Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
026-Permen Manis


__ADS_3

Dari dapur Honey terus berjalan ikut di belakang Keanu. Mereka kemudian berhenti tepat di depan pintu lift khusus lantai 27.


“Masuk,” ucap Keanu.


Honey mengikuti perintah Keanu.


Keanu menyusul masuk kedalam lift kemudian memencet angka 27 pada tobol di samping pintu.


Lift mulai bergerak naik. Walaupun, ini sudah kesekian kalinya Honey menggunakan lift namun jantung nya sering terasa sesak saat berada di ruangan kecil. Untuk menghilangkan rasa cemas, Honey mulai menggerak gerakkan ujung jempol kakinya. Sepatu kanfas berwarna putih pemberian sang ayah ikut bergerak gerak. Serat serat di ujung sepatu semakin terlihat jelas. Sepertinya, sepatu kesayangannya itu tak akan bisa bertahan lama di kaki nya. Ia harus segera mengistirahatkan sepatunya itu. Sebagai peninggalan satu satunya dari sang ayah sepatu itu harus di selamatkan sebelum sepatu itu semakin tak berbentuk dan hancur.


Mata Keanu ikut menatap lantai dan fokus pada jari kaki Honey yang bergerak gerak seirama. Wanita di sampingnya itu terlihat gugup. Nafasnya bergerak cepat, bulir keringat semakin deras mengalir keluar dari pori pori kulitnya.


Keanu menarik tangan itu kemudian menggenggamnya erat. Setelah pintu terbuka Keanu langsung membawa Honey keluar dari situ.


Honey hanya bisa berjalan pasrah menatap punggung pria jangkung yang berjalan dihadapannya. Tangan itu menggenggamnya erat namun terasa begitu hangat dan nyaman.


Kemudian suara seorang wanita membuyarkan perasaan nyaman itu. Seorang wanita yang sangat cantik, anggun dan sexy.


“Pagi pak,” ucap Isabel.


Keanu cuek tak menjawab ucapan Isabel. Ia terus berlalu menuju ruangannya.


Ditatap tajam oleh wanita cantik itu, Honey berusaha melepaskan genggaman erat Keanu. Tapi sia sia, Keanu malah makin erat menarik jemari Wulan masuk dalam genggamannya.


Hingga tiba di sebuah ruangan luas dan mewah. Dengan sebuah meja yang agak luas bertuliskan CEO Keanu Travor.


Keanu masih menggenggam jemari Honey.


“Pak,” sekali lagi honey menarik tangannya.


“Ah ya, kamu duduk di situ,” Keanu mengantar Honey ke sebuah sofa mewah dekat jendela kaca.


“Sebentar,” Keanu berjalan menuju kamar mandi kemudian keluar dengan satu kotak p3k berwarna putih di tangannya.


Honey tak berani protes, jemarinya sungguh sangat baik baik saja. Berada di situ malah membuatnya kurang nyaman. Lebih baik baginya menahan ratusan sayatan pisau pada jemarinya dari pada menahan rasa canggung, malu, nggak enak hati dan perasaan ngerepotin sang CEO nya itu.


Haruskah ia memohon agar di biarkan pergi dari situ?


“Pak,” ucap Honey pelan, ia sedang berpikir keras agar bisa keluar dari situasi canggung yang saat itu terus menekannya.


Keanu yang sedang membuka salep oles dan obat merah dari kemasannya langsung mengangkat kepalanya menatap Honey.


“Kenapa ingin menolak lagi?” tanya Keanu.

__ADS_1


Honey terdiam.


“Saya ingin ke kamar kecil,” ucap Honey.


“Oh, disana.” ucap Keanu sambil menunjuk arah pintu.


Maksud aku kamar kecil di bawah. Bukan kamar kecil bapak. Tapi ya mau gimana lagi, sudah kepalang basah.


Keanu meraih jemari Honey. “Ayo?” ajak nya.


“Iya pak,” honey berjalan cepat menuju kamar mandi atau bos nya itu akan menarik tangannya kemudian mengantar hingga ia masuk ke dalam kamar mandi.


Honey sengaja berlama lama dalam kamar mandi. Kamar mandi itu jelas lebih luas dari kamar tidur di kos kosannya. Jika saja kamar mandi itu dijadikan kamar tidurnya ia tentu akan merasa nyaman, sambil berbaring dan menikmati bacaan favorit nya dari aplikasi noveltoon.


Honey menyalakan keran air, ia membilas lukanya. Tanpa di berikan obat, sebenarnya luka nya itu sudah sembuh. Tapi…


“Hufftttt,” gerutunya.


Jika ia keluar sekarang, ia akan menghadapi perasaan tak nyaman yang sangat ingin ia hindari.


Kemudian dari luar kamar mandi, terdengar percakapan percakapan Keanu dengan seorang pria.


Mungkinkah itu pak Randi?


Suara ketokan pintu mengharuskan Honey keluar dari ruangan itu.


Didepan pintu ia sudah di sambut oleh Keanu.


“Kamu baik saja kan?” tanya Keanu.


“Baik,” jawabnya singkat.


Seorang pria kemudian berdiri mengintip dari belakang punggung keanu.


“Bro, kamu menyimpan wanita dalam kamar mandi?” tanya pria itu.


“Ayo, aku sudah menyiapkan plester dan obat merah di atas meja,” ajak Keanu.


Honey berjalan menuju meja beriringan dengan Keanu.


“Kenapa dia di sini bro?” tanya pria itu penasaran.


Keanu tak menjawab ucapan pria itu. Ia hanya duduk di samping Honey kemudian mulai membersihkan lukanya dengan obat merah, mengoles salep kemudian menutup luka dengan plester.

__ADS_1


“Ckckck,” suara decak pria itu dari samping keanu. Pria itu seperti sedang menyimak perbuatan Keanu.


“Kamu bisa diam gak? Kamu bisa membuatnya takut,” ujar Keanu.


“Dia Sandri, pengacara saya. Kamu nggak usah pedulikan dia. Anggap saja dia nggak ada disini,” ucap Keanu pada Honey.


Wajah nya tak asing, dia salah satu orang di ruangan interview. Kenapa aku harus pedulikan dia? Aku harus kembali, Pekerjaanku masih banyak.


“Pak, bisa saya kembali sekarang?” tanya Honey.


Keanu berpikir sejenak.


“Randi segera ke sini, Randi akan membawa kamu turun,” ujar Keanu.


Sementara menunggu Randi, Sandri bersiul siul seolah sedang mengejek Keanu. Ia terus bersenandung sebuah lagu dari Rizky Febian berjudul Seperti Kisah.


“Suara pak Sandri bagus,” ucap Randi dari arah pintu.


“Nah ini dia yang di tunggu,” ucap Sandri lantang.


“Randi, antar Honey turun,” perintah Keanu.


“Baik pak,” jawab Randi.


Sebelum Honey meninggalkan ruangan, Keanu berjalan ke arah meja membuka sebuah permen kemudian memberikannya kepada Honey. “Rasa manis bisa sedikit mengurangi rasa takut kamu,” bisiknya.


Honey berjalan keluar sambil menggenggam erat pemberian Keanu.


Ayah…!


Honey teringat akan Almarhum ayahnya. Saat Honey ketakutan sang ayah akan memberikannya sebuah permen dan berkata hal yang sama.


‘Rasa manis ini bisa mengurangi rasa takutmu.’


Satu tetes air mata berderai jatuh di pipi Honey. Sebelum melangkah masuk ke dalam lift, ia memasukan permen pemberian Keanu ke dalam mulutnya. Perasaan hangat dan bahagia, rasa takutnya seketika sirna.


.


.


.


To be continued ⬇️

__ADS_1


__ADS_2