
Dari rumah sakit honey langsung menuju kos kosan kecilnya. Sebelum bertemu Keanu dan meminta penjelasannya, tentu ia harus mandi terlebih dahulu. Sudah dua hari sejak ibunya berada di rumah sakit Honey tidak membersihkan tubuhnya. Keramas atau bahkan sikat gigi sekali pun tidak, ia bahkan masih mengenakan baju yang sama dengan dua hari yang lalu.
Setelah mandi, Honey membuka mie instan kemasan yang di belinya di warung pojok depan gang tempat tinggalnya. Mie langsung matang setelah di seduh air panas dan di diamkan beberapa saat. Sungguh nikmat, memakan sesuatu yang di belinya menggunakan uang hasil keringatnya sendiri.
Pak Keanu, saat ini dia pasti sudah selesai meeting. Jika berangkat sekarang dia pasti masih di kantor itu.
Honey menatap jam digital pada hp nya yang tengah mengisi batrai. Waktu sudah menunjukkan pukul 15:40.
Jika aku ke sana sekarang mungkin akan bertemu pak Keanu.
Honey menarik ponsel dari colokan kemudian memasukkan ke dalam tas selempang lusuh miliknya. Kabel charger serta colokan ikut masuk ke dalam tas mini tersebut.
Dalam perjalanan Honey masih memikirkan kata kata yang tepat untuk Keanu. Ia harus menanyakan hal ini dengan baik baik. Jika bos nya itu marah bisa jadi ia akan di pecat, dan jika ia di pecat dari mana ia akan membayar biaya rumah sakit ibu nya.
Tekat Honey sudah bulat. Setidak nya ia harus tau apa motif pak Keanu di balik semua kebaikan yang di berikan kepada Honey beberapa hari terakhir itu. Dan mengapa ia mengambil keputusan besar mengenai ibunya tanpa konfirmasi dengan Honey terlebih dahulu.
Bus yang di tumpangi Honey berhenti di simpang tiga jalan RA Kartini. Dari situ Honey harus berjalan kaki beberapa puluh meter untuk tiba di halaman parkiran gedung Travorplay.
Suasana di parkiran gedung itu masih terlihat ramai. Sekitar lima mobil masih terparkir di sana dan puluhan kendaraan bermotor terparkir di depan jalanan kecil di depan kantor.
Honey memasuki gedung yang di penuhi pajangan bunga ucapan selamat, dan dari ujung lorong beberapa orang masih terlihat berbincang ria di sana.
Honey menghampiri seorang karyawan pria di perusahan itu yang tak asing di matanya.
“Bang, pak Keanu ada?” tanya Honey.
“Ya pak Keanu masih di atas,” jawab nya.
“Acaranya masih ya?” tanya Honey lagi.
“Sudah selesai sejam yang lalu, pak Keanu dan pak David masih ngobrol di ruangannya. Naik saja,” ujar pria itu ramah.
Honey berjalan menuju tangga darurat, dia lebih memilih menggunakan tangga untuk tiba di lantai empat bangunan tersebut. Memang memakan waktu lebih lama dan melelahkan. Tapi dengan begitu Honey tak perlu merasakan gugup dan cemas saat berada di dalam lift.
Setelah tiba di lantai empat. Ia berdiri sejenak di balik pintu, mengatur pernafasannya kemudian membuka gagang pintu tersebut.
Di dalam ruangan kaca, Keanu terlihat sedang berbincang serius dengan David dan seorang pria lainnya. Randi terlihat berdiri tak jauh dari belakang Keanu.
Honey hanya berdiri menatap ke arah empat orang pria itu, ia tidak ingin mengganggu percakapan mereka. Jadi Honey memutuskan untuk tidak beranjak dari tempatnya berdiri menunggu percakapan mereka usai.
__ADS_1
Selang lima menit, Randi mendekati Keanu kemudian berbisik. Tatapan Keanu langsung tertuju ke tempat dimana Honey sedang menunggu.
Ia pun langsung meninggalkan rekan ngobrolnya itu dan menghampiri Honey.
“Honey, kamu ngapain di sini?” tanya nya begitu keluar dari pintu geser ruangan itu.
“Aku ingin bicara dengan bapak,” ucap Honey datar dengan wajah serius.
“Sekarang?” tanya nya.
“Sebaiknya sekarang.”
“Disini atau kita ke ruangan lain?” tanya Keanu.
Honey melihat sekitar, ruangan di sekelilingnya itu sepi, hanya ada tiga orang pria yang sedang melanjutkan perbincangan di dalam ruangan kaca di depan nya.
“Di sini juga boleh,” jawab Honey masih dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
“Ya sudah katakan.”
“Bapak yang membawa dokter dokter Amerika untuk ibu?” tanya Honey. Tatapan nya serius menatap ke mata Keanu.
“Ya.” jawab Keanu singkat.
“Ada yang meminta bapak melakukan itu?” tanya Honey.
“Nggak, aku melakukannya sendiri. Karena,”
“Karena bapak pikir saya adalah karyawan bapak yang paling menyedihkan. Jadi bapak bisa melakukan apa pun terhadap ibu saya tanpa memberitahukan apa pun terlebih dahulu. Surprice bapak berhasil, saya memang tak berdaya sekarang dan hanya bisa pasrah menjadi pemilik hutang senilai miliaran rupiah ….” ucap Honey mulai terdengar ketus.
“Bbukan itu maksud ku Hon,” potong Keanu berusaha meredam amarah Honey.
“Bukan? Sekarang bapak mau apa? Bapak mau apa dari saya? Bapak pasti sedang menjebak saya dengan hutang itu! Apa yang bapak inginkan dari wanita miskin seperti saya?” ucap Honey nyaring.
Mata Honey mulai berkaca kaca menahan pedih. Pedih saat ia merasa tak berdaya di hadapan orang kaya raya tersebut. Honey marah sekaligus kecewa, seolah harga dirinya terlalu rendah di mata Keanu. Setelah ini apa yang harus ia lakukan untuk membayar hutang sebanyak itu. Namun ia juga membutuhkan uang banyak.
“Honey,” panggil Keanu.
Keanu menarik lengan Honey masuk ke pintu tangga darurat di belakang Honey berdiri agar tidak mengundang perhatian rekan kerja lainnya.
__ADS_1
Saat itu Honey berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman Keanu hingga kaki kirinya hampir jatuh tergelincir pada anak tangga.
“Honey kamu dengarkan aku dulu,” ucap Keanu tegas ia mendorong Honey hingga tersandar pada dinding di ruangan kecil itu.
Habis lah riwayatku. Dia pasti sedang marah sekarang. Aku pasti akan di pecat saat ini juga, barusan aku kehilangan kendali. Dan kata kataku terlalu kasar!
Honey akhirnya diam dan tak berani melawan.
“Aku menyukai mu,” ucap Keanu.
“Aku melakukan itu karena aku menyukai kamu,” ucap nya sekali lagi.
Honey diam saja menatap dinding di sampingnya, sungguh perkataan yang tak masuk di akal. Apa pria kaya raya di hadapannya itu sedang bermain main dengan cinta? Seperti yang tertulis dalam novel novel populer, seorang pria kaya bisa membeli wanita mana pun yang di ingin kan.
Cinta bagi mereka hanyalah sebuah pelampiasan seksual dan permainan. Setelah puas maka sang wanita akan di campakkan begitu saja. (Korban noveltoon 🤭)
“Honey,” Keanu menarik wajah honey agar menatap wajahnya.
“Aku melakukan itu karena kamu, aku hanya ingin membantu ibu dari wanita yang aku cintai,” lanjutnya.
Keanu menahan wajah Honey agar tak berpaling dari wajahnya. Semakin dekat dan semakin dekat hingga tak ada cela ruang di antara keduanya. Bibir keanu mengecup lembut dahi Honey. Nafas nya menderu, ia tak berani melakukan lebih. Saat ini yang di butuhkan keanu adalah kepercayaan honey.
“Percaya lah, aku tidak punya niat apa pun. Naluriku mengatakan jika aku harus membantu meringankan beban wanita ku, dan itulah yang sedang aku lakukan saat ini,” ujar Keanu.
Perlahan jemari Keanu melepas cengkramannya di dagu Honey. Ia mengusap lembut dagu honey, mungkin saja ia mencengkramnya agak keras barusan, ia sungguh tidak ingin menyakiti wanitanya itu.
Ia mundur perlahan kemudian berdiri tegap sambil terus memperhatikan ekspresi wajah honey. Apa kah dia masih marah? Sedih? Atau benci?
“Honey,” panggilnya lagi.
Honey masih menatap wajah Keanu, dalam diam dan tanpa ekspresi apa pun.
“Honey, bicaralah. Kamu tidak sedang marah atau benci dengan ku kan? Pelase, bicaralah.” Keanu kembali mengusap lembut pipi Honey. “Aku ingin calon mertuaku sembuh, jika aku bisa membawanya ke luar angkasa sekalipun asal kan dia bisa sembuh, aku pasti akan membawanya. Percayalah padaku, itu bukan suatu niat jahat.”
.
.
.
__ADS_1
To be continue ⬇️