
Tiba tiba ranjang empuk itu terasa bergerak. Tanpa bersuara Keanu mengangkat kepala Honey kemudian meletakkan kepalanya di atas bantal.
“Tidurlah,” bisik Keanu seraya mengecup kening Honey. Tanpa mengganggu bantal penghalang di tengah mereka, Keanu berbalik badan memadamkan lampu yang masih menyala di atas nakas samping kepalanya.
Ruangan menjadi gelap seketika.
Jemari honey mengerat selimut yang menutupi badannya. Deru nafasnya semakin cepat. Panik saat berada dalam gelap membuat honey butuh oksigen yang lebih banyak untuk tetap membuat nya rileks. Semakin lama nafasnya semakin terdengar sesak.
“Sayang?” panggil Keanu seketika langsung menyalakan kembali lampu nakas disampingnya.
Ia menghampiri Honey yang sedang menutup lekat kedua matanya.
“Sayang?” Sambil memeluk Honey dari arah samping. “Maaf aku lupa jika kamu takut gelap. Maaf,” sambil memeluk Honey.
Honey membuka kedua matanya, deru nafas Keanu berhembus menerpa pipinya. Lepas dari rasa sesak akan gelap, kini perasaan sesak lain menghampirinya. Keanu memeluk nya hingga tak bisa bergerak.
“Pak, aku akan tidur sekarang,” ucap Honey.
“Pak, aku akan tidur,” ucap nya lagi.
“Ya tidurlah, aku akan menjaga mu,” jawab Keanu.
“Tapi aku nggak leluasa, tangan bapak.”
“Baiklah.” Keanu mengendorkan pelukannya.
Honey memejamkan matany, namun deru nafas keanu masih terasa sangat dekat dengannya. Beberapa saat Honey berpura pura tertidur, ia berharap Keanu juga sudah tertidur saat itu. Ia ingin segera melepaskan diri dari pelukan pria itu.
Perlahan lahan ia membuka matanya, dan perlahan kepalanya menatap ke samping kanan.
Sedikit shock karena saat itu Keanu sedang menatap ke arahnya. “Bapak belum tidur?” tanya Honey berbisik.
Keanu menggeleng kepalanya. “Aku nggak bisa tidur,” jawabnya berbisik.
“Apa karena lampunya terlalu terang?” tanya honey.
“Karena ada kamu,” jawab Keanu.
“Aku? Kenapa aku?” tanya Honey.
“Bukankah seharusnya malam ini adalah malam pertama kita?” tanya Keanu blak blakan.
Honey bergerak mundur seakan sedang mawas diri. Semakin ia mundur wajah keanu semakin terlihat jelas.
“Aku tidak akan memaksa jika kamu belum siap. Aku akan melakukan hal itu atas kemauan kamu,” ujarnya sembari mengelus pipi Honey.
Melihat wajah pria yang sedang ho-r-ny itu, wajah Honey memerah. Ia masuk ke dalam selimut menutupi sebagian wajahnya.
“Kamu terlihat lucu seperti itu, malu malu dalam selimut,” ujar Keanu sembari tersenyum.
“Aku tidak sedang malu,” bantah Honey. “Lagian bapak sudah menatapku terlalu lama, kenapa nggak menatap ke arah lain saja.”
__ADS_1
“Aku akan turun mengambil air, kamu ingin sesuatu untuk di minum?” tanya Keanu.
Honey mengangguk. Setidak nya ia butuh coklat atau susu hangat agar bisa memicu rasa kantuknya.
“Ada coklat panas, atau susu?” tanya Honey.
“Kamu bisa memliki keduanya di bawah,” ucap Keanu kemudian keluar dari dalam selimut.
Keanu berjalan keluar dari pintu kaca melewati sebuah ruangan di mana terdapat sofa dan sebuah tv besar. Honey berjalani ikut di belakangnya hingga ke sebuah meja dapur. Dapur yang begitu bersih seolah tidak pernah digunakan untuk masak.
Keanu membuka sebuah laci di meja itu. Beberapa sachet minuman siap seduh berada di dalam laci tersebut.
“Pilih lah sesuatu yang kamu mau.” ujar Keanu sembari meraih gelas dari atas lemari.
“Honey juga mau,” Honey berdiri dengan kaki menjinjit mang ambil gelas disana.
Honey terlihat lucu di balik piyama longgar milik Keanu, satu tangan nya sedang sibuk menahan celana kedodoran yang di kenakan nya, dan satu tangan lagi sedang berusaha meraih gelas dari atas lemari.
Tangan Keanu memeluk nya dari arah belakang, sambil meraba sebuah tali pengikat di celana Honey.
“Pak,” larang Honey. Sangkanya Keanu sedang memasukkan tangan ke dalam celana nya. Ternyata ia sedang mengikat tali dari celana tersebut.
Wajah Honey memerah, ia menunduk malu.
“Bapak nggak bilang kalau ada talinya,” ujar nya.
“Otak kamu barusan pasti negative thingking kan? Haha dasar,” sambil dengan sengaja mendesak tubuh Honey ke arah meja di bawah lemari.
Keanu dengan mudahnya meraih sebuah gelas lagi dari dalam lemari.
Keanu mengatur posisi piyama tipis nya. Niatnya ingin menggoda Honey, malah ia yang kewalahan sendiri sekarang, torpedonya terasa terjepit di balik baju tipis berbahan satin itu.
Honey sudah berdiri di depan laci dimana berbagai sachet minuman instan berada. Ia memilih sesuatu yang menurut nya enak, namun tulisan dalam bahasa korea tak bisa ia bedakan yang mana kopi dan yang mana coklat.
“Pak, aku mau coklat,” ujar Honey.
Keanu mendekat membantu memilih satu sachet minuman coklat untuk Honey.
Tanpa sadar, mata Honey tertuju pada benda menonjol di balik piyama Keanu. Terlihat lucu menurutnya. Benda menonjol itu seperti mendorong piyama Keanu jauh kedepan.
Ia terkekeh pelan, dengan telapak tangan kanan yang berusaha menutup mulutnya.
Keanu melepas gelas di tangannya. Dengan sigap ia mengangkat tubuh Honey duduk di atas meja.
“Kamu pikir ini lucu?” ucap nya.
Bibirnya langsung memagut bibir Honey.
Awalnya Keanu menerkam dengan buas sambil memain mainkan lidahnya disana. Namun ia sadar, honey tidak merespon sedikit pun. Honey hanya diam saja.
Ritme kecupan mulai berubah menjadi lembut dan semakin lembut sembari berbisik di telinga Honey. “Ini pasti ciuman pertama kamu kan.”
__ADS_1
Honey mengerang menahan geli bisikan Keanu membuatnya merinding.
Dengan wajah memerah honey menunduk, ia tidak menampik ucapan Keanu. Tadinya ia ingin mendorong pria itu menjauh. Tapi lama kelamaan, kelembutan yang dirasakannya membuat nya ikut menikmati ciuman pertamanya itu.
Keanu meraih dagu Honey kemudian kembali melancarkan aksinya kembali. Kali ini semakin dalam, ia menelaah masuk hingga ke bagian tersembunyi dalam mulut Honey. Tetap lembut namun semakin li ar.
Honey terlihat kewalahan. Ia dibuat hampir tak bisa bernafas. Tubuhnya serasa terdorong semakin rebah ke arah meja. Tangan Keanu telah menyusup masuk ke dalam piyama longgarnya. Tanpa bra melapisi kedua bukit kembarnya, tangan Keanu seakan asik bermain di sana.
Honey mengerang terang sang hebat akibat ulah Keanu “Ahhh, pak,” dengan suara tak jelas ia berusaha memanggil Keanu.
Keanu menghentikan aksinya. Wanita nya itu menolak melanjutkan aksinya, Honey kemudian menatap ke arah samping seakan tak ingin melanjutkan aksi itu.
“Hentikan pak, aku belum siap,” ucap Honey pelan.
Keanu bersandar di atas tubuh Honey, sambil mengatur deru nafas. Ia mengangguk, mengusap kepala honey sambil tersenyum lembut.
“Maafkan aku,” ucap Keanu pelan.
Ternyata tubuh kamu begitu sensitiv, aku hanya menyentuh di beberapa bagian dan kamu sudah bergetar seperti itu. Batin Keanu sambil menatap gadis yang masih enggan menyerahkan diri nya itu.
Keanu menarik badan Honey ke posisi duduk. Ia tak peduli lagi saat torpedo nya semakin ngaceng mendorong piyama tipisnya itu semakin ke depan.
Dengan santai Keanu merobek satu sachet minuman coklat kemudian menaruh ke dalam sebuah gelas. Setelah di seduh air panas dari mesin yang terdapat di atas meja, aroma wangi coklat langsung tercium oleh mereka.
“Hot coklat untuk istriku,” ucap nya.
Dengan perasaan bersalah Honey menerima gelas dari tangan Keanu. Ia tak bisa berkata kata, tegapnya torpedo Keanu membuatnya semakin di lingkupi rasa bersalah.
Keanu kembali mengambil satu sachet kopi kemudian menuang di sebuah gelas, mengambil sendok teh, menuju mesin air panas, menyeduh kopi dan mencuci tangan, seolah sedang show up ia terus bolak balik di hadapan Honey.
Isshhh… dia pasti sengaja bolak balik di hadapanku membuatku jadi nggak enak hati.
“Pak,”
Honey memanggil karena ingin bertanya merek coklat tersebut. Tapi yang di terima nya adalah tatapan tajam Keanu. Ia seperti binatang buas yang ingin mencari mangsa.
Nafsunya pasti sedang tinggi, bagaimana jika aku langsung ke kamar saja?
“Nggak jadi,” ucap Honey datar kemudian membuang muka ke arah gelasnya.
Honey langsung meniup coklat panas di gelasnya kemudian menyeruput, ia meniup lagi kemudian menyeruput lagi, berulang ulang. Seperti seorang yang di kejar sesuatu, dalam sekejap coklat panas itu ludes di minumnya.
“Pak Aku ke kamar duluan, aku ngantuk,” ucap honey sambil setengah berlari kembali ke kamar.
Keanu hanya menatap kepergian Honey.
Sekarang kamu bisa lolos, jangan harap besok kamu bisa menghindar seperti ini lagi.
.
.
__ADS_1
.
To be continue⬇️