
Selesai makan malam, perjalanan malam itu dilanjutkan menuju ke arah kantor, searah menuju kos kosan Honey. Keanu pasti akan mengantar Honey pulang malam itu! Nggak mungkin jam segitu Keanu akan ke kantornya.
Hati nya dipenuh sukacita, Honey selalu tersenyum kala Keanu menatapnya. Rasanya bahagia bisa kembali ke kamar kecilnya, kamar yang selalu membuatnya merasa hangat dan nyaman.
Kemudian mobil Keanu berbelok memasuki sebuah portal masuk sebuah gedung menjulang tinggi. Palang melintang terlihat terangkat naik, mobil yang di kendarai Randi terus berjalan masuk ke dalam.
“Kita akan ke mani ini?” tanya Honey kaget sekaligus bingung.
“Kita sudah tiba di apartemen pak bos, Nyah.” jawab Randi.
“Apartemen? Jadi kita nggak sedang menuju kos kosan…”
Mobil sudah berhenti di basement apartment persis di depan lift.
“Mulai sekarang kita akan tinggal bersama,” jawab Keanu sambil menarik tablet dari kantong belakang kursi. “Randi, tolong di carge. Dan jangan lupa, antar kotak perhiasan nyonya naik ke atas. Besok minta pak Tora jemput aku disini pukul 10. Oh ya, berikan kunci mobil kamu sayang, biar sekalian Randi bawa ke sini mobil pemberian ibu,” ucap Keanu.
“Ta tapi pak, bukankah tadi bapak mengatakan akan mengantar saya pulang?” tanya Honey cemas.
“Kapan aku mengatakan hal itu?”
“Bapak nggak bisa antar wanita tadi karena akan mengantarku pulang kan?” tanya nya.
Keanu mengetuk dahi Honey pelan. “Oh itu, aku bohong. Bukan bohongi kamu, tapi bohongi wanita itu.” Tukas Keanu sembari menguap karena mengantuk.
“Tapi pak, aku mau tidur di kos. Aku butuh pakaian, peralatan mandi handuk dan semua barang milikku ada disana,” ujar Honey mencari cari alasan.
“Kamu mau tidur di sana atau mau mengambil barang barang milik kamu disana?” tanya Keanu.
“Mau tidur di sana. Aku nggak terbiasa tidur dengan orang lain pak,” ucap nya pelan dan melambat
“Kalau itu alasannya, maka kamu harus biasakan tidur bersamaku, kita bukan orang lain sekarang,” jawab keanu.
“Saya sudah terbiasa tidur di kos, jika tidur disini malah su sah tidur,” ucap nya terbata.
“Ya sudah, kita ke kos kamu sekarang , kita akan tidur di sana,” jawab keanu.
Ya Tuhan… di kosan kumuh ku dengan pak Keanu Travor tidur disana? Ibu kos pasti bakalan heboh..
“Jangan!!!” Cegah Honey tiba tiba. “Ya sudah ayo kita turun pak,” ajak Honey kemudian membuka gagang pintu mobil. Dia malah duluan keluar dari mobil.
Dengan berat ia melangkah masuk ke dalam lift. Disusul Keanu di belakangnya. Honey berdiri di depan tombol lift yang hanya terdapat 1 tombol angka 57.
Mana tombol lantai lainnya? Pikir Honey.
Badannya berputar mencari ke sekeliling ruangan kecil itu.
“Mana tombol angka lainnya?” tanya Honey penasaran.
“Lift ini khusus pen house lantai 57 lantai terakhir, jadi terpisah dengan lift lantai lainnya,” ujar Keanu datar seraya menekan tombol 57.
Ga di kantor di rumah sama saja. Diaterlalu introfet! Bukannya bagus naik lift rame rame, kalau sepi begini aku kan takut.
__ADS_1
Pintu lift bergerak menutup, perlahan Honey mundur mendekati dinding untuk mencari pegangan. Dan dengan sigap Keanu mendekat ke arahnya.
“Ada aku, ayo,” ucap nya sambil menyodorkan lengannya kepada Honey.
“Mulai besok kamu mulai bisa mencari tanah di dekat sini, kita akan bangun satu rumah agar tidak perlu menggunakan lift lagi,” ucap Keanu namun tak di gubris Honey.
Wanita itu tengah mencengkram lengan Keanu, tubuh nya sedikit bergetar dan tegang tatkala lift mulai terangkat naik.
Keanu langsung mendekap wanita nya itu ke dalam pelukan hangatnya. “Nggak usah takut, ada aku di sini.”
Sejak kecil ia sudah takut berada di dalam ruangan kecil tertutup dan gelap. Aku pikir penyakit paranoid nya ini sudah hilang, ternyata dia masih menyimpan rasa takut ini hingga sekarang.
Ding! Bunyi lift, pertanda mereka sudah berada di lantai 57.
Honey bergegas keluar dari lift kemudian bernafas lega sambil mengelus dadanya.
Begitu keluar dari lift Keanu langsung membuka sebuah pintu masuk ke dalam apartemen milik nya. Luas, lapang, mewah dan pemandangan kota pada malam hari menarik perhatian honey. Kelip lampu terlihat seperti lautan bintang yang bertaburan.
“Wuaaahh!” gumamnya.
Honey berjalan mendekati jendela kaca clear yang mengelilingi sebagian ruangan itu, ia menatap ribuan rumah dan bangunan menjulang di sekitar gedung itu.
“Itu gedung kantor kita,” ia menatap gedung menjulang lain berlogo TP Corp tak jauh dari situ.
Matanya kemudian melihat keramaian jalanan yang tak henti dari lalu lalang mobil. Masih dengan mimik wajah takjub dan kagum, Honey terus berdiri menatap ke luar. Ia belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.
Keanu tiba di ruangan itu sambil membawa kotak perhiasan yang baru saja di antar Randi. Ia menarik salah satu remot yang tergelatak di atas meja. Setelah menekan sebuah tombol, tirai putih bergerak menutupi jendela tersebut.
“Kenapa di tutup pak?” tanya nya.
“Ada aku di sini, ngapain melihat ke luar sana?”
Honey seperti tak menggubris ucapan Keanu. Matanya tertuju ke sebuah tangga di ruangan itu.
“Itu tangga ke mana?” tanya nya penasaran. Perasaan lantai itu sudah yang paling atas, kenapa masih ada tangga lagi.
“Kamu mau lihat?” tanya Keanu.
Honey mengangguk.
Ia berjalan mengikut di belakang Keanu hingga ke anak tangga paling atas.
“Ini kamar kita,” ujar keanu.
Kamar?
Honey berbalik badan dengan cepat hendak turun kembali ke ruangan sebelumnya.
Namun tangan Keanu dengan cepat menahannya.
“Bukankah kamu ingin melihat ke luar? Dari atas sini bisa melihat pemandangan sebelah barat kota loh.” Keanu berusaha mencairkan suasan.
__ADS_1
Jendela kaca yang mengarah ke arah barat kota menampakkan kilau keemasan tugu monas yang paling terkenal di kota itu.
“Benarkah?” Honey berjalan mendekati jendela kaca. Setidak nya ia tak terlalu dekat berada dengan pria itu.
Keanu berjalan ke arah lemari pakaiannya mencari piyama atau apapun yang bisa di pakai Honey.
“Nggak mandi dulu?” tanya Keanu.
“Mandi?” Honey memegang bajunya yang memang sudah dipakainya seharian beraktivitas. “A aku…”
“Ya sudah aku mandi duluan,” ujar Keanu sambil berjalan menuju kamar mandi. Satu persatu jemarinya melepas kancing jas hitam yang masih menempel di badannya.
Setelah 7 menit keanu keluar dari kamar mandi dengan bathrobe yang menutup tubuhnya.
“Ayo mandi, ada baju yang aku letakkan di atas nakas. Kamu bisa pilih yang ingin kamu pakai, beberapa celana panjangku mungkin muat di badan kamu. Bathrobe sudah di gantung, sendal ada di depan pintu kamar mandi,” ucap Keanu sambil berjalan ke arah ranjang.
“Aa ku memakai baju bapak?” tanya honey pelan.
“Besok barang barang milik mu akan di antar ke sini,” jawab Keanu.
Karena ini lah kenapa aku ingin pulang ke kos ku, dia sih enak, dengan santai mengatakan ‘ayo mandi’, sedangkan aku, aku malu banget, gemetar dan canggung. Laki laki mana tau hal seperti itu?
Honey masih berdiam menatap ke luar jendela.
“Ya sudah kalau nggak mau mandi, ayo sini.” Keanu menepuk ranjang disampingnya.
“Aku mandi dulu pak.” Honey berjalan cepat menuju kamar mandi namun pintu ruangan yang di bukanya adalah ruangan pakaian. Ia kembali membuka sebuah pintu kemudian masuk ke sana.
Honey mengeksplor ruangan tersebut. Dimana letak handuk, sabun, shampoo, sikat gigi, dan odol. Sebuah ruangan kaca dengan shower menggantung di atas langsung di masuki honey. Sebuah pencuran air hangat langsung mengguyur tubuhnya.
Emang enak jadi orang kaya. Nggak perlu berhemat air. Air yang keluar bisa di atur suhunya sesuka hati. Di kamar mandi ini bisa bikin aku betah.
Honey teringat kamar mandi kecil serta tong air yang ada dalam kamar mandinya. Saking kecilnya kamar mandi tersebut sampai sampai tangannya selalu terhantuk pada keran air.
Semakin lama di bawah guyuran air Honey semakin betah, karena jika ia keluar saat itu maka ia akan berhadapan dengan pak Keanu.
“Ah semoga saja dia sudah tertidur saat aku keluar,” gumam Honey. Ia memakai piyama berwarna coklat muda yang sudah di siapkan di atas nakas. Walaupun sedikit kelonggaran, piyama itu bisa menutupi tubuhnya dengan sempurna.
Sedikit berlama lama di depan cermin dengan harapan saat ia keluar, Keanu sudah terlelap. Rambut nya sudah hampir kering terus di acak acak bersama handuk putih di tangannya. Kemudian Honey keluar dari ruangan itu.
Benar saja, di balik remang ruangan kamar, Keanu sudah berbaring di atas ranjang.
Honey perlahan lahan dan sehati hati mungkin naik ke atas ranjang. Dua buah bantal kepala ia letakkan sebagai pembatas di anatar dirinya dan Keanu.
Ranjang berukuran king size itu masih terasa luas setelah di bagi dua. Dengan nyaman Honey masuk ke dalam selimut dan membenamkan dirinya di dalam sana.
.
.
.
__ADS_1
To be cobtinue ⬇️