
Dari kamar mandi setelah selesai membersihkan tubuh Caramel keluar menuju kamar bernuansa kayu tersebut. Sang suami tengah terlentang di atas ranjang masih dengan bathrobe putih yang di kenakan sebelum nya.
“Ckckck!” decak Caramel seraya menarik selimut menutupi sebagian tubuh Keanu.
Entah berapa lama aku mandi, dia pasti kelamaan menunggu. Lagian kamu kan lelah kak, ada baiknya kamu tidur seperti ini.
Caramel menarik ponselnya yang terletak di atas nakas. Ia membuka sebuah aplikasi berwarna biru tempat nya membaca novel dengan gratis.
Sebuah bantal disandarkan pada sandaran ranjang, kemudian ia mulai melanjutkan membaca novel romantis yang sudah di favoritkan.
Bab demi bab di scrol satu persatu. Kalimat demi kalimat di cermatinya dengan seksama. Caramel mulai larut dalam alur cerita tersebut.
“Hiks hiks,” isak tangisnya pecah. Ia menarik sebuah tisu di atas nakas, Caramel berusaha tidak mengeluarkan suara.
Ia terus melanjutkan bacaannya hingga beberapa saat kemudian.
“Dasar laki laki bodoh, nggak peka. Kasihan istrimu Calina,” gerutu Caramel kemudian menutup ponselnya dengan kasar ke atas kasur.
Pluk!
Keanu terlihat mengangkat sebuah lengannya. Antara setengah sadar dan tidak, tangannya meraih Caramel ke dalam pelukannya.
Caramel seperti terjepit di antara kedua lengan kokoh Keanu.
“Siapa yang bodoh?” tanya Keanu di sela sela tidurnya.
“Shshshhhhh, tidur lah lagi,” bisik Caramel. Ia berusaha tak melakukan pergerakan sekecil apa pun agar tak membangunkan sang suami.
Sudah setengah jam tubuhnya di apit lengan besar Keanu. Punggung tangannya mulai terasa kebas, ia ingin keluar dari sana. Namun ia tak kuasa melakukan apa pun. Hanya terus memejamkan mata hingga akhirnya ia tertidur.
…oo0oo…
Natalia dan Randi hendak meninggalkan perusahan pukul 7 malam itu kemudian sebuah telpon masuk ke ponsel Randi.
Telpon dari seorang GM taman bermain yang terletak di Bogor.
“Pak Rahman?” sapa Randi terlebih dahulu.
“Pak Randi, bapak bisa langsung ke sini sekarang pak? Ada masalah besar di taman bermain pak,” kata pak Rahman dengan nada panik.
“Ada masalah apa pak Rahman?”
“Sebuah wahana permainan memakan puluhan korban. Sekarang sedang di larikan ke rumah sakit,” ucap pak Rahman.
“Aku segera ke sana pak.”
“Bu Natalia,” panggil Randi pada wanita yang baru saja keluar dari lift.
“Ya?”
“Kita ke Bogor sekarang, ada kejadian darurat.”
“Sekarang bu,” tegas Randi kemudian bergegas pergi dari situ di susul Natalia di belakangnya.
Saat itu juga Randi langsung menuju taman bermain lokasi terjadinya kecelakaan, sedangkan Natalia menuju rumah sakit dimana para korban sedang di rujuk.
…<•,•>…
Tok tok tok
“Sayang, buka kan pintu. Itu pasti Juan yang datang menjemput kita,” ucap Keanu sambil terburu buru mengenakan pakaian.
“Kak, aku takut. Kakak saja,” tolak Caramel.
Keanu pun bergegas menuju pintu.
Benar saja, Juan yang sedang berdiri di depan pintu.
“Saya siap siap dulu,” ucap Keanu.
“Yes sir.”
Keanu kembali ke dalam kamar mencari sabuk yang akan di kenakannya.
“Juan orang nya baik, kok takut?”
“Aku takut aja kak, Serem orang nya,” jawab Caramel.
“Kak, rambut kakak masih basah, di keringkan dulu,” lanjut Caramel sambil mulai mengusap kepala keanu dengan handuk.
“Baju apa yang kamu pakai itu?” tanya Keanu.
__ADS_1
Caramel tersenyum simpul menatap suaminya itu.
“Jeans dan kaos terasa lebih simpel kak, aku lebih bebas bergerak. Mumpung ibu lagi nggak ada, aku bisa bebas pakai pakaian seperti ini,” ujar Caramel senang.
“Kakak juga, buka celananya,” perintah Caramel.
“Kenapa?” tanya keanu heran.
Caramel menuju koper putih besar miliknya. “Kakak pakai ini aja.” Caramel menyerah kan celana jeans biru dan kaos putih polos kepada Keanu. “Lagian kita pakai jacket. Kakak nggak capek leher kakak di kancing kerah mulu?”
“Ya sudah, atas permintaan istri.” ujar keanu. Ia pun langsung memakai sesuai yang diberikan Caramel.
“Memang melegakan, dan ringan,” ucap keanu.
“Simple kan?” ucap Caramel. Ia menatap tubuh tegap keanu di balik setelan simpel yang dipakainya. Semakin di tatap, sosok Keanu semakin mengagumkan di matanya. Tanpa sadar ia sudah melangkah maju memeluk keanu.
Ya ampun sejak kapan keberanian ini datang? Jadi malu sendiri tapi nggak bisa mundur lagi.
“Kenapa?” tanya keanu sambil membalas pelukan istrinya.
“Aku senang, sekarang aku memiliki kakak,” ujar Caramel.
“Aku akan selalu buat kamu senang, bahagia seperti sekarang,” tangan Keanu mengelus kepala hingga punggung Caramel.
“Apa mau pelukan terus seperti ini, bisa bisa kita akan kembali ke ranjang,” ujar keanu.
“Juan sudah di depan kak.” Caramel langsung melepaskan diri dari dekapan Keanu.
Keanu menatap Caramel di balik jins biru dan kaos putihnya. Ternyata pakaian yang mereka kenakan sama.
“Kapan kamu membeli ini?” tanya keanu.
“Itu baju dalam lemari kakak. Kebanyakan baju jadi nggak tau. Kalau ini, aku beli online,” ucap nya sambil tersenyum menatap pakaian yang di kenakannya.
“Ya sudah ayo jalan, sudah jam empat. Operasi ibu mu sudah berlangsung sejak jam dua tadi,” ucap Keanu. Ia menarik jaket hitam dari atas ranjang kemudian memakaikan ke tubuh istrinya.
“Di pakai, sekarang lagi musim dingin. Kamu belum terbiasa suhu seperti ini, jadi nggak boleh sampai masuk angin,” lanjut keanu.
“Kakak juga, pakai jacket kakak.”
…\~.\~…
Di ruang operasi, para dokter sedang melakukan operasi kedua mereka. Operasi sudah berlangsung sekitar tiga jam, namun belum ada satu pun dokter yang keluar dari ruangan operasi.
Caramel tak tau hal serius apa yang sedang mereka perbincangkan dengan menggunakan bahasa Inggris. Yang pastinya sejak menerima telpon wajah Keanu menjadi sangat gundah.
Tangan keanu sesekali mengusap rambutnya yang tergerai di dahi tanpa di gel. Jaket tebal yang dikenakannya kini hanya menutupi separuh punggungnya.
Ada apa. Kak kean kenapa panik begitu. Apa sekarang aku ke situ untuk bertanya?
Sekali lagi caramel mengurungkan niatnya. Setiap menatap wajah Juan, Caramel menjadi takut. Pria berbadan besar bertubuh kekar dan berjanggut itu terus menatapnya penuh seksama.
Setiap kali Juan menatap Caramel ia langsung memalingkan wajah. Caramel tak berani lagi menatap ke arah mereka.
“Sayang,” panggil Keanu yang kini sudah duduk di sampingnya.
“Kak, ada masalah apa?” tanya Caramel.
“Nggak ada masalah,” jawab Keanu berusaha terlihat tenang.
Mata keanu kembali menatap ponsel. Setiap pesan yang masuk langsung di bacanya.
“Kak itu SMS dari pak Randi. Ada apa?” tanya Caramel lagi.
“Ada urusan sedikit di perusahan, nggak usah khawatir sayang. Kita pikirkan dulu kondisi ibu sekarang. Masalah perusahan kan sudah ada Randi dan Natalia yang urus,” jawab Keanu.
Memasuki jam lima, seorang dokter bedah berbaju putih keluar dari ruangan operasi. Caramel langsung berdiri menyambut dokter tersebut.
“Bagaimana ibu dok?” tanya Caramel.
“Mrs Karmila’s family?” ucap dokter itu.
“Yes we are. doctor anything happen?” tanya Keanu yang sudah berdiri di hadapan dokter.
“Operation was succesfull. The patient will be brought to her room. Anything else dr Stuart wiill explain,” jawab dokter itu.
“Oke thankyou doc.”
Dokter itu pun berlalu.
“Kak, ibu kenapa?” tanya Caramel.
__ADS_1
“Operasi ibu berhasil. Sebentar lagi ibu akan di bawa ke ruangan.”
“Apa ibu sudah sadar?” tanya Caramel lagi.
“Tentu saja belum sayang, ibu baru selesai di operasi.”
Caramel menganggu ngangguk. Rona bahagia dan cemas masih terlihat di wajahnya.
“Tenang saja, ibu mu akan baik baik saja,” ucap Keanu seraya memeluk istrinya.
“Makasih kak.”
Selang beberapa saat sebuah panggilan masuk ke ponsel Keanu.
“Pak,” suara Randi.
Keanu langsung berjalan beberapa meter menjauh dari Caramel.
“Ya Ran,” ucap Keanu.
“Pak,” ucap Randi masih ragu untuk berbicara.
“Ada apa?”
“Terjadi masalah baru lagi.”
“Masalah apa?” tegas Keanu. “Ayo cerita, jangan berbelit belit seperti itu!”
“Banyak pengunjung yang keracunan makanan. Food court penjual makanan—“ jelas Randi panjang lebar.
Keanu fokus mendengarkan penjelasan Randi sambil berjalan mondar mandir. Sesekali tangan kirinya memijit dahinya.
“Pentingkan dulu para korban, usahakan jangan sampai ada korban jiwa.”
“Baik pak.”
“Kenapa bisa terjadi bersamaan di saat aku nggak ada?”
“Saya juga kurang tau pak.”
“Kamu sudah hubungi Sandri?”
“Sudah pak.”
“Kumpulkan para GM dan Manager, kita adakan meeting zoom satu jam lagi.”
“Usut sampai tuntas, jangan sampai kehilangan bukti lagi. Masalah cctv di kantor belum selesai sekarang ada lagi masalah baru. Kamu kapan becusnya Randi?” bentak Keanu kemudian menutup telponnya.
“Kak,” panggil Caramel yang sudah berdiri di belakang Keanu. “Ada masalah apa?”
“Bukan masalah besar sayang,”
“Kata kakak ada korban, korban apa kak?” tanya Caramel lagi.
“Oh ada kecelakaan kecil di taman bermain. Randi sudah mengurus semuanya,” ujar Keanu, ia tersenyum menatap Caramel. Tapi sebuah jemarinya tengah mengepal marah.
“Kita pulang indo aja kak?” ajak Caramel.
“Jangan, bagaimana dengan ibu. Saat dia sadar kita harus ada di sampingnya.”
“Ya sudah. Kakak pulang dulu, biar aku yang menunggu ibu gimana?”
Keanu berpikir sejenak.
“Bisakah seperti itu?”
“Tentu bisa kak, aku akan tunggu kakak di sini. Kakak harus datang menjemputku saat urusan pekerjaan kakak sudah selelsai,” ujar Caramel dengan senyuman.
Keanu menghampiri Caramel kemudian memeluknya erat.
“Aku akan balik sekarang. Hingga beberapa hari ke depan Juan yang akan menjaga mu, jika kamu kurang nyaman aku akan minta seorang wanita menemani kamu gimana?”
“Terserah kakak. Aku akan baik baik saja di sini.”
Keanu memeluk Caramel dengan erat, berulang ulang ia mengecup wajah istrinya. Memeluk lagi dan lagi. Terasa berat meninggalkannya, tapi urusan kerjaan nya kali ini nggak bisa di tunda lagi.
Pagi itu juga Keanu langsung kembali dengan penerbangan pribadinya.
.
.
__ADS_1
.
To be continue ⬇️