Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
008-Pemilik Buku


__ADS_3

“Randi kita keruang monitoring sekarang,” ajak Keanu.


Sekarang kedua pria berjalan beriringan menuju lantai 25. Setiap saat mereka terlihat bak kepala dan ekor. Dimana ada Keanu, di situ ada Randi.


Suara bunyi bip reminder terdengar dari ponsel Randi.


“Pak, kita harus siap siap. Jam satu siang ini kita akan ke lounge Buffaria, pak wadir sudah menunggu kita di sana,” Randi mengingatkan.


“Masih ada waktu sepuluh menit. Saya ingin melihat sesuatu di ruang monitoring,” sambil mengamati jam tangan, tangan kiri Keanu memegang buku berwarna merah.


Tanpa basa basi Keanu menuruti perintah atasannya itu. Lift khusus lantai 27 langsung terbuka saat di pencet tombol open. Randi mempersilahkan bos nya itu masuk.


Urusan penting apa? Bukannya rencana pemutusan kontrak dengan grup Prolexa lebih penting. Katanya jengkel ama putri tunggal pemilik grup itu, makanya ingin puntus kontrak kerja. Bos ada ada aja, ga suka dikit langsung putus kontrak.


Tiba tiba buku merah di tangan Keanu menghentak didinding, “Melamun apa? Cepat keluar.” Dalam Sekejap Keanu sudah berjalan keluar dari dalam lift.


Keanu berjalan cepat menuju ruangan monitoring CCTV.


“Ehm,” suara deheman Keanu.


“Pak bos, pak bos kesini ada perlu apa?” Dengan suara gemetar karyawan kecil pemantau monitor CCTV itu menundukkan kepalanya.


“Mana yang lain?” tanya Keanu.


“Sedang istirahat makan pak, saya berjaga bersama rekan saya,” karyawan itu menunjuk seorang karyawan lain yang sudah berdiri di sudut ruangan sambil menunduk.


Keanu menjelajahi Dua puluh TV yang memonitoring sekitar 90 camera CCTV yang tersebar di seluruh gedung hingga parkiran.


“Monitor CCTV pintu masuk loby mana?” tanya Keanu to the point.


“Monitor 1 pak,” karyawan itu menunjuk TV paling ujung.


“Forward ke jam 9 hingga jam 10 hari ini,” perintah Keanu sambil menuju ke monitor tersebut.

__ADS_1


Karyawan itu langsung menggerakkan mouse. Setelah mengetik beberapa huruf dan angka, monitor tv satu langsung bergerak mundur pada pukul 9 pagi tadi.


“Retrack maju kecepatan 4x,” perintah Keanu lagi.


Karyawan menuruti seperti yang di ucapkan sang boss.


“Itu bisa full monitor nggak. Gimana bisa lihat jika kecil begitu?” ucapan Keanu agak marah. Karyawan nya mulai gugup dan panik.


“Ba baik pak.”


Monitor tv satu sudah ful layar. Ia mulai menyimak dengan teliti setiap orang yang melintas.


“Langsung Paus saat ada orang melintas di situ, Slow dan lihat apakah dia menjatuhkan sesuatu berwarna merah.” Perintah Keanu.


“Baik pak.”


Mata karyawan pria itu fokus sebaik mungkin pada latar, beberapa kali ia melakukan paus, di slow namun tak ada yang menjatuhkan sesuatu.


Bos nyari apa sih?


Setelah sekitar 10 menit memantau layar, mendekati pukul sepuluh pagi, dimana keanu hampir tiba di perusahan.


Sepasang pria dan wanita dengan dua buah kotak besar turun dari sepeda motor. Mereka memarkir motor butut mereka pada lahan parkir khusus direktur. Padahal sudah tertulis jelas pada palang bertuliskan parkir khusus direktur.


Sang wanita turun terlebih dahulu masuk ke dalam loby. Sedangkan pria itu terlihat kewalahan mengangkat tas yang bergelantungan di depan motor. Tangan kiri pria itu memegang kotak berukuran lumayan besar.


Beberapa saat kemudian, sebuah benda berwarna merah jatuh dari tas pria itu. Dan dengan santainya ia melenggang gemulai masuk ke dalam perusahan.


Randi ternganga. Yang di cari pak bos ternyata seorang pria kw. Apakah bos nya itu memiliki kelainan seksual?


Sedangkan karyawan cctv itu menunduk diam tak berucap sepatah katapun.


“Bu ku ini milik seorang pria?” tanya Keanu. Tak percaya sekaligus bingung.

__ADS_1


Mungkin saja Caramel adalah kakak, sepupu pria itu atau tetangga mungkin tetangganya.


“Hubungi meja informasi cari tau identitas pria itu!”


“Baik lah,” Randi mengambil ponselnya kemudian menghubungi Marisa.


“Pak, tas itu milik seorang wanita,” ucap karyawan itu karena masih menyimak dua orang itu dari cctv dalam lobi.


Keanu kembali menatap layar monitor. Pandangan nya fokus pada seorang wanita yang mengenakan hoodie. Rambut panjang nya di kuncir di belakang. Mereka terlihat berdiri di depan meja informasi.


“Marisa, dua tamu pria dan wanita dengan kotak pada pukul sepuluh kurang. Mereka dari mana?” suara Randi pelan.


“Oh dua orang dengan kotak besar. Pria gay dan wanita cantik itu dari toko kue yang bapak pesan kan?”


“Baiklah,” panggilan langsung di tutup.


“Mereka dari toko kue. Kue yang pak boss makan barusan.”


“Hmm, ya sudah. Ayo,” tanpa penjelasan apa pun Keanu seenak nya pergi.


Siapa mereka?


Kenapa bos mencari mereka?


Ada hubungan apa bos dengan si Kw?


Pertanyaan itu masih mengambang dalam benak Randi, namun Ia tak berani bertanya lagi.


.


.


.

__ADS_1


To be continued ⬇️


__ADS_2