Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
063-Perubahan


__ADS_3

Lilian menunggu Honey di depan pintu kantor anaknya. Ia berdiri mengamati si sekertaris Isabel bersama beberapa karyawan yang sedang membereskan berkas berkas dari dalam ruangan Keanu.


Selama beberapa saat Lilian melihat yang sedang mereka kerjakan. Dengan scraft, topi dan kacamata tentu tidak ada yang mengenali Lilian saat itu.


Bahkan Sandri yang baru saja tiba, hanya melewati Lilian tanpa menyapa.


Beberapa menit setelah Sandri masuk, Honey pun keluar dan langsung di sambut hangat oleh Lilian. Mereka bergegas menuju lift melewati beberapa orang karyawan.


“Itu anak dapur bakery itu kan?” tanya seorang karyawan di situ.


“Ya benar, itu dia.”


“Kenapa dandanannya sekarang berubah? Dia sekarang memakai gaun mahal,” ucap seorang yang lain.


“Haha tentu saja dia harus terlihat cantik, ke ruangan CEO tentu harus terlihat lebih baik agar CEO tergoda.”


Lilian berhenti tak melanjutkan langkah nya.


“Apa dia sering menemui CEO?”


“Sering, dia dan si bencong murahan sering keluar masuk ke ruangan CEO,” jawab Isabel.


“Setelah bosan dengan si bencong sekarang CEO embat temennya si bencong?” ucap seorang lainnya.


“Gila, ternyata diam diam selera nya rendahan. Eh tapi CEO kita sudah tunangan kan ya? Jadi mereka selingkuh dong.”


“Dasar tukang rebut, kita kerjain tar tu perempuan pelakor,” tukas seorang lainnya.


Lilian menarik lengan Honey menghampiri wanita wanita itu.


“Siapa yang selera rendahan tadi?” tanya Lilian tiba tiba dengan suara meninggi.


Wajah orang orang yang tadi nya bergunjing membuang muka seolah tak mendengar ucapan Lilian.


“Ayo jawab siapa yang murahan?” tanya Lilian lagi.


“Kalian saya pecat,” ucap Lilian dengan keras.


Suara besar Lilian ternyata tersengar hingga ke dalam ruangan Keanu. Dalam sekejap Keanu dan Sandri serta Randi keluar sari dalam ruangan.


“Bu?” panggil Keanu.


Sontak keempat wanita yang bergunjing tadi langsung terbelalak. Mereka berbalik badan menatap Lilian kemudian membungkukkan badan.


“Bu maafkan kami.” Ucap mereka.


“Maafin Isabel Nya, bukan isabel yang mengatakan itu,” ucap Isabel membela diri.


“Pokoknya kalian saya pecat!” ucap Lilian tegas.


Keanu hanya berdiri sambil mengusap kepalanya. Saat keempat wanita itu menatap nya.


“Pak, maaf kan kami. Kami janji tidak akan bergunjing di belakang lagi,” ucap seorang wanita di antara mereka.

__ADS_1


“Jangan pernah berbicara jelek mengenai anak dan menantu ku, atau kalian tak hanya di pecat tapi akan mendekam di penjara! Enak saja bilang selera anak ku rendahan. Ayo sayang,” ajak Lilian sambil menggandeng lengan Honey pergi dari situ.


“Nyonya Lilian, maafin Isabel nya,” rengek Isabel masih berharap Lilian mendengar ucapan nya.


“Pak,” ucap Isabel. Ia hanya bisa memohon ampunan dari bos yang sudah mempekerjakannya selama 2 tahun itu.


“Randi, kamu urus mereka. Dan bawa beberapa orang lain untuk melanjutkan pekerjaan mereka.” perintah Keanu.


“Pak, bagaimana dengan saya?” tanya Isabel.


“Maafkan saya Isabel, saya tidak bisa membantah keputusan ibu saya,” jawab Keanu kemudian masuk ke dalam ruangan nya.


Sementara di dalam lift. Lilian masih cerewet nyerocos soal sifat para karyawan barusan.


“Enak aja, menjelek jelekan orang yang memberi mereka makan. Emang mereka pikir hidup mereka lebih baik? Pokoknya, kalau ada karyawan di kantor ini yang kamu nggak suka, langsung pecat saja sayang. Nggak boleh ada yang merendah kan diri kita,” ucap Lilian kepada Honey.


“Bu,” sela Honey. “Terima kasih.”


“Terima kasih untuk?” tanya Lilian.


“Terima kasih karena ibu sudah membela ku. Selain ayahku, tidak ada orang yang pernah membelaku seperti itu. Aku jadi teringat akan almarhum ayah,” ucap Honey dengan senyuman lembut nya.


“Apa pun itu, jika ada orang yang menjelek jelekan, menghina, atau merendahkan keluarga ku. Maka aku tidak akan tinggal diam,” ujar Lilian kemudian merangkul lengan Honey.


Lift sudah membawa mereka turun. Masih dengan nada kesal Lilian menghubungi pak Mun sopirnya.


“Pak kami di loby.”


Lilian dan Honey meninggalkan gedung itu menuju bilangan terkemuka yang menjadi pusat fashion dan hiburan terkemuka di kota itu.


“Dokter Lee ada?” tanya Lilian.


“Di dalam, bu Lilian masuk saja,” ucap resepsionis wanita yang juga sudah kenal akrab dengan Lilian.


“Ayo, sayang,” ajak Lilian. “Kita ketemu temen ibu.


Lilian membawa Honey menuju sebuah ruangan samping lift. Ruangan bertuliskan Dr Nadira Lee.


Tok tok tok.


“Nad,” panggil Lilian setelah membuka pintu.


“Lili, masuk sayang,” ucap Nadira akrab sambil menghampiri Lilian kemudian cipika cipiki ala temen temen di kota besar saat lama tak bertemu.


“Eh siapa ini?” lanjut Nadira begitu melihat Honey.


“Dia Caramel, menantuku,” ujar Lilian.


“What? Menantu? Ckck istrinya Keanu?” tanya Nadira seakan tak percaya. “Tapi kapan? Kok ngga ada undangan buat gue Li?” tanya Nadira.


“Lu tau Nad kan acara tunangan nya kemaren? Eh dia malah buru buru menikahi Caramel, haha kalo ga di tunangkan ya ngga nikah nikah deh tuh anak,” ucap Lilian akrab.


“Nah jadi gimana dengan Marina dan keluarga nya? Tersinggung nggak mereka?” tanya Nadira mengenai tunangan Keanu itu.

__ADS_1


“Nggak, udah gue jelasin baik baik. Emang waktu itu Keanu nggak nongol saat tunangan, Marina sudah tau ini bakalan terjadi. Marina sendiri tau sifat Keanu seperti apa, jika dia nggak suka dia nggak bakal hadir. Hanya saja kasihan Meriska, dia terlihat sedikit kecewa dan malu,” jawab Lilian.


“Selera Keanu emang beda, kita mah emak emak lihat asal glowing ya pasti cantik. Tapi dia bisa lihat gimana cantik alaminya seorang wanita,” ujar Nadira sambil menatap Honey.


“Makanya, gue pengen lu poles mantu gue biar makin kinclong. Masa iya di katain ama karyawan selera anak gue rendahan,” ujar Lilian tengsin.


Nadira mendekati Honey, kemudian menatapnya dari dekat. Ia menatap Honey dengan jarak yang semakin dekat.


“Gila, ni anak ga pernah di apa apain deh kayaknya,” ucap Nadira.


“Pakai sabun wajah apa Mel? Oh ya gue panggil Amel aje ye. Dan lu bisa panggil gue tante Nadira, sama kayak Kean.”


“Aku pakai sabun mandi tan.”


Nadira melongo, bahkan mata Lilian ikut membulat mendengar ucapan Honey.


“Sabun mandi?” tanya Nadira nggak percaya. Hari gini masih ada wanita yang cuci muka dengan sabun mandi?


“Li, lu pernah cuci muka dengan sabun mandi ga?” tanya Nadira.


“Nggak.”


“Gue juga, kena sabun mandi malah jerawatan gue,” ujar Nadira.


“Kulit kamu sangat alami, umur berapa?” tanya Nadira.


“22.”


“Umur 22 tante sudah mengenal macam macam kosmetik. Kulit tante jika nggak di dempul dan di rawat setiap hari jadi bruntusan.” ucap Nadira.


“Lu mau gue apain Caramel nya Li? Jangan di apa apain lah mukanya, kalau hanya sekedar facial masker sih bisa aja, tapi jangan di kenalkan dengan yang keras keras. Kulitnya ga di apa apain aja udah bagus gitu,” ujar Nadira.


“Perbaiki kek, alis nya, di sulam bulu mata atau di apain, bibirnya juga. Sekalian di ajarin dandan. Lu kan ahlinya,” ujar Lilian.


“Ok sip, gw permak biar makin cantik aja ya? nanti tante kasih vitamin wajah juga biar kulit kamu tetep elastis dan kenyal. Bisa mencerahkan dan glowing kayak artis korea gitu. Tapi ini bahannya alami, nggak ada unsur unsur kimia, jadi aman,” ujar Nadira.


Honey tetep diam. Dia yang tak tau menahu apa pun mengenai dunia kecantikan tak bisa komentar lebih. Yang pastinya Honey ikut gembira melihat mertuanya gembira.


Mereka melakukan treatment wajah, spa dan berbagai kegiatan yang di lakukan wanita saat berada di klinik kecantikan. Selang jam 9 malam Lilian dan Honey baru keluar dari klinik kecantikan tersebut.


Saat keluar dari gedung sembilan lantai itu, Lilian tak henti hentinya menatap Honey. Seperti di sulap, Honey terlihat jauh berbeda dari honey yang sebelumnya.


Dengan wajah mengernyit Lilian masih memikir kan sesuatu yang kurang dari menantu nya itu. Yah, rambut Honey yang panjang dan selalu di kuncir satu ke belakang.


Apa yang harus aku lakukan dengan rambut panjang nya?


Sebuah telpon kemudian masuk ke ponsel Honey. Tak lain si penelpon adalah suami nya. Mereka masih berbincang hingga tiba di kediaman Lilian.


.


.


.

__ADS_1


To be continue ⬇️


__ADS_2