Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
035- Kotak Kue


__ADS_3

Pagi harinya di dapur bakery.


Hari itu adalah hari minggu, sebagian besar karyawan kantor tidak bekerja pada hari itu. Hanya beberapa karyawan yang sedang mengejar dead line dan lembur closing yang datang bekerja pada hari itu.


Lain halnya dengan Honey, tak ada dead line atau pun closing. Namun ia harus datang kedapur tanpa bantuan ke lima temannya hanya untuk menyelesaikan misi dari dokter Yunita untuk keponakannya dokter Rasya.


Tentu saja Honey hanya membutuhkan peralatan dan perlengkapan yang ada di dapur itu. Setelah mengantongi ijin dari Keanu baru lah Honey memberanikan diri mengelola dapur itu sesuai keinginan nya. Namun dengan satu syarat, Honey harus menyisihkan kue yang di buatnya hari itu untuk Keanu.


Crumble Caramel Pie. Kue percobaan yang berhasil di buat Honey hanya dalam sekali percobaan.


Rasanya hmmm lumayan. Nggak terlalu keras, sesuai dengan tekstur pie dan tidak mengurangi rasa pie nya.


Sambil mencicipi kue buatannya, Honey menyiap kan kotak kue. Dua kotak kue dengan ukuran yang sama, satu kotak berisi 12 cup kue.


“Ehm,” suara deheman dari arah pintu.


“Pak CEO?” ucap Honey sedikit kaget.


Keanu langsung mendekati Honey. Ia manatap dua kotak kue di atas meja.


“Apa yang satu itu buatku?” tanya Keanu.


“Iya punya bapak.”


Keanu langsung mencomot satu dan langsung memasukkannya ke dalam mulut.


“Hmmm, luar biasa. Enak. Pas dan agak renyah di mulut,” ucap Keanu.


Honey berbalik belakang dan mulai menyematkan pita ke atas kotak kue yang satunya.


“Untuk siapa?” tanya Keanu penasaran.


“Ini untuk dokter Rasya,” jawab Honey.


“Emang harus ya di pakai kan pita seperti itu? Kenapa punyaku nggak?” tanya Keanu.


“Ini hadiah pak, jadi harus lebih rapih,” jawab Honey.


“Jadi punyaku nggak boleh rapih karena bukan hadiah?” Keanu mengangkat kotak kue miliknya yang kini telah berkurang satu.


“I itu juga hadiah sekaligus ucapan Terimakasih buat bapak karena telah meminjamkan dapur ini,” jawab Honey.


“Jadi saya juga butuh pita seperti itu,” ujar Keanu.


Ya ampun, sudah di comot tapi masih mau pita ckckk. batin Honey.


Honey mengambil kotak dari tangan Keanu kemudian di berikan pita merah sama seperti kotak yang satunya.


“Ya sudah, Honey pergi dulu pak. Honey masih harus mengantar kue ini,” pamit Honey.


“Hm, saya akan mengantar kamu,” tawar Keanu.


“Nggak usah pak, saya tujuannya ke arah rumah sakit Slipi. tak jauh dari sini,” tolak Honey.


“Justru karena dekat, bisa saya anter.”

__ADS_1


“Jangan pak, saya nggak enak. Lagian saya harus ke sana sekarang. Dokter Rasya sudah menunggu saya,” ucap Honey.


“Terimakasih tawarannya pak, saya pergi dulu,” Honey langsung berjalan cepat meninggalkan Keanu.


Sepeninggal Honey, Keanu langsung menghubungi Randi.


“Randi, cari info seorang dokter bernama Rasya di rumah sakit Slipi. Saya mau info nya hari ini juga,” perintah Keanu.


“Baik pak,”


Begitu keanu menutup telpon nya, sebuah panggilan masuk ke ponselnya.


“Ibu,”


Keanu langsung mengangkat panggilan masuk dari Ibunya itu.


“Bu.”


“Anak bandel, pulang ke rumah sekarang. Ibu tunggu di rumah. Sekarang juga!” Suara bentakan dari ibu nya itu suatu pertanda jika ibunya sedang tidak main main dengan ucapannya.


Keanu langsung mengabaikan segala kepentingannya dan langsung pulang ke rumah sesegera mungkin.


Memasuki garasi rumah, sebuah mobil merah Ferrari sedang terparkir di depan pintu masuk rumah. Dan dua buah lamborghini di bagian belakang mobil merah tersebut.


Keanu hanya bisa memarkir mobilnya itu di bagian luar garasi kemudian berjalan kaki masuk ke dalam rumah.


“Bu,” panggil Keanu. Suaranya menggema di dalam ruangan mewah dan luas tersebut.


“Bu,” panggilnya lagi.


“Kean,” seorang wanita cantik berjalan menghampirinya.


Wanita cantik itu langsung memeluk keanu. Kemudian menarik lengannya agar duduk di kursi di sampingnya.


“Anak laki laki ku, kita setahun nggak bertemu, dan kamu langsung menceramahi ibu.” ucap wanita cantik itu yang adalah ibunya.


“Ibu kemana saja, siapa suruh ibu keluyuran sepanjang tahun?” sahut Keanu.


“Jika ibu di sini, hati ibu justru semakin sakit. Ibu hanya punya anak semata wayang, namun dalam hati anak itu hanya ada pekerjaan dan bisnis. Ibu sering di buatnya bosan jika terus menunggunya pulang ke rumah. Yang ada dalam otak anak itu hanya investasi. Jadi sudah menjadi tugas ibu menikmati hasil investasi dari anak ku di luar negri,” ucap Lilian penuh keanggunan.


“Kapan ibu tiba?” tanya Keanu.


“Semalam. Dari paris ibu langsung ke sini. Sebenarnya ibu ingin bermalam beberapa hari di Turki. Tapi teman teman ibu yang janjian di sana batal berangkat, jadi ya ibu langsung terbang ke sini.” ucap Lilian.


“Oh, ya. Pakaian kamu sudah rapih. Dan?” Lilian menatap rambut Keanu yang terlihat sedikit berantakan. “Sebentar lagi Layla akan ke sini, ibu sudah memesan beberapa kue kesukaan kamu.” Ucap Lilian.


“Nggak perlu, Keanu sekarang punya kue Keanu sendiri,” tolak Keanu.


“Ternyata benar, kamu sekarang memiliki karyawan khusus bagian kue ya?” tanya Lilian penuh selidik.


“Ya betul, aku suka kue mereka. Lebih enak dari kue buatan teman ibu itu,” ucap Keanu.


“Makaud kamu Layla? Dia cerita ke ibu loh soal kamu nggak pernah lagi belanja di cafe nya? Dia dikit kecewa jadi ibu undang dia ke sini hari ini,” ujar Lilian.


“Aku lupa sesuatu di mobil, bentar aku ambil dulu.”

__ADS_1


Keanu beranjak dari kursi empuknya menuju ke arah luar.


Sebuah kotak berpita merah di raihnya dari kursi belakang mobil. Kue kesukaan Keanu. Jika dimakan akan selalu teringat betapa manis nya Caramel.


Keanu kembali masuk ke dalam ruangan di mana ibunya tengah duduk menelpon.


“Layla sudah di depan,” Lilian beranjak menuju pintu.


“Selamat siang tan.” Suara salam Layla terdengar hingga ke telinga keanu.


Sebelum mereka menghampiri dirinya. Keanu langsung berdiri sari sofa itu. Ia membawa serta kotak kue miliknya menuju ruangan lain dirumah itu.


“Kean,” teriak Lilian ibu nya.


Dengan mengerling kan mata, Lilian memerintahkan keanu kembali ke kursi dengan sebuah kode seolah sedang mengancam.


Keanu pun kembali duduk.


“Layla duduk sayang,” ucap Lilian ramah.


“Tan,” Layla menyerahkan satu kotak kue ke tangan Lilian.


“Makasih banget. Hmmm dari aromanya, rasanya sudah pasti lezat.” ucap Lilian sambil menerima kotak kue dari tangan Layla dengan senang hati.


“Duduk yuk, kebetulan Keanu di sini, jadi kalian ngobrol dulu. Tante akan ke dapur meminta bi Ulfa buatkan kalian minum.”


“Baik makasih tan,” ucap Layla lembut.


Layla duduk menghadap ke arah Keanu. Pria tampan di hadapannya itu tengah asik dengan ponsel di tangannya.


Sudah sepuluh menit dia duduk di situ, namun pria di hadapannya itu seperti tidak menyadari kehadirannya. Suasana jadi agak canggung. Jika di ajak bicara apakah keanu akan merespon?


Akhirnya Layla bersandar pada sandaran kursi. Sedikit galau dan bete. Tante Lilian belum juga kembali ke situ.


“Kean,” panggil Lilian.


Keanu menoleh ke arah ibunya.


“Ada Layla, kok nggak di temani ngobrol?”


“Nggak apa tan, mas Keanu mungkin lagi sibuk,” ujar Layla.


Kemudian bi Ulfa muncul dengan nampan berisi tiga gelas orange juice.


“Ayok di minum sayang,” ucap Lilian. Ia mulai membuka kemasan kotak berisi kue yang di bawa Layla.


“Hmmm, choux paste kamu memang yang terbaik. Ini kesukaan Kean. Ayo Kean dimakan.” Lanjut Lilian.


“Anak tante ini penggemar kue, dia suka yang manis manis apa lagi yang manis nya asli. Iya kan Kean?”


Lilian terus berucap, ia berharap putranya itu akan merespon wanita cantik di hadapannya. Layla adalah salah satu wanita yang ia pilih karena keahliannya dalam membuat kue. Barangkali, wanita cantik dan memiliki bakat seperti Layla akan membuat Keanu tertarik.


.


.

__ADS_1


.


To be continued ⬇️


__ADS_2