
Di atas pembaringan Honey terus di peluk erat oleh pria tampan yang perlahan lahan mulai mengisi relung hati honey.
Honey menatap wajah pria yang berada hanya beberapa centimeter didepan wajahnya. Wajah yang sangat ingin di tatap nya sejak kemaren.
Karena Rasa penasaran akan wajah suaminya itu, Honey menyentuh pipi Keanu. Kemudian jemarinya mengelus mata berbulu indah tersebut, jemarinya menuju ke arah alis kemudian turun mengusap lembut bibir pria itu. Pria yang di sangkanya terlelap tiba tiba berucap.
“Sayang,” panggil Keanu.
“Kak, maaf. Aku mengganggu tidur kakak,” ucap Honey kaget.
Bibir itu mengembang indah, “nggak apa, sering sering juga boleh. Tubuhku ini adalah milik mu,” ujar Keanu kemudian membuka matanya.
Kata kata Keanu itu membuat hati Honey bergetar, seakan mendapatkan sebuah hadiah. Hati Honey di penuhi bunga bunga indah.
“Sayang aku ingin kamu kembali jadi diri kamu, bisa kah kamu lepaskan nama kakak mu yang melekat di identitas mu sekarang?” tanya Keanu lembut.
Pertanyaan Keanu membuat Honey tercengang. Terlalu sering menggunakan nama Honey, membuat nya lupa akan jati dirinya sebenarnya, ia bahkan mulai melupakan bahwa dirinya adalah Caramel.
“Please. Wanita yang aku inginkan adalah Caramel, aku mencintai dirimu. Aku ingin caramel ku kembali,” bujuk Keanu.
Honey masih terdiam, ia tak bisa marah atau pun menolak. Keanu menikahi Caramel bukan Honey. Jadi wajar jika suami nya itu melarang ia menggunakan nama Honey lagi.
“Kak,” panggil Honey lemah. “Aku juga nggak ingin menjadi diri kak Honey. Ini karena ibu, ibu tidak suka mendengar nama Caramel. Ibu baru akan bicara dengan ku jika aku mengatakan bahwa aku adalah Honey.” jelas Honey.
“Aku akan mencari cara agar ibu mu bisa sembuh, aku ingin ibu mu mengakui dirimu. Walaupun dia tidak pernah menyukai dirimu, dia tidak boleh memaksa dirimu menjadi orang lain,” ujar Keanu.
“Ibu sakit kak, maklumi saja.”
“Sejak kecil ibu mu tidak pernah menyukai mu,” ujar Keanu yang sebenarnya tau perihal ibunya yang sering memukul dan mengurung Honey di dalam kamar gelap.
“Apa yang harus aku maklumi? Jika tidak suka ya sudah. Nggak harus membuat dirimu menjadi kakak kamu dong. Aku menginginkan dirimu yang dulu. Caramel yang selalu bergantung pada ayahmu.” Ujar Keanu.
“Tapi ayah sekarang sudah tiada kak,” ujar Honey.
“Nggak apa jika ayah mu sudah tiada, ada kak Kean. Ingat? Kamu memiliki kakak yang kini menjadi suami kamu. Aku yang akan menggantikan ayah Ardi untuk menjaga mu,” ujar Keanu.
Honey terdiam, matanya berkaca kaca. Perasaan campur aduk, antara senang, sedih, sekaligus terharu. Selama ini tidak ada seorang pun yang pernah menyayangi Honey sebesar rasa sayang sang ayah kepadanya.
“Aku akan menjadi Caramel lagi kak, tapi bisakah saat berada di depan ibu jangan memanggilku nama itu? Hanya sampai penyakit ibu benar benar sembuh,” pinta Honey.
“Baiklah, hanya saat berada di dekat ibumu.” ucap Keanu.
__ADS_1
“Makasih kak,” balas Honey lembut.
“Aku akan umumkan pernikahan kita, semua orang harus tau bahwa kamu adalah istriku. Aku akan menikahimu dengan layak. Wedding party terbaik dan gelar nyonya Caramel Travor untuk mu,” ucap Keanu kemudian kembali memejamkan matanya.
“Kak, beri aku waktu sebentar lagi bisa? Aku akan ngomong dulu dengan teman teman. Aku ingin menyiapkan diri. Agar aku layak bersanding dengan mu,” ucap Honey.
Keanu berpikir sejenak.
“Baiklah, tapi mulai sekarang, jangan menggunakan nama Honey itu lagi. Ok?” ucap Keanu.
“Baiklah, aku akan jujur dengan teman teman mulai sekarang. Mereka tidak harus memanggilku Honey lagi mulai sekarang,” ucap Honey patuh. Uppsss maksud ku Caramel 🤭.
Cahaya di luar jendela mulai menampakkan pantulan cahaya sang mentari. Caramel bergegas bangun dari tidurnya, jika ia tetap berada di samping Keanu mungkin pria itu tak akan benar benar tertidur. Bukankah sedari tadi dia mengantuk?
Caramel beranjak keluar dari pelukan Keanu yang terus menghimpit nya.
“Kak, aku mandi dulu,” ujar Caramel.
“Baru jam 7 kan sayang? Kanapa harus mandi sepagi ini?” tanya Keanu yang berusaha memejamkan matanya.
“Biar bisa ke dapur membantu ibu,” jawab Caramel.
“Justru aku ingin ke dapur biar kakak bisa tidur nyenyak. Aku di sini, kakak malah nggak bisa tidur.”
Lagi lagi Keanu tersenyum. Memang benar, gerakan sekecil apa pun yang di lakukan istrinya itu ia langsung terjaga.
“Ya sudah, beri aku waktu tidur dua jam. Kita akan ke kantor bersama sebelum jam sepuluh.”
Caramel berdiri dari ranjang memungut satu persatu pakaian nya yang berserakan di atas lantai kemudian menuju kamar mandi. Ia melenggang tanpa mengenakan apa pun.
“Ehm,” deheman Keanu membuat nya mempercepat langkah masuk ke dalam bilik kamar mandi.
Sekitar tujuh menit kemudian Caramel keluar dari dalam bilik kamar mandi, masih dengan bathrobe. Ia mencari baju yang bisa di pakainya saat di dapur. Lagi lagi ia harus mencari pakaian di atas tumpukan kotak kotak di atas lantai. Setelah menemukan setelan dress simpel, Caramel keluar dari kamar menuju dapur.
Di dapur, bi Ulfa tengah menyiapkan bahan makanan yang akan di kelolanya untuk sarapan pagi mereka.
“Pagi bi,” sapa Caramel ramah.
“Pagi Nya, Nyonya kok bangun awal?” tanya bi Ulfa.
“Aku pengen buat sesuatu. Bibi punya stok bahan apa aja yang bisa di buat dessert?” tanya caramel.
__ADS_1
“Maksud nyonya?” tanya bi Ulfa bingung.
“Bahan untuk makanan penutup seperti puding, cake atau roti yang bisa aku kelola. Aku bosan bi jika nggak ada yang di kerjakan,” ucap Caramel.
“Oh, nyonya mau buat kue?” tanya bi Ulfa akhirnya mengerti. “Sini nya,” ajaknya.
Bi Ulfa membawa Caramel menuju sebuah laci, berbagai macam bahan terdapat di sana. Caramel mengambil beberapa bahan olahan yang bisa di buat kue simple dan tak ribet.
Setelah satu jam, aroma kue kering harum semerbak memenuhi seluruh ruangan.
“Bibi lagi buat apa, harum bener?” suara Lilian tiba tiba dari arah pintu.
“Bukan bibi Nya, itu aroma kue buatan nyonya muda,” jawab bi ulfa.
“Caramel, kamu rupanya,” Lilian mendekati Caramel. Beberapa kue kering yang sedang di dinginkan di atas loyang di comot masuk ke dalam mulut Lilian.
“Bu, belum di lumuri coklat,” ujar Caramel.
“Ga ada coklat aja udah enak kok sayang,” puji Lilian kemudian mengambil sepotong lagi kue di atas loyang.
“Nyonya muda sangat mahir, mengadon kue nya super cepat. Bentukannya sama semua dan rasa nya enak. Dan bibi masih bingung, kok bisa garing gitu, padahal menggunakan bahan bahan seadanya,” puji bi Ulfa.
“Aku sudah melakukan hal ini sejak aku kecil bi, jadi wajar jika cepat,” ucap Caramel.
“Hemm, nanti bi Ulfa masukin toples kue nya. Aku mau bawa masuk kamar untuk cemilan malam ku,” ucap Lilian. “Oh ya sayang, ibu mandi dulu, ibu belum mandi.”
Tanpa sengaja mata Lilian tertuju pada sebuah tanda merah di leher Caramel. Tanda yang sehari sebelumnya tidak ada di situ.
“Anak ku sudah pulang ya?” tanya nya dengan tatapan menggoda.
“Sudah bu, Kean sedang tidur sekarang,” jawabnya.
“Hmmmm wajar lah kalau capek, capek nya dobel,” Lilian mengerling genit ke arah Caramel kemudian pergi dari situ sambil tersenyum senang. “Berikan ibu cucu secepatnya sayang.”
.
.
.
To be continue ⬇️
__ADS_1