Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
006-Keanu Travor


__ADS_3

Disebuah penthouse apartment luas nan megah seorang pria muda sudah rapih di balik setelan jas hitam.


Hari ini adalah hari penting untuk nya dan para pemegang saham. Grand opening sebuah taman bermain di bilangan puncak dan peluncuran produk game online MMORPG yang telah bekerja sama dengan seluruh platform smartphone. Setelah sebelumnya anak cabang perusahan sukses besar dengan game Travic Imortalitas, kini Track The Legend akan menjadi satu satu nya game visual pertama di seluruh dunia.


Keanu Travor CEO dari Travor Primary Corp. Pria yang kini sedang berjalan keluar dari apartemennya menuju lift, disambut oleh asistennya, seorang pria yang tak kalah rapih dengannya.


“Jam berapa sekarang?” tanya Keanu datar.


“Jam 09:34 pak,” sambil mencondongkan ke arah lantai. “Tadi saya agak kesiangan bangun, maaf.”


Keanu menatap asisten pribadinya itu dari pantulan dinding stainless.


Tak puas, Keanu menghadap kiri. Ia menyimak wajah pria di hadapannya.


“Randi,” panggilnya.


“Iya pak,”


“Angkat kepala mu?” Keanu mendekatkan kepalanya pada Randi.


Mata. cekung dan wajah lusuh.


“Ckckck, sudah sampai level berapa?” tanya nya.


“Tiga belas pak,” jawab Randi ragu.


“Hmmm, pasti ga bisa lolos dari monster air itu ya?” tebak Keanu.


“Bapak kok tau? Bapak sudah lolos?” tanya Randi penasaran.


“Ding,” suara lift pertanda mereka sudah di basement parkiran.


Randi mempersilahkan Keanu keluar lebih dulu.


“Saya sudah level 40,” jawab Keanu dengan kepala terangkat. “Hanya dalam empat hari, jika nggak banyak kesibukan mungkin sekarang saya sudah menjadi legenda. Legenda pertama di dunia haha,” ucap Keanu bangga.


Randi hanya terdiam melihat keangkuhan boss nya.


Pak Tora sudah stand by beberapa meter di depan lift. Tugas Randi sekarang membuka kan pintu dan mempersilahkan boss nya itu masuk.


Keanu mengangkat pergelangan tangannya menatap jam yang sudah menunjukkan pukul pukul 09:41


“Pak Tora, 9 menit.” Sebuah ucapan singkat namun pak tora sudah paham makaud ucapan si bos.


“Baik bos.”


Mobil meluncur lumayan cepat menuju Travor Primary Corp.

__ADS_1


“Randi berikan data Hotel yang semalam,” pinta Keanu.


Randi dengan cekatan mengambil tablet dari tas, mencari data hotel kemudian menyerahkan kepada Keanu.


Keanu menyimak kurva dari tab itu, “Kamu yakin berita tentang wanita yang meninggal di 1017 yang menyebabkan incom anjlok?” tanya Keanu.


“KeMungkinan besar karena masalah itu pak, soalnya Setelah kejadian itu, pengunjung semakin berkurang pak,” ucap Randi.


“Padahal berita itu tidak sampai mencuat ke media loh,” ucap keanu.


“Beritanya tersebar dari mulut ke mulut,” ucap Randi.


“Berikan discount 30% sampai dua bulan ke depan. Jika biarkan hotel tetap ramai, pengunjung tidak akan takut. Lama lama mereka akan lupa dengan berita itu. Minta Manager umum nya temui saya nanti sore.”


“Baik pak.”


Beberapa saat kemudian, telpon masuk dari Marisa seorang front office girl. Randi mengangkat telpon dengan sangat pelan.


“Langsung bawa mereka naik, bos sudah hampir tiba.” Bisik Randi.


Pukul 09:52 mobil hitam Lexus sl 500 itu memasuki portal pos kantor. Palang portal langsung terangkat tanpa harus melewati pemeriksaan.


Dihalaman Parkiran khusus dewan direksi sudah hampir terisi penuh, sebagian besar dari mereka sudah tiba dan sedang menunggu Keanu.


Pak Tora menurunkan pemilik perusahan itu tepat di depan pintu masuk perusahan.


Saat menginjak kan kaki kanan nya ke atas jalanan, sebuah buku berwarna merah berada di bawah pijakan kaki Keanu terinjak oleh nya.


Mengira buku itu jatuh saat ia membuka pintu, Keanu pun mengambil buku tersebut dan membawa nya masuk.


Karyawan berjejer rapih menyambut kehadiran Keanu. Tak ada satupun yang berani mengangkat kepala menatap wajahnya.


“Ran, apa agenda penting kita hari ini?” tanya Keanu.


“Jam 10 meeting, Usai istirahat makan siang pertemuan dengan wakil direktur PT. Prolexa, jam 5 saya sudah buat janji dengan Manager hotel. Dan malam ada makan malam amal bersama pak kapolda,” jelas Randi.


Pintu lift telah terbuka lebar menyambut Keanu, ia langsung masuk lift menuju lantai 27.


“Makan siang dengan dengan wakil direktur di mana?”


“Lounge Buffaria di jalan Moh Hatta,” jawab Randi.


“Ding,” suara lift.


Keanu berjalan keluar.


“Siapkan waktu usai makan siang, kita akan ke runawai. Masuk kan ke jadwal.” Perintah Keanu.

__ADS_1


“Pagi pak,” sapa Isabel sang sekertaris saat Keanu tiba di depan pintu ruangannya.


Tanpa menyahut ucapan Isabel, Keanu langsung masuk ke ruangannya. Ia meletakkan buku merah dalam genggamannya di atas meja.


Randi menyusul masuk beberapa saat kemudian dengan secangkir kopi di tangannya.


“Para investor sudah tiba?”


“Baru sebagian pak.”


“Sudah jam sepuluh, jam karet banget.”


“Kita langsung ke ruangan meeting sekarang,” lanjut Keanu.


“Pak, ini di minum dulu kopinya,” ucap Randi. Ia sengaja mengulur ngukur waktu, kue pesanan nya pasti sedang di tata di atas meja.


Keanu duduk sejenak di meja kerjanya sambil meneguk secangkir kopi pahit yang disuguhkan Randi.


Ia kemudian menatap buku berwarna merah yang tergeletak persis di samping kopinya. Tangannya secara asal membuka halaman depan buku tersebut.


Sebuah tulisan kata semangat disertai tanda seru terpampang besar disana. Tulisan penuh warna warni dan sticker Emoticon di setiap sisi tulisan itu.


Mata Keanu membesar. Ia tidak pernah memiliki buku seperti itu.


“Buku siapa ini?” tanya nya heran.


“Buku bapak? Bapak yang membawanya turun dari mobil,” ujar Randi.


Jemari Keanu membuka halaman selanjutnya.


Resep Roti goreng.


Ia membuka lagi halaman selanjutnya.


Rahasia roti tetap lembut dan tahan lama setelah di goreng.


“Aku tidak punya buku seperti ini!” Dengan wajah skeptik keanu melempar buku itu ke dalam tong sampah.


Saat buku melayang ke dalam tong sampah di samping meja kerja nya. Tertangkap oleh mata Keanu sebuah tulisan Caramel Hermond di halaman belakang buku tersebut. Samar namun Keanu yakin jika tulisan itu adalah Caramel Hermond yang tertera disana.


.


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2