan hati gembira.
“Gimana? Enak kan?” tanya Lilian.
“Enak banget bu, ibu pasti sangat gemar memasak,” ucap Honey.
__ADS_1
“Nggak juga sayang, tapi ibu harus belajar masak. Ibu ingin anak ibu memakan masakan yang ibu masak dan pastinya lebih sehat,” ucap Lilian.
“Dari rasanya, sepertinya ibu sudah sangat ahli dalam memasak,” puji Honey. Namun memang selezat itulah sop ikan milik Lilian.
“Ibu hanya bisa masak satu jenis itu saja, menu lainnya para bibi yang masak,” tukas Lilian jujur.
Honey tersenyum sekaligus mengguk mendengar pengakuan Lilian. Ibunya itu begitu terbuka dengannya, membuat jarak dan rasa canggung di antara mertua dan menantu terkikis. Honey benar benar nyaman ngobrol bersama Lilian.
Kemudian OB tiba di situ dengan pie Caramel sesuai permintaan Lilian.
“Tadi ibu telpon Keanu, tanya kamu di mana. Ibu kaget ternyata menantu ibu pinter bikin kue. Ya ibu langsung ke sini,” celoteh Lilian sambil memasukan kue ke dalam mulut. “Waahhh, enaknya luar biasa. Manisnya pas dan agak gurih. Pokoknya enak, Pantesan Keanu membanggakan kue kamu ini,” ujar Lilian.
“Makasih bu kalau ibu suka,” jawab Honey.
Beberapa saat kemudian, ruangan makan tersebut mulai menjadi ramai. Kursi kursi kosong mulai terisi oleh beberapa karyawan yang ingin mengisi perut mereka.
Sedangkan Honey sudah bersandar kekenyangan pada sandaran kursi. Ia hampir menghabis kan satu termos sop yang di bawa Lilian.
Kemudian Randi tiba di situ.
“Nyonya besar, nyonya muda. Di cari pak Keanu di ruangannya. Kata pak Keanu ponsel kalian tidak hisa di hubungi.”
“Ehm,” Honey duduk meluruskan badannya melihat situasi sekeliling. Benar saja, beberapa karyawan yang duduk makan sedang menatap ke arah mereka.
Siapa yang tidak kenal Randi? Menunduk hormat di hadapan Honey dan wanita yang sedang menyamar bukan kah terlalu berlebihan?
“Katakan pada anak nakal itu kami akan ke sana,” jawab Lilian.
“Baik Nyah, saya permisi.” ucap Randi kemudian meninggalkan mereka.
“Ayo sayang, kita ke ruangan suami kamu,” ajak Lilian.
“Baik bu.” Ia menatap sisa makanan di atas meja. “Saya beresin dulu ya bu, sayang,” ucapan Honey terhenti lilian langsung menggandeng tangannya.
“Sudah sayang, nanti pak Mun ke sini membereskan itu. Atau tinggal aja di situ,” ucap Lilian.
Mereka bergandengan keluar dari kantin menuju lift. Dalam lift bersama Lilian Honey merasa lebih tenang. Bahkan rasa takut dan panik nya seketika hilang, Lilian tak pernah berhenti berbicara, otomatis konsentrasi Honey terfokus pada ucapan Lilian.
Setiba di lantai 27, percakapan Lilian dan Honey semakin seru. Honey pernah menyangka Keanu dan Rian memiliki hibungan. Dan ternyata Lilian juga demikian. Gosip tentang hubungan Keanu dan Rian membuatnya sangat marah. Kebayang gak jika yang di nikahi anaknya adalah pria. Bersama mereka tertawa sambil terus menghampiri ruangan Keanu.
“Maaf, kalian sudah ada janji dengan pak Keanu?” tanya Isabel sekertaris Keanu.
“Ayo sayang,” ajak Lilian.
Mereka melanjutkan langkah tanpa menggubris ucapan Isabel. Lilian benar tidak dikenali oleh Isabel. Dia berani menegur ibu dari pemilik perusahan itu. Berarti penyamaran Lilian berhasil.
.
.
.
To be continue⬇️
__ADS_1