
Sore hari setiba di tempatnya bekerja, Honey langsung mengenakan apron dan topi kerja nya. Ia langsung bergabung dengan kelima teman temannya.
“Maaf ya, Honey agak terlambat hari ini,” ucap nya.
“Gimana kabar ibu kamu Hon?” tanya Marwah yang saat itu berdiri persis di samping Honey.
Honey menarik nafas panjang, ia tak ingin menyebar kesedihan saat itu. Penyakit parah ibunya pasti akan membuat mood teman temannya menjadi sedih.
“Gimana kabar ibu kamu?” tanya Raniya.
Rian kemudian bergerak cepat ke dekat Honey. Ia langsung memasang telinga nya lebar lebar.
“Sepertinya ibu harus melakukan cek up kesehatan rutin. Usianya semakin tua, jadi kemungkinan terkena berbagai macam penyakit lebih besar. Jadi Ia harus lebih sering melakukan cek kesehatan,” jawab Honey. Ia menunduk menyibukkan diri dengan cetakan mufin yang sedang di susun susun nya rapih di atas loyang.
“Kamu serius kan nggak ada yang di tutup tutupi Hon?” tanya Raniya serius, karena melihat tingkah Honey, seperti nya ia sedang menyembunyikan sesuatu.
Kedua wanita itu masih menunggu Honey memberi penjelasan. Namun Honey tak berani menatap keduanya.
“Hon,” Marwah menarik punggung Honey menatap ke arah nya. “Kamu abis nangis ya? Mata kamu sembab gitu?” Tanya Marwah.
“Ya sedih lah kak, Honey nggak bisa merawat ibu sekarang. Seharus nya honey ada di sisinya untuk merawatnya,” ucap Honey.
Ia berusaha sebisa mungkin menutupi kesedihannya. Namun ia tak bisa bendung air matanya. Mereka meluap begitu saja keluar dari pelupuk matannya.
“Ya ampun Honey, kakak sudah berulang ulang bilang. Jika ada apa apa, cerita saja, nangis saja. Jangan di pendam, kami pasti bisa membantu kamu!” ucap Marwah.
“Kalau kamu kangen ibu mu, kenapa nggak sekalian ambil libur beberapa hari. Temani ibu mu dulu. Dari pada kamu masuk kerja tapi kepikiran terus dengan ibu mu,” ucap Raniya sambil mengelus punggung honey.
“Kamu mau libur? Aku akan ngomong ke bos, dia pasti akan memberi mu libur,” ucap Rian.
“Jangan kak Yan, honey harus kerja. Honey nggak boleh libur,” tolak honey.
Mengingat berapa banyak biaya pengobatan ibunya. Apa lagi jika ibu nya benar benar harus melakukan operasi. Ambil libur sama saja dengan potong gaji.
“Ya sudah, kalau gitu kamu semangat dong, dengan bekerja kamu sudah membantu biaya ibu kamu. Jadi sama saja kamu sedang membantu menjaga nya, iya kan?” ujar Marwah.
Honey mengangguk, “iya kak. Honey harus semangat.” Sambil berusaha tersenyum tegar.
“Ya sudah, kakak lanjutkan kerjaan kakak dulu ya,” ucap marwah.
“Kakak juga, lagi memanggang bolu tuh,” ucap Raniya.
Mereka pun kembali sibuk dengan pekerjaan mereka.
Namun Rian, ia masih mengamati Honey dari dekat, ia membutuh kan sebuah laporan untuk di berikan kepada sang CEO, semakin banyak laporan yang di berikan maka semakin bos nya itu puas dengan pekerjaannya.
“Hon, kamu punya pacar nggak?” tanya Rian blak blakan.
Sontak honey langsung menatap tajam mata Rian. Bahkan marwah kembali berdiri di samping Rian.
“Maksud kamu?” tanya Marwah.
__ADS_1
“Ih kak Marwah, katanya tadi mau lanjutkan kerjaan! Malah balik ke sini,” protes Rian.
“Pertanyaan kamu barusan apa?” tanya Marwah lagi.
“Rian hanya tanya, Honey punya pacar atau nggak?” tanya Rian lagi.
“Nggak kak, nggak punya.” jawab honey.
“Tuh kan tinggal jawab, Honey aja santai kenapa kakak yang sewot,” ujar Rian pada Marwah.
“Kamu nggak liat ya dia baru saja nangis, kenapa malah bertanya begitu?” tegas Marwah.
“Kak Mar, sudah. Kak Rian cuman nanya aja kok, Honey nggak apa apa.” ucap Honey.
“Tuh kak Mar, Honey nggak apa apa,” tukas Rian.
“Aku bisa tanya lagi nggak?” tanya Rian.
Honey mengangguk setuju. “Ya boleh.”
“Kamu pernah naksir sesorang?” tanya Rian.
Honey tersenyum, “kak Rian kenapa pertanyaan nya sepeti itu. Tapi…” Honey berpikir sejenak. “Naksir kakak kelas di SMA pernah,” jawabnya.
“Kamu suka cowok yang seperti apa?” tanya Rian lagi.
Honey menatap Rian heran.
“Harus di hawab nggak sih?” tanya Honey.
“Harus lah, kalau di jawab aku akan belikan nasi goreng,” ucap Rian bersemangat.
“Bener ya nasi goreng,” ucap Honey.
“Dulu sih waktu sekolah, Honey suka yang ganteng, macho, pintar dan kaya. Tapi sekarang sepertinya Honey hanya butuh pria yang baik, yang mau berbagi segala hal bersama Honey,” jawab Honey.
“Tipe kesukaan nya nggak ada di kamu kan Rianty?” ledek Raniya.
“Tipe Rian juga bukan seperti Honey, Rian suka tipe seperti yang Honey suka waktu SMA,” ucap Rian kemudian melenggang pergi dari situ. Dalam hatinya ia tersenyum puas, besok ia bisa melapor kepada CEO.
Hari telah malam, tim bakery mulai mengakhiri pekerjaan mereka. Satu persatu perkakas di simpan, dapur di bersihkan dan kue kue di simpan dalam wadah tertutup rapat.
Seperti yang di janjikan Rian, ia akan membelikan Honey nasi goreng malam itu. Bagitu keluar dari parkiran kantor mereka berjalan kaki menuju gerobak nasi goreng yang sering mangkal di persimpangan jalan arah kos kosan honey.
Setelah membungkus dua porsi nasi goreng, Rian dan Honey melanjutkan langkah kakinya.
Dalam perjalanan Rian masih mengajukan berbagai pertanyaan pertanyaan kepada Honey. Mengenai ukuran sepatu, makanan kesukaan, hobby bahkan idola kesukaan nya.
Honey menjawab semua pertanyaan Rian, sambil sesekali di bumbui canda dan tawa di antara keduanya.
Hingga tanpa sengaja di tengah percakapan mereka, Honey keceplosan bicara soal penyakit ibunya.
__ADS_1
“Kak Yan, Honey sudah dua tahun nggak nonton tv. Kalau nonton itu pun hanya sekilas, pas lewat di depan tv yang terpajang di pinggir pinggir jalan. Jadi mana honey tau soal idola K pop yang kak Yan maksud,” ujar Honey.
“Hmm, sini kakak kasi kamu satu contoh yang ganteng,” ucap Rian. Ia membuka ponsel miliknya dan menunjukkan salah satu aktor korea yang sedang naik daun. “Namanya Yo Seung Ho,” ujar Rian.
“Wah ganteng nya kebangetan kak, senyum nya terlalu manis, seganteng itu sih honey ogah kak. Honey hanya mengidam kan pria yang hanya melihat Honey seorang dan begitu juga sebaliknya. Kalau aktor mah banyak dilirik cewek cewek cantik kak,” ujar Honey.
“Kalau ada tipe yang seperti itu, tapi yang mau terima kamu dan hanya melihat kamu Gimana?” tanya Rian, pikiran nya langsung tertuju pada Keanu Travor. CEO nya itu terus penasaran akan Honey.
“Nggak mungkin ada yang seperti itu. Lagian saat ini honey hanya akan fokus pada penyakit ibu. Jika operasi nya jadi, pasti akan membutuhkan biaya yang lebih besar,” ucap nya.
“Emang nya ibu kamu sakit apa?” tanya Rian serius.
Honey melirik ke arah Rian. “Kak Rian jangan cerita ke teman teman yang lain ya, honey nggak ingin mereka terbebani dengan masalah honey,” ujar Honey.
“Iya kakak janji.”
“Ada tumor di kepala ibu, kemungkinan harus di operasi,” ucap Honey lemah.
“Kalau ada yang ingin di ceritakan, nih telinga kakak siap menampung semua keluh kesah mu. Jangan di simpan sendiri Hon, kamu kan masih punya kita. Kamu lupa? Kita sudah seperti saudara. Persahabatan kita lebih erat daripada keluarga,” ucap Rian.
“Iya kak, Honey tau. Honey pasti akan cerita ke kalian tapi tunggu saat yang tepat. Saat ini penyakit ibu masih dalam tahap evaluasi. Semoga tidak parah seperti yang honey baca di berita berita,” ujar nya.
“Ya sudah, pokok nya ingat, kamu nggak sendiri.” ucap Rian.
Tanpa sadar mereka telah berjalan sejauh satu kilo meter. Kos kosan Rian berada dalam gang sempit tempat mereka berdiri saat itu.
“Kita sudah berjalan jauh kak, kakak masuk lah. Honey akan lanjut. Terimakasih nasi gorengnya kak yan,” ucap honey ia masih harus melanjutkan langkahnya sejauh satu kilometer agar tiba di kos kosan miliknya.
“Hon,” panggil Rian.
“Ya kak,” Honey kembali membalik kan badannya.
“Kamu kenapa nggak pindah kos dekat kantor aja, kasihan kamu jauh jalan kaki setiap hari,” ucap Rian.
“Honey belum dapat tempat yang murah kak, tempat kos honey sekarang masih memberikan harga lama, ibu kos nya baik jadi nggak masalah buat honey jalan agak jauh,” ucap nya.
“Tapi kan bahaya, kamu perempuan jalan kaki sendiri tiap malam,” ucap Rian lagi.
“Honey lewat gang Kamboja kak, lumayan rame. Lagian ini belum jam sembilan jadi aman lah kak,” jelas Honey.
“Ya sudah, kamu hati hati di jalan. Kalau ada apa apa telpon kakak ya?” ucap Rian.
“Iya kak, makasih,” honey melambaikan tangan sambil tersenyum. Ia kemudian berbalik badan melanjutkan langkahnya.
.
.
.
To be Continued ⬇️
__ADS_1