
Honey dan Lilian masuk ke dalam ruangan Keanu. Keanu nampak sedang fokus pada layar laptop seperti sedang meneliti sesuatu, sedangkan Randi sedang memungut satu persatu lembar kertas di atas lantai.
Lilian dan Honey langsung menuju kursi dan meja bulat di sudut ruangan. Di lantai, di atas meja bahkan di atas sofa berserakan kertas kertas yang mungkin di hambur oleh Keanu.
“Randi sudah ketemu?” tanya Keanu.
“Belum pak,” jawab Randi.
“Siapa yang pernah masuk ke ruangan ini saat aku nggak ada?” tanya Keanu.
“Yang masuk ke sini paling saya, pak Sandri, OB, Isabel, dan nyonya, selain itu nggak ada pak,” ujar Randi.
“Perusahan Yamada menuntut ganti rugi kontrak sedangkan kontrak kerja nya hilang. Bukankah ini sebuah kesengajaan?” ujar Keanu.
Randi terdiam.
“Tidak ada yang tau password laptop bapak selain bapak,” ucap Randi.
“Tapi seharusnya surat kontrak tertulis nya ada kan?” tegas Keanu.
Randi kembali terdiam.
“Sekarang juga cari bukti kontrak dan persetujuan kerjasama kita dengan Yamada empat bulan yang lalu. Kontrak kerja 4 tahun lalu ada, tapi kontrak kerja baru hilang!” ucap Keanu kepada Randi yang sedang berjalan keluar membawa kertas kertas di tangannya.
“Baik pak akan saya usahakan,” jawab Randi sebelum akhirnya keluar dari situ membawa beberapa berkas keluar.
Keanu masih sibuk mencari data data dalam laptop, Randi kembali masuk ke dalam ruangan membereskan map map yang tersisa di lantai dan sofa.
“Begitu gaya nya saat sedang marah. Kita diam saja, jika ikut bicara maka akan kena serempet juga,” bisik Lilian.
“Bu, saya akan membantu mencari,” ucap Honey kemudian bangkit dari kursinya menuju lantai dan sofa di mana ratusan map masih berserakan.
“Nyonya,” tegur Randi. “Ini tugas saya. Nyonya nggak usah repot, biar saya saja,” tukas Randi seraya mengambil alih map dari tangan Honey.
“Siapa tau saya bisa bantu?” ucap Honey pelan.
Keanu berdiri dari meja nya menghampiri Honey.
Ia menarik lengan Honey agar berdiri dari posisi nya berlutut di atas lantai. “Ayo,” ajak Keanu.
Honey berjalan mengikuti Keanu ke arah Lilian berada.
“Bu, aku titip istriku di rumah ibu beberapa hari. Aku akan ke Jepang sore ini. Dia tidak bisa sendiri di apartement karena dia tidak bisa berada dalam lift sendiri,” ucap Keanu.
Dengan wajah girang Lilian bangkit dari duduknya. “Tentu saja bisa. Aku akan membuatnya betah berada di rumahku,” ucap Lilian.
“Jangan menghasut otaknya menjadi sama dengan otak ibu, jangan memaksa jika dia tidak suka, selebih nya Kean serahkan sama ibu,” ucap nya sambil mengedipkan mata.
“Baiklah, ibu mengerti,” jawab Lilian kemudian memegang tangan Honey.
“Sayang berikan ponsel kamu,” pinta Keanu.
Honey memberikan ponsel dari saku baju nya kepada Keanu. “Tapi pak, hp ku low bat,” ucap Honey.
Lilian tersenyum melihat keluguan Honey.
“Berikan saja,” pinta Keanu.
Honey menyerahkan ponsel usang miliknya ke tangan Keanu. Pria itu kemudian berjalan menuju meja kerja mengambil sebuah tas kertas berwarna coklat. Ia mengeluarkan ponsel terbaru brand ternama dari dalam tas tersebut. Setelah mengeluarkan kartu dari ponsel lama Honey, Keanu memasang kartunya di ponsel yang baru di belinya itu.
__ADS_1
“Hp kita sama aku berwarna biru dan kamu pink.” Seraya menyerahkan ponsel ke tangan Honey. “Aku sudah menyimpan nomor ku, nomor ibu dan nomor Randi disitu , jadi saat aku nggak ada ponsel harus kamu perhatikan. Nggak boleh ada istilah lowbat saat aku menelpon atau pun nggak dengar. Jangan lupa makan tepat waktu, saat bekerja sekalipun kamu harus ingat makan, jangan sampai kecapean. Jam empat sudah harus pulang, pak Tora akan menjemput kamu dan pulang ke rumah ibu. ……” ujar keanu panjang lebar.
“Ehem,” dehem Lilian. “Emang kamu berapa bulan di Jepang?” tanya Lilian.
“Sekitar dua atau tiga hari hari bu,” jawab Keanu.
“Halah, ibu pikir bakal berbulan atau bertahun di sana. Kamu nggak percaya sama ibu? Ibu akan menjaga istrimu dengan baik,” tukas Lilian mantap.
“Terimakasih bu,” jawab Keanu.
“Jam berapa berangkat?” tanya Lilian.
“Sebentar lagi, tinggal mencari dokumen kontrak.”
“Jika nggak ketemu!” tanya Lilian.
“Aku tetap akan berangkat,” jawab Keanu.
“Kamu sendiri? Di situasi seperti ini mungkin ada yang sedang menjebak kamu, jika kamu ke sana sama saja kemu pergi menyerahkan diri,” ucap Lilian memperingatkan.
“Aku tau bu, tapi jika aku nggak ke sana langsung, kita nggak tau apa maksud mereka. Bisa bisa perusahan akan merugi puluhan triliun untuk mengganti kerugian mereka,” jawab Keanu.
“Ya sudah pergilah bersama Randi,” ucap Lilian.
“Randi harus tetap tinggal untuk pantau di sini. Aku akan ke sana bersama Sandri,” ucap Keanu.
“Huufftt, baiklah. Ibu sedikit lega jika kamu pergi bersama Sandri.”
“Nak, pertimbangkan posisi GM, kamu butuh seseorang di posisi itu untuk mendukung posisi mu dan meringankan pekerjaan mu. Waktu kamu tidak mungkin kamu habis akan di kantor kan? Kamu sudah beristri sekarang,” ucap Lilian.
“Baiklah, akan aku pikirkan kandidat yang tepat untuk posisi itu,” jawab Keanu.
Honey hanya bisa mendengar percakapan ibu dan anak itu. Ia tak punya andil apa pun di situ, lagian urusan bisnis otak Honey benar benar cetek.
Setelah beberapa saat berbincang, Keanu menatap jam tangan di pergelangan tangannya.
“Sandri sudah dalam perjalanan ke sini, aku masih harus mencari dokumen itu di dalam laptop ku,” ujar Keanu.
“Ya sudah kami akan pergi sekarang,” Lilian langsung berdiri dari kursi. “Jika ada apa langsung hubungi ibu,” ucap Lilian.
“Baik bu,” jawab Keanu.
Honey ikut berdiri dari kursi, namun tangannya di tarik Keanu. “Peluk aku,” bisik Keanu.
“Jangan nakal saat aku tak ada.” sambil memeluk erat tubuh mungil sang istri.
“Dan awas jika telponku nggak di angkat,” lanjut Keanu.
“Ba bapak hati hati di sana,” ucap Honey canggung, ia tau saat itu Lilian sedang menatap ke arah mereka.
Lilian tersenyum mendengar kata bapak yang di ucapkan Honey.
Seketika aksi ciuman langsung di lontarkan putranya. Lilian berjalan keluar meninggalkan kedua pasangan itu.
“Saat aku telpon di angkat ya,” gumam Keanu di cela cela ciuman ringan nya.
Honey mengangguk.
Keanu merasa bakal merasakan rindu yang teramat sangat, hingga ia tak ingin berpisah dari Honey.
__ADS_1
“Pak,” sela Honey. “Hati hati di sana. Semoga semuanya berjalan lancar. Dan cepat lah pulang,” lanjutnya.
Keanu kembali mencium bibir wanitanya semakin dalam. Saat lidah Honey ikut beradu membalas ciuman itu, Keanu semakin belingsatan. Menahan leher dan kepala istrinya serta semakin liar menjelajahi mulut sang istri.
“Uhuk uhuk,” suara batuk seseorang mengakhiri aksi mereka.
Honey mengintip pria yang berdiri di belakang Keanu.
“Pak, aku akan keluar sekarang,” bisik Honey.
“Baiklah,” Keanu melepaskan tangannya dari pundak Honey.
“Bye,” Honey berjalan meninggalkan ruangan itu.
“Ckckck,” decak Sandri.
Keanu berbalik badan menatap Sandri yang masih berdecak.
“Siapa itu bro?” tanya Sandri.
“Istriku,” jawab keanu.
“Istri? Kapan nikah?” tanya Sandri shoock.
“Hmm, kemaren.”
“Shii iiiitt” teriak Sandri. “Pantesan lu susah di hubungi beberapa hari ini. Ternyata lu ngibulin anak orang?!”
“Enak aja ngibulin, dia adalah satu satunya wanita yang ingin aku nikahi sejak 15 tahun lalu.”
“Jadi dia wanita yang pernah kamu ceritakan itu?” tanya Sandri dan di balas anggukan oleh Keanu.
“Haha pantesan tadi bi Lilian melarang aku masuk, aku serobot ae masuk. eh ternyata ada adegan panas di sini. Selamat ya bro. Salut buat kamu. Kamu berhasil! Menunggu seorang wanita nggak sulit loh, nggak pernah tergiur dengan wanita cantik lain di luar sana untuk seorang wanita saja,” sandri menepuk punggung Keanu dengan bangga.
“Hmmm, makasih.”
“Tampang nya lumayan, body nya aduhai,” ucap Sandri.
Keanu merasa risih mendengar ucapan Sandri.
“Awas mata lu jelalatan menatap istriku,” ucap Keanu masih dengan tatapan sinis.
“Iya iya ampun, aku nggak akan ganggu istri mu bro. Oh ya jam berapa kita berangkat?” tanya Sandri.
“Sekarang, kita langsung ke bandara ambil pesawat Singapore.”
“Bebek lu mana?” tanya Sandri.
“Di Amrik, otw ke sini. Kita pakai penerbangan komersil ja bro,” ujar Keanu.
“Sip sip.”
Randi mulai menyiapkan keperluan yang akan di bawa Keanu. Laptop dan beberapa dokumen lama. Keanu nekat bernego kembali, tanpa dokumen kontrak terbaru ia berada dalam posisi kalah. Untuk itu lah ia harus turun tangan langsung menangani masalah ini.
.
.
.
__ADS_1
To be continue⬇️