
Mata Honey terfokus pada seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari sebuah ruangan. Wanita itu terlihat anggun. Dengan spatula dan mulut komat kamit ia berjalan menghampiri Keanu.
Sangat cantik, apa itu ibunya. Aku mengira ibunya adalah seorang wanita tua kaya yang terlihat kuno dan kaku seperti dalam novel novel yang sering aku baca. Siapa menyangka mereka malah terlihat seperti dua orang kakak beradik. Paras ibu nya terawat dengan sangat baik.
Dengan perasaan minder, Honey bergerak mundur ke belakang Keanu. Ia bersembunyi di balik badan Keanu. Dengan dipenuhi perasaan malu dan kurang percaya diri.
Honey hanya bisa menunduk dan menyimak setiap omelan wanita itu terhadap anaknya. Wanita perfeksionis itu adalah mertuanya. Wanita yang bahkan lebih cantik dan anggun dari dirinya.
Honey terus menatap sepatu dan celana usang yang di kenakannya. Hingga saat wanita itu meminta keanu menemani nya makan malam bersama Sarah dan keluarganya.
Sarah?
Pasti Sarah tunangannya pak bos..
“Bu, aku sudah membawa hadiah ku sendiri buat ibu,” ucap Keanu mantap.
“Hadiah apa?” tanya Lilian penasaran.
“Aku membawa istriku, untuk di perkenalkan pada ibu.”
“Istri?” Mata Lilian membesar seakan meminta penjelasan. Ia tak melihat sosok wanita di situ.
Keanu mencari Honey yang ternyata sedang berdiri di belakangnya. Ia mundur beberapa langkah, menggengam jemari Honey membawanya ke hadapan ibunya.
“Dia dia istrimu?” tanya Lilian seakan tak percaya.
“Ya, aku sudah menikahinya secara sah.”
“Jadi kamu istri anak ku? Berarti kamu adalah menantuku?” ucap Lilian gembira. Ia bergerak maju menghampiri Honey kemudian merangkulnya hangat.
“Haha, akhirnya anak ku bisa jadi laki laki sesungguhnya,” ucap Lilian seraya tertawa renyah menikmati kegembiraan di hatinya. Sebuah kado yang tak ternilai menurutnya adalah mendapat seorang menantu.
Tiba tiba Lilian terdiam, ia menatap Keanu penuh curiga. “Kamu jangan coba coba membohongi ibu. Berikan buktinya?” pinta Lilian. Tentu saja yang di maksudnya saat itu adalah surat nikah.
Keanu yang sudah kenal baik sifat ibu nya sudah menyiapkan apa yang di inginkan ibunya. Lembar map berwarna coklat di serahkan pada ibunya.
Lilian langsung mengeluarkan isi dalam map tersebut. Dua lembar akta nikah itu di bacanya dengan teliti.
“Jadi nama kamu Caramel?” ucap Lilian sambil kembali memeluk menantu nya itu.
Sontak Honey terkejut, jantungnya terasa hampir copot.
Dari mana ibunya tau nama ku Caramel. Bagaimana mungkin?
Honey menatap Keanu yang tersenyum puas ke arahnya dan ibunya.
“Oh ya sayang, nama ku Lilian. Kamu bisa memanggilku ibu mulai sekarang,” ucap Lilian gembira.
“Oh ya, bik Ulfa..” panggil Lilian.
“Iya nya?”
__ADS_1
“Bawakan cemilan sore untuk anak anak ku, dan minuman hangat. Hangat nya sedang ya bi,” perintah Lilian pada kepala pengurus rumah tangga itu.
“Kalian bawakan sofa dan meja ke sini,” perintah Lilian kepada beberapa pelayan yang sedang membersihkan ruangan luas itu.
“Maaf ya Caramel, ruangan masih berantakan. Masih sementara di benah,” ucap Lilian bersemangat.
Sofa dan meja sudah tertata kembali ke tempat semula. Lilian langsung membawa Honey untuk duduk disana.
Honey lebih banyak diam, banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada pria di hadapannya. Tapi ia harus mengurungkan niatnya. Honey hanya bisa memasang senyuman karena di perlakukan dengan sangat baik oleh ibu Keanu.
Sungguh di luar dugaan. Ibunya yang cantik itu ternyata begitu ramah, ia memperlakukan Honey dengan sangat baik. Bahkan lebih baik dari ibunya sendiri.
“Caramel,” panggil Lilian.
Caramel? Nama yang mulai terasa asing di telinga ku. Aku sudah terbiasa dengan panggilan Honey.
“Kamu tau? Kamu wanita pertama yang di bawa anak ku ke rumah ini,” ujar Lilian.
“Oh ya ada yang ingin aku berikan pada mu,” ucap Lilian bersemangat. Ia kemudian masuk ke dalam kamar.
Sepeninggal Lilian…
“Sudah aku katakan ibuku terlalu merepotkan. Jika kamu tidak betah kita bisa pergi sekarang,” ucap Keanu.
“Apa itu penting sekarang? Bapak berhutang satu penjelasan padaku,” ucap Honey sinis.
“Ya aku akan membayar hutang ku plus bunga kepada istriku,” ujar Keanu menggoda nya.
Sebuah gelang berhiaskan permata dilingkarkan Lilian di pergelangan tangan Honey.
“Ta tapi aku nggak bisa menerima ini semua, aku nggak pantas menerima ini,” tolak Honey.
“Nggak pantas? Kamu adalah menantuku, bagaimana ini bisa di bilang nggak pantas?”
Gelang mahal itu pun sudah melingkar di pergelangan tangan Honey.
Honey menatap memohon pada keanu tatapannya seolah sedang meminta bantuan, namun pria itu hanya menganggukkan kepala memperbolehkan Honey menerima pemberian ibunya.
Lilian kemudian memeriksa jari jari Honey. “Ya ampun, dimana cincin pernikahan kalian? Apa putra ku tidak menyiapkan hal itu untuk mu? Dan lihat, tubuh kamu terlalu polos, tak ada satupun perhiasan yang di belikan putraku? Pakai ini, setiap wanita akan semakin berkilau jika di hiasi dengan kemilau berlian. Tenang saja ibu akan membelikan untuk mu lebih banyak jika putraku itu tidak membelikan perhiasan untuk mu,” Lilian kembali melingkarkan sebuah kalung ke leher Honey.
“Bu, cincin pernikahan kami sementara dalam perjalanan. Keanu sengaja memesan yang special untuk kami dari luar negri,” ujar Keanu tak mau kalah.
“Merk Tiffani, kamu sudah lihat model ring couple terbaru mereka? Ibu akan pesan kan untuk kalian,” desis Lilian.
Apa mereka biasa seheboh ini jika menyangkut perhiasan. Aku bahkan tak sanggup membeli satu yang palsu seperti ini.
Honey menatap gelang indah yang kini melingkar di pergelangan tangannya.
Kemudian…
“Dan ini, kamu bisa ambil yang satu ini, ibu baru membelinya 2 minggu lalu. Belum pernah ibu pakai. Ini keluaran terbaru hanya ada 3 edisi di dunia,” ucap Lilian sambil menyerahkan sebuah kunci bermotif kuda ke tangan Honey.
__ADS_1
“Aku aku nggak bisa menerima barang se mewah ini bu,” lagi lagi Honey menatap Keanu.
Please bantu aku…
Namun hanya di balas senyuman oleh Keanu.
“Ahh senang nya, akhirnya aku memiliki seorang anak perempuan. Oh ya, malam ini kita ke spa yuk. Ibu akan mengajak kamu belanja, kita akan membeli banyak pakaian indah. Ibu janji akan merawat mu lebih baik dari suami mu sendiri,” ujar Lilian gembira.
“Bu, dia istriku dia milikku bukan milik ibu,” Keanu akhirnya menarik Honey agar duduk di sampingnya.
Huffttt dari tadi tubuh ku di elus, di peluk, si sentuh, dipakai kan ini itu, ibu nya sungguh bertenaga.
Tanpa sadar Honey tersenyum. Walaupun belum terbiasa, tapi kesan pertama dirinya bersama sang mertua jauh berbeda dari apa yang pernah di bayangkannya.
Sementara itu Lilian menatap sinis ke arah Keanu, putra nya itu seperti tidak ingin membagi istrinya dengan siapa pun termasuk ibu nya sendiri.
“Bukan kah dia adalah kado ulang tahun yang kamu berikan untuk ibu?” ucap Lilian tak mau kalah.
“Tapi bu, yang menikah dengannya adalah aku,” sahut Keanu.
“Kalau begitu, saat kamu sibuk di kantor boleh ibu meminjam nya sebentar? Please,” tanya Lilian seraya memasang wajah menyedihkan.
“Haadeeehh, ibu,” Keanu menatap Honey.
“Jika kamu menolak aku tak akan meminjamkan dirimu kepada ibu,” bisik Keanu di telinga Honey.
“Apa kamu seorang pria? Kamu sedang membantah keinginan ibu mu, kamu nggak lihat betapa kasihannya ibumu?” balas Honey sambil berbisik.
Keanu menatap wajah Lilian yang masih memohon kepadanya.
“Baiklah, keputusan ada di tangan istriku. Ibu bisa meminjamnya. Jika terjadi sesuatu, atau dia merasa bosan bersama ibu, aku tidak akan pernah mengijinkan ibu membawanya lagi,” ujar keanu dengan skeptik.
Apa aku sebuah barang dimata mereka?
“Caramel, ibu hanya meminjam kamu sebentar. Dan ibu akan mengembalikan mu dengan baik dan aman, kamu tenang saja sayang,” ucap Lilian dengan senyum kemenangan.
“Baik bu,” jawab Honey sambil tersenyum gembira.
“Ayo kita siap siap,” ajak Lilian.
“Ibu akan membawanya sekarang? Nggak, tidak hari ini, besok atau pun lusa juga nggak bisa,” tolak keanu.
Aku baru saja menikahinya dan ibu akan membawanya keluyuran. Nggak, sebaiknya aku membawa istriku pergi dari sini sekarang atau aku tidak akan memiliki kesempatan berduaan bersamanya hari ini.
.
.
.
To be continue ⬇️
__ADS_1