Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
069-Lagi?


__ADS_3

WARNING !!! Do not read if under 🔞❗️❗️❗️


“Kak,” panggil Caramel pada Keanu. Pria itu masih tertidur pulas, namun saat mendengar suara Caramel, ia langsung terjaga.


Keanu menatap wanita yang telah berpakaian rapih berdiri di samping ranjang. Sebuah jam dinding digital di atas rak dekat medali dan foto di lirik Keanu, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan.


“Sudah jam sembilan kak, tadi kata kakak di bangunin dua jam lagi kan,” lanjut Caramel.


Keanu memaksa duduk dan membuka kedua matanya lebar lebar, “sini deket deket,” panggil Keanu sambil menepuk ranjang di sampingnya.


Caramel duduk sopan di tepi ranjang, baju nya telah rapih, dandanan minimalis nya sudah melekat sempurna pada wajahnya, dengan rambut yang di bagian ujung nya di blow dibiarkan tergerai indah.


Caramel menatap tatapan nakal pria itu ke arahnya.


“Aku sudah siap kak, aku juga sudah sarapan, aku nggak..” Caramel hanya sekedar mengingatkan tapi tiba tiba sebuah kecupan sudah mendarat di bibir Caramel.


“Kak, ayo mandi dan sarapan. Nanti makanan kakak keburu dingin,” ucap Caramel.


Keanu menggeser badannya mendekati Caramel. Lengan nya langsung melingkar erat di pinggang Caramel.


“Bisa ga kita bobo lagi? Masih pengen bareng,” ujar Keanu manja.


“Kakak pasti capek banget. Aku pijit aja gimana?” tanya Caramel mengingat suaminya itu masih malas bangkit dari pembaringan. Tangannya mulai memijit mijit lengan Keanu.


“Aku pengen lagi seperti subuh tadi,” ujar Keanu. Sedangkan bibirnya mulai bergerilya ke leher Caramel.


“Kak, aku,” ucap Caramel pelan.


“Aku kenapa?” bisik Kean di telinga Caramel yang membuatnya bergidik geli.


“Aahh, kak.”


Tangan Keanu mulai membuka resleting baju yang terletak di samping. Kemudian menerobos melepas pengait bra. Dalam sekejap ia mulai memainkan kedua buah kembar Caramel, sedangkan lidahnya asik menjelajahi leher jenjang Caramel sambil menggigit gigit kecil leher itu.


Tak puas dengan itu, kepalanya mulai turun ke bagian dada Caramel, dengan lincah lidahnya meliuk liuk di ujung bukit itu.


“Aahhhhh pelan pelan kak,” pekik Caramel saat Keanu menggigit rakus pu ting nya.


Selimut yang menutupi sebagian tubuh Keanu, di hempas ke atas lantai. Sedangkan Caramel kini tengah terlentang melintang di atas kasur. Keanu terus menerus bergerilya serangan terus di lakukan tanpa henti. Entah sejak kapan baju wanita itu terlucuti dari badannya. Sambil mendesah Caramel terus menikmati sentuhan sentuhan pria gagah yang terkadang lembut dan kemudian berubah kasar.


Caramel terkungkung lemah di bawah pria buas itu, rasa laparnya akan tubuh Caramel seperti tak pernah habis. Dan tubuh Caramel bergeliat mendamba segera di puaskan.


Di balik wajah merah merona menahan sensasi nik mat yang di lakukan suami nya. Wajah Caramel tersayup sayup menahan geli.

__ADS_1


Keanu terdiam sejenak menatap wajah Caramel.


Merasa Keanu sedang berdiam di atas nya Caramel membuka matanya perlahan menangkap sepasang mata yang sedang tersenyum menatap dirinya. Caramel semakin malu dibuatnya.


Sambil menatap Caramel, Keanu mencoba menggesek gesekkan torpedonya ke bagian Miss kecil itu.


Sambil perlahan mencoba menyodok masuk di dalam ruangan sempit milik Caramel.


“Awhhh” pekik Caramel.


“Pelan pelan kak, masih terasa sakit,” rintih wanita yang masih di tatap Keanu lekat.


“Nanti juga enak, kita latihan biar terbiasa.”


Keanu menatap kedua bukit yang membusung indah. Jemarinya memegang kedua ujung bukit tersebut.


Lagi lagi Caramel mengerang saat ujung torpedo Keanu sudah hampir masuk.


“Hmmm kak, ouggh”


Sesaat torpedo Kean perlahan memaksa masuk sambil Menatap wajah Caramel yang meringis sakit.


“Kak, perihhh.”


Keanu memagut bibir ranum itu.


“Sakit kak,” gumamnya terkulum.


Keanu berdiam tak melakukan gerakan apa pun. Ia mengusap lembut dahi istrinya. Mengulum bibir Caramel lembut sambil memulai gerakan gerakan naik turun dengan perlahan.


“Ahhh…” ******* yang keluar dari mulut Caramel. Badan nya bergetar, bergelinjang menahan sensasi itu.


Jemarinya menancap di kedua punggung Keanu.


matanya terpejam, dadanya membusung bergeliat.


Keanu asik menyesap kedua ujung bukit itu. Sesekali jemari Keanu meraba kedua bibir yang terus meracau itu. ******* nya, nafasnya benar benar tak terkendali.


“Aaaahhh kak Kean aaaa,” era ngan panjang Caramel.


“Enak sayang?” ucap Keanu menatap wajah malu Caramel. Rasa nikmat yang mampu membuatnya melupakan rasa sakit.


“Keanu masih berpacu, ia masih bermain main di atas tubuh indah itu. Sesekali ia mengangkat bokoong itu naik, kemudian mencoba menjejal torpedonya masuk seutuhnya. Terkadang Caramel merintih, namun pinggulnya terasa mulai mengimbangi gerak naik turun membuat gerakan gerakan menjadi seirama.

__ADS_1


Dalam waktu sejam bahkan lebih dia atas peraduan Keanu semakin blingsatan menghajar tubuh sang istri, ia menjadi lebih kasar mengejar nik matnya. Hentakan dan guncangan.


Lagi lagi Caramel bergeli njang, ia merintih nikmat. Tak terlihat rasa sakit di wajahnya namun kepuasan yang nampak di sana. Senyuman senyuman kecil disertai erangan membuat mereka terus berpacu hingga benda cair itu keluar membasahi seluruh mahkota Caramel.


Pelepasan Caramel untuk kedua kalinya membuatnya terkulai lemah.


Tubuh kekar itu mendekap erat tubuh Caramel sembari merasakan sisa sisa kedut dari dalam sana.


“I love you,” kata Keanu.


Nafas cepat tak beraturan, membuat kedua insan itu merilekskan kembali otot ototnya yang tegang. Sambil berpelukan bercampur dengan keringat yang membasahi tubuh mereka seutuhnya.


Keanu mentap Caramel.


“Nice banget, lagi?” ucap Keanu jahil.


“Kak,” ucap Caramel cemberut.


Namun Keanu sudah memaju mundurkan miliknya di tempat basah itu. Benda yang belum sempat kendor itu mulai mengeras kembali.


Decakan suara benda beradu ditempa basah terdengar.


“Ahhh, kak.” Protes Caramel di sertai Des ahan.


“Jadi lanjut atau nggak nih?”


“Kak capek,” tolak Caramel dengan wajah letih nya. tanpa jeda dan akan lanjut lagi. Apa suaminya itu robot?


“Tapi kok kayaknya masih mau?” goda Keanu.


“Mau, kan kakak yang capek.”


“Haha, capek tapi enak. Ya udah kita lanjut tar malam. Jangan menghindar lagi,” ujar Keanu.


Ia mengeluarkan miliknya dari dalam sana. Benda menegang kencang itu berada persis di depan Caramel. Dengan malu malu Caramel menatap benda itu.


“Kalau mau bilang ya,” ujar Keanu jahil.


Ia menarik lengan istrinya ke posisi duduk. Kemudian mengangkat tubuh istrinya itu ke dalam kamar mandi.


.


.

__ADS_1


.


To be continued ⬇️


__ADS_2