
Karena mulutnya yang nggak bisa di ajak kerja sama, Randi bergegas keluar dari ruangan itu. Mata Caramel seakan menyalak mengancam nya saat itu.
“Ya sudah Nya, ayo di makan makanan nya,” ledek Marwah.
“Iya Nya nanti marah loh suami nyonya,” tambah Raniya sambil tersenyum senyum.
“Kak,” protes Caramel menatap Raniya dan Marwah.
“Cieeh, nyonya bos kita,” ujar Raniya.
“Bener bener sebuah kejutan, temen kita di nikahi bos kaya. Gue jadi sungkan sekarang,” ucap Marwah.
“Kak kalian tetap teman aku, nggak ada yang bisa membeda bedakan kita, apa pun itu,” ujar Caramel.
“Ehm, jadi iri. Aku juga mau dinikahi orkay. Tapi siapa ya?” hayal Rita.
“Woy woy sadar, jangan berhayal berlebihan tar gila,” ucap Marwah.
“Kalau ngomong terus kapan makan ka, aku laper,” ucap Caramel.
“Yuk,”
Mereka berembuk kantong plastik berisi makan siang mereka itu. Masing masing mendapat satu kotak. Mereka makan dengan lahap di sertai canda tawa dan cerita cerita lucu mereka seraya masih di cafe Murtini.
“Kak Nyonya, sering sering lah traktir kami makan enak seperti ini ya,” ujar Aluna begitu selelsai memakan makanan nya.
“Iya,” jawab Caramel.
“Cieh, main Iya aja.” sahut Rita.
“Nyonya bos uang nya ga berseri, berapa sih harga makanan segini. Gada apa apa nya kali,” celetuk Rian.
“Cepet habisin makanan kamu Yan, biar punya tenaga menghadapi kak Deny mu itu,” ledek Raniya.
“Kak Rani,” sahut Rian memasang wajah cemberut.
“Biasa nya kalau udah babak belur begitu, jalan berikut nya sudah lebih mulus Yan,” ucap Marwah.
“Lagian Yan, kamu di pukul gitu ya mereka yang rugi. Kalau kamu kabur ga tanggung jawab gimana?” ujar Rita.
Tanpa mereka sadari, di dekat pintu masuk Keanu sedang menatap mereka. Bercanda dan tertawa dengan begitu bebas.
“Pak, kita jalan sekarang?” tanya Randi. Suara nya membuat mereka sadar ada orang lain selain mereka di ruangan itu.
“Ehm,” dehem Raniya.
“Siang pak,” ucap Marwah.
“Siang,” jawab Keanu singkat.
“Kak, makasih makan siang nya.” Ucap Caramel dengan lembut.
Uhuk uhuk
Sontak Rian terbatuk.
“Kenapa muka kamu Yan?” tanya Keanu seraya mengahmpiri keberadaan mereka.
“Ini pak, habis di gebukin,” ucap Rian.
“Siapa?” tanya Keanu.
“Itu pak,” Rian menggaruk kepalanya. “Calon kakak ipar?” ujar Rian canggung.
__ADS_1
“Jangan lupa undangan ya?!” ucap Keanu.
“I iya pak,” jawab Rian hormat.
“Kapan?” tanya Keanu.
“Belum tau pak. Lebih cepat lebih baik,” sahut Rian.
“Mau hadiah apa?” tanya Keanu.
“Hmm, aku bantu sebagai penyelenggara aja ya,” ucap Keanu.
“Terimakasih pak,” ucap Rian.
“Aku jalan dulu,” pamit Keanu dan dibalas anggukan oleh Caramel yang terlihat malu malu.
“Kiss nya?” ujar Keanu.
“Kak,” protes Caramel.
“Ayuk,” keanu menarik lengan Caramel ke ruangan setelah dapur. “Aku sibuk sampai jam lima. Kamu tunggu aku di sini atau mau ke rumah ibu?” tanya Keanu.
“Aku akan ke rumah ibu,” jawab Caramel.
“Ya sudah, nanti di anter pak Tora. Sekitar jam lima atau jam enam aku jemput dirumah ibu,” ucap Keanu.
“Bye istriku,” ucap Keanu sembari memeluk dan mencium lembut dahi istrinya. Tak puas hanya dengan mencium dahi, Keanu menarik pinggul Caramel agar lebih menempel ke arahnya. Ciuman liar di bibir mulai terjadi.
“Kak, sudah. Kita lagi di sini,” tolak Caramel.
Keanu tersenyum nakal kemudian me lap bibir Caramel. “Jangan nakal saat aku nggak ada,” ujar nya.
“Hati hati kak,” ujar Caramel.
Keanu pun pergi dari situ.
“Kalian ngapain di situ?” tanya Caramel pada yang lainnya yang masih mengintip di balik pintu.
“Enak gak di cium pak bos?” tanya Rian.
“Enak dong, ah muah muah,” Rita mencontoh gerakan yang baru saja di lakukan Keanu.
“Dih, najong. Gaya kamu emang cocok jadi jomblo abadi,” ujar Rian meledek.
Caramel tersenyum kemudian masuk ke dalam dapur. “Kita bikin apa nih, mumupung masih ada waktu dua jam sebelum pulang,” ucap Caramel.
“Kami terserah nyonya bos aja,” sahut Rian.
“Bikin kue kering aja yuk, buat besok.” ucap Caramel.
“Bikin banyak kak, kan bisa di simpan beberapa minggu,” ujar Aluna.
“Ya sudah kalau kalian bantuin kita bisa bikin banyak, stok untuk beberapa minggu ke depan,” ucap Caramel.
Mereka berenam kembali mengerjakan pekerjaan mereka dengan kompak. Sambil sesekali bercerita mengenai rencana Rian dan Caramel ke depan. Mungkin saja Keanu nggak akan membolehkan Caramel di dapur itu saat semua orang sudah tau jika dia adalah istrinya. Dan itu mungkin saja terjadi.
Jam sudah menujukkan pukul empat lebih tiga puluh sore hari. Saat itu pak Tora sudah berdiri di dapur menunggu Caramel menyelesaikan panggangan terakhir di dalam oven.
Setelah menyelasaikan semua pekerjaan di dapur, Caramel pun pergi dari situ.
Setiba di halaman rumah sang mertua, sebuah mobil Honda silver sedang terparkir di halaman depan pintu.
“Ibu lagi ada tamu ya?” tanya Caramel begitu mobil memasuki halaman luas itu.
__ADS_1
“Itu mobil non Natalia Nya,” jawab Pak Tora.
“Oh mobil nya. Dia sering sekali bersama ibu,” ucap Caramel.
“Non Natalia hampir setiap dua hari sekali main ke sini jika nyonya besar lagi di indo. Dia sudah di anggap anak oleh Nyonya,” jawab Pak Tora.
“Katanya temen nya kak Keanu sejak kecil, ya wajar lah jika akrab ama ibu,” ucap Caramel.
“Iya, non Natalia itu sepupunya pak Sandri. Mereka sejak kecil sudah sering di sini. Sudah di anggap keluarga oleh nyonya. Nyonya yang menyekolahkan mereka,” ujar Pak Tora sambil memarkir mobil hitam itu di depan pintu.
“Makasih pak Tora,” ucap Caramel kemudian keluar dari mobil itu.
Caramel melangkah memasuki pintu besar tersebut. Dari dalam rumah terdengar suara Lilian dan Natalia berbincang. Tanpa ragu Caramel menuju ke arah mereka.
“Ibu,” sapa Caramel.
“Caramel, sayang,” Lilian langsung berdiri dari kursi menyambut Caramel.
“Dari mana?” lanjut Lilian bertanya.
“Dari perusahan bu,” ujar Caramel.
“Loh Keanu mana?” tanya Lilian.
“Dia lagi ada urusan,” jawab Caramel.
“Sini, duduk,” ujar Lilian.
“Bu Natalia apa kabar?” sapa Caramel.
“Panggil kakak aja Mel, kita bukan lagi di kantor,” ucap Natalia ramah.
“Kamu mau minum apa sayang?” tanya Lilian.
“Apa aja,” jawab Caramel.
“Bi Ulfa, bikin minum untuk Caramel,” ucap Lilian pada bi Ulfa yang berdiri tak jauh dari situ.
Lilian terlihat sangat gembira dengan kehadiran Caramel. Ia terus memegang tangan Caramel, tersenyum dan tertawa. Seakan Natalia tidak berada di situ.
Natalia berdiam dan terlihat iri akan perlakuan Lilian terhadap Caramel. Caramel seperti telah mengambil tempatnya di hati Lilian. Padahal Caramel hanyalah gadis miskin yang tiba tiba di nikahi Keanu. Sedang kan Natalia, ia sudah bertahun tahun merebut hati Lilian, tapi selama itu hanya di anggap anak yatim piatu yang di rawatnya karena kasihan.
Seperti Cinderella, baju nya harus di lucut tepat jam 12 biar dia sadar siapa dirinya. Batin Natalia.
Tanpa sadar rasa dengki dan iri perlahan mulai memenuhi hati Natalia. Sejak kehadiran Caramel, hanya dalam beberapa hari, Lilian sudah tidak menganggap nya ada.
“Nata, kamu ambil kan kue di piring itu untuk Caramel,” perintah Lilian.
“Iya tan,” jawab Natalia sambil melakukan apa yang di perintahkan Lilian.
“Tan, kapan kita spa bareng lagi?” ajak Natalia.
“Hmm, kami baru spa kemaren. Besok, rencana kami akan ke puncak. Tante mau ajak Caramel ke sana, sekalian menunjukkan hadiah tante buat pernikahan Caramel dan Keanu,” ujar Lilian.
“Tapi bu, ibu baru saja berikan aku mobil, sekarang sudah beri rumah. Aku jadi nggak enak di beri hadiah sebanyak itu,” ucap Caramel ramah.
Nggak enak di beri hadiah sebanyak itu? Cih. Batin Natalia mengejek ucapan Caramel.
Pura pura lugu, dasar matre. Wanita munafik, sebentar lagi tante akan sadar siapa Caramel sebenarnya.
.
.
__ADS_1
.
To be continue ⬇️