
Caramel, kamu kah itu? Kita semakin dekat selangkah.
Begitu keluar dari lift, seorang karyawan pria yang sedang mengangkat gulungan kertas karton tanpa sengaja menabrak Keanu. Karton dalam pelukan pria itu berhamburan di atas lantai.
Setelah mengetahui yang di tabrak adalah sang bos, pria itu langsung tersungkur di atas lantai.
“Maafin saya pak, saya nggak sengaja, jangan pecat saya. Saya mohon.” Dengan gerakan sujud pria itu tak berani mengangkat kepalanya.
“Karton apa itu?” Keanu bertanya pada pria yang sedang sujud di bawah kakinya.
“Sketsa rumah pak,” jawab pria.
“Daerah?”
“Vila citra lestari,” sahut pria itu semakin takut. Ia pasti akan di pecat saat itu juga.
“Lanjutkan pekerjaan mu,” ucap Keanu datar.
“Terimakasih pak, saya masih di beri kesempatan bekerja disini. Saya tidak di pecat,” ucap pria itu girang sambil mengais ngasi karton di sekitar nya.
Semua karyawan yang saat itu berada di loby menunduk. Mereka tak berani melakukan pergerakan, mereka tak ingin membuka celah kesalahan saat berada di depan CEO mereka.
Randi diam diam memperhatikan Keanu. Dari mana asal nurani baiknya barusan. Biasanya dia langsung memecat karyawan, walau hanya dengan kesalahan secuil. Keanu tak pernah menerima kesalahan sekecil apa pun.
Pak Tora sudah menunggu mereka tepat di depan pintu keluar. Ia berdiri memegang gagang pintu yang sedang terbuka, mempersilahkan Keanu masuk.
Hanya beberapa langkah dari pintu keluar, Keanu langsung berada di pintu mobil.
__ADS_1
“Lounge Buffaria jalan Moh. Hatta,” ucap Keanu sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.
“Baik baik tuan,” pak Tora tersenyum gembira. Sangat jarang majikannya itu berbicara dengan nya. Sebagian besar perintah keluar dari mulut pak Randi. Itu artinya majikannya itu sedang dalam mood yang baik.
Mobil meluncur, menuju jalan Moh. Hatta. Pak Tora sudah berusaha mencari jalan pintas untuk menghindari kemacetan, namun tak bisa menghindar, mereka tiba terlambat setengah jam dari waktu yang di tentukan.
Memasuki lounge langganan Keanu, pak Wiryawan wakil direktur Prolax grup sudah meninggalkan tempat itu. Kepalan tangan Keanu mengepal Erat pada sandaran sandaran kursi.
“Pak, duduk dulu? saya akan menghubungi pa Wirya. Kungkin dia belum jauh dari sini.”
“Beraninya dia mempermainkan saya,” gerutu Keanu.
“Maaf pak, bukannya kita yang datang terlambat?” ucap Randi lemah, ucapan nya itu bisa saja membuat bos nya itu marah.
“Tapi pria tua itu sudah janji akan ketemu disini,” bentak nya.
“Tapi imbalannya adalah 5% saham saya di perusahan itu. Mereka cukup mengembalikan 7% atau sesuai dengan modal investasi awal saya.” ucap Keanu.
Randi terdiam. Dia tak tau perjanjian antara mereka.
Sekali bertekad boss tidak akan berhenti, ia bahkan rela kehilangan ratusan milyar asal putus kontrak kerja dengan Prolax grup.
“Sudah hubungi pak Wirya?” tanya Keanu mondar mandir di situ.
“Tidak di angkat pak.” sahut Randi.
“Kirim pesan dan Email, jika tidak segera memutus kontrak kerja. Secara pribadi saya akan menuntut perusahan mereka. Sekarang!”
__ADS_1
“Segera pak,” Randi langsung melakukan seperti apa yang di perintahkan Keanu.
“Jika mereka tak merespon biar Sandri yang menghubungi mereka langsung ke kantor mereka,” ucap Keanu dengan mimik marah.
Sandri adalah sahabat dekat Keanu, ia sudah tiga tahun menjadi pengacara perusahan dan pengacara pribadi keluarga Travor. Sandri pria kompeten, ramah dan sabar. Sangat berbanding terbalik dengan Keanu. Soal ketampanan jangan di tanya deh, perbedaan Sandri dan Keanu hanya lah postur tubuh. Sandri pria kutu buku, setiap hari sibuk menelaah teori teori hukum, sedangkan Keanu pria tegas, tak bertele tele dan sangat mengutamakan fisik. Keanu menilai segala sesuatu dari penampilan fisik. Jika sudah buruk di luar tentu saja buruk juga isi nya. Itu sebabnya ia rutin menjaga bentuk tubuhnya.
“Pak, pak boss. Bapak nggak makan dulu? Mumpung lagi di sini. Tadi bapak hanya makan dua buah kue,” ucap Randi mengingatkan.
“Kue? Caramel.” Gumam Keanu. ucapan Randi sedikit mengurangi emosi Keanu yang telah memuncak.
Keanu masuk ke dalam vip room yang biasa di gunakannya. Buffaria lounge sudah seperti dapur kedua setelah dapur di rumahnya. Ia paling sering makan di situ saat tak ada acara lain.
“Bouillabaisse satu,” Keanu memesan seporsi makanan seafood khas Prancis.
Sambil menunggu makanan, sebuah panggilan masuk ke ponsel Randi.
“Pak Wirya, dia akan ke sini sekarang.” ucap Randi.
“Cancel, katakan aku ada pertemuan penting lainnya.” Dengan tegas dan berkarisma.
“Enak saja, emang dia saja yang bisa cancel pertemuan secara tiba tiba? Sementara waktu ku jauh lebih berharga dari waktu nya,” dari nada bicara Keanu, ia terlihat masih kesal. Sangat jarang seorang client meninggalkan atau membatalkan janji temu dengan nya. Apalagi jika di lakukan dengan sengaja, sama saja sudah menginjak harga dirinya.
.
.
.
__ADS_1
To be continued ⬇️