Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
077-Kebakaran


__ADS_3

Keanu bangun lebih awal dari biasanya pagi itu di karena kan Mbok Marni yang biasanya datang bekerja di pagi hari untuk bersih bersih dan buat sarapan sedang ijin sakit. Sebuah ide untuk membuatkan sarapan untuk sang istri terlintas dalam benaknya. resep sederhana omelet dan roti panggang mulai ia kelola.


Setelah menuangkan susu panas ke dalam gelas, ia berencana kembali ke kamar untuk membangunkan istrinya. Namun langkahnya terhenti, saat itu Caramel sudah berdiri pada anak tangga paling bawah.


“My lady, sarapan sudah siap,” ucap nya seraya menyambut jemari Caramel dalam genggamannya.


“Pasti Roti ya?” ucap Caramel malas.


“Iya. Kenapa kamu nggak suka?” tanya Keanu.


“Suka,” Caramel berjalan pelan sambil tangan kirinya memegang pinggang. wajah terlihat lesu.


“Ayo duduk,” Keanu menarik kursi dan mempersilahkannya duduk. “Kalau capek, kamu nggak usah ke kantor hari ini. Aku akan temani kamu istirahat,” ucap Keanu.


Caramel menatap wajah pura pura bodoh pria di hadapannya. “Salah Siapa aku jadi seperti ini?” tanya Caramel dengan cemberut.


“Ok, salah ku. Kalau seperti itu, aku akan menebus kesalahan ku.” Keanu beranjak dari kursi berdiri di belakang Caramel kemudian mulai memijit mijit punggung badannya.


“Hmm,” gumam Caramel saat jemari Keanu menyentuh tengkuknya. “Stop kak, geli. Aku nggak tahan,” ujar Caramel.


Keanu tersenyum sambil terus melanjutkan pijatan di bagian punggung. Tubuh istrinya sangat sensitiv, di sentuh sedikit saja langsung menggeliat.


“Stop kak, sudah cukup. Udah enakan,” Caramel segera berdiri dari kursi. Ia membawa piring bekas makannya ke tempat pencucian piring.


Keanu mengikuti dari belakang nya, “sayang biar aku yang cuci,” Keanu mengambil alih piring dan gelas dari tangan Caramel.


…^•_•^…


“Aku sudah mencari dua pekerja untuk menggantikan kamu di dapur selama kita nggak di sini,” ucap Keanu.


“Kapan pekerja nya mulai masuk?” tanya Caramel.


“Hari ini?” Jawab Keanu.


“Kok nggak ijin dulu denganku?” tanya Caramel.


“Aku lupa. kalau kamu nggak suka ya pecat saja,” ucap Keanu.


Caramel berdiam sejenak.


“Lusa kita akan ke Amrik, dan bukannya pagi tadi kamu sedang sakit pinggang? Kalau ada pekerja, mereka bisa menggantikan kamu mengerjakan pekerjaan mu. Aku lakukan ini agar kamu nggak terlalu lelah,” bujuk Keanu.


Caramel menatap serius ke wajah pria itu. Ya perkataan Keanu demi kebaikan dirinya, kebaikan yang sebenarnya tidak perlu menurutnya. Terlalu banyak karyawan, sedang pekerjaan membuat kue semakin sedikit, bukankah itu sebuah pemborosan?!


“Ya sudah, sudah terlanjur. Lain kali kakak nggak boleh ambil keputusan sendiri. Jika ingin melakukan apa pun yang berkaitan dengan diriku harus tanya aku setuju atau nggak,” tukas caramel.


“Woy, berdebat mulu dari tadi,” suara rian tiba tiba dari arah pintu.


“Sejak kapan kak Rian jadi penguping pembicaraan orang?” tanya Caramel.


“Sejak kalian masuk, berisik berdebat mulu.” Rian bergeser sedikit dari pintu, ternyata di belakangnya ada Rita, Raniya dan Aluna.

__ADS_1


“Pekerja barunya mana?” tanya Caramel.


“Belum datang. Lagian kak Marwah hari ini nggak masuk, anaknya lagi sakit. Kami menunggu aba aba, mau buat kue apa,” ucap Rian.


“Bikin yang kalian bisa aja. Yang penting kue. Tapi kalau kalian lagi males buat kue ya istirahat aja, duduk duduk sana,” ucap Keanu.


“Kakak pikir kita bekerja di sini cuman untuk pajangan doang. Datang tapi nggak ada di bikin. Kalau gitu ngapain tambah dua karyawan disini?” ucap Caramel.


Keanu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sejak kemaren istrinya itu sedang sensi, apa pun yang di katakan Keanu akan di bantahnya mentah mentah.


Rian mengayun ayunkan jemari telunjuknya ke arah Keanu. “Pak,” panggilnya kemudian mendekat ke telinga Keanu. “Mendingan jangan di ladeni. Kayak nya dia lagi PMS,” bisik Rian.


“Apa itu PMS,” bisik Keanu lagi.


“Itu loh, penyakit bulanan,” bisiknya lagi.


“Penyakit?” Tanya nya denga suara besar karena panik.


“Ya elah si bapak,” Rian menggaruk kepalanya kemudian terus berbisik menjelaskan soal PMS ke telinga Keanu.


“Pagi.” ucap tiga orang wanita yang baru saja tiba di situ.


“Pagi pak,” ucap seorang wanita begitu melihat Keanu. Namun Keanu sedang asik membahas sesuatu dengan Rian hingga tak menghiraukan mereka.


“Saya mengantar dua orang pekerja baru ke sini,” lanjut wanita staf HRD itu.


“Kalau begitu saya permisi,” ucap wanita itu kemudian pergi dari situ.


Caramel menganggukkan kepalanya. “Selamat bergabung,” ucapnya pada dua orang wanita yang terlihat berusia diatas tiga puluhan itu.


“Iya kak,” jawab Caramel.


“Kak, Amel. Aluna juga mau siap siap kerja,” ucap Aluna kemudian pergi dari situ di susul Rita Raniya dan dua pekerja baru itu.


“Sudah selelsai bisik bisik nya?” tanya Caramel pada dua pria yang terlihat sibuk membahas sesuatu.


“Sudah sayang, aku ke atas dulu.” Keanu langsung memeluk Caramel. “Kalau butuh sesuatu langsung ke ruangan ku, atau telpon juga bisa,” lanjutnya kemudian mencium dahi dan pipi Caramel.


Caramel tersenyum kecil. “Jadi aku bisa di dapur kan hari ini?” tanya Caramel dan dibalas anggukan oleh Keanu.


Sepeninggal Keanu dari ruangan itu, Caramel bergegas menuju dapur. Ia melihat lihat bahan apa yang di butuhkan nya saat itu.


“Menantuku?” suara yang yak asing terdengar dari arah pintu.


Semua mata tertuju pada seorang wanita anggun berkaca mata.


“Ibu,” ucap Caramel.


“Sayang, ibu bosan di rumah jadi ibu memutuskan ke sini untuk melihat kamu. Gimana kabar mu sayang?” tanya Lilian yang sudah berada di dalam dapur memeluk Caramel.


“Aku baik bu,” jawab Caramel lembut.

__ADS_1


Padahal baru kemaren aku dirumah ibu.


“Kak Ran, aku temani ibu dulu ya,” ucap Caramel


“Iya mel, lagian sudah ada mereka berdua disini sudah cukup,” ucap Raniya tersenyum.


“Ayo bu kita duduk,” ajak Caramel.


“Kita ke mobil dulu yuk, tadi ibu mampir membeli sesuatu untuk mu,” ucap lilian sembari menarik lengan caramel bersama nya.


Saat hendak keluar dari pintu, terdengar suara desis yang sangat besar di selingi suara ledakan ledakan kecil berasal dari dalam dapur. Seketika suara semua orang dari dalam dapur mulai berteriak panik dan histeris.


Caramel dan Lilian berlari kembali ke arah dapur.


Api besar telah menjalar ke sebagian ruangan dapur itu. Merembet ke semua perkakas plastik. Suhu ruangan menjadi sangat panas, saat itu Caramel hanya berpikir membawa keluar Aluna Rita dan semua orang keluar dari dapur itu.


Teriak histeris di sertai tangisan ketakutan.


“Rian, Rian dimana?” teriak Caramel.


“Dek, panggil bantuan ke sini,” perintah Raniya pada Aluna.


Caramel mencoba kembali ke dalam dapur. Di sana Rian sedang berusaha memadamkan api. Dengan menggunakan alat pemadam api ringan. Ia terus menyiram ke arah sebuah sumber api. Dering alarm sudah berbunyi. Pancuran pancuran air kecil di empat sudut ruangan mulai mengeluarkan air.


Selang beberapa saat, dua orang sekuriti tiba disitu bersama seorang pria. Mereka mulai membantu rian meredakan panasnya suhu ruangan dapur dengan apar lainnya di tangan mereka.


Disudut ruangan Lilian yang sedang ketakutan menangis sembari menutup wajahnya.


“Bu, sudah reda apinya. Ayo kita pergi dari sini,” Caramel langsung membawa mertuanya keluar dari ruangan itu.


Keanu berlari menghampiri Caramel dan ibunya.


“Sayang Kamu baik saja?” tanya nya dengan wajah tegang dan di penuhi rasa takut sambil memeluk Caramel.


“Ibu disini juga?” Keanu sadar saat itu ibu nya sedang gemetar ketakutan. “Sayang kita bawa ibu ke ruanganku dulu. Polisi dan ambulance sudah menuju ke sini, teman teman mu akan di bawa ke rumah sakit,” ucap Keanu.


Caramel tak mampu berkata apa pun, kejadian barusan benar benar membuat nya shock. Setelah menatap satu persatu teman temannya dan memastikan mereka baik saja. Baru Caramel beranjak dari situ. Keanu membawa dia dan ibunya pergi dari ruangan yang terlihat kacau balau itu.


…^•_•^…


“Non, misi sudah di lakukan tapi target berhasil selamat,” lapor seorang pria dari telpon genggamnya.


“Kok bisa?” tanya Natalia marah. Ia mengeratkan telapak tangan kanannya. “Nggak becus,” umpatnya pada si penelpon.


“Bu Lilian tiba tiba ada di situ,” lapornya.


“Tante, ngapain tante di situ?!” Natalia bangkit dari kursinya. “Lanjutkan seperti rencana A. Tetap pantau dan awasi terus,” ucap Natalia kemudian menutup ponselnya. Ia bergegas menuju ke ruangan Keanu, Tante Lilian pasti berada di sana.


.


.

__ADS_1


.


To be continue ⬇️


__ADS_2