Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
070-Aku Caramel I


__ADS_3

Dengan wajah merengut Lilian berjalan menyusul di belakang Keanu. Wajah sungutnya seperti sedang kesal akan sesuatu.


Namun Keanu tetap menggandeng istrinya keluar dari rumah tersebut.


“Kak,” ucap Caramel.


Keanu akhirnya menghentikan langkah nya setelah berada di teras rumah.


“Bu, aku harus menyelesaikan sesuatu dengan rekan rekan kerjaku. Jadi hari ini aku temui mereka dulu. Besok aku akan sempatkan ke sini menemani ibu,” ucap Caramel seketika melunturkan cemberut di wajah Lilian.


“Benar ya, janji?” ujar Lilian girang.


Keanu menatap nyinyir ibunya yang tengah kegirangan.


“Itu lah kenapa Kean selalu menyuruh ibu menikah lagi, ibu bisa cari pria yang bisa menemani ibu saat kesepian.” ucap Keanu menggoda ibunya.


Mata Lilian melotot garang. “Berapa kali ibu katakan, jangan becanda seperti itu dengan ibu!” Sambil menjewer telinga Keanu.


“I iya ma maafin Kean bu,” rintih pria itu.


“Dalam hidup ibu hanya ada satu pria yaitu ayahmu, ibu nggak menghianati cinta ayah mu,” omel lilian masih berdiri menatap garang ke arah anaknya.


“Iya bu aku tau itu, aku hanya becanda, maaf bu. Besok ibu boleh pinjam Caramel selama 2 jam,” ucap Keanu.


Caramel tersenyum kecil, tak disangka Keanu tau bagaimana membuat ibunya jengah sekaligus senang.


Lilian masih menatap kesal kepada putra nya itu. Dua jam? Hanya se sebentar itu?


“Dua jam? Hanya datang sebentar Trus pergi lagi?” gumam Lilian.


“Besok aku di sini jam 4 sampai malam, Kean bisa menjemput ku di sini? Iya kan kak?” Ujar Caramel menengahi.


“Bener ya janji?” tanya Lilian.


“Iya bu, oh ya ibu mau aku bawakan kue apa?” tanya Caramel untuk menyenangkan hati mertuanya itu.


“Apa aja sayang, kue buatan kamu semuanya enak,” Lilian akhirnya tersenyum manis.


Caramel menghampiri Lilian kemudian memeluk erat mertuanya itu. “Kami jalan dulu bu,” pamit Caramel.


“Bay bu,” ucap Keanu kemudian kembali merangkul istrinya. Mereka berjalan meninggalkan rumah besar itu menuju mobil biru yang sudah terparkir di parkiran.

__ADS_1


“Pagi pak Tora,” sapa Keanu pada pak Tora yang sudah stan by di balik pintu terbuka agar majikan nya itu bisa masuk ke dalam mobil.


“Pagi Pak, pagi nyonya,” balas sapaan pak Tora.


Mobil biru itu mulai meninggalkan kediaman ibunya menuju kantor pusat. Bersama Caramel yang duduk di sampingnya.


Tampilan wanita yang kini adalah istrinya berubah drastis 360 drajat sejak rambut panjang nya di biarkan tergerai. Lebih feminim dan anggun, di balik dress hitam pendek yang membungkus tubuh mungil nya itu.


Sambil menatap pakaian yang di kenakannya, sesekali Caramel melenguh kesal.


“Hah, jika saja ada pakaian yang lebih kasual, nggak mungkin aku mengenakan baju ini,” keluh Caramel.


“Baju itu simpel kok sayang, nggak ketat, malah seperti itu kamu makin mirip anak SMA.” ujar Keanu tak ingin membuat kesal sang istri.


“Lagian jika semua orang tau kamu istriku, apa kamu nggak ingin memikirkan penampilan kamu di depan umum. Aku yang malu jika istriku pas pasan,” lanjut Keanu.


Caramel melirik sinis “emang kenapa jika aku pas pasan? Kakak akan cari lain?”


Kata kata yang tak di sangka keluar dari mulut Caramel. Apa kah Itu sebuah protes karena ia mulai merasa Keanu hanya boleh menjadi miliknya?


Senyuman mengambang di bibir Keanu. “Ya nggak lah, selama nya hanya akan ada kamu dalam hati ku. Kamu akan selalu jadi yang pertama dan terakhir untuk ku,” ucap Keanu.


Di balik kemudi pak Tora tersenyum. Seumur hidup nya bekerja untuk keluarga Travor, itu adalah kali pertama ia mendengar Keanu merayu. Bahkan wajah majikannya itu terus tersenyum. Entah tingkah sang istri lagi kesal, bahagia atau bahkan marah sekalipun, Caramel selalu membuat Keanu tersenyum.


Caramel menatap sepatu hitam girly semi sporty yang di kenakannya. Wajah caramel merasa puas, untung saja ada sepatu hitam itu di dalam kotak kotak yang berserakan di atas lantai. Jika tidak, ia pasti akan di siksa oleh beberapa stiletto yang akan membuat pinggang nya semakin pegal dan linu.


Keanu meraih pergelangan tangan caramel kemudian mengecup nya lembut.


Asalkan istrinya itu happy, dan bahagia, apa pun bisa dia lakukan sesuka hatinya.


Memasuki portal perusahan, Caramel menjadi resah. Bagaimana ia akan keluar dari mobil itu.


Mobil biru itu berhenti tepat pada parkiran khusus CEO. Masih dari dalam mobil, Caramel menatap keadaan loby kantor yang agak sepi saat itu. Karyawan masih sibuk berkutat dengan pekerjaan mereka di jam jam sibuk seperti itu. Hanya terdapat beberapa OB, cleaning service, kurir serta dua orang sekuriti yang mondar mandir di loby depan.


Keanu tersenyum melihat tingkah istrinya, ia seperti seorang penjahat yang sedang Menganalisa keadaan sekitar.


“Kak, aku turun duluan. Tar kak Kean turun setelah lima menit ya,” ujar Caramel.


“Baiklah,” jawab Keanu singkat.


“Ya sudah, aku turun kak. Bye.”

__ADS_1


Tangan caramel dengan cepat membuka gagang pintu mobil, namun Keanu langsung menahannya.


Caramel berbalik kepala menghadap Keanu. Sebuah kecupan sudah menempel di bibirnya.


“Tas,” Keanu menyodorkan tas coklat susu milik caramel.


“Oh iya, makasih kak.” Caramel pun keluar dari dalam mobil.


Ia terus berjalan melewati beberapa pasang mata yang terus menyimak nya sedari pintu masuk. Berjalan cepat adalah satu satunya cara agar cepat tiba di dapur.


“Pagi,” sapa Caramel setiba di pintu dapur. “Maaf kak Rani, aku telat dua puluh menit,” ucap Caramel melanjutkan langkah menuju ruangan loker.


“Honey,” panggil Rita lantang.


Langkah Caramel terhenti.


“Ada apa kak?” tanya Caramel. Tatapan mata rekan rekan nya tertuju ke arah nya.


“Ckckck,” decak Rita.


“Hon, itu kamu kan?” tanya Marwah.


“Cieeehhh kak Honey, cantik bingits. Kemaren udah cantik, hari ini makin cantik,” puji Aluna.


“Itu kamu kan Honey?” tanya Marwah lagi.


“Iya lah kak ini aku.”


Aku caramel kak. Aku sudah janji dengan suamiku akan menjadi diriku sendiri. Aku akan jelaskan identitas asliku dengan kalian saat makan siang. Semoga kalian bisa mengerti dan nggak kecewa dengan kebohonganku selama ini.


Mereka masih menatap tak percaya Honey yang mereka kenal menjadi seperti itu. Bajunya terlihat mahal. Sepatu dan tas nya berasal dari brand ternama, dengan rambut tergerai lurus ke pinggang. Dan berdandan dengan lipstik seperti itu bukan lah ciri khas seorang Honey.


“Kalau bukan kak honey trus siapa? Masa hantu nya kak honey,” ujar Aluna karena wajah mereka masih tercengang menatap Honey.


.


.


.


To be continue ⬇️

__ADS_1


__ADS_2