
Malam sudah menunjukkan pukul delapan malam.. dari rumah sang ibu, Keanu langsung membawa Honey menuju rumah sakit.
Disana dokter Aidil seorang kepala ahli saraf rumah sakit tersebut sudah menunggu Keanu dan Honey.
“Selamat malam dok,” sapa Keanu.
“Malam juga,” sambut dokter Aidil ramah.
“Gimana?” tanya dokter Aidil langsung pada intinya.
“Saya membawa orang nya ke sini dok,” ucap Keanu.
“Putri bu Karmila, sudah sejak kemaren kami menunggu keputusan anda. Sampai dokter Stuart sudah kembali terlebih dahulu ke Amerika anda belum juga datang. Kami butuh tanda tangan anda. Kami tidak bisa membawa ibu anda jika tidak ada ijin resmi dari keluarga,” ucap dokter Aidil.
“Maaf dok, saya terlalu lama berpikir,” ucap Honey.
Dokter Aidil menyerahkan sebuah lembar surat ijin operasi dan surat ijin bepergian untuk pasien yang harus di tanda tangani Honey.
“Honey, kamu bisa tanda tangan di atas nama kamu,” ucap dokter Aidil.
Honey mengambil lembar surat ijin tersebut kemudian membubuhkan tanda tangan di atas nama yang telah di beri meterai.
“Kamu sangat beruntung memiliki atasan sebaik pak Keanu, beliau akan membiayai setiap pengobatan ibumu sampai tuntas. Kamu harus berterimakasih kepadanya,” ucap dokter Aidil.
“Maaf dok, Honey sekarang sudah menjadi is—“ ucapan Keanu langsung terpotong.
“Pak bos terima kasih,” Honey menarik telapak tangan kanan Keanu dan menggenggamnya erat. Ia tersenyum semanis mungkin, “sekali lagi Terima kasih pak.”
“I-iya sama sama,” jawab Keanu datar.
“Karena kertas sudah di tanda tangani, pasien akan di bawah pergi ke Amerika malam ini juga. Jika keluarga ingin ikut, bisa ikut bersama kami malam ini pukul 10,” ucap dokter Aidil.
“Honey akan berangkat bersama saya, seminggu dari sekarang,” timpal Keanu.
“Ohh, baiklah.”
“Dok bisa saya bertemu ibu sekarang?” tanya Honey sedikit memohon.
“Tentu saja boleh. Dok saya akan membawa istri ehm Honey menemui ibunya sekarang,” ucap Keanu.
“Kami permisi dok,” pamit Keanu. Ia langsung menggandeng Honey keluar dari situ.
Honey menatap pria arogan di sampingnya.
__ADS_1
Emang nya rumah sakit ini milik bapak mu? Seenaknya saja. Batin Honey.
“Kamu tenang saja, aku sudah membeli 25% saham rumah sakit ini. Jadi 25% rumah sakit ini adalah milikku. Aku sudah pertemu pemilik rumah sakit, dia membolehkan aku melakukan apa pun, termasuk memecat karyawan dan mengelola rumah sakit ini. Jika pak tua tadi tidak membolehkan kamu menemui ibu mu, kita pecat saja dia,” ujar Keanu penuh kesombongan.
Narsisnya kebangetan, apa sifat orang kaya emang selalu seperti ini?
Honey berjalan cepat meninggalkan Keanu menuju ruangan ICU dimana ibunya sedang di rawat.
Setiba mereka di ruangan ICU, dokter Arman sedang duduk memeriksa data pasien yang baru saja masuk ke ruangan itu, sedangkan dokter Rasya sedang memberikan injek kepada pasien stroke.
“Malam dok?” sapa Honey begitu masuk ke dalam ruangan itu di susul Keanu di belakangnya.
“Malam Honey,” sahut dokter Arman. “Ibu mu akan diberangkatkan 2 jam lagi, kamu sudah bertemu dokter Aidil?” tanya dokter Arman.
“Sudah dok, saya baru dari ruangan dokter Aidil.”
“Dokter, saya ingin melihat ibu saya,” ucap Honey.
Ia langsung melangkah menuju ranjang nomor 4 dimana ibunya sedang terbaring.
“Yah, kondisi ibumu sangat memungkin untuk diberangkatkan sekarang, jika di tunda lagi kondisi tubuhnya akan semakin melemah, obat obatan tidak bisa terus menerus menekan rasa sakitnya,” ujar dokter Arman dari belakang Honey dan Keanu.
Honey memeluk tubuh ibunya dan mulai berbisik di telinga ibunya.
“Bu, sebentar lagi ibu akan dibawa berobat di rumah sakit yang lebih baik. Ibu akan segera sembuh. Maaf Honey tidak bisa menemani ibu di sana. Tapi tenang saja, ada dokter dokter luar biasa dengan peralatan canggih. Mereka akan menyembuhkan penyakit ibu segera. Dan ibu akan kembali lagi, kita akan tinggal bersama. Oh ya bu, Honey sekarang sudah menikah.”
“I love you bu,” ucap honey kemudian menarik tubuhnya berdiri.
“Honey, kamu bisa ikut saya. Kita akan mengantar ibumu bersama sama ke bandara,” ucap Rasya.
“Dia bersama saya, saya yang akan membawanya ke bandara.” ucap Keanu datar.
“Tapi, tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana. Kita masuk mengikuti mobil ambulance, takutnya jika kalian masuk sendiri kalian tidak di perbolehkan hingga ke apron pesawat,” lanjut Rasya.
Keanu tersenyum sinis dan angkuh. “Itu adalah urusan saya, bagaiman cara saya akan masuk ke sana,” sahutnya tanpa menatap Rasya.
“Terimakasih tawarannya dok, saya akan ikut pak Keanu ke sana,” jawab Honey Ramah.
Pak Keanu? ya dia adalah Keanu Travor. Pantas saja wajah nya terlihat sangat familiar. Dia lah Pemilik pesawat yang akan membawa bu Karmila terbang ke Amerika. Haha, sungguh ironis, tentu saja dia bisa masuk dengan mudah ke dalam pesawat, pesawat itu miliknya. Batin Rasya.
Rasya mundur beberapa langkah, mengetahui kenyataan pria berjas itu adalah Keanu Travor, Rasya langsung merasa terkucilkan.
“Pak Keanu, mbak Honey. Kami akan mempersiapkan pasien menuju bandara. Kalian bisa menunggu di luar?” ucap dokter Arman menjadi lebih sopan begitu tau pria itu bernama Keanu, pendonasi biaya pengobatan untuk bu Karmila dan juga pemilik sebagian saham rumah sakit tersebut.
__ADS_1
“Ya sudah kami akan menunggu di luar.” Sahut honey. Sedangkan Keanu masih memasang wajah datar tanpa expresi apa pun.
“Ayo pak,” ajak Honey.
Honey menarik lengan Keanu keluar dari situ.
Beberapa saat kemudian Randi tiba di ruangan itu. Dengan satu kotak makanan di tangannya.
“Pak, ini pesanan bapak.”
“Itu untuk istriku, berikan kepadanya,” ucap Keanu.
Honey menerima kemasan cantik berisi nasi dan sate ayam dari rumah makan mpok Nur, rumah makan yang sedang populer di kalangan netizen.
“Ini dari rumah makan mpok Nur yah?” tanya Honey takjub. Rumah makan yang harus antri berjam jam untuk membeli sate di rumah makan tersebut.
“Iya mbak honey, saya pesan kan khusus untuk mbak. OB kantor sih yang mengantri di sana sejak jam 7 tadi. Untung saja salah satu karyawan di situ adalah bekas karyawan kantor kita, jadi mereka mendahulukan punya mbak,” ujar Randi.
“Wah, aku penasaran seenak apa sate di situ, kenapa bisa se viral itu. Bahkan mantan presiden Obama rela mengantri untuk mendapatkan sate ini,” ujar Honey bersahaja.
Cih, kenapa dia tersenyum seperti itu hanya untuk sebuah sate? Dan dia tertawa terus, apa betul seenak itu? Batin Keanu.
“Tapi, pak Randi kenapa hanya pesan satu?” tanya Honey.
“Oh, pak bos nggak terbiasa makan sembarangan. Dia terbiasa makan di rumah makan berbintang Michelin, dan pak bos juga nggak terbiasa makan di sembarang tempat,” ucap Randi.
Sudah bertahun tahun ia ikut bos nya itu, tentu setiap perilaku dan kebiasaan Keanu sudah di hafal Randi dengan sangat baik.
“Oh ya mbak Hon—“
“Ehm,” dehem Keanu sontak membuat Randi terdiam, “Randi kamu sedang bicara dengan istriku, mbak mbak, kapan istriku menjadi mbak kamu?” gertak Keanu.
“Oh iya maaf pak, saya lupa. Jadi saya akan panggil istri bapak apa?” Tanya Randi.
“Nyonya!” ujar Keanu.
Uhuk uhuk! Sambil terbatuk Honey melirik tajam ke arah Keanu.
“Nyonya? Bapak ingin membuat heboh satu kantor kalau saya adalah istri bapak?”
.
.
__ADS_1
.
To be continue ⬇️