Resep Cinta Caramel

Resep Cinta Caramel
033-Melamar Kerja


__ADS_3

Sudah seminggu berjalan Keanu selalu mendapatkan info akurat dari Rian mengenai keseharian Honey. Namun ia sangat sulit sekali mendapatkan perhatian Honey. Berbagai cara sudah ia coba, mulai dari membelikan sepatu, baju, dan bonus mingguan yang lumayan gede. Tapi hasilnya? Nihil! Bahkan melirik wajah Keanu saja Honey tidak pernah.


Siang itu, usai menghabiskan satu cangkir kopi dari dapur bakery. Keanu kembali mengajak Rian ke ruangannya.


Keanu menatap jengah pria gemulai di hadapannya. Ia tak sedikitpun memberi kontribusi yang berarti untuk Keanu.


“Saya harus gimana lagi Rian? Kamu lihat? Ucapan kamu sama sekali tidak memberikan kemajuan apa pun. Honey masih tidak peduli kehadiran ku di dapur,” ucap Keanu.


“Ya gimana lagi pak? Saya juga sudah sering mengatakan kepadanya, bapak ganteng, bapak baik hati, bapak menyukai nya, tapi dia malah mengatakan saya halu, saya mimpi, bahkan dia mengatakan saya sangat tergila gila dengan bapak karena tiap hari menyanjung nyanjung bapak dihadapannya,” ujar Rian menampak kan sebuah ketidak berdayaan.


Suasana senyap sejenak.


“Pak,” panggil Rian ragu.


Keanu menoleh.


“Mungkin karena bapak tidak punya pengalaman dalam mengambil hati wanita,” ucap Rian lemah dan sedikit takut.


“Haha.. buat apa menarik perhatian mereka? Wanita wanita itu sudah mengejar ngejar saya seperti lintah. Apa saya masih butuh pengalaman lagi?” ucap Keanu sombong.


“Bahkan saya menjadi risih dengan tingkah mereka, yang ada dalam otak mereka hanya materi,” lanjut Keanu.


“Ya sudah, bapak langsung to the poin aja. Malam ini ajak Honey jalan. Dan bapak langsung utarakan isi hati bapak,” saran Rian.


“Hmm, begitu kah?” tanya nya sambil berpikir.


“Menurut kamu dia akan setuju?” tanya Keanu.


“Ya itu sih saya kurang tau pak,” sahut Rian.


“Ya sudah, kamu boleh kembali kerja,” perintah Keanu.


Sepeninggal Rian, Keanu langsung memanggil Randi. Ia bertanya soal pertemuannya dengan beberapa Manager cabang, hari ini mereka ada pertemuan di ruang meeting pukul 11:00.



Pukul delapan malam Honey keluar dari parkiran kantor, ia berjalan cepat menuju arah kiri portal masuk perusahan. Jalanan lumayan padat, membuat nya harus ekstra hati hati untuk menyebrang jalan.


Ia terus berjalan menuju sebuah gedung bertuliskan Happy Kiten Karaoke.


Keanu dalam sebuah mobil hitam mewah terus memantau nya dari kejauhan. Melihatnya memasuki sebuah gedung remang, Keanu langsung menghubungi Rian. Rian yang posisi nya saat itu tak jauh dari kantor, langsung menghampiri Keanu.


Dengan wajah cemberut Rian masuk dalam mobil Keanu.


“Pak,” sapa Rian dengan wajah masam.

__ADS_1


“Kamu ikut saya, lihat apa yang dilakukan Honey di gedung depan itu,” ucap Keanu sambil menunjuk gedung karaoke di sebrang jalan.


Mobil langsung meluncur kemudian berbelok ke jalan satu arah di sebrang jalan. Mobil mereka berhenti tepat di sebuah gedung karaoke yang di maksud Keanu.


“Apa yang di lakukan Honey disini?” tanya Rian, ia pun menjadi sedikit penasaran.


“Makanya kamu cari tau di dalam, dengan siapa dia di dalam,” perintah Keanu.


Rian mengerling menatap atap mobil. Bos nya itu akhir akhir ini semakin keterlaluan. Saat ini Rian harus setiap saat meladeni sifatnya yang sok menyuruh nya di luar pekerjaannya.


Malam itu, Rian ada janji makan bersama dengan beberapa alumni SMA nya. Masa iya harus melayani rasa penasaran Si Bos?!


Dan? Masuk ke dalam? Sekarang Rian sedang di tugaskan menguntit Honey di dalam?


“Ayo buruan, lihat apa yang di lakukan Honey di dalam dan bersama siapa!” tegas Keanu.


“Baik pak,” Rian memasang wajah cemberut. Namun ia melakukan apa yang di perintahkan bos nya itu. Sambil manyun dan mengumpat dalam hati Rian pun keluar dari mobil.


Baru saja hendak melangkah, Honey terlihat keluar dari pintu Karaoke itu. Dengan tegas dan tatapan tajam Rian langsung berjalan menuju ke arah Honey.


“Honey!” gertak Rian kemudian menarik lengan Honey agar ikut dengannya.


“Kak Yan. Sedang apa di sini?” tanya Honey.


Honey kebingungan, wajah Rian tidak terlihat sedang marah, namun lebih seperti sedang kesal. Beberapa kali mulutnya komat kamit sambil menghentakkan kaki berjalan menuju mobil.


“Masuk,” perintah Rian.


Melihat sifat Rian, Honey hanya bisa pasrah ikut masuk ke dalam mobil. Mobil mulai melaju perlahan.


Begitu di dalam mobil, Honey sedikit kaget. Pak Keanu yang duduk di balik kemudi, ya tak perlu heran lagi, akhir akhir ini pak Keanu memang sedang dekat dengan Rian. Tentu saja wajar jika mereka bersama malam itu. Kak Rian memang selalu menyanjung nyanjung pak Keanu di hadapannya, ternyata hubungan mereka tak main main. Sedikit lebih spesial dari yang di bayangkan Honey.


“Kak Yan kenapa?” tanya Honey.


Ruangan dalam mobil itu agak kaku, bahkan pak Keanu tak berani menatap ke arah belakang. Apa mereka sedang bertengkar? batin Honey.


“Kamu ngapain di situ Hon? Bukan nya pulang malah keluyuran,” tanya Rian masih dengan wajah masam.


“Hmm anu kak,” honey enggan bercerita karena ada Keanu di situ.


“Jangan bilang kamu sedang?” Rian mengangkat kedua jarinya sebagai tanda kutip.


“Ih apa maksud kak Yan, Honey ke situ sedang melamar kerja kak!” ucap Honey.


“Kerja?” gumam Keanu. Kepalanya langsung menoleh ke kursi belakang.

__ADS_1


“Kamu nggak sedang di ajak kencan kan?” ulang Rian.


“Ya Allah kak, honey beneran sedang cari kerjaan disitu!” tegas Honey sekali lagi.


“Sebagai?” tanya Keanu penasaran.


“Hmm, yang pastinya halal. Jadi cleaning service juga boleh,” ucap Honey yang kini wajah nya ikutan masam.


“Kalau mau jadi cleaning service ngapain ke situ?nggak ada tempat lain?” tanya Rian.


Honey menatap ke arah Keanu yang terlihat sedang sibuk fokus menatap ke arah jalanan.


“Ya, hanya tempat tempat seperti itu yang buka hingga larut malam. Honey kan butuh shif kerja yang nggak mengganggu kerjaan siang hari. Kakak tau kebutuhan Honey sekarang,” ujar Honey.


“Hufftttt, kamu. Ada apa apa nggak minta saran dulu. Langsung gerak tanpa info, kamu tau karaoke itu plus plus,” Rian kembali mengangkat kedua jemarinya.


“Masa sih?” tanya Honey.


“Ya maka dari itu, tanya tanya dulu.” ujar Rian lagi.


Honey terdiam. Padahal tempat itu satu satunya yang paling dekat dengan tempat nya bekerja sekarang. Di sekitar situ tempat elite yang buka hingga larut malam hanya ada itu.


“Ya sudah kita singgah makan dulu. Aku lapar,” ucap Keanu sambil memasuki sebuah halaman rumah makan Italy.


Mobil Keanu berhenti tepat di depan pintu rumah makan mewah tersebut. Ia terlihat menelpon seseorang, kemudian seorang pria dari dalam rumah makan itu keluar menjemputnya.


“Pak, selamat datang,” ucap pria itu sambil menunduk kan badannya.


Tanpa basa basi Keanu langsung berjalan masuk. Mereka memasuki ruangan luas. Beberapa pengunjung terlihat sedang makan dengan santai di sana. Langkah kaki Honey terus mengikut di belakang Rian, hingga tiba di sebuah ruangan bertuliskan VIP 1.


“Silahkan masuk pak,” ucap pria berjas dan berdasi kupu kupu itu.


Mereka masuk ke dalam ruangan mewah itu. Terdapat Sebuah meja persegi panjang dengan empat kursi.


“Pesan seperti biasa untuk porsi tiga orang,” ucap Keanu.


“Baik pak,” ucap pria berjas itu kemudian keluar dari ruangan itu.


.


.


.


To be continued ⬇️

__ADS_1


__ADS_2