
Tinn tiiiiin tiiiiiiiiiiiiiinnnnnn.
Suara klakson berkepanjangan dari halaman parkir kediaman Lilian. Terdengar sangat mengganggu saat Lilian dan Caramel tengah berbincang mengenai liburan terakhir Lilian di Yunani.
“Nya, tuan Keanu sudah menunggu di depan,” lapor seorang pelayan.
“Anak itu kenapa nggak mampir?” tanya Lilian.
“Nggak tau nya, tuan belum keluar dari dalam mobilnya,” ucap pelayan itu lagi.
“Lihat aja tuh sikap suami mu, gimana cara nya ibu mengajak kamu liburan bersama ibu. Anak angkuh itu bahkan nggak suka kamu berlama lama di rumah ibu,” ujar Lilian cemberut.
“Nanti bu, saat urusan kerjaan Kean sudah agak longgar kita liburan bersama dia juga,” ucap Caramel.
“Liburan bersama nya? Huf sama aja boong, ibu ingin bersama menantu ibu. Berbikini sambil menikmati pantai kuwai, berenang lepas di danau Ontario, atau bermain ski di Fujiama Resort. Saat bersama Keanu, liburan kita jadi terganggu,” ucap Lilian dengan wajah cemberutnya.
Tiba tiba sebuah ide briliant muncul dalam benak Lilian.
“Kalian cepatlah punya anak, biar ibu yang jaga anak kalian. Nggak bisa liburan bareng menantu kan Ibu bisa liburan bareng cucu,” ucap Lilian bersemangat.
“I itu, Caramel belum berencana sampai ke sana bu,” ucap Caramel.
“Sudah cepat temui suami mu, setiba di rumah langsung buat anak buat ibu ya,” ucap Lilian sambil menggiring tubuh Caramel keluar dari situ.
Setiba di teras suasana sudah agak gelap. Putra nya sedang menunggu dibalik kemudi.
“Sayang, kalian kapan bulan madu?” tanya Lilian yang sudah berdiri di samping pintu mobil.
Keanu melirik curiga ke arah ibu nya.
“Kenapa ibu bertanya soal itu? Jangan katakan ibu akan ikut dengan kami,” ujarnya.
“Hahaha, tentu saja bukan. Kalian akan ke mana? Hmm,” Lilian berpikir sejenak.
“Sekarang Eropa sedang musim dingin kalian ingin ke paris, Rusia, atau Belanda?” tanya Lilian.
“Masuk lah sayang,” Lilian mengantar Caramel masuk ke dalam mobil. “Ibu akan pesan tiket liburan untuk kalian. Jangan lupa buat kan ibu cucu yang banyak. Ibu nggak akan ganggu kalian lagi. Cucu perempuan yang cantik. Hmm cucu laki laki juga ga apa. Lebih baik jika kembar,” ucap Lilian senang.
“Hmmm, akan aku usahakan. Bye bu,” ucap Keanu kemudian mulai manancap pedal gas dibawah kaki kanannya.
“Bye, hati hati di jalan. Caramel kamu nggak boleh kecapean ya,” teriakan Lilian masih terdengar di telinga Keanu dan Caramel.
Caramel tersenyum mengingat sikap ibu mertuanya yang sangat perhatian itu. Dirinya sangat beruntung.
Ia menatap ke arah kanan dimana pria nya itu sedang mengemudi.
Benar benar beruntung, mendapat suami dan ibu yang baik. Apa lagi yang aku butuh semua seakan sudah aku miliki saat ini? Aku hanya harus belajar mencintai nya dengan setulus hatiku.
“Ibu ngerepotin kamu ya sayang?” tanya Keanu.
“Nggak kak, nggak sedikitpun,” ucap Caramel seakan terkejut oleh pertanyaan Keanu yang tiba tiba.
“Aku malah senang, ibu terlalu baik dan perhatian. Aku mungkin nggak bisa membalas kebaikan ibu. Ibu terlalu baik kepadaku kak,” ucap Caramel.
“Ya sudah berikan saja apa yang ibu minta,” ucap Kean.
“Maksud kakak?” tanya Caramel.
“Yang barusan ibu minta,” ujar Keanu menatap Caramel.
__ADS_1
“I itu..” Caramel menunduk malu tak berani menatap tatapan suaminya yang terasa semakin menggoda.
…..^_^….
Hari itu dalam acara rapat pemegang saham bulanan, Keanu resmi mengumumkan Natalia sebagai GM di perusahan itu. Semua urusan penting perusahan menyangkut internal perusahan akan di tangani langsung oleh Natalia.
Usai acara rapat penting itu Keanu langsung menuju dapur bakery dimana Caramel sedang sibuk membuat adonan batik cake.
Keanu masuk diam diam sambil mengangkat telunjuknya ke arah bibirnya. Ia sudah duduk di kursi yang disiapkan di dapur itu.
Rian menghampiri Keanu.
“Bapak mau kopi?” tanya Rian pelan.
“Nggak usah repot,” tolak keanu.
“Kalau kue?” tanya Rian lagi.
“Nggak usah, aku akan mengajak istriku keluar makan,” tolak Keanu lagi. “Gimana pernikahan kamu?” tanya Keanu.
“Minggu depan orang tua ku datang dari kampung untuk melamar. Setelah itu baru di tentukan tanggal pernikahan kami,” ujar Rian.
Keanu mengeluarkan dompet dari dalam saku baju nya. Kemudian sebuah lembar kertas ia keluarkan dari dalam dompet. “Untuk biaya pernikahan kamu,” ujar Keanu.
Mata Rian melotot menatap nominal dalam lembar kertas itu.
“Ini kebanyakan pak, Rian nggak bisa terima uang segini banyak,” tolak Rian.
“Ambilah, sudah lama aku ingin memberikan kamu uang. Sejak kamu membantuku mempertemukan ku dengan istriku. Ambillah itu hak kamu,” ucap Keanu.
“Tapi bantuan ku nggak seberapa pak,” ucap Rian.
“Uang itu juga nggak seberapa besar,” jawab Keanu.
“Ta tapi pak.”
“Sudah terima saja. Istriku sering cerita soal kalian. Kalian selalu ada untuknya. Aku senang dia berteman dengan kalian,” ucap Keanu.
Beberapa saat Caramel sudah berdiri di belakang Rian.
“Kak sudah selesai,” ucap Caramel.
“Ayo,” ajak Keanu.
“Hon, tas kamu,” ucap Raniya.
“Jangan panggil dia Honey lagi. Mulai sekarang panggil dia Caramel,” ucap Keanu.
“Caramel? Baik pak,” ucap Raniya.
“Kak mulai sekarang panggil aku Caramel karena Caramel adalah namaku,” sambung Caramel.
“Nggak masalah aku Caramel atau Honey, aku masih tetap temen kalian. Hanya saja aku ingin di panggil sesuai dengan namaku,” jelas Caramel.
“Baiklah mel,” ujar Raniya tersenyum. “Ini,” kemudian memberikan tas kepada Caramel.
“Aku jalan dulu ya, kak Mar tolong liat isi oven ya 15 menit di angkat,” ucap Caramel.
“Ssiippp,” sahut Marwah.
__ADS_1
“Kami jalan dulu,” ujar Caramel kemudian pergi dari situ.
Akibat kesibukan sang suami selama seminggu terakhir, hari itu adalah kali pertama Keanu menemui istrinya di dapur. Wajah Keanu yang sering terlihat mumet akibat masalah pekerjaan terlihat lebih plong hari itu. Ia bisa menyempatkan diri makan siang bersama sang istri.
“Kak, gimana rapat barusan?” tanya Caramel.
“Berjalan lancar, Natalia sudah resmi di angkat menjadi GM. Dewan direksi juga nggak berani nolak,” ujar Keanu sambil terus berjalan meninggalkan dapur.
“Syukurlah,” ujar Caramel.
“Maafin ya sayang, baru sempat ajak kamu makan bareng,” ujarnya.
“Nggak apa kak, aku maklum aja kakak sibuk. Jika saja aku bisa berbagi beban pekerjaan kakak, pasti aku bersedia membantu kakak. Tapi aku nggak bisa apa apa,” ujar caramel kecewa.
“Kamu cukup jadi istriku, dan lakukan yang kamu senangi. Nggak usah pikirkan pekerjaan. Kedepannya aku akan sering membawa mu kemana pun kamu mau,” ujar Keanu
Ia merangkul pundak sang istri.
“Kak,” Caramel berusaha menarik diri menjauh dari Keanu. “Diliatin banyak orang,” ucap nya.
“Haha, masa nggak boleh pegang istri sendiri.” ujar Keanu.
“Tapi bagi mereka kakak lagi pegang karyawan kakak,” ucap Caramel.
Setelah Keanu dan Caramel melintasi loby beberapa karyawan di dekat situ menunduk. Mereka kemudian berdiri setelah Keanu dan caramel berlalu. Berpasang pasang mata itu menatap Keanu dan Caramel. Mereka berbisik, bergunjing. Bahkan beberapa karyawan menatap sinis, menatap kurang senang dan ada yang tertawa merendahkan.
Disaat jam makan siang, hampir semua karyawan seliweran di loby kantor. Ada yang hendak keluar makan siang, ada yang sedang melintas menuju kantin. Dan saat tatapan tatapan itu menatap jengah ke arah Caramel. Keanu menarik lengan Caramel dan menggenggam jemarinya.
“Nggak ada yang salah jika aku memegang tangan Caramel, dia istriku” ucap nya lantang.
Seorang sekuriti menunduk memberi hormat kepada Keanu.
“Pak Hasan, tolong laporkan kepada saya jika ada yang suka bergunjing setiap kali istriku lewat,” ucap Keanu pada sekuriti itu.
Keanu berbalik menatap ke bagian dalam loby.
“Baik di loby, di kantin, di ruangan manapun di gedung ini, jika ada yang menjelek jelek kan istri saya tolong laporkan kepada saya. Dengan bukti yang di bawanya saya akan memberikan imbalan kepada orang itu,” ucap Keanu kepada semua orang di ruangan luas itu.
Caramel menunduk. Niatnya ingin menghindar dari orang orang itu, eh malah di umumin.
Wajah wajah yang mendengar ucapan Keanu terdiam, kaget, sekaligus shock. Ternyata selama ini pak Keanu sering nongkrong di dapur, sering mengajak jalan Caramel, sering belikan mereka makan karena Caramel adalah istrinya.
“Ayo,” Keanu kembali merangkul pinggang Caramel kemudian keluar dari ruangan itu. “Mulai sekarang nggak ada lagi yang boleh menjelek jelek kan kamu di perusahan milikku sendiri,” ucap nya.
Caramel masih terdiam. Ternyata keanu tau bagaimana nama nya telah menjadi sangat buruk di antara karyawan karyawan kantor. Bagaimana ia dan tim nya di nyatakan sebagai penggoda.
Setiap kali pak Randi atau pak Tora menjemputnya sepulang bekerja, ucapan wanita penghibur akan keluar dari mulut orang orang yang di laluinya.
Mobil yang terparkir di parkiran khusus di buka pak Tora untuk kedua majikannya itu masuk.
“Pak Tora, berikan kuncinya, saya yang akan nyetir,” ucap Keanu.
“Baik pak bos,” jawab pak Tora seraya menyerahkan kunci untuk keanu. “Hati hati di jalan pak,” lanjut pak Tora.
Mobil Mercedes putih itu berlalu pergi dari gedung menjulang itu meninggalkan orang orang yang terus bergosip mengenai pernikahan CEO dengan anak dapur bernama Caramel. Setiap cerita negatif mengenai Caramel berganti menjadi cerita cerita positif. Tak ada lagi yang berani berkata buruk tentang istri CEO itu.
.
.
__ADS_1
.
To be continue ⬇️