
Malam itu setelah Honey terlelap di atas sebuah tikar tipis, berbantal tas selempang dikepalanya, Keanu baru meninggalkan rumah sakit itu. Ia harus langsung kembali ke kantor Travorplay untuk mempersiapkan launching game esok harinya.
Ia terpaksa meninggalkan Honey saat itu, jika bukan karena urusan yang sangat penting ia tidak akan pergi dari situ.
Pagi hari Honey terbangun dari tidurnya. Suara percakapan dan cengkrama dari orang orang di sekitarnya terlalu nyaring tersengar di telinganya. Ia berusaha mengabaikan suara suara itu namun sia sia. Pembahasan mereka begitu jelas masuk ke telinga Honey.
Ia menarik sehelai kain yang tengah membalut sebagian badannya. Ia berharap kain itu bisa menutup mata dan telinga nya. Ia sungguh ingin melanjut kan tidurnya barang sesaat.
Aroma harum maskulin menyeruak. Kain itu terasa begitu halus menerpa wajah Honey. Perlahan ia membuka matanya dari balik kain tersebut. Ia sadar jika ia tak punya kain seperti itu. Apa milik orang di sekitarnya?
Dengan sigap ia bangkit dari tidurnya.
“Punya siapa ini?” gumamnya sambil mengamati jas hitam dihadapannya.
Begitu harum dan lembut di tangannya.
“Mbak honey selamat pagi,” sapa Randi.
“Pak Randi, kenapa pak Randi masih di sini?” tanya Honey kaget.
“Bos menyuruh saya menjaga mbak,” ucap Randi sambil menyerahkan segelas teh panas untuk Honey.
Honey mencari ke sekeliling ruangan jika Keanu ada di situ. “Pak Keanu?” tanya Honey.
“Beliau sudah kembali ke perusahan semalam setelah mbak tertidur,” sahut Randi.
“Hufftt syukurlah,” ucap Honey lega.
“Ini milik kamu?” tanya honey sambil mengangkat jas hitam ditangan nya.
“Punya pak Keanu, jas cadangan dari mobilnya. Dia yang menutupi itu ke tubuh mbak,” jawab Randi.
Apa aku pantas diperlakukan sebaik ini? Aku hanya karyawan biasa.
“Mbak, ada roti. Kurir baru saja mengantar ke sini. Sudah saya bagi juga ke mereka,” ucap Randi.
Honey menatap roti yang diserahkan Randi, roti buatan ke lima rekannya. Mereka suka memberi ciri khas tersendiri pada bentuk roti buatan mereka.
Honey mulai memakan roti pemberian Randi. Bagaimana pun ia harus sarapan mengisi kalori yang cukup untuk kembali menghadapi pahitnya kenyataan hidup yang harus ia lalui.
“Kata pak Keanu ia akan ke sini saat makan siang nanti usai semua pekerjaannya di kantor selesai,” ucap Randi.
“Kesini lagi? Kenapa pak Keanu mengurus hal hal seperti ini? Aku memang karyawan nya, tapi perhatiannya terlalu berlebih, aku jadi nggak enak terus menerus menerima kebaikan hatinya,” ujar Honey seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
“Hmm,” Randi mengangguk setuju. Sikap bos nya itu memang berbeda dari biasanya. “Jika ada sesuatu yang ia inginkan kemungkinan ia akan berlaku baik seperti ini,” ucap Randi menanggapi ucapan Honey.
“Benarkah? Apa yang di inginkan bos dari orang seperti saya?” tanya Honey dengan suara parau karena tidurnya masih sangat kurang.
“Entahlah, setahu saya bos sangat perhitungan dengan setiap langkah yang di ambilnya. Dan segala sesuatu yang sudah masuk dalam perhitungan nya pasti bermanfaat bagi perusahan. Mungkin dia berbaik hati dengan mbak karena…” Randi berpikir. “Mungkin saja bos berencana mendapatkan penghasilan dari kue kue mbak Honey,” ujar Randi asal.
“Haha pak Randi, kue saya nggak mungkin masuk bursa saham kan pak? Kue tidak bisa menghasilkan uang besar seperti yang pak Randi maksud,” ujar Honey.
“Iya juga sih,” jawab Randi yang ikut tertawa bersama Honey.
__ADS_1
Di tengah percakapan santai antara Honey dan Randi, seorang perawat datang mencari Honey. Perawat itu membawa satu keranjang berisi makanan.
“Mbak Honey?” tanya perawat itu.
“Iya saya?” sahut Honey penasaran.
“Kiriman dari dokter Rasya, selamat makan mbak,” ucap Perawat itu dan langsung pergi sati situ.
“Itu pasti dari dokter ganteng yang tadi ke sini,” tebak Randi.
“Dokter Rasya tadi ke sini?” tanya Honey.
“Ya, dia datang melihat mbak. Karena mbak Honey tidur jadi dia langsung pergi,” jelas Randi.
“Benarkah?”
“Ya coba mbak tanya ibu ibu itu, pagi tadi dia bangun paling awal. Sepertinya dokter itu adalah penggemar mbak.”
“Haha nggak salah? Apa yang dia gemarinya dari diriku?” honey memajukan wajah nya menunjukkan tampang terjelek nya.
“Mbak Honey itu cantik loh, coba di buka rambut nya dan pakai lipstik. Pasti langsung cantik deh,” ujar Randi.
“Ih sok tau ya? Itu cantik karena dandan dong,” ucap Honey.
Tanpa sadar hubungan Randi dan Honey pun semakin akrab, Honey mulai terbiasa bercanda dengan bebasnya layaknya seorang teman.
Seharian itu, Honey terus mengusir Randi pergi dari sisinya. Namun Randi kekeh tetap ingin berada di sisi Honey. Hingga saat jam makan siang, Keanu tiba di situ.
Lagi lagi ia membawa satu kotak besar berisi makan siang. Honey menolak mentah mentah bekal makan siang yang di bawa Keanu.
“Sebaiknya bapak bawa pulang kembali makanan bapak itu, biar Honey mencari makanan Honey sendiri,” ucap nya tegas.
Belum beberapa saat, satu buah kotak bekal makanan lain tiba di situ. Perawat meninggalkan pemberian dokter Rasya itu ke tangan Honey.
Apa lagi ini? Disaat seperti ini malah di bawakan makanan lagi? Hadeh, gimana aku bisa menolak pemberian pak Keanu ini jika donter Rasya juga membawa makanan ke sini.
Keanu berjalan mendekati Honey kemudian duduk persis di samping kursinya. Honey berpindah bergeser satu kuris menjauh dari Keanu.
“Randi, berikan kunci mobil kamu. Sekarang kamu minta pak Tora antar kamu ke Kantor. Batalkan dua pertemuan saya hari Ini. Kemudian infokan pada pemegang saham, rapat bulanan di adakan 3 hari lagi,” ucap Keanu.
“Baik pak,” sahut Randi kemudian pergi dari situ.
“Huffft, akhirnya dia pergi,” gumam Honey.
“Karena Randi sudah pergi, sekarang kamu makan dulu,” ujar Keanu seraya menyerahkan kotak makanan yang di bawanya.
Keanu mengambil sebuah kotak pemberian dokter Rasya kemudian memberikannya kepada seorang wanita yang tengah duduk di atas tikar.
“Gimana kabar ibu?” tanya Keanu.
“Masih seperti kemarin,” jawab Honey.
“Makan lah, setelah kamu selesai makan saya akan pergi dari sini,” ucap Keanu lembut.
__ADS_1
Honey mulai membuka makanan yang di bawa Keanu. Kotak makanan berisis beraneka lauk pauk dari rumah makan merk ternama.
“Saya sibuk hingga besok, mungkin malam ini saya tidak bisa menemani kamu di sini. Usai launching besok siang baru saya bisa ke sini lagi,” lanjut Keanu.
Kenapa harus melapor padaku, aku nggak bertanya.
Dalam diam Honey mulai memakan pemberian Keanu.
“Makan yang banyak,” ucap Keanu.
Ini juga lagi makan.
Keanu menatap Honey yang tengah kebingungan dengan lauk pauk di hadapannya.
Keanu mendekati honey kemudian membuka sebuah pisau plastik dalam kemasan untuk memotong steak.
“Pakai ini,” ucap Keanu seraya menyerahkan pisau itu kepada Honey.
Terlalu dekat, jarak duduk mereka hampir tak ada cela. Honey memutuskan bergeser membuat sebuah jarak dengan Keanu.
Keanu menatap honey kesal.
“Maaf pak, dari kemaren Honey belum mandi,” sambil menundukkan kepalanya.
“Emang kenapa kalau belum mandi? Aku nggak akan mencium kamu,” ucap Keanu datar.
Wajah Honey memerah sekaligus malu, ia teringat kejadian sebelumnya. Saat kepalanya mendekam di dada bidang pria di sampingnya itu. Pria yang memliki aroma terwangi yang pernah di jumpainya. Sedangkan tubuh honey? Wangi lifeboy tidak bisa bertahan lebih dari sejam di badannya, di tambah keringat dan bau polusi kendaraan pasti membuat aroma tengik keluar dari badannya.
“Jas bapak, sudah saya lipat. Apa bapak ingin membawanya?” tanya honey berusaha menghilangkan rasa malunya.
“Jas itu untuk kamu, anggap saja saya sedang bersama kamu saat malam hari. Jika udara terlalu dingin pakai lah supaya badanmu tetap hangat. Aku nggak ingin kamu sakit,”ucap Keanu.
Honey menatap serius wajah Keanu. Seakan tak percaya dengan apa yang di ucapkan nya. Ia seperti sedang memberi perhatian lebih terhadap Honey.
“Jangan terlalu akrab dengan dokter itu. Tolak jika dia mengajak kamu tidur di ruangannya, atau aku akan membuatnya menjadi gembel. Aku tidak suka ada pria mendekati kamu!” ujar Keanu tegas.
“Uhuk uhuk.”
Apa dia sedang cemburu? Kenapa tingkahnya semakin hari semakin aneh. Aku merasa seperti sedang di cemburui oleh seorang pacar, pak Keanu nggak mungkin menyukaiku kan?
Keanu menyerahkan sebotol air kepada Honey. Sambil menepuk nepuk punggung Honey. Ia bahkan membuka tutup botol itu untuk nya.
“Honey akan ke kamar mandi, perut Honey sakit. Bapak pergilah,” ucap Honey kemudian beralari menuju arah taman samping bangunan itu.
Keanu tersenyum simpul melihat tingkah salah tingkah Honey.
Terlihat jelas wajah honey yang sedang memerah. Ia sangat lucu saat sedang malu, ia bahkan pergi ke kamar mandi dengan membawa makanan nya.
Keanu memutuskan pergi dari situ. Urusan nya yang padat membuat ia tak bisa berlama lama di samping Honey. Acara peluncuran gamenya adalah besok, ia harus mendampingi tim nya bergadang semalaman untuk menyelesaikan masalah game yang kemarin sempat tersendat.
.
.
__ADS_1
.
To be continue ⬇️