Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
083-Penculikan


__ADS_3

Setelah bertanya letak arah apotik pada Danisha, Caramel langsung menuju apotik. Tentu saja ia harus segera mendapatkan pembalut saat itu, tidak mungkin ia meminta pembalut pada seorang Juan, terlebih Juan sedang tidak berada di tempat nya saat Caramel keluar dari kamar perawatan sang ibu.


Hanya bermodal sebuah platinum card di tangannya, Caramel terus menuju ke sebuah drugstore di lantai bawah rumah sakit itu. Seperti sebuah mini market kecil, drugstore itu menyediakan berbagai macam keperluan.


Caramel meraih sebuah keranjang dari dekat meja kasir. Ia mulai mencari apa saja yang ada di drugstore itu untuk di masukkan dalam keranjang belanjanya.


Setelah meresa cukup, barang belanjaannya dibawa ke meja kasir. Wanita di meja kasir itu mulai bercerita panjang lebar dengan dialeg bahasa Inggris. Caramel tidak mengerti, ia memilih diam dan tersenyum mendengar ucapan wanita itu.


Caramel menyodorkan sebuah platinum card ke wanita kasir itu.


Setelah memproses pembayaran, Caramel langung mengambil kantong belanjaannya kemudian keluar dari drugstore itu.


Tak jauh dari pintu ia keluar, seorang pria dan wanita terdengar sedang bertengkar dengan menggunakan bahasa. Mata Caramel langung tertuju ke arah kedua orang itu. Sang wanita mulai menangis, ia tersungkur di atas lantai sambil sesenggukan.


Caramel menghampiri kedua orang itu.


“Maaf saya mengganggu. Sepertinya kita dari negara yang sama. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Caramel.


“Anda orang Indo juga?” tanya pria itu dan di balas anggukan kepala oleh Caramel.


“Mbak, bantu anak kami. Uang kami tidak cukup untuk membeli obat untuk nya,” ucap wanita itu sambil memohon di bawah kaki Caramel.


“Berdiri lah bu,” Caramel menarik tangan wanita itu agar bersidiri.


“Mbak, uang saya tidak cukup. Anak saya butuh obat itu sekarang, ia sedang sekarat di tuang ICU,” ucap wanita itu lagi setalah bangun dari sujudnya.


“Butuh berapa?” tanya Caramel ramah.


“Masih kurang sekitar 400 dolar,” ucap nya.


Tanpa pikir panjang, Caramel langsung mengiyakan. Dia bersedia membantu pasangan suami istri itu.


“Tapi saya tidak punya uang tunai.”


“Dimana saya bisa menatik uang tunai di sini?” tanya Caramel pada ibu itu.


“Di bagian depan dekat parkiran ada Atm, kami akan antar mbak ke sana,” ucap wanita itu.


“Baiklah.”


Caramel berjalan di belakang wanita dan pria yang terlihat sedang terbebani masalah keuangan.


“Kenapa ibu dan bapak bisa berada di sini?” tanya Caramel.


“Awalnya kami ke sini sebagai TKI, setelah kontrak kerja kami selesai. Kami mulai bekerja mandiri. Suami ku kerja di sebuah pertamanan, sedangkan aku kerja di sebuah rumah makan,” jelas si ibu.


“Atm nya di sini,” ucap wanita itu sambil menunjuk bangunan kecil tak jauh dari parkiran.


“Kami akan ganti uang mbak, begitu kami gajian,” ucap suami nya.


Caramel mengangguk sambil tersenyum ramah, ia kemudian masuk ke dalam ruang atm.


Si wanita langsung menuju mobil nya, sedangkan si suami masih menunggu di depan pintu Atm.


Saat Caramel keluar, sebuah pisau kecil langsung bersarang di pinggang nya.

__ADS_1


“Ikut kami,” ancam pria itu.


Caramel melihat pisau kecil yang sedang di todongkan di dekat pinggangnya.


Kemudian sebuah sapu tangan berhasil membekap hidung dan mulutnya. Saat utu juga Caramel kehilangan kesadarannya.


.


.


.


Pencarian mulai di lakukan.


Dari pantauan CCTV di depan drugstore, Caramel terlihat berjalan keluar mengikuti seorang pria dan wanita. Sedangakan CcTv di lahan parkiran sudah di rusak oleh para penculik itu.


Saat itu Juan sudah mulai bergerak, ia mengumpulkan beberapa kenalannya untuk mencari di jalanan sekitar rumah sakit. Polisi setempat juga sudah di kerahkan, bahkan Juan sudah menyewa beberapa orang detektif swasta untuk mencari Caramel.


Keanu tiba di Michigan malam hari pukul 9 waktu setempat. Ia langsung menuju rumah Juan, beberapa orang yang di kerahkan Juan juga sudah menunggu Keanu di rumah itu.


“Bagaimana hasil pencarian?” tanya Brian.


“Mereka sedang mengusahakan memeriksa semua cctv mobil yang ada di parkiran rumah sakit itu pak,” jawab Keanu.


Beberapa orang di ruangan itu masih memantau mohil yang menurut mereka mencurigakan.


“Thats it!” seru seorang pria sambil menunjuk sebuah mobil Ford warna hitam. Di video itu Wulan sedang dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil.


Juan langsung menghubungi orang orang yang sedang bergerak di jalanan.


Sepertinya Caramel sudah di pindahkan menggunakan mobil lainnya.


Sepanjang malam itu, Keanu menunggu panggilan dari si penculik. Mungkin saja mereka akan meminta uang tebusan. Namun hingga pagi hari nya sang penculik tidak menghubungi Keanu sama sekali.


“Istriku di culik bukan karena uang, penculik pasti memliki dendam pribadi dengan ku.”


“Pak, beberapa orang sudah menyelidiki semua semua mobil yang pernah singgah di pom bensin hari itu. Setelah di temukan jejak, kita akan langsung menuju ke tempat penyanderaan.” ucap Juan.


Dalam kegalauan serta kekhawatiran, ke sini terus mondar mandir dalam ruangan tidak seberapa luas itu.


Ingin rasanya Keanu keluar mencari Caramel. Namun di negri asing itu, kemana ia harus mencari?


Bip Bip


Suara ponsel Juan berbunyi.


“Yes.”


“Ok, We are already there.”


“Gimana?”


Mereka sudah menemukan mobil yang membawa istri bapak. Sekarang mereka sedang menuju ke jalanan pemukiman street Wild. Sebaiknya kita ke sana sekarang.


Keanu dan Juan langsung bergerak menuju alamat yang di infokan.

__ADS_1


Setiba di alamat tersebut, Keanu dan Juan langsung menuju lantai empat. Di dalam ruangan Caramel sedang duduk di sebuah kursi. Sedangkan pria dan wanita itu sudah dalam keadaan di bekuk oleh beberapa pria kekar orang bayaran Juan. Tangan kedua penculik itu sudah terikat rapat dengan mulut yang di lak.


“Sayang,” Keanu langsung berhambur ke arah Caramel setibanya di ruangan iru.


“Kakak, kapan kakak tiba?” tanya Caramel.


“Sejak semalam? Kamu baik baik saja?”


“Aku baik kak.”


“Mereka tidak melukai mu?” tanya Keanu lagi.


Caramel menggeleng.


Setiba Juan di ruangan itu, ia langung menendang pria yang sudah menculik istri dari bosnya.


Pria itu kembali tersungkur di atas lantai, istrinya terus menangis. Ia tak bisa memohon untuk sang suami karena keadaan mulutnya yang sedang tersumpal.


“Kak, Please jangan pukul mereka lagi. Sudah cukup orang orang ini memukul mereka sejak tadi. Aku mohon,” pinta Caramel pada Keanu.


“Mereka sudah menculik kamu, mereka pantas mendapatkan siksaan berkali kali lipat dari ini,” ucap Keanu.


“Tapi kak, mereka tidak menyiksa ku. Mereka hanya membawa aku ke sini. Mereka orang indo juga,” ucap Caramel.


“Benarkah?”


Keanu berdiri menghampiri juan. “Hentikan,” ia kemudian membuka lakban yang menutup di bibir wanita itu.


“Siapa yang menyuruh kalian?” tanya Keanu.


“Seorang pria bernama Yudha,” jawab wanita itu.


“Kami hanya di suruh membawa wanita ini ke rumah kami, mereka akan ke sini menjemputnya. Tapi…”


“Siapa Yudha?” tanya Keanu dengan suara tegas.


“Yudha seorang preman, dia juga seorang rentenir. Kami mengenalnya karena sering meminjam uang kepadanya,” jawab wanita itu.


“Dimana dia sekarang?”


“Di Jakarta pak,” jawab wanita itu masih sambil bersujud di atas lantai.


“Kami di suruh membawa nona ini, dengan iming iming uang 30 juta. Kami tidak berniat mencelakai nona ini pak. Maaf kan kami,” wanita itu terus memohon di bawah kaki Keanu.


“Apa pria bernama Yudha itu sudah menghubungi kalian?” tanya Keanu.


“Belum pak.”


“Aku harus mencari tau siapa orang di belakang Yudha itu! Mungkin juga dialah dalang dari kejadian beruntun yang selama ini menimpa perusahan. Kebakaran di dapur, keracunan makanan, wahana bermain rusak. Semua pasti dilakukan oleh orang yang sama!”


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue ⬇️


__ADS_2