
Seperti pagi pagi sebelumnya, Keanu sudah duduk ngopi di dapur bakery. Sepasang matanya terus menyimak gerak gerik honey.
Saat honey hilang dari pandangan matanya, ingin rasa nya Keanu menghampiri Honey. Saat honey mendengus kegerahan Keanu langsung menurunkan volume AC di belakannya. Dan saat Honey tersenyum, bunga bunga seakan bermekaran. Ia sungguh di buat terlena oleh wanita yang selalu ada dalam benaknya sejak 12 tahun silam. Terlebih saat ini, Honey sungguh lah sebuah magnet baginya.
Di sudut lain ruangan itu, Rian satu satunya orang yang tau akan perasaan sang CEO terhadap Honey. Ia terus menatap tingkah Keanu, mata Keanu tak pernah lepas dari Honey. Rian sadar jika bos nya itu sangat tertarik dengan Honey.
Begitu waktu menunjukkan pukul sepuluh, Keanu langsung berdiri dari kursinya.
“Rian, ikut saya,” panggil Keanu.
“Baik pak,” Rian langsung berjalan mengikut di belakang Keanu.
Pergunjingan karyawan semakin menjadi, bahkan Rian di tuding sebagai alasan kenapa Keanu suka nongkrong di dapur bakery.
CEO seorang gay. CEO penyuka sesama jenis. CEO homo. Berita itu mulai beredar di kalangan karyawan kecil pagi itu.
Memasuki pintu ruangan Keanu, ia langsung duduk di kursi kerja nya. Sedangkan Rian, ia berdiri tepat di hadapan Keanu.
“Ayo, berikan laporan mu sekarang,” tagih Keanu.
“Hmm,” Rian berpikir. Darimana ia akan memulai? Penyakit ibunya atau kegemaran Honey.
“Apa yang disukai Honey,” tanya Keanu.
Dalam benaknya ia harus mulai mendekati Honey mulai dari hal hal kesukaannya.
“Hmm, Honey menyukai pria yang mau berbagi semua hal dengannya,” jawab Rian singkat.
“Maksudnya?” tanya Keanu tak mengerti.
“Ya, saat SMA Honey menyukai pria tampan, macho, kaya, tapi sekarang ia hanya ingin pria yang mau berbagi segala hal dengan nya. Itu katanya,” jelas Rian lagi.
“Iya, segala hal itu apa?” tanya Keanu.
“Bisa jadi cinta, suka duka, masalah, dan…” Rian pun ikut berpikir keras maksud dari ucapan Honey itu.
“Sudah, apa lagi yang lain,” potong Keanu.
“Hmm, dia suka pria yang hanya melihat dia seorang,” sambil berpikir. “Mungkin maksudnya, bukan pria mata keranjang pak,” jelas Rian.
“Trus.”
“Ukuran sepatunya, 37, pakaian kesukaan nggak ada, hobby membaca novel, idola nggak ada,” ucap Rian.
“Laporan kamu kurang greget, saya mau info sedetail detailnya tentang dia!” ucap Keanu.
“Bapak menyukai Honey?” tanya Rian.
“Saya menugaskan kamu menggali info dari Honey, kenapa bertanya kepada saya?” ucap Keanu.
“Ya sudah,” gerutu Rian.
__ADS_1
“Kalau suka emang kenapa?” tanya keanu.
“Kalau bapak suka, saya akan cerita lebih banyak kalau nggak, saya nggak perlu menceritakan masalah pribadinya ke bapak.”
“Saya menyukai Honey, ayo ceritakan,” keanu akhirnya mengaku tapi dengan terpaksa.
Kenapa aku harus menyatakan perasaan ku pada cecunguk belagu ini! batin keanu.
“Seberapa besar rasa suka bapak?” tanya Rian lagi. Kali ini kepalanya menunduk, ia yakin bos nya itu akan tersinggung. Namun demi kenyamanan Honey ia rela di marah oleh sang pemilik perusahan
Mendengar pertanyaan Rian, Keanu langsung memukul meja nya.
“Kamu! Kamu pikir sedang bicara dengan teman kamu?” ucap Keanu marah.
“Maaf pak, saya nggak ingin mempertaruhkan kan persahabatan saya dengan Honey. Jika bapak benar mencintai Honey, bapak jangan pernah mempermainkan dia. Aku nggak ingin bapak mendekati dia karena sebuah alasan, kemudian meninggalkannya begitu saja. Hidupnya sudah sangat menderita, jangan di tambah lagi dengan masalah percintaan yang nantinya akan membuat dia patah hati,” ucap Rian seperti sedang menceramahi seorang anak abg.
“Huftt.” Keanu mengeluarkan nafas dari mulutnya kemudian menarik dasi yang terasa begitu ketat melingkar di lehernya.
Keanu duduk dengan pose tangannya di atas lengan kursi sambil memijit pelipis matanya. Baru kali ini ada karyawan yang membuatnya tersudut. Walaupun ia sedang merasa marah, tapi ia butuh pengakuan Rian. Demi Honey! Mungkin cintanya tak sebesar seperti yang di harapkan Rian, namun ia tak pernah berniat mempermainkan perasaan Honey apalagi hingga menyakitinya.
Sambil berpikir jawaban yang tepat, Keanu menatap ke arah wajah Rian.
Solidaritas persahabatan mereka begitu erat, seharus nya Aku senang Honey memiliki sahabat yang setia seperti Rian.
“Aku sangat menyukainya, aku membeli cafe itu karena dia ada di situ. Aku tak pernah berniat melukai perasaan nya. Jika dia berada di sisi ku, aku akan menjaga nya lebih dari dari menjaga hidupku sendiri,” ucap Keanu tulus.
Satu kata terakhir dari keanu membuat Rian terpaku, segitu besar nya rasa suka Pak CEO terhadap Honey.
“Kenapa?”
“Hidup Honey sudah terlalu sulit, ia tak pernah berpikir hal lain selain bekerja. Ia masih harus berjuang untuk membiayai pengobatan ibu nya. Ia seorang wanita mandiri yang tidak pernah ingin merugi kan orang lain, ia selalu berusaha tegar karena ia tak memiliki siapa pun untuk berbagi beban hidupnya. Dan ia seorang wanita yang sangat tertutup, mungkin jika dia sudah mencintai seseorang ia akan membagi kesulitan hidup nya. Barangkali itu lah maksud dari ucapannya, ia ingin pria yang bisa berbagi segala hal. Mungkin karena ia ingin membagi permasalahan hidupnya dengan pria yang di percayainya,” jelas Rian.
Ah tumben Rian sedikit pintar hari ini, dia benar benar cerminan seorang sahabat sejati.
Keanu menatap Rian serius.
“Apa permasalahan Honey?” tanya Keanu.
“Sejauh ini, yang Rian tau ibunya sedang di rawat di rumah sakit jiwa. Dan sampai semalam Honey menceritakan jika ibu nya mengidap tumor di otaknya. Menurut Bu Tini bos tempat Rian kerja sebelumnya, Honey sangat kasihan, sampai saat ini, Honey tak pernah di akui anak oleh ibunya. bahkan setelah ia berjuang keras mengobati ibunya, ia masih tak di anggap anak. Yang Rian tau hanya itu pak, seluk beluk permasalahan dengan ibu nya kenapa seperti itu, Rian nggak tau,” ucap nya lagi.
Keanu terdiam, ia sedang memikirkan sesuatu.
Itukah mengapa dia memilih menggunakan nama kakaknya saat ini?
“Berikan nomor ponsel kamu,” pinta Keanu.
“Saya pak?”
“Iya nomor kamu,” ucap Keanu.
“081243******.”
__ADS_1
Usai menyimpan nomor Rian, keanu langsung menghubungi nya.
“Itu nomor telpon pribadi saya. Yang menelpon ke situ hanya orang orang dekat saya, tak pernah ada hubungan dengan kerjaan. Kamu bisa menghubungi saya jika butuh bantuan. Dan saya akan menghubungi kamu jika butuh informasi,” ujar Keanu.
“Baik pak,” ucap Rian.
Selang beberapa saat Randi tiba di ruangan itu sambil menenteng tas di tangannya. Sambil ngos ngosan Randi meletakkan tas tas itu di atas lantai.
“Ini sesuai pesanan bapak, masih ada sebagian di bagasi mobil,” ucap Randi yang terlihat sangat kelelahan.
“Oh ya, itu sepatu untuk kalian. Sudah saya pesan sesuai ukuran. Satu ukuran masing masing empat pasang jadi bisa kalian pilih sesuai dengan kaki kalian masing masing.” Ujar Keanu.
“Randi, bawa turun semua tas itu ke dapur bakery. Rian kamu bantu bawa itu, dan pilih sesuai ukuran yang kalian pakai.” ujar Keanu.
“Di bawa turun Lagi?” protes Randi.
Keanu menatapnya sinis.
“Baik akan saya bawa turun sekarang,” ucap Randi patuh pada perintah atasan.
“Mari pak, Rian permisi,” pamit Rian.
“Ya, jangan lupa hubungi saya,” ucap keanu sebelum Rian meninggalkan pintu.
“Hubungi apa?” tanya Randi pada Rian, ia sangat penasaran.
“Hubungi nomor telpon pak CEO,” ucap Rian.
“Dia memberi kamu nomor telponnya?” tanya Randi.
“Iya pak,” jawab Rian.
“Ckckckk… kamu sudah memberinya makanan apa? Dia bahkan sangat baik dengan kamu. Jangan jangan?” Randi teringat akan gosip yang seliweran di telinga nya saat di lift.
Benarkah pak bos seorang gay? Dia bahkan membelikan pria ini dan teman temannya sepatu semahal ini.
Randi mulai tersenyum menatap Rian. “Sejak kapan bos sangat perhatian dengan kalian,” tanya Randi ramah.
“Sepertinya sejak bos datang ke cafe Murtini, hingga dia memutuskan untuk membeli Cafe itu,” ucap Rian menggoda.
“Pantesan, tidak biasanya seorang penerus Travor membeli tempat kumuh tak bernilai seperti itu,” gumam Randi.
Mereka terus berjalan menuruni lift hingga menuju dapur. Semua mata kembali menatap ke arah Rian. Dia di anggap pria paling beruntung bisa di taksir sang CEO. Pantesan selama ini pemilik perusahan itu selalu dingin dengan wanita, dan ternyata CEO mereka memliki kelainan seksual. Ia bahkan membelikan banyak hadiah buat Rian.
Gosip gosip miring terus beredar di kalangan karyawan, semua berita bohong itu semakin menjadi dan semakin tak terkendali.
.
.
.
__ADS_1
To be continued ⬇️