Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
075-Mobil Oleng


__ADS_3

Mobil Mercedes putih kini berhenti di sebuah rumah makan bergaya klasik lumayan terkenal yang terletak di pinggiran kota.


Caramel turun terlebih dahulu, sambil mengamati keadaan rumah makan dan sekitarnya.


“Kak ini kedaung yang sedang viral itu kan kak?” tanya Caramel.


“Yup,” jawab Keanu singkat.


“Kayaknya tutup ya? kok sepi?” tanya Caramel heran.


Keanu menggandeng lengan Caramel masuk kedalam rumah makan tersebut.


“Lagi ga buka kak, gada orang,” ucap Caramel begitu tiba di dalam rumah makan matanya melirik ke seluruh ruangan, tak ada siapa pun disana.


“Selamat datang di kedaung tuan dan nyonya Travor. Mari,” ajak karyawan pria berpakaian resmi yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.


Caramel dan Keanu berjalan mengikut di belakang pria itu.


“Silahkan,” pria itu mempersilahkan mereka menuju ke sebuah gazebo di atas danau.


Caramel dan Keanu berjalan di atas sebuah titian yang telah di taburi kelopak bunga mawar.


“Kita nggak salah gazebo kan kak?” tanya Caramel.


“Nggak ada kerjaan banget sih, bunga cantik ditaburi hanya untuk di injak,” gumam Caramel sambil memilah milah langkah kakinya. Ia sama sekali tidak ingin merusak bunga mawar yang bertaburan di atas titian kayu itu.


Keanu tersenyum geli melihat tingkah sang istri. Ia sama sekali tidak terkesan dengan keindahan yang di hadirkan di situ tapi malah fokus dengan kelopak bunga yang sayang jika di injak.


Begitu tiba di gazebo, sebuah lantunan lagu terdengar mengalun dari dalam ruangan itu.


Caramel masih menatap heran dengan keadaan sekelilingnya. “Ada acara apa sih ini?” tanya Caramel sambil mencari cari pelayan yang bisa di panggilnya.


Kemudian dua orang pelayan terlihat mendatangi mereka. Seorang pelayan membawa sebuah botol dan dua gelas, sedangkan pelayan yang satunya membawa sebuah kotak.


“Buat nyonya Travor,” ucap seorang pelayan saat menyerahkan kotak ke tangan Caramel.


“Selamat menikmati,” ucap pelayan yang lainnya. Mereka kemudian pergi dari situ.


“Apa apaan ini? padahal aku ingin bertanya lagi ada acara apa? Kenapa malah di kasih kotak,” gumam Caramel.


“Ayo di buka.”


Caramel membuka kotak seperti permintaan Keanu. Sebuah buket mawar merah di dalam kotak tersebut. Serta sebuah note di dalam sebuah amplop.


“Sudah aku buka kak, kalau mereka ngasih ke orang yang salah gimana?” tanya Caramel.


“Itu memang untuk kamu, coba buka note nya.” Ujar Keanu yang sedari tadi tak sabaran karena si istri yang kurang peka.


Caramel membuka amplop kemudian menarik sebuah lembar kertas dari dalam sana. Sebuah kertas terkait sebuah cincin dan sebuah catatan di atas kertas tersebut.


Teruntuk istriku. Semoga selalu bahagia di sisiku hingga hari tua menjelang, temani diriku tanpa ragu. \~Keanu\~


Caramel menatap Keanu yang saat itu sudah berlutut di hadapannya.


“Jadi ini semua kakak yang siapkan?” Caramel baru saja sadar jika hal itu sengaja di siapkan untuknya.


“Aku ingin memberikan cincin pernikahan kita. Maaf sayang agak terlambat,” ujar Keanu sambil menarik jemari Caramel kemudian menyematkan cincin tersebut ke jari manis nya.


Hujan kelopak bunga dari beberapa drone di sekitar danau menambah romantis suasana siang itu.


Caramel menarik tubuh Keanu agar berdiri kemudian memeluknya. “Tanpa hal ini pun aku sudah sangat senang. Hidup ku sudah hampir sempurna setelah ada kakak,” ujar Caramel kemudian memeluk Keanu. Matanya menatap ke arah kelopak bunga yang berjatuhan ke atas kolam. Usaha suaminya terlalu berlebihan menurutnya.


“Terimakasih kak, surprisenya,” ucap caramel.


Matanya masih menatap cincin yang kini terpasang di jari manisnya.


“Bukankah seharusnya cincin pernikahan ada pasangannya, punya kakak mana?” tanya Caramel.


“Ada,” Keanu meraih sebuah kotak dari dalam saku celananya. “Aku ingin kamu yang pakai kan,” ucap Keanu.

__ADS_1


“Berikan,” Caramel langsung memakaikan cincin yang diberikan ke jari manis Keanu.


“Kata ayah, cincin pernikahan adalah simbol pernikahan itu sendiri. Harus di jaga dan di rawat, semakin usang cincin itu semakin harus kita perhatikan. Cincin selalu terlihat berkilau, seperti perasaan kita terhadap pasangan kita,” ujar Caramel mengingat pesan pesan dari sang ayah.


Beberapa pelayan tiba di situ dengan nampan berisi makanan. Makan siang buat tuan dan nyonya,” ucap pelayan itu.


Caramel dan Keanu mulai menikmati makan siang yang di sajikan para pelayan itu.


Wine yang terhidang di meja sebagai bonus dari rumah makan itu, mulai di tuang Caramel ke atas gelasnya. Minuman warna ungu itu menarik perhatian nya.


“Jangan di minum, kalau nggak biasa,” ujar Keanu.


“Ini namanya wine kan. Aku bisa nyoba dikit kak? Seperti apa rasanya.” Pinta Caramel.


“Ya sudah silahkan,” ucap Keanu.


Caramel mulai meminum minuman tersebut.


“Hmm agak Asem, sepet, tapi aroma anggurnya sangat enak,” ucap Caramel. Ia langsung menghabiskan isi minuman dalam gelas tersebut.


Gelas kembali di isi penuh oleh Caramel. Kemudian kembali meminum habis. “Hmm, enak. Aku suka aromanya,” ucap nya kemudian mengisi kembali gelasnya hingga penuh.


“Cara menikmati wine bukan seperti itu sayang.”


Keanu mengambil gelasnya kemudian memberikan beberapa trik untuk Caramel.


“Hmm, sama aja kak. Di minum juga sama sama masuk ke perut, buat apa di guncang guncang begitu,” ucap Caramel langsung meminum habis isi dalam gelasnya.


“Sudah cukup minumnya, jika berlebihan nggak baik untuk kesehatan,” larang Keanu.


“Emang udah cukup, Caramel sakit perut juga kebelet pipis.” Ucap Caramel.


“Mau di temani?” tanya Keanu sambil terus memperhatikan gerak gerik istrinya yang mulai terlihat kelimpungan.


“Nggak usah kak, aku bisa sendiri.”


Ia berlalu dari gazebo itu menuju ke dalam ruangan utama mencari toilet wanita.


“Istriku, masih di dalam?” tanya Keanu pada seorang pelayan.


“Masih pak,” jawab wanita itu.


Keanu mulai mengetuk pintu.


“Sayang,” panggil Keanu.


tok tok tok.


Beberapa saat Caramel keluar dari dalam bilik.


“Kamu baik saja kan?” tanya Keanu.


Caramel mengangguk, “aku sakit perut. Apa karena meminum wine kebanyakan?” ucap Caramel.


“Aku kan sudah bilang jangan kebanyakan,” ucap Keanu.


“Tapi udah mendingan,” jawabnya.


“Bisa jalan?” tanya Keanu.


“Bisa, ayo pulang kak, perutku masih kurang enak,” ajak Caramel.


“Kita ke dokter ya?” Tanya Keanu.


“Nggak usah, nanti juga baikan. Aku pengen pulang. kaki ku rasa nya lemes.” ucap Caramel.


Keanu menggandeng istrinya itu menuju mobil yang terparkir sendiri di halaman luas tersebut. Pintu di bukakan Keanu untuk istrinya masuk.


“Aku ijin hari ini, pengen pulang. Aku nggak bisa ke kantor lagi kak. Berikan hp ku,” pinta Caramel.

__ADS_1


“Hp untuk apa?” tanya Keanu.


“Untuk telpon kak Marwah, aku harus ijin dengannya,” jawab Caramel.


“Sudah biar Randi yang ijin langsung ke dapur,” jawab Keanu seraya mulai mengemudikan mobil kembali pulang.


“Kak, aku nggak bisa duduk diam seperti ini, perutku rasanya semakin mual. Gimana kalau aku yang nyetir?” tanya Caramel.


“Loh emang kamu bisa nyetir?” tanya Keanu.


“Kalau di lihat sih gampang, aku pasti bisa,” jawab Caramel.


“Pak ayo minggir,” perintah Caramel.


Keanu menepikan mobil nya. Caramel dan Keanu mulai bertukar posisi duduk.


“Beneran bisa kan sayang?” tanya Keanu ragu.


“Kayaknya bisa, mudah mudahan,” jawab Caramel mantap.


“Tinggal mutar mutar belok kiri belok kanan,” gumam Caramel kemudian mulai menggerak gerakkan stir mobil.


Mata Keanu tertuju ke bawah kaki Caramel. Ia tersenyum. Kaki istrinya nya tidak sedang menginjak pada pedal gas dan rem.


“Bisa nggak?” tanya Keanu sambil menahan tawa.


“Kenapa nggak bisa nih?” ujar Caramel sambil mulai memain mainkan porseleng di sampingnya.


“Mau aku bantu?” tanya Keanu lembut. Ia menarik mundur kursi ke arah belakang kemudian pindah duduk di belakang Caramel. Hanya sedikit menekan pedal gas, mobil mulai melaju perlahan.


“Hahaha. Aaku bisa kan kak, aku bisa?” sorak Caramel sambil memain mainkan stir.


Keanu berusaha menahan stir agar tidak terlalu oleng ke sebrang jalan. Mobil mewah berwarna putih itu berlenggak lenggok di jalanan luar kota yang saat itu agak sepi dari lalu lalang kendaraan.


“Kamu mabuk sayang,” ucap Keanu.


“Nggak kak, aku masih bisa kok lihat jalanan di depan,” ucap Caramel sambil memajukan duduk nya agar fokus ke jalanan.


Beberapa kali Keanu melakukan ngerem mendadak karena hampir menabrak pengguna jalanan lainnya. Sehingga menyebabkan posisi duduk Caramel terdorong ke belakang. Tergesek berulang ulang dengan pinggul Caramel hingga membuat si Mr p berdiri tegap.


“Pindah ya, aku bawa biar cepat sampai rumah,” ujar Keanu sambil mulai mencium tengkuk istrinya.


“Nggak kak, ternyata mengemudi itu seru,” sahut Caramel yang masih asik memain mainkan stir mobil.


Beberapa kendaraan yang melaju capat dari arah berlawanan dan yang melambung memaki setiap kali mobil putih itu hendak melewati jalur. Kegesitan tangan Keanu beberapa kali menyelamatkan mereka dari senggolan mobil yang sedang lewat.


“Pindah ya sayang,” bujuk Keanu lagi.


“Kakak nggak suka ya, jika aku yang mengemudi?” tanya nya dengan wajah cemberut.


“Suka, suka banget. Tapi tunggu saat kamu sadar,” jawab Keanu.


Si kecil mulai kesesakan di balik celana akibat tergesek gesek pinggul Caramel. Tangan Keanu berusaha membtulkan posis dengan menghentikan mobil di pinggir jalan.


“Sayang, kita pulang yuk,” ajak Keanu. Tangan nya berusaha menyelinap di balik dress pendek yang di pakai Caramel meraba titik sensitif Caramel.


“Ahh, geli kak,” des ah Caramel.


“Buruan pulang yuk, biar enak. Sayang, kalau jalan nya pelan gini ga bakalan sampai rumah.” ucap Keanu.


Dengan wajah cemberut, Caramel beranjak dari kursinya kemudian berpindah ke kursi samping.


“Aku janji akan mengajari kamu nyetir, Ok?” Bujuk keanu.


Kendaraan di pacu kencang agar bisa segera tiba di kediaman mereka namun caramel terus mengganggu Keanu saat itu.


.


.

__ADS_1


.


To be Continue ⬇️


__ADS_2