Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
079-Our Trip I


__ADS_3

Setelah kebakaran yang terjadi, tim bakery terpaksa harus di liburkan selama beberapa minggu kedepan. Dalam masa itu juga Caramel dan Keanu akan berada di America.


Jet pribadi membawa Keanu dan caramel melintasi benua, menuju sebuah negara besar. Di negara maju tersebut lah sang ibu sedang di rawat.


Terdapat Berbagai peralatan canggih yang mengelilingi ruangan perawatan dan beberapa selang terlihat menempel di tubuh Karmila. Kepalnya sedang terpasang head cap berwarna hijau. Ia terlihat Berlin siuman setelah menjalani operasi beberapa hari yang lalu.


Dari Jendela kaca, Caramel dan Keanu terus memandang ke dalam ruangan perawatan Karmila yang di jaga agar tetap steril dari pengunjung luar.


“Kak, apa ibu akan baik baik saja?” tanya Caramel.


“Tentu saja, jam tiga nanti adalah operasi kedua. Tim dokter akan melakukan sinar x ray yang menyumbat pembuluh darah di kepala ibu mu. Operasinya pertama berjalan dengan baik, sel tumor di kepala ibu sudah di angkat. Kita percayakan operasinya nanyi malam kepada dokter Stuart,” jelas Keanu yang baru saja bertemu dengan dokter Stuart.


“Apa ibu akan sadar setelah nya?” tanya caramel.


“Tentu saja,” ujar Keanu sambil mengusap punggung Caramel.


“Sudah dua jam kamu berdiri di sini? gimana jika kita istirahat sekarang?” tanya Keanu.


“Caramel masih belum ngantuk kak?” ujar Caramel.


“Wajar jika kamu belum ngantuk. Di negara kita sekarang jam 2 sore. Tapi apa kamu akan berdiri di sini sepanjang malam?” tanya Keanu.


“Kita cari makan, bawa koper kita ke hotel. Jam tiga nanti kita akan kembali ke sini lagi,” bujuk Keanu.


“Kakak capek ya?” tanya Caramel.


Mengingat sepanjang perjalanan Keanu terus sibuk membuat proposal kontrak kerjasama dengan sebuah perusahan baru. Sedangkan Caramel terus tertidur selama dalam pesawat.


“Hmm.” Keanu mengangguk. “Bisa kah aku tidur tiga jam? Kita akan kembali ke sini sebelum operasi ibu mu,” ucap Keanu.


“Bisa, ayo,” ajak Caramel. Ia berinisiatif menggenggam jemari Keanu kemudian pergi dari situ.


Sebuah mobil chevrolet hitam sudah menunggu mereka di parkiran basement rumah sakit.


Keanu dan Caramel menginap di sebuah resort tak jauh dari rumah sakit Michigan. Sebuah resort menghadap sebuah danau yang menampilkan keindahan pemandangan membentang di hadapan mereka.


“Juan, apa kabar?” tanya Keanu pada sopirnya yang juga adalah karyawan yang di tugaskan memegang anak perusahan miliknya di Amerika.


“Baik bos,” jawab pria berambut pirang dan berhidung mancung itu.


“Bos apa kabar?” tanya Juan kembali.


“Baik,” jawab Keanu.


Dari balik kaca spion Juan menatap Caramel. “Your girl friend is so beautyful,” ucap Juan.


“No No, she is not My girl friend. She is My wife,” balas Keanu sambil menarik punggung tangan Caramel kemudian mengecup nya.


“Oh, so you are merrid right now boss. Selamat,” ucap pria yang terbata bata dalam mengucapkan bahasa itu.

__ADS_1


“Terima kasih Juan.”


Setiba di resort Cadilac Caramel bergegas keluar dari mobil, ia pun bergegas masuk ke dalam loby resort. Tatapan Juan seakan tak bersahabat menatapnya terus menerus.


Seorang office Boy membawa barang barang mereka ke sebuah kamar yang sudah di pesan Keanu beberapa hari sebelumnya. Caramel langsung pergi dari loby tersebut mengikuti office Boy yang membawa barang mereka ke dalam kamar.


“Juan, jemput aku pukul tiga nanti. Kami akan kembali ke rumah sakit,” ucap Keanu.


“Yes bos, i already here at 3 AM.”


Keanu pun langsung berjalan menuju resepsionis. Ia mencari Caramel yang tadinya berdiri disitu.


“Where is My wife?” tanya Keanu.


“She must be at your room by now sir,” jawab wanita pirang dengan ramah.


“Ok thanks.”


Keanu berjalan keluar melalui pintu samping menuju arah beberapa kamar suite yang berjejer mengahadap arah danau. Sesuai nomor kamar, ia menuju ke arah tanda yang tertera pada cari kamarnya.


Tok tok tok…


Caramel membukakan pintu untuk Keanu.


“Dimana pria itu?” tanya Caramel.


“Sopir kakak itu,” ucap Caramel.


“Maksud kamu Juan? Dia sudah pergi.”


Keanu menarik dasi yang seharian penuh menyesak kan lehernya. Menarik beberapa kali kemudian dasi itu lepas dari lehernya. Ia melepas jas yang terasa begitu membebani tubuhnya, membuka beberapa kancing kemeja hingga tampilan dadanya terlihat sempurna dibalik remang ruangan kamar.


Caramel masih berdiri menatap Keanu. Wajahnya lelah namun masih setia dengan seulas senyuman menatap ke arah Caramel.


“Kakak capek?” tanya Caramel.


Keanu mengangguk. “Aku selalu nggak bisa tidur saat di pesawat, dan sejak kemaren aku fokus mengerjakan rencana yang harus aku tinggalkan untuk Natalia,” jelas Keanu.


“Karna kakak nggak pernah meninggalkan perusahan terlalu lama, jadi kakak agak paranoid,” ujar Caramel.


“Mungkin saja karena sejak dulu aku nggak pernah memberikan kepercayaan besar perusahan pada orang lain.”


“Kalau dilihat sih, kak Natalia orang nya baik. Dia sangat menyayangi ibu,” ujar Caramel.


“Natalia orang nya terlalu tertutup, hatinya sedalam lautan, kita tidak bisa menebak apa yang akan di lakukannya,” jelas Keanu.


“Kakak mencurigai kak Natalia,” tanya Caramel.


“Bukan, aku hanya merasa tidak nyaman saat di dekat nya. Wajah nya dapat berubah seketika. Dari marah kemudian tiba tiba tertawa. Bahkan Sandri pernah menjulukinya Joker. Sekarang perusahan ada di tangannya, perasaan tak nyamanku ini semakin menjadi,” jelas Keanu.

__ADS_1


Caramel berjalan mendekati Keanu. “Kak, Mulai sekarang belajar lah mempercayai seseorang,” ia mulai membuka dua kancing terakhir di kemeja Keanu. “Aku lihat kakak nggak pernah berhenti berpikir, kakak terus bekerja, kakak nggak pernah punya waktu merilekskan tubuh kakak,” ujar Caramel.


Ia mendorong tubuh suaminya itu menuju kamar mandi. “Sekarang kakak mandi, trus tidur. Wajah kakak kucel, kayak Zombi,” tegas Caramel.


Caramel berjalan menuju sebuah pintu yang menghubungkan ruangan itu dengan sebuah teras. Pemandangan danau dibawah pantulan sinar rembulan terlihat sangat indah.


Baru beberapa saat Caramel berdiri di situ, tubuhnya tak mampu lagi menahan dingin nya udara serta hembusan angin yang menerpa tubuhnya. Ia beranjak masuk tanpa mengunci pintu teras tersebut.


Ia masuk ke dalam ruangan yang cukup luas dimana copernya berada. Ia menggantung beberapa pakaian di pada sebuah gantungan baju. Kemudian menyiapkan piyama untuk Keanu.


“Sayang?” panggil Keanu.


“Sayang? Kamu dimana?” panggilnya lagi.


“Kak,” jawab Caramel.


Ia bergegas keluar membawa piyama untuk Keanu.


“Aku di sini,” ucap Caramel.


Keanu berdiri menutup kedua matanya kemudian bernafas lega. “Aku pikir kamu keluar,” ucap Keanu sambil mendekati Caramel.


“Udara di luar lumayan dingin, kamu nggak harus keluar dengan pakaian tipis seperti ini. Jadi aku kepikiran saat melihat pintu terbuka lebar,” ucap Keanu seraya memeluk istrinya itu.


“Maaf, aku masuk keruangan itu untuk menyiapkan pakaian kakak,” ujar Caramel sambil menyerahkan piyama kepada Keanu. “Kakak pakailah, aku akan mengunci pintunya,” ia berjalan cepat menuju pintu teras kemudian menguncinya rapat.


Keanu menyusul Caramel. Memeluk pinggangnya, sambil mencium leher wanitanya itu.


“Kakak, dipakai lah dulu pakaiannya. Aku akan mandi. Kalau nggak bisa pakai, sini aku bantu pakaikan.” Ucap Caramel.


“Haha mandi lah, aku akan menunggu di sini. Dan,” Keanu melempar pakaian yang ada di tangannya. “Nggak usah di pakai, kalau akhirnya akan di lepas,” ucapnya nakal.


“Ish, tadi katanya capek, ngantuk, sekarang kok genit?”


“Mau manjain istri masa nggak boleh? Walaupun lelah jika lihat kamu, lelahku sirna. Apa lagi lihat wajah malu malu kamu itu, aku langsung teringat des ahan dan rintihan.”


“Mulai deh Kakak nge gombal,”


“Istriku cantik, wanita yang paling aku ingin kan di muka bumi ini. Cinta pertama ku dan akan selalu menjadi cinta terakhirku—”


Caramel berlalu menuju kamar mandi. Ia tak menghiraukan lagi ucapan ucapan manis yang sudah sering di lantunkan sang suami saat ingin bermesraan dengan nya. Rayuan nya bak seorang pujangga lebay yang lihai dalam menyusun kata kata. Namun dalam hati caramel selalu merasa bahagia, se norak apa pun ucapan Keanu Caramel pasti akan tersenyum manis di buat nya.


.


.


.


To be continue ⬇️

__ADS_1


__ADS_2