Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
085-Salah Paham


__ADS_3

“Cepat, berikan ponsel kamu,” pinta Natalia setelah membuka ikatan tali yang mengikat suruhannya itu.


“Tapi, ponselku di ambil kedua orang di luar,” jawab pria itu.


“Apa? Shiiii iiiiittt,” ucap Natalia.


“Kamu tau? Aku menyuruhmu mencari waktu yang tepat jika ingin menghancurkan barang bukti. Tapi, datang di saat seperti ini bukankah kamu terlalu ceroboh?”


“Saya sudah periksa semua arah sebelum masuk ke sini. Saat aku sedang membakar barang bukti itu, mereka tiba tiba muncul,” jelas pria itu sambil menundukkan kepalanya.


“Bukti nya sudah kamu bakar?” tanya Natalia.


“Sudah tapi tidak semua bagian terbakar.”


Natalia berbalik badan kemudian menendang tempat sampah di hadapannya. Ia berdiri sambil memejamkan matanya, kedua tangannya terkepal erat.


“Sekarang kamu pergi dari sini. Sembunyi lah sebaik mungkin, jangan pernah muncul sebelum kasus ini berakhir. Natalia memberi 3 gepok uang pecahan 100 ribu kepada Pria itu. “Sisa uangnya akan aku berikan setelah masalah ini sedikit tenang.”


“Terimakasih bu, saya akan pergi sekarang.”


Pria itu langsung membuka pintu kemudian berlari keluar dari gedung itu. Namun setibanya di halaman depan gedung 6 orang polisi sudah menunggunya di sana. Saat itu juga ia langsung di bekap untuk di proses di kantor polisi.


Saat Natalia keluar dari gedung itu, polisi langsung menyambutnya dan memborgol kedua tangannya.


Saat itu juga Randi keluar dari mobil yang tengah terparkir tak jauh dari situ. Ia berjalan menghampiri Natalia.


Natalia berusaha berontak, dengan makian dan umpatan serta sumpah serapah yang di lontarkan kepada para petugas yang menahannya.


“Kalian gila? Kalian tidak tau siapa aku? Lepaskan aku!” teriaknya


“Cepat, lepaskan aku. Dasar kalian breng sek, kalian buta? Aku General Manager di perusahan ini. Atas dasar apa kalian berani menahan ku?”


“Kalian akan menyesal sudah menangkapku. Aku akan menuntut kalian, aku akan membuat kalian meyesal telah melakukan ini padaku!”


Natalia terus berteriak histeris hingga Randi tiba di situ.


“Randi, ayo suruh mereka melepaskan ini. Kenapa aku di borgol?”


“Maaf, aku hanya menjalankan perintah.”


“Perintah siapa hah?” teriak Natalia garang.


“Pak Keanu sedang transit di Dubai, empat jam lagi ia akan tiba di sini. Mbak bisa bertanya langsung pada pak Keanu setelah ia tiba disini.”

__ADS_1


“Bawa mereka,” perintah Randi pada polisi.


Saat itu juga Natalia dan pesuruh nya langsung di bawa ke kantor polisi terdekat.


—oo0oo—


Empat jam kemudian, pukul delapan pagi, pesawat yang membawa Keanu dan Caramel tiba di bandar udara Budi Utomo. Dari situ mereka langsung menuju kantor polisi Bogor.


Saat itu Natalia sedang berada dalam ruangan interogasi. Setiba Keanu dan Caramel di situ, interogasi terhadap Natalia langsung di lakukan.


Beberapa pertanyaan di utarakan penyidik pada Natalia. Ia sama sekali tidak mengakui perbuatannya. Bahkan setelah barang bukti berupa pesan dari pria suruhannya di ungkapkan Natalia tetap tidak mengakui perbuatannya.


Selang sejam Lilian tiba di ruangan interogasi.


“Sayang, kamu baik baik saja?” Lilian langsung memeluk Caramel setiba Lilian di ruangan itu.


“Bu,” Caramel langsung membalas pelukan Lilian. “Aku baik baik saja ma,” jawab Caramel.


“Ibu, ibu tidak menyangka sama sekali. Siapa yang tega melakukan hal itu pada menantu mama?” ucap Lilian sambil terisak.


“Natalia!” jawab Keanu datar. Ia menatap tajam ke sebuah sosok wanita yang sedang di interogasi di dalam ruang interogasi.


“Natalia? Maksud kamu Natalia yang menculik Caramel?” tanya Lilan seakan tidak percaya.


“Makanya aku menyuruh ibu ke sini. Biar ibu bisa lihat sendiri bagaimana sifat asli wanita itu,” tegas Keanu.


“Aku benar bu, Natalia penyebab kebakaran di dapur perusahan. Dia juga penyebab wahana rusak serta keracunan makanan puluhan orang itu. Dia bahkan menculik Caramel dan oh ya, dia yang membuat aku hampir kehilangan kontrak triliunan dengan perusahan Yamada.”


“Nak, Natalia itu sudah seperti keluarga kita. Ibu tidak percaya dia akan melakukan hal itu,” sangkal Lillian.


“Ibu lihat lah sendiri,” ucap Keanu sambil menujuk ke arah Natalia melaku cermin satu arah di ruangan itu.


Beberapa pertanyaan membuat Natalia mulai terpojok, semua belangnya mulai terungkap. Ia pun berdiri dan mulai memaki petugas tang sedang melakukan interogasi terhadap dirinya.


“Aku tidak melakukkan kejahatan, perusahan itu milik ku. Yang seharusnya di tangkap adalah keluarga Travor. Mereka menipu keluarga ku. Mereka merebut milik ayahku,” teriak Natalia.


Mendengar ucapan itu mata Lilian terbelalak. Mulutnya menganga sembari di tutup dengan jemari kanannya.


“Natalia? Apa maksud ucapannya? Kenapa seperti ini? Ibu ingin bertemu dengannya,” ucap Lilian.


“Masih dalam proses interogasi. Ibu belum bisa bertemu dengannya,” cegah Keanu.


“Tapi, nak. Dia sudah seperti keluarga kita. Ibu sudah menganggap Natalia seperti keponakan ibu sendiri. Dia adalah putri dari sahabat ayah mu. Ibu melihat ia tumbuh besar. Ibu tidak tega melihat nya seperti ini. Ibu mohon, ibu ingin bicara dengannya,” pinta Lilian.

__ADS_1


Keanu mengampil sebuah telpon di aras meja di ruangan itu. Ia menghibungi petugas dalam ruangan itu.


Keanu meminta agar ibunya bisa berbicara empat mata dengan Natalia. Mungkin saja Natalia akan berbicara jujur dan mengakui semua perbuatannya. Hukumanya juga tidak akan terlalu berat.


Lilian di jemput oleh seorang petugas polisi menuju ruang interogasi. Natalia yang tadinya sedang marah marah dengan seorang petugas langsung terdiam saat melihat Lilian masuk ke ruangan itu.


Mimik Natalia semakin emosi.


“Apa yang kamu lakukan di sini? Kamu datang ingin menertawakan ku? Pergi dari sini!” teriak nya.


“Aku tidak ingin melihat wajah munafik wanita ini. Ia selalu menggunakan topeng di hadapanku. Keluarga nya telah mencuri saham milik ayahku!” bentak Natalia.


“Apa maksud ucapan mu?” tanya Lilan keheranan.


“Saham siapa yang kami curi?”


“Ayah ku jatuh sakit karena kalian, kalian merenggut segalanya dari ayah,” ucap Natalia.


“Apa yang kamu bicarakan? Siapa yang mengatakan hal omong-kosong itu padamu?” tanya Lilian.


“Bukti bukti dokumen kepemilikan saham ayah di perusahan, kemana semua itu? Kalian mencurangi nya. Ayah ku juga turut membangun perusahan itu, ia salah satu pendiri di sana,” ucap Natalia histeris.


Lilian maju beberapa langkah kemudian menampar pipi Natalia.


“Siapa yang mengatakan hal bodoh itu padamu?” tanya Lilian.


“Hal bodoh? Aku masih terlalu kecil saat itu. Yang aku tau, ayah ku sangat deperesi hingga akhir hayat nya. Ia kehilangan segala milik nya. Dan kalian hidup bermegah di atas penderitaan ayahku,” ucap Natalia. Air mata kekuar dari kedua sudut matanya.


“Lia, tante akan jelaskan semua nya, kamu tenang dulu. Semua yang kamu katakan adalah salah. Tante tidak tau kamu mendengar cerita bohong itu dari siapa,” Lilian maju beberapa langkah, ia memeluk tubuh Natalia yang kala itu sedang bergetar. Natalia menagis sejadi jadinya meratapi kemalangan yang menimpa sang ayah.


Niat baik Lilian di tolak mentah mentah oleh Natalia. Saat itu juga ia mendorong tubuh Lilian yang sedang memeluknya. “Menjauh dariku, jangan menyentuhku. Aku tidak akan tertipu lagi oleh mulut manismu.”


Lilian terdorong mundur beberapa langkah ke belakang hingga terjatuh ke lantai. Petugas yang berjaga di situ kembali memborgol tangan Natalia.


Melihat sang ibu terjatuh, Keanu dan Caramel langsung menuju ruangan interogasi itu.


“Bu,” Keanu langsung menarik Lilian bangkit.


Di saat yang sama Caramel langsung menggenggam tangan ibunya.


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue ⬇️


__ADS_2