
“Kita intervienya bersamaan masuk ya?” tanya Raniya kepada Marwah.
“Iya mungkin, buktinya kita sudah disini semua,” jawab Marwah.
“Aku nggak pernah interview kayak gini jadi aku nggak tau,” ucap Raniya lagi.
“Aku juga, sejak lulus sekolah sudah ikut bu Tini. Jadi nggak pernah kerja di tempat lain,” sahut Marwah.
“Ehm,” dehem wanita yang menjemput mereka barusan. “Perkenalkan nama saya Natalia, saya Manager HRD, saya yang akan mengurus kontrak kerja kalian, jadi jika ada pertanyaan pertanyaan kalian bisa hubungi saya di ruangan HRD lantai delapan,” ia berdiri menatap satu persatu para patisserie dihadapannya. Mereka duduk diam dan rapih, lebih seperti sedang kaku karena gugup.
“Kalian termasuk beruntung, bisa bekerja di perusahan ini dengan mudah. Ribuan orang berbondong bondong membawa lamaran mereka ke sini, namun hanya orang orang terbaik yang terpilih. Kalian tidak melewati hal itu, hanya karena cafe kalian di beli oleh CEO, kalian ikut masuk ke perusahan ini,” jelas Natalia.
Natalia menatap ke arah Honey.
“Kamu Honey Hermond sarjana IT itu kan?” tanya Natalia.
“I iya saya,” jawab Honey ragu.
“Lumayan, nilai terbaik lulusan Kum Laude,” ucap Natalia sambil menganggukkan kepalanya.
“Dan, Rita Daniarti?” Natalia mencari sosok Rita.
“Sa saya bu!” ucap Rita sambil mengacungkan tangan ke atas.
“Kamu tak lulus SMP, bahkan pangkat terendah di kantor ini. OB dan Cleaning service minimal harus lulusan SMA,” Natalia menggeleng gelengkan kepalanya.
Merusak reputasi perusahan! batin Natalia.
“Hmm, Murianto?” Natalia menatap satu satunya lelaki di antara mereka. “Kamu lucu SMK jurusan mesin, dan berakhir di depan oven!”
“Ada ada saja, S1 IT dan STM mesin doyan buat kue,” gumam Natalia sambil berbalik badan menuju kursi nya.
“Isshh sombong sekali,” ujar Rita pelan.
“Sok cantik,” sambung Rian.
“Tua Bangka,” tambah Aluna.
“Tante tante menor,” timpal Marwah.
“Hmm, muke gile,” ujar Raniya ga jelas.
Dengan suara pelan mereka mencibir Natalia. Mendengar kekompakan rekannya Honey berpikir sesuatu yang harus di sebutnya. Sambil terkekeh ia berucap.
“Adonan gagal,” ucap Honey.
Serempak mereka tertawa. Adonan gagal adalah hal yang paling mereka hindari saat di dapur. Natalia kini menjadi sebuah adonan gagal di mata mereka.
“Ka kalian sedang bermain main main disini?” Bentak Natalia. “Apa yang lucu, apa yang kalian..” ucapan Natalia tiba tiba terhenti.
“Ehm,” dehem Keanu. Sang bos baru saja memasuki ruangan itu.
Natalia berdiri sambil menundukkan kepalanya.
“Pagi pak,” ucap Natalia lembut.
Keanu tak merespon. Ia langsung mengambil kursi paling ujung. Randi pun ikut duduk di samping Keanu. Dengan jarak satu kursi kosong kemudian Natalia.
Mata Rian tercengang menatap ketampanan sang bos. Mulutnya menganga sambil diam mematung. Waaaw luar biasa.
Demikian dengan Kelima rekan Rian lainnya. Mata mereka hanya tertuju pada Keanu.
__ADS_1
Dengan santai Keanu bersandar pada sandaran kursi. Kaki kanannya di lipat naik ke atas lutut kiri dan matanya nya langsung mencari sosok Honey.
Gadis paling cantik dengan rambut yang di kepang. Polos sekali. Apa dia selalu seperti ini? batin Keanu.
“Interview akan segera kita lakukan. Sebelum nya saya,” Randi mulai berdiri memberi beberapa kata sambutan, kemudian…
“Permisi,” Sandri berjalan memasuki ruangan itu kemudian duduk di antara Randi dan Natalia.
“Maaf telat,” ucap Sandri.
“Katanya nggak mau ikutan, interview ini kan bukan urusan mu,” nyinyir Keanu.
“Kayak nya seru, jadi ikut saja lah,” jawab Sandri.
“Ehm, kita lanjutkan lagi. Selamat bergabung di perusahan Travor Primary Corp. Perkenalkan saya Randi Setiawan, executive assistant CEO di perusahan ini.” ucap Randi kemudian duduk kembali.
“Apa ini yang di sebut interview? Itu nama nya kamu sedang memperkenalkan diri,” bisik Sandri di dekat telinga Randi.
“Aku hanya ikuti petunjuk bos kita pak Sandri, apa yang bisa saya tanyakan kepada mereka? Saya tidak mengerti apapun soal dapur dan kue,” jawab Randi tak kalah pelan.
Kemudian Natalia mulai mengambil alih pertanyaan.
“Berapa tahun kalian bekerja di cafe itu?” tanya Natalia.
“Tujuh tahun,” ucap Marwah.
“Saya tiga,” sahut Rita.
“Hmmm, Enam Tahun,” jawab Raniya sambil berpikir.
“Aku lima deh kayaknya,” ucap Rian sambil mengingat ngingat persisnya berapa lama.
“Maaf kak aku baru enam bulan,” ucap si kecil Aluna.
Sementara itu Keanu mengambil data mereka di atas meja. Ia membaca biodata diri Honey.
Lima tahun? Nggak mungkin dia lulusan S1 IT. Bukan kah seharusnya usianya sekarang 22 tahun bukan 25 tahun. Dan?
“Kamu berapa bersaudara?” Tanya Keanu sambil menatap Honey.
“Aku sendiri,” jawab Honey.
“Aku enam kak,” jawab Aluna.
“Aku tiga,” Rian.
“Aku tiga pak,” Raniya.
“Dua pak,” Rita.
“Enam,” Marwah.
“Hmm, interview macam apa ini? sedang sensus penduduk atau cerdas cermat babak perebutan?” Gumam Sandri.
“Kenapa nggak ada yang bertanya menyangkut pekerjaan di sini?” Protes Sandri.
“Ok pak Sandri silahkan memberikan pertanyaan,” ujar Keanu.
Sandri terdiam. Ia menjadi kebingungan, Apa yang harus ia tanyakan?
“Mungkin pak Sandri ingin bertanya resep kue atau cara membuat Roti?” Sindir Keanu.
__ADS_1
“Tanya mereka soal jam kerja atau apa saja yang menyangkut pekerjaan kan bisa,” ucap Sandri asal.
“Kami bekerja jam tujuh pagi hingga jam sepuluh malam pak,” jawab Rian.
Mata sandri membulat. “Benarkah 15 jam?”
Setahu Sandri dari undang undang ketenaga kerjaan, seorang karyawan bekerja hanya di batasi delapan jam sehari. Lebih dari itu akan di hitung sebagai lembur dengan bayaran lembur yang di bayar per jam.
“Iya pak,” sahut Rian lagi,
“Lima belas jam sehari!”
“Berapa gaji kalian?” tanya Sandri.
“Dua juta tiga ratus ribu,” ucap Rita.
“Gaji Aluna hanya 1 juta tuju ratus ribu,” ucap Aluna.
“Kamu kan baru bekerja beberapa bulan, dulu kakak juga segitu waktu baru kerja,” ucap Honey.
“Iya kak Luna mengerti,” jawab Aluna.
“See?” ucap Keanu.
“Apa saja pekerjaan kalian?” tanya sandri lagi.
“Tentu saja membuat kue,” jawab Rian.
“Hmm, terkadang ngepel, trus cuci piring, nyapu. Pokoknya Luna paling nggak suka membersih kan dapur. Apalagi kalau di suru bersihkan oven, paling melelahkan,” jawab Aluna polos.
“Berapa kamu akan menggaji mereka?” tanya Sandri pada Keanu.
“Cih, sekarang dia yang jadi antusias,” desis Keanu nyinyir ke arah Sandri.
“Kalian menggaji mereka berapa?” tanya Sandri. pertanyaan di alih kan ke Randi.
“Enam pak,” jawab Randi pelan.
“Bukankah itu terlalu sedikit. Minimal gaji karyawan disini 7,5 juta.” ucap Sandri.
“Lihat? Siapa yang sedang sensus sekarang?” gumam Keanu.
“Pak, kita masih ada pertemuan dengan BNT. Sudah hampir jam sebelas,” ucap Randi.
Keanu segera berdiri dari kursinya.
“Saat ini Interview di lanjutkan oleh Pak sandri dan Ibu Natalia. Saya masih ada urusan penting yang harus di hadiri bapak,” ujar Kenanu kemudian keluar dari ruangan itu.
Setelah keluar dari ruangan interview, Keanu menyerahkan map yang ada di tangannya pada Randi.
“Selidiki wanita ini, keluarga nya, tempat yang sering di kunjunginya dan semua kebiasaannya. Berikan hasilnya secepatnya,”
“Baik pak.”
Honey Hermond. Caramel Hermond. Aku masih yakin Honey Hermond adalah Caramel.
.
.
.
__ADS_1
To be continued ⬇️