Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
084-Umpan


__ADS_3

“Kamu memiliki nomor pria itu?” tanya Keanu.


Wanita berusia pertengahan tiga puluhan itu mengangguk.


“Hubungi dia sekarang.”


Keanu berbalik badan menatap Juan, “buka ikatan talinya.”


Juan langung memotong tali yang mengikat di tangan dan kaki wanita itu. Ia berjalan menuju nakas kemudian mengambil posel dari dalam tas nya.


“Hubungi Yudha, cari tau siapa orang di belakangnya. Aku akan memberikan kamu imbalan dua kali lipat lebih banyak dari apa yang di janjikan pria itu,” ucap Keanu.


Sekali tekan, ponsel wanita itu sudah terhubung dengan pria bernam Yudha.


“Bang, bang Yudha. Kenapa wanita ini belum di ambil. Kata abang akan menjemputnya ke sini,” ucap wanita itu di telpon.


Keanu menarik ponsel di tangannya kemudian mengaktifkan speaker.


“Sabar Rin, bos belum menghubungi. Aku masih menunggu aba aba dari bos.”


“Tapi wanita ini sangat merepotkan bang, jika dia kabur gimana?” tanya wanita yang ternyata bernama Rini itu.


“Sabar kamu tahan dulu, bos ku lagi ada masalah di kantornya. Jika dia sudah transfer uang, jatah kamu langsung aku transfer. Yang penting kamu tahan dulu wanita itu di rumah mu.”


“Alah, tar ujung ujung ga di transfer, mungkin bos kamu kere, nggak berduit.”


“Haha, bos ku salah satu pemilik Travor Primary. Kamu tau perusahan terkenal itu? Dia pemilik perusahan itu,” ucap Yudha.


“Siapa?” tanya Rini.


“Ada deh,” sahut Yudha.


“Cewe, cowo?” tanya Rini.


“Cewe, cakep kayak kamu,” ujar Yudha.


“Oh ya, fotokan wanita yang kamu culik itu. Aku akan mengirim fotonya ke nona itu,” ucap Yudha.


“Baiklah bang, aku akan foto. Katakan ke nona mu itu, cepat transfer uangku, atau aku akan melempar wanita ini ke jalanan.”


Keanu berpikir keras. Cewek, nona artinya pesuruh nya adalah seorang wanita lajang. Pemilik perusahan?


“Ibu?” gumam Keanu.


Hampir saja Keanu menghubungi sang ibu untuk meminta penjelasan. Namun pikirannya langsung tertuju pada Natalia.


Ibu nggak mungkin ingin menghancurkan perusahan. Ibu nggak mungkin merencanakan kebakaran di dapur itu, saat itu ibu berada di sana dan ia terlihat sangat shock. Dan bagaimana mungkin ibu ingin merusak wahana bermain hingga menyebabkan kerugian besar untuk perusahan.


Natalia???

__ADS_1


Keanu langsung merogoh ponselnya di dalam saku, ia langsung menghubungi Randi.


“Randi dengarkan baik baik, tutup akses semua kasus wahan bermain dan food court. Aku akan meminta ibu menangani langung masalah ini. Apa pun hasil penyelidikan, jangan sampai hasilnya keluar pada siapa pun. Atau semua bukti akan di musnahkan oleh si pelaku.”


“Pak, bapak sudah tau pelakunya?” tanya Randi.


“Aku sudah tau. sewaktu waktu masalah ini bisa semakin besar. Malam ini juga aku akan kembali ke Jakarta,” ucap Keanu.


“Juan, kamu urus dua orang ini. Sekarang aku akan langsung ke bandara. Aku akan membawa istriku pulang bersama ku,” ucap Keanu.


“Oh ya, jangan ada yang tau. Jika ada yang bertanya tentangku, katakan saja aku sedang di rumah sakit.”


“Baik pak,” jawab Juan.


“Sayang, kita akan pergi dari sini. Mulai sekarang kamu harus ikut aku dimana pun aku berada,” ucap Keanu.


Saat itu juga mereka langsung menuju bandara, pesawat sudah menunggu Keanu dan Caramel. Hari itu juga Keanu dan Caramel terbang kembali ke Jakarta.


.


.


.


Malam hari nya di Bogor. Seorang pria datang untuk mengambil beberap barang bukti yang belum sempat ia musnahkan.


Pakaian dan semua barang yang di gunakan untuk untuk merusak wahana di keluarkan dari dalam loker. Ia kemudian membakar barang barang itu di halaman belakangan gedung kantor.


Pria itu berusaha menghubungi Natalia untuk memberikan laporan. Beberapa kali ia menelpon, namun ponsel yang ingin di hubunginya mati.


Hingga tengah malam, ponsel Natalia masih tidak bisa di hubungi. Saat itu Natalia sedang berada di perusahan tepatnya berada di ruangan Keanu. Setelah menjadi seorang GM di perusahan itu ia mempunyai akses ke dokumen penting di dalam ruangan khusus tempat penyimpanan dokumen.


Natalia sedang mencari bukti kepemilikan saham ayahnya. Dokumen dokumen tua di periksanya satu persatu. Ia menemukan surat kepemilikan saham ayahnya, kemudian di tahun selanjutnya saat perusaan mengalami resesi ayahnya sudah tidak lagi berada dalam jajaran pemegang saham. Bahkan saat itu ayahnya sudah tidak bekerja lagi di perusahan itu.


“Bagaimana mungkin? Mereka bahkan menyingkirkan ayah begitu saja setelah mengambil saham kepemilikan ayah?” gumam Natalia sambil memeriksa dokumen.


Bukti bukti dokumen itu di foto satu persatu. Natalia kembali merapihkan semua dokumen yang berserakan di dalam ruangan itu, kemudian meninggalkan ruangan itu.


Setelah berhasil keluar dari dalam ruangan Keanu, Natalia bergerak menuju ke ruangan nya. Di sana ia baru menghaktifkan ponsel miliknya.


Beberapa pesan masuk dari orang suruhan nya.


“Bu, saya sudah menghancurkan barang bukti. Tapi sekarang saya sedang di tahan di sebuah ruangan.”


“Bodoh bodoh bodoh,” teriak Natalia sambil melempar semua barang yang ada di atas meja kerjanya.


“Apa aku harus menyelesaikan semua nya sendiri?! Semua orang tidak becus ini malah membuat masalah baru,” gerutu Natalia.


Saat itu juga ia langsung keluar dari ruangannya. Ia akan menuju ke Bogor menyelamatkan karyawan bodoh yang baru saja mengirimkan pesan kepadanya.

__ADS_1


Subuh dini hari Natalia mengendarai kendaraan nya menuju Bogor. Jalanan ibu kota yang lengang membuat Natalia melenggang dengan bebas di jalan ibu kota. Tanpa hambatan kemacetan dan kepadatan lalu lalu lalang kendaraan bermotor.


selang hampir sejam Natalia tiba di gedung kantor anak perusahan di Bogor.


Ia bergerak masuk ke dalam bangunan kantor yang terlihat sepi. Hingga tiba di dalam gedung, beberapa suara pria sedang bercengkrama bergema di seluruh ruangan. Ia melanjutkan langkah menuju suara suara tersebut.


Melihat kehadiran Natalia, dua orang penjaga itu bertanya.


“Kamu siapa?” tanya mereka hampir bersamaan.


“Siapa saya? Saya GM perusahan ini. Apa yang kalian lakukan disini?” tanya Natalia.


“Kami baru saja di tugaskan berjaga di sini. Sesuai perintah, tidak boleh ada seorangpun lalu lalang di sini,” jawab seorang pria.


“Atas perintah siapa?” tanya Natalia.


“Atas perintah pak Randi.”


Kenapa Randi tidak menginfokan hal ini kepadaku?


“Kalian bisa keluar dari sini. Ada yang ingin aku periksa di ruang keuangan,” ucap Natalia asal.


“Kami tidak bisa mengijinkan siapa pun masuk. Ruangan ruangan ini sudah di tutup, tidak boleh ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam,” ucap pria itu.


Natalia menunjukkan kartu jabatannya kepada kedua lelaki itu, “Apa tanda ini juga masih tidak bisa memelas uji ruangan di dalam?” tanya Natalia.


“Kami hanya menjalankan perintah bu,” ujar seorang pria. Nada bicara nya mulai terdengar pelan.


“Kalian tau siapa Randi? Dia hanya pelayan CEO, dia yang mengurus semua keperluan bos nya itu. Tapi aku? Aku yang menjalankan perusahan ini, aku paling berhak mengatur perusahan ini, kalian tidak berhak melarang ku masuk, aku mempunyai tugas penting yang hatus aku lakukan di dalam!”


Suara Natalia menggema di seluruh ruangan. Ia menggertak kedua pekerja baru itu hingga tertunduk takut.


“Berikan kuncinya, dimana karyawan saya ke sini tadi?” tanya Natalia.


“Ka kami mengurung nya di dalam ruangan. Ka mi menunggu pak Randi ke sini. Katanya sedang dalam perjalanan.”


“Berikan kunci ruangan itu,” gertak dengan mata menyalak seperti elang yang siap menerkam mangsanya.


“Ini bu,” seorang pria mengeluarkan kunci sari dalam sakunya kemuidan menyerahkan kunci ke tangan Natalia.


Saat itu juga Natalia masuk ke dalam ruangan kantor. Ia membuka sebuah pintu di dalam dan menemukan pekerja nya yang sudah terikat di sebuah kursi.


.


.


.


To Be Continue ⬇️

__ADS_1


__ADS_2