Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
065-Iri Hati


__ADS_3

Pukul 7 pagi setelah bangun dari tidur, sebelum keluar kamar Honey langsung menyempatkan diri menghubungi Marwah. Ia harus ijin sekarang, kemungkinan hari ini ia tak bisa turun bekerja.


“Pagi kak Mar,” ucap Honey.


“Pagi Hon,” balas Marwah.


“Kak, siang nanti Honey ijin ga turun ya, Honey akan menemani ibu-“ ucapan Honey langsung di sela Marwah.


“Iya Hon, kakak lagi menggoreng. Anak anak hampir terlambat sekolah. Salam sama ibu kamu Hon,” ujar Marwah kemdian menutup telponnya.


Telpon kak Rian ah.


Honey mencari nama nomor kontak Rian, nomor yang baru saja di pindahkannya dari kontak ponsel lamanya semalam.


Kak Rian. Kok nggak aktiv? biasanya dia yang paling mewanti wanti aku soal hp Low bat.


Honey kemudian menghubungi Rita.


“Pagi kak,” sapa Honey.


“Pagi Hon, kok Tumben?” tanya Rita.


“Itu kak, aku akan ijin ga turun kerja hari ini. Stok kue aku bisa kakak ganti dengan menu kue yang lain milik kakak gak? biar besok kue kakak aku yang tangani deh.” ujar Honey.


“Kamu nggak usah mikirin itu, kemaren pak Randi ke dapur. Sekarang kita di suruh buat dua jenis kue saja per hari. Yang penting ada kue di pajangan kantin dan yang penting aktivitas di dapur bakery terus berjalan,” ucap Rita.


“Oh gitu ya? Syukurlah,” ucap Honey senang.


“Keanu, ternyata di sudah memikirkan hal itu, bahkan hal terkecil pun yang bisa membuat ku khawatir dia sudah berpikir duluan ke situ,” gumam Honey.


“Kenapa Hon?” tanya Rita.


“Nggak nggak kak, ya sudah aku tutup dulu kak,” pamit Honey.


“Iya Hon, selamat berlibur.” ucap Rita.


Setelah menutup telpon Honey langsung berjalan menuju kamar mandi.


Saat ini mandi sudah menjadi kegiatan rutinnya setiap hari. Sehari bisa sampai tiga kali mandi. Keingat saat masih di kos kosan kecil miliknya. Mandi dengan bersih merupakan hal yang sangat langka. Mandi dengan bilasan lima gayung sudah harus stop, biar handuk yang membersihkan sisa sisa sabun di badannya.

__ADS_1


Kini air dari dalam shower terus keluar mengguyur tubuh Honey. Ia tak takut lagi kehabisan air atau harus menyisahkan air untuk jatah mandi sepulang bekerja.


Tok tok tok


“Nya.” suara seseorang sedang memanggilnya.


“Ya, sebentar,” teriak Honey.


Honey langsung keluar dari kamar mandi, rambut panjang nya tergerai basah menempel di badannya. Sedangkan tetesan air masih mengalir berjatuhan dari badan.


“Di suruh turun sama nyonya besar untuk sarapan,” ujar bi Ulfa.


“Iya bi, saya akan segera turun.”


Honey langsung mengeringkan tubuh dan rambut nya, mencari pakaian bermerk yang di berikan ibunya semalam kemudian turun menuju ruangan bawah.


“Pagi nyonya muda,” sapa beberapa pelayan yang sedang membersihkan tangga.


Honey membalas dengan dengan senyuman.


“Pagi nyonya, nyonya besar sudah menunggu di ruangan makan,” ucap pelayan yang sedang melap meja.


Pelayan menunjuk arah menuju ruangan makan.


Honey berjalan menyusuri ruangan luas itu menuju sebuah ruangan lainnya. Aroma makanan mulai tercium, aroma khas telur dadar yang sedang di masak.


Setiba di sebuah meja makan besar, makanan sudah tersaji di sana. Tapi tak ada siapa pun duduk di meja itu. Suara suara gemerisik dari sebuah ruangan lain terdengar. Honey berjalan menuju ruangan itu.


Lilian bersama tiga orang wanita sedang sibuk di sana.


“Caramel. Langsung ke meja sayang. Kamu ngapain ke dapur, Ayuk,” Lilian membawa honey duduk di kursi di sampingnya.


“Natalia? Ayok gabung,” teriak Lilian mengajak Natalia duduk bersama mereka.


Seorang wanita cantik keluar dari dapur membawa piring berisi sayuran ke atas meja.


“Ini sayuran buat tante,” ujar Natalia kemudian meletakkan piring hasil masakannya ke hadapan Lilian.


“Lia, tante perkenalkan Ini Caramel menantu tante. Kamu sudah mengenal nya kan?” tanya Lilian ramah.

__ADS_1


“Lia kenal kok tan,” ucap Natalia sambil mengingat ngingat wanita yang di interview oleh Keanu langsung, ternyata wanita yang di incer Keanu.


“Tante titip Caramel ya, jika nanti kamu jadi menduduki posisi GM kamu harus menjaga Caramel.” ucap Lilian.


“Baik tan,” jawab natalia.


“Ini sayang di makan,” Lilian menaruh lauk sayuran yang di masak Natalia ke atas piring honey. “Makan sayuran yang banyak biar sehat,” ujar Lilian kemudian mengambil beberapa menu lainnya ke atas piring Honey.


Lilian memperlakukan Honey dengan sangat baik. Ia berbicara dengan lembut dan ramah saat berbincang dengan honey, ia memberikan semua yang terbaik yang ada di atas meja untuk honey. Bahkan Lilian sendiri yang menuangkan minum untuk Honey.


Saat sesekali Lilian mengelus kepala Honey, kecemburuan terlihat di mata Natalia, Lilian tidak pernah melakukan itu kepada siapa pun yang pernah di temuinya. Lilian benar benar menyayangi Honey dengan tulus.


“Lagi sayur nya ya, sayur bagus untuk kesehatan,” ucap Lilian, sayur yang di masak Natalia untuk Lilian semua di berikan untuk Honey.


“Makasih bu, ibu juga makan,” ujar honey.


“Ibu mah sudah kenyang sejak tadi, sambil masak sambil nyicip,” ucap Lilian dengan senyuman ringan.


“Yang paling penting sekarang kamu harus sehat, biar bisa punya banyak anak,” ucap Lilian bersemangat.


Wajah honey memerah.


Anak?


“Ayo, selesai makan kita langsung jalan. Ibu sudah memesan beberapa barang untuk kamu. Kita akan ke sana ambil. Dan hari ini kita akan spa di deluxury. Hair style juga sudah ibu booking, jadi kamu tinggal menyiapkan diri kamu. Kita akan senang senang hari ini,” ucap Lilian bersemangat.


“Baik bu,” jawab Honey.


Natalia menatap iri ke arah honey, dengan senyuman simpul mengambang dan tatapan menusuk seolah sedang memikirkan sesuatu.


‘Baik bu’ Cih Naif banget sih. Kamu pikir kamu siapa? Baru saja jadi Cinderella sudah sok. Sok baik, sok lugu dan sok cantik!


.


.


.


To be continue ⬇️

__ADS_1


__ADS_2