Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
082-Dimana Caramel


__ADS_3

Sudah lima hari Caramel berada di Amerika sendiri tanpa Keanu. Setiap hari ia hanya berada di rumah sakit menjaga ibunya.


“Bu,” panggil Caramel.


Karmila membuang tatapan matanya ke arah lain.


“Ibu dengar kan kata dokter tadi, ibu harus mencoba bubur cair ini. Selang Makanan dari leher ibu akan di lepas sore nanti jika ibu sudah bisa menelan makanan,” ucap Caramel lembut.


“Jika masih nggak bisa makan, malam nanti selang yang lama akan di ganti dan mereka akan memasang kembali selang baru. Ibu mau di cekokin makanan dari selang terus menerus? Apa ibu nggak kesakitan?” ucap Caramel lagi namun sedikit memaksa.


“Say,” panggil Danisha dari arah belakang.


“Jangan galak galak dong. Sini mangkoknya, biar aku suap ibu ya,” ucap Danisha.


“Gimana ga marah, sudah hampir jam empat tapi ibu belum mau makan. Tadi siang makanan sebagian sudah aku masukin lewat selang padahal kata dokter harus di suap,” ucap Caramel cemberut.


“Bu, kita coba makan ya? Danisha yang suap. Ok?” ucap Danisha ramah.


Satu suapan bubur cair masuk ke dalam mulut Karmila. Karmila berusaha menelan dan bubur cair yang di suap Danisha dengan susah payah. Beberapa saat lamanya ia makan hanya dengan selang, kini lehernya terasa seret ketika di masuki makanan.


“Kita coba sekali lagi ya bu,” ucap Danisha kemudian menyuap bubur ke mulut Karmila. Kali itu Karmila langsung menelan bubur yang sebagian besar isi nya adalah air tersebut.


Caramel menatap Karmila dan Danisha. Ia sadar ibunya tidak ingin di suap oleh dirinya. Entah apa yang ada di dalam pikiran ibunya.


Ibu nggak suka disuap oleh ku, artinya otak ibu sekarang baik baik saja.


Hufuufffttttttt.


Caramel membuang nafasnya panjang.


“Nisha, aku keluar dulu menemui pak Juan,” ucap Caramel lesu.


“Didepan ga ada orang, pak Juan mungkin lagi pergi,” sahut Danisha sambil terus menyuap Karmila.


“Ya sudah, aku turun sendiri. Apotik di sebelah mana?” tanya Caramel.


“Kamu butuh apa? Sini biar aku yang turun belikan.” ucap Danisha.


“Nggak usah, kamu lagi suap ibu. Lagian aku hanya ingin beli pembalut.” ucap Caramel sambil berjalan ke arah nakas mengambil tas miliknya. “Kayak nya bentar lagi akun menstruasi, perutku mulai terasa kram.”


“Nggak tunggu pak Juan? Kamu sendiri. Kalau nyasar gimana?”


“Nisha aku nggak mungkin nyasar sampai ke hawai kan? Cuman ke apotik doang,” ujar Caramel.


“Ya sudah, bawa ponsel. Kalau mau tanya apa apa atau nggak ngerti apa apa telpon aku aja. Oh ya, apotik ada gedung utama. Jalan aja terus kedepan ke arah loby. Apotik nggak jauh dari situ,” ucap Danisha.


“Iya,” Caramel pun berlalu dari ruangan itu.


…(^—_—^)…


Disebuah ruangan Natalia terlihat sangat marah. Ia memukul meja dan melempar sebuah gelas yang ada di hadapan nya.


“Bodoh!”


“Saya mempekerjakan kamu selama bertahun tahun. Saya mempromosikan dirimu hingga ke bagian puncak. Saya berusaha membantu kamu hingga ke posisi sekarang, dan kamu merusak semua kepercayaan ku?” bentak Natalia.


“Nona, saya sudah berusaha membuang semua hasil kamera CCTV di sana. Siapa menyangka ada sebuah mobil di taman itu. Lagian pak CEO hanya melihat separuh badan saya. Dia belum mengenali siapa pria di TKP itu.” bela pria itu.


“Sekarang bagaimana? Saya yakin secepatnya kamu akan di tahan. Sekarang sebaiknya kamu pergi meninggalkan negara ini.” ucap Natalia.


“Tapi nona, istri dan anak saya? Tolong lah, beri saya waktu untuk membereskan masalah ini.”


“Waktu untuk? Waktu untuk mereka menjebak mu?” tanya Natalia.

__ADS_1


“Nona, jika tiba tiba saya menghilang. Tentu saja semua tuduhan akan mengarah kepada saya. Pak keanu pasti akan mencari saya dimana pun saya sembunyi,” ujar pria itu.


Natalia kembali membentak.


“Nona. Berikan saya waktu seminggu atau dua minggu. Saya akan menghancurkan bukti bukti pemesanan alat alat wahana. Saya juga akan membuang topi dan jacket yang saya kenakan saat itu.”


“Dimana itu?” tanya Natalia.


“Masih di kantor di Bogor. Saya menaruhnya di dalam loker gudang perawatan.”


“Bodoh. Seharus nya kamu berpikir! menuntaskan semua sebelum pergi meninggalkan lokasi. Bagaimana kamu akan masuk ke ruangan gudang perawatan sekarang? Kantor di sana sekarang di tutup!”


“Saya akan mencari cara. Tapi nona bisa kah anda mengulur ngulur waktu. Sekarang polisi sedang melakukan pemeriksaan pada semua karyawan teknisi. Saya belum bisa ke sana sekarang,”


“Cepat pergi sekarang. Pikirkan caranya gimana menyingkirkan barang bukti!”


Teknisi pria itu pun pergi dari situ.


Natalia langsung meraih ponselnya kemudian menghubungi Sandri sepupu nya.


“San?”


“Hmm,”


“Gimana perkembangan kasus investigasi di bogor?” tanya Natalia.


“Masih sedang interview karyawan. Kamu tenang aja, sudah ada cctv dari mobil pick up. Tinggal di telusuri lebih lanjut.” jelas Sandri.


Waduh gawat. Saya harus mencari cara membuang semua bukti yang ada. Ta tapi…


“Kamu dimana? Keanu dimana?” tanya Natalia.


“Aku dikantor nya. Tuh dia lagi galau, telponan mulu ama istrinya yang jauh di sana,” jelas Sandri.


Wanita itu. Jika terjadi apa apa dengan nya, Keanu pasti akan langsung terbang ke sana. Setidaknya aku akan mencari cara agar investigasi nya tertunda.


Saat itu juga ia langsung menghubungi seseorang.


“Lakukan secepatnya. Nggak peduli apa pun, dapatkan wanita itu!” ucap Natalia datar.


…ooOoo…


Malam sudah menunjukkan pukul delapan malam.


“Randi, besok perjanjian kerja sama dengan Travor Play dengan Exo sudah disiapkan?” tanya Keanu.


“Sudah, bu Natalia sudah menentukan besok jam 7 malam,” jawab Randi.


“Ya sudah, berarti besok aku yang handle perpanjangan kontrak dengan pabrik tekstil. Oh ya, sekarang sudah bisa pulang kan?” tanya Keanu lagi.


“Bapak belum makan malam, mau saya pesankan atau bapak mau keluar makan?” tanya Randi.


“Saya akan menelpon istri saya. Sebaiknya kamu singgah beli saat perjalanan pulang nanti.”


“Baik pak.” jawab Randi.


“Oh ya pak, cafe yang di bangun sudah tahap finishing. Bapak nggak ngecek ke sana? Kemarin pak mandor menyarankan disign hardware nya sudah mulai bisa di kerjakan?” lanjut Randi.


“Besok akan aku sempatkan singgah ke sana.”


Keanu terlihat terus menelpon nomor Caramel namun tak ada jawaban.


“Kenapa nggak di angkat?” gumam Keanu.

__ADS_1


“Ayo,” ajak Keanu pada Randi.


Keanu pun berjalan menuju lift. Sesekali ia masih menghubungi Caramel.


Apa dia sedang mandi?


Ah Juan.


Begitu keluar dari lift Keanu langsung menghubungi Juan asisitennya sekaligus General Manager logistik anak perusahan di Amerika yang kini sedang di tugaskan menjaga istrinya.


Randi membuka kan pintu mobil dan mempersilahkan Keanu masuk.


“Juan,” ucap nya begitu panggilan tersambung ke nomor Juan.


“Morning sir,” sapa Juan.


“Istriku lagi apa? Di telpon tapi nomor hp nya nggak di angkat,” ucap Keanu.


“Tadi saya lihat masih ada di dalam kamar. Taking a bath maybe?” ucap Juan.


“Hmm, coba lihat. Suru dia angkat telpon saya,” ucap Keanu.


“Yes sir,” jawab Juan.


Terdengar suara Juan sedang mengetok pintu.


“Permisi. Nyonyah dimana?” suara Juan bertanya.


Tok tok tok.


“Nyonya,” panggil Juan yang sudah mulai akrab dengan Caramel.


“Juan?” panggil Keanu.


“Tuan, nyonya sedang tidak berada di kamar. Saya akan mencari ke luar,” ucap Juan.


“Cari dan cepat suru dia hubungi saya,” ucap Keanu kemudian menutup telponnya.


Beberapa saat Keanu terus menghubungi nomor Caramel.


“Helo?” Ponsel Caramel di jawab tapi yang menjawab adalah suara Juan.


“Tuan, handphone nyonya di dalam tas nya,” ucap Juan.


“Jadi kemana dia? Kamu sudah mencari ke sekitar?” tanya Keanu.


“I did, but nothing around here. Sir i’ll try to find her once again,” ucap Juan.


Keanu menutup panggilan telponnya. Masih dengan perasaan tak sabar ia menunggu kabar dari Juan. Semakin lama perasaan nya semakin khawatir dan takut. Sudah hampir se jam juan belum menemukan Caramel.


Ia kembali menghubungi Juan.


“Juan, aku akan hubungi dokter Stuart. Kamu ketemu dr Stuart, minta dokter Stuart periksa dan amankan kamera CCTV Rumah sakit. Pasti sudah terjadi sesuatu dengan istriku.”


“Baik pak, saya akan ke ruangan dokter Stuart sekarang.”


“Randi ke bandara,” Keanu langsung menutup panggilan telponnya.


.


.


.

__ADS_1


To be continue ⬇️


__ADS_2